Monday, February 26, 2018

Frontage Road Sidoarjo tahun 2021

Rabu 02 Agustus 2017, 12:50 WIB
Pemkab Janji Prioritaskan Pembangunan Frontage Road Sidoarjo

Sidoarjo - Pemkab Sidoarjo menepis anggapan rencana pembangunan gedung terpadu 17 lantai senilai Rp 800 miliar akan menelantarkan pembangunan infrastruktur lain. Pemkab Sidoarjo tetap akan memprioritaskan pembangun infrastruktur lain, salah satunya adalah pembangunan jalan frontage.

Data dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sidoarjo, saat ini pemkab juga sedang memprioritaskan pembangunan jalan frontage dari Surabaya hingga Kecamatan Buduran, sepanjang 9,2 Km dengan lebar 10 meter.

Jalan Frontage ini akan melewati tiga kecamatan, yakni Waru, Gedaangan dan Buduran. Ini menjadi prioritas karena sudah tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2016 dan target selesai tahun 2021.

"Pembangunan jalan frontage ini tetap prioritas Pemkab Sidoarjo, karena sudah tercantum dalam RPJMD tahun 2016 dan ditargetkan selesai tahun 2021," kata Sigit Setyawan, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sidoarjo kepada detikcom saat ditemui di kantornya, Rabu (2/8/2017).

Hingga kini, jelas Sigit, pembangunan jalan frontage yang juga melalui delapan desa ini masih terkendala pembebasan lahan. Jalan Frontage tersebut akan melalui 31 tanah milik perusahaan.
Rencana pambangunan frontage di Sidoarjo/Rencana pambangunan frontage di Sidoarjo/ Foto: Suparno

"11 Perusahaan sudah menghibahkan tanahnya ke Pemkab Sidoarjo, sementara sisanya 20 perusahan lainnya belum menghibahkan. Sementara tanah milik instansi seperti tanah milik TNI AL sudah hampir final," tambahnya.

Sigit berharap masyarakat Sidoarjo dan pengguna jalan menuju yang ke Sidoarjo untuk bersabar. Karena saat ini kondisi jalan masih mengalami kemacetan. Untuk saat ini secara bertahap pembangunan jalan frontage terus dilakukan.

"Jalan frontage itu sepanjang 9,2 Km. Yang sudah selesai dan beraspal sepanjang 4,750 Km, yang masih sifatnya jalan lingkungan 2,200 Km, sementara yang masih berupa tanah sawah sepanjang 2,250 Km," ujarnya.

Sigit Setyawan menambahkan, selain jalan frontage, Pemkab Sidoarjo juga memprioritaskan pembangunan jalan lingkar barat dan pelebaran lingkar Timur.

"Untuk semua pembangunan infatruktur adalah prioritas, seperti jalan lingkar barat, serta pelebaran jalan lingkar timur yang awalnya dua lajur di tambah menjadi empat lajur, serta lebih prioritas jalan frontage. Namun apabila ada masyarakat Sidoarjo yang beranggapan setelah adanya wacana pembangunan gedung terpadu 17 lantai kemudian infrastruktur diabaikan, itu tidak benar," jelasnya.

https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3583191/pemkab-janji-prioritaskan-pembangunan-frontage-road-sidoarjo


Frontage Road Ditarget Selesai Tahun 2021
SELASA, 12 SEP 2017 08:50 | EDITOR : LAMBERTUS HUREK

KOTA-Pembangunan Frontage Road (FR) ditarget untuk selesai pada 2021 mendatang. Hal tersebut merupakan target yang diberikan oleh Komisi C DPRD Sidoarjo dalam rapat pembahasan Perubahan APBD 2017. Pemkab Sidoarjo pun diminta untuk mempercepat pembangunan jalan pendamping tersebut.

Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo Abdillah Nasik menilai perkembangan pembangunan FR belum signifikan. Menurutnya tahun ini hanya pembebasan lahan di Desa Sruni serta pembangunan saluran, sedangkan untuk pembangunan fisik jalan hanya sedikit. “Mulai tahun depan harus dilakukan percepatan," kata Nasik.

Menurut politisi PKB ini, ada beberapa hal yang menyebabkan lambatnya pembangunan FR. Pertama, dari total 31 perusahaan, baru 11 yang sudah menghibahkan lahannya ke Pemkab Sidoarjo. Kedua, minimnya anggaran untuk pembebasan lahan warga. Dari 8 desa yang terdampak pembangunan, baru satu desa yang pembebasannya tuntas, yakni Desa Sawotratap.

Dari kondisi tersebut, Komisi C sepakat memasang target 2021 pembangunan FR harus tuntas. Rincian detilnya, ruas jalan Buduran hingga bundaran Aloha tuntas pada 2019. Setelah itu dilanjutkan ruas jalan bundaran Aloha sampai Waru tuntas pada 2021.

“Sehingga tahun 2021 sudah bisa digunakan," imbuhnya.

Untuk mendukung percepatan pembangunan FR ini, Sekretaris DPC PKB tersebut mengaku siap mencukupi kebutuhan anggarannya, mulai pembebasan lahan hingga pembangunan fisik. Dalam hal ini pihaknya mengutamakan pembebasan lahan dulu, baru dianggarkan untuk pembangunan fisiknya. "Selain itu juga meminta dukungan perusahaan, TNI AL, dan PT KAI untuk menghibahkan lahan," pungkasnya. (nis/jee)

https://www.jawapos.com/radarsurabaya/read/2017/09/12/13103/frontage-road-ditarget-selesai-tahun-2021


https://www.pressreader.com/indonesia/jawa-pos/20180201/282733407304762

Friday, February 2, 2018

Proyek Long Storage Sidoarjo

Proyek Long Storage Sidoarjo Ditargetkan Selesai 2019
Senin 29 Jan 2018, 6 : 09 pm46

Pemerintah terus menggenjot pembangunan Long Storage Sungai Kalimati yang berfungsi sebagai tampungan air guna penyediaan air baku sebesar 1.500 liter/detik. Proyek ini terbagi dua, yakni untuk masyarakat Kabupaten Sidoarjo sebesar 1.000 liter/detik dan 500 liter/detik untuk masyarakat Kabupaten Mojokerto. “Kalimati merupakan ex Kali Porong dimana merupakan asset Pemerintah Pusat yang perlu diamankan,” kata Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Fauzi Idris dalam siaran persnya di Sidoarjo, Senin (29/1/2018).

Fauzi menambahkan terkait lahan Pemerintah Daerah Sidoarjo telah membantu dengan mengganti sejumlah tambak yang digunakan oleh masyarakat sekitar, dan ditargetkan selesai akhir 2019. Memasuki wilayah Kabupaten Jombang rombongan meninjau pengendali banjir Kali Gunting yang digunakan untuk menangani pengendalian banjir di sistem Kali Gunting secara terpadu pada daerah-daerah kritis yang berhubungan dengan area permukiman penduduk dimana teridentifikasi daerah terdampak yang tersebar di 12 Desa diantaranya, Kedung Lumpang, Grobogan, Karangwinongan, Miagan, Wringinpitu, Gambiran, Karobelah, Kedungpapar, Losari, Joho Clumprit, dan Talun Kidul.

Dimana pekerjaan normalisasi sungai meliputi pembuatan parapet, bronjong, revetment, dan pemasangan CCSP. Progress pekerjaan fisik sudah mencapai 77% dan ditergetkan selesai pada September 2018.

Menurut Kepala Pusat Air Tanah dan Air Baku Amir Hamzah, identifikasi daerah terdampak banjir yang dilakukan di wilayah DAS Kali Gunting yaitu berkoordinasi dengan Pemda Kabupaten Jombang (BPBD dan Dinas PUPR), “ Ke depan terpasang early warning system yang mengirimkan pesan tanggap bencana yang mengharuskan evakuasi atau situasi aman terkendali,” ujarnya.

Peninjauan dilanjutkan menuju Bendungan Plesungan di Kabupaten Ngawi yang mengalami rusak berat dan harus segera diantisipasi untuk menghadapi Musim Tanam kuartal II dan III yang dikhawatirkan masyarakat sekitar karena bendungan tersebut merupakan salah satu sumber air yang penting pada saat cuaca tidak lagi hujan.

Bendung Plesungan ini mengalami ambrol sayap bagian hulu dan rusak berat bangunan intake dan bangunan penguras pada 2 Januari 2018. Untuk penanganan darurat sendiri Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo akan membuat bendung sementara untuk menaikan muka air dengan lebar 24 m dan tinggi 2,5 m serta membuat saluran pengarah sepanjang 39 m lebar 1,5 m.

“Tim nya sudah menyiapkan beberapa langkah untuk antisipasi darurat yang ditargetkan 2 minggu dengan dibantu masyarakat sekitar pelaksanaan tersebut dapat selesai, sambil berjalan pula rehabilitasi,” ujar Kepala BBWS Bengawan Solo Charisal Akdian Manu.

Bendungan dengan perbaikan struktural yang akan didesain bisa kokoh hingga umur 40 tahun, untuk itu butuh waktu dan pengamatan yang cermat dan tepat.” Tandasnya.


Sumber :
http://www.beritamoneter.com/proyek-long-storage-sidoarjo-ditargetkan-selesai-2019/

Tuesday, December 5, 2017

Transmart Carrefour Sidoarjo

Pusat Wisata Transmart Carrefour Dibangun di Pagerwojo Sidoarjo


Satu lagi pusat wisata perbelanjaan, kuliner, bisnis dan hiburan dengan konsep city walk dari Transmart Carrefour Chalidana Group hadir di Jalan KH Mas'ud (Mbah Ud) Pagerwojo Buduran Sidoarjo.‎‎

Owner Chalidana Group H. Muhammad Ilyas mengatakan konsep untuk Transmart Carrefour yang dibangun berlantai lima, akan lengkap dalam kebutuhan sesuai selera minat masyarakat‎

"Di sini nanti kelengkapan belanja apapun bisa diperoleh. Ada tempat hiburan anak sampai orang dewasa, studio mini, dan lain sebagainya," katanya di sela-sela Groundbreaking Proyek Transmart Chalidana Group Jumat (13/1/2017).‎

Dia memaparkan, selain pembagungan gedung perbelanjaan, hiburan, dan kebutuhan lainnya, di area seluas 9 hektar ini juga akan dibangun tempat bisnis, universitas dan lainnya.

"Di sini nanti akan seperti kawasan Sidoarjo baru yang bagus. Saya yakin, tidak hanya warga Sidoarjo yang akan datang ke sini, warga luar kota Sidoarjo juga akan berdatangan," terangnya.

Masih kata Ilyas, Sidoarjo menjadi pilihannya dalam menanamkan investasi karena Sidoarjo kota maju, masyarakat yang komsuntif dan tingkat perkembangan perekonomiannya bagus.

"Jadi tidak salah jika kami berinvestasi di Sidoarjo," pungkasnya dengan senyum.


Sumber :
http://m.beritajatim.com/ekonomi/287432/pusat_wisata_transmart_carrefour_dibangun__di_pagerwojo_sidoarjo.html

Sunday, November 5, 2017

Tempat Wisata di Sidoarjo

10 Tempat Wisata Sidoarjo Yang Paling Ramai Dikunjungi

Sidoarjo adalah sebuah daerah yang berada di Provinsi Jawa Timur. Sidoarjo terkenal akan lumpur lapindonya. Selain itu, Sidoarjo juga mempunyai banyak sekali potensi kawasan daerah tempat wisata yang sudah di kelola dengan sangat baik dan juga memiliki keindahan yang sangat indah, sehingga banyak Tempat Wisata Sidoarjo yang bisa kita kunjungi untuk mengisi waktu liburan. Lalu, seperti apa ya keindahan yang dimiliki Tempat Wisata Sidoarjo? Untuk tahu lebih jelasnya, yuk kita simak ulasan berikut ini.


1. Lumpur Lapindo Sidoarjo

Objek wisata Lumpur Lapindo ini sebenarnya merupakan bencana alam yang dimulai dengan adanya semburan lumpur panas yang berasal dari bawah tanah, tepatnya berada di lokasi pengeboran perusahaan Lapindo Brantas pada tahun 2006 silam. Semburan lumpur ini sudah menenggelamkan beberapa kawasan perindustrian serta pemukiman warga yang ada di tiga kecamatan. Akan tetapi, saat ini Lumpur Lapindo ini justru malah menjadi tempat wisata Sidoarjo yang banyak mengunjunginya untuk melihat langsung semburan asap yang beradal dari lumpur yang menyembur di bagian tengahnya. Akan tetapi, untuk kamu yang akan berkunjung ke sini, harus berhati-hati karena lumpur yang ada di sini sewaktu-waktu bisa menyembur.


2. Pulau Sarinah dan Tlocor Sidoarjo

Objek wisata yang satu ini berada di Kampung Tlocor, tepatnya terletak di Desa Kedungpandan, Kec. Jabon, Kab. Sidoarjo, Jawa Timur. Pulau Sarinah ini merupakan sebuh pulau yang terbentuk karena sedimentasi Lumpur Lapindo. Namun, pulau ini justru bisa menarik banyak pengunjung untuk datang ke pulau yang satu ini.


3. Museum Mpu Tantular Sidoarjo

Tempat Wisata di Sidoarjo selanjutnya adalah Museum Mpu Tantular, bagi kamu yang suka dengan wisata sejarah, tempat ini cocok bangt untuk kamu kunjungi. Museum ini menyimpan beragam peninggalan sejarah. Diantaranya adalah emas dan juga lukisan yang katanya sudah di buat sejak abad ke-14. Koleksi benda peninggalan sejarah yang ada di museum ini antara lain adalah etnografi, numimastil, geologi, dan biologi.


4. Candi Pari Sidoarjo

Candi yang satu ini memiliki bentuk segi empat yang terbuat dari batu bata. Candi ini konon katanya adalah sebuah candi peninggalan sejarah dari masa kepemimpiman Hayam Wuruk di zaman Kerajaan Majapahit. Disini kamu akan merasakan nuansa religi agama Hindu yang kental. Untuk lokasinya, Candi Pari ini berada di Desa Candi Pari, Kec. Porong, Sidoarjo. Dan hanya butuh beberapa kilometers dari pusat smburan lumpur kamu sudah sampai ke candi ini.


5. Makam Putri Ayu Sekar Dadu Sidoarjo

Makam yang satu ini terletak di Dusun Sawoan, Kec. Buduran, Sidoarjo. Makam ini adalah sebuah lokasi wisata sejarah ang sakral. Putri Ayu Sekar Dadu ini sendiri yaitu Putri Raja Blambangan dan dipercaya bahwa beliau merupakan Ibu dari Sunan Giri.


6. Sungai Porong Sidoarjo

Sungai Porong ini berada di Desa Tlocor, Kec. Jabon, Sidoarjo selatan. Disini kamu bisa menyusuri dan mengeksplor sepanjang Sungai Sorong hingga sampai ke bagian muara dimana kamu akan melihat Pulau Sarinah yang merupakan sebuah pulau yang merupakan hasil sedimentasi Lumpur Lapindo. Di sini juga banyak warga sekitar yang biasanya menikmati pemandangan sunset sambil memancing di sore hari.



7. Kampung Batik Jetis Sidoarjo

Tempat wisata Sidoarjo yang satu ini adalah wisata budaya sekaligus wisata belanja yang sudah cukup terkenal. Disini banyak para pengrajin yang membuat batik khas daerah Sidoarjo yaitu batik dengan motif burung. Disini kamu bisa melihat langsung proses pembuatan batik, dan sekaligus membeli kain batik untuk dijadikan oleh-oleh.


8. Monumen Sidoarjo

Monumen ini bisa kamu temukan di Alun-alun Sidoarjo.Monumen ini mempunyai logo udang dab juga bandeng raksasa. Alasan para pengunjung datang ke sini adalah terutama karena banyak pusat jajanan yang ada di sekitar alun-alun, dan juga sangat cocok untuk nongkrong dan menikmati suasana sekitar alun-alun yang indah.


9. Sun City Waterpark Sidoarjo

Tempat ini merupakan taman bermain air yang sudah ada sejak tahun 2004, yang berlokasi di Jl. Pahlawan Sidoarjo. Sama seperti wahana taman bermain pada umumnya yaitu seperti waterboom, outbond, flying fox dan masih banyak lagi. Tempat wisata ini cocok sekali untuk anak-anak dan keluarga.


10. Sentra Tas Tanggulangin Sidoarjo

Objek wisata yang satu ini merupakan pusat penjualan tas wanita yang diproduksi di Sentra Tas Tanggulangin yang sudah dipasarkan didalam negeri dan juga diekspor ke luar negeri. Kamu bisa membeli oleh-oleh tas disini untuk keluarga yang ada di rumah. Untuk harga, kamu tidak perlu khawatir, karena harga tas untuk wisatawan lokal sangat terjangkau kok.


Sumber :
http://cektravel.info/tempat-wisata-sidoarjo.html

Thursday, July 20, 2017

Sidoarjo Community Center


Gedung serbaguna Sidoarjo Community Center di Jalan Lingkar Timur

Sidoarjo terus mengebut pekerjaan gedung Sidoarjo Community Center (SCC). Targetnya, gedung berbiaya Rp 61 miliar ini rampung akhir 2016. Namun meleset. Pembangunan SCC yang sudah dilakukan sejak 2014 lalu sudah 63 persen rampung.

Pada pembangunan tahap satu, pihaknya membangun lantai 1 yang nantinya berfungsi sebagai gedung serbaguna. Untuk tahap dua ini, pembangunan dilanjut dua lantai lagi, yaitu sport hall dan perkantoran.

Pada pembangunan tahap satu, gedung yang berada di Jalan Lingkar Timur ini telah menghabiskan dana Rp 25 miliar. Untuk tahap dua, lanjutnya, PU CKT mendapat tambahan dana Rp 36 miliar dari APBD 2016.


Landmark Baru Sidoarjo, Desain Lekukan Air

Jika terealisasi, Gedung Sidoarjo Community Center (SCC) menjadi gedung termegah dan tercanggih sekaligus landmark baru Kota Delta. Lokasinya di kawasan Jalan Lingkar Timur, persis sebelah Taman Tanjung Puri. Sebelumnya, bangunan itu bernama Gedung Serbaguna (GSG). Seiring perkembangan waktu, pemkab ingin mengembangkan area sekitar gedung. Alhasil, gedung berganti nama menjadi Sidoarjo Community Center (SCC).

Bentuk fisik bangunan sudah rampung lebih dari 90 persen. Gedung berdiri menjulang tinggi. Berkesan kukuh. Bagian tembok yang terbuat dari beton masih terlihat berwarna asli.

Fasad warna hijau tua melingkar di bagian tengah gedung. Mirip sabuk yang melingkar. Warna tersebut memberikan kesan segar. Selain kukuh, tampilan SCC sangat unik. Tidak seperti bangunan modern yang bentuknya cenderung simetris, kotak-kotak atau kubus. Dinding gedung itu meliuk-liuk seperti angka delapan dengan posisi telentang.

Gedung SCC terdiri atas empat lantai. Bagian dasar adalah tempat parkir, acara pernikahan, seminar dalam skala kecil, serta kantor pengelola gedung. Di lantai itu juga akan dibangun sebuah ruang terbuka dengan luas sekitar 3 ribu meter persegi. Rencananya, tempat tersebut digunakan untuk pertunjukan musik, olahraga, serta acara pernikahan. Ruangan itu bisa menampung sekitar 2 ribu orang.

Lantai 2 adalah tempat VIP. Kapasitas ruangan 1.500 meter persegi tersebut mencapai 750–1.000 orang. Yang paling atas merupakan ruang privat untuk ruang artis yang akan menggelar konser.

Selain ruang tunggu artis, lantai 3 berfungsi sebagai tempat menginap bagi keluarga yang menggelar acara pernikahan. Luasnya 1.500 meter persegi.

Konsep baru gedung bertema dan terkait dengan delta, yaitu dimana Sidoarjo merupakan daerah delta yang berhubungan dengan lekukan air, atau daerah pertemuan air.

Keunggulan SCC yang lain adalah teknologi. Lantai 1 menggunakan moveable tribune. Yakni, tempat duduk bisa digeser saat tidak digunakan.


Sumber :
http://surabaya.tribunnews.com/2015/12/03/pu-kebut-pembangunan-gedung-scc
http://www.jawapos.com/read/2017/01/30/105944/gedung-scc-landmark-baru-sidoarjo-desain-lekukan-air-di-kawasan-delta

Gedung 17 Lantai Pemkab Sidoarjo

Saiful Ilah Bupati Sidoarjo sempat berkunjung ke beberapa negara Eropa beberapa tahun lalu, seperti ke Georgia dan negara sekitar Rusia, yang telah memiliki sistem pelayanan terpadu yang sangat baik di satu gedung.

Pada 2016 lalu, pengajuan anggaran untuk rencana pembangunan gedung 17 lantai dilakukan oleh Pemkab Sidoarjo.

Adapun jumlah 17 lantai yang akan diterapkan di Gedung Pelayanan Terpadu ini, disesuaikan dengan jumlah pelayanan perizinan yang ditangani oleh Pemkab Sidoarjo. Gedung dengan konsep ruang terbuka hijau berlapangan outdoor ini, akan menjadi alun-alun kedua di Sidoarjo.


Gedung Pelayanan Terpadu 17 lantai ini akan memiliki desain arsitektur yang unik dengan konsep green building. Bentuk bangunan, memiliki lekukan di bagian luar. Logo udang dan bandeng, sebagai potensi komoditi Sidoarjo, akan diakomodasi di dalam arsitektur bangunan. Pemkab Sidoarjo berupaya agar potensi kearifan lokal seperti corak batik sidoarjo masuk sebagai bagian arsitektur maupun ornamen bangunan.

Seiring bangunan gedung yang akan menerapkan teknologi ramah lingkungan, peralatan pelayanan publik di gedung ini juga menggunakan peralatan yang lebih canggih dan mendukung pelayanan publik terpadu.

Sedangkan sisa lantai selain ruang pelayanan, mulai dari lantai empat dan seterusnya, akan menjadi kantor semua SOPD (Satuan Organisasi Perangkat Daerah) yang ada di Sidoarjo. Pemkab Sidoarjo, juga akan memfasilitasi para pelaku UMKM agar memiliki wadah untuk memamerkan produknya di salah satu bagian gedung.

Mengenai jumlah lantai yang mencapai 17 lantai, karena angka 17 adalah angka keramat bagi bangsa Indonesia. 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaan.

Dari rencana anggaran yang dibutuhkan, yakni Rp800 miliar, Pemkab Sidoarjo telah menyediakan anggaran Rp2 miliar untuk manajemen perencanaan.

Sesuai perencanaan awal di Pemkab Sidoarjo, seluruh proyek pembangunan gedung ini membutuhkan anggaran mencapai Rp800 miliar. Pengerjaan akan dilakukan secara multiyears, diperkirakan tuntas pada 2020 mendatang. Adapun pembagian pengajuan anggaran gedung ini, kata Sigit, Rp250 miliar pada APBD 2018, Rp300 miliar pada APBD 2019, dan Rp250 miliar pada APBD 2020. 

Setelah perencanaan, pembangunan fisik Gedung Layanan Terpadu dengan 17 lantai itu baru akan dimulai pada 2018 mendatang. Proyek gedung ini, kata Sigit, akan berlangsung multiyears yang diperkirakan tuntas pada 2020 mendatang.(den)


Untuk memudahkan aksesibilitas itu Pemkab berencana membangun underpass untuk menghubungan Gedung Pelayanan Terpadu dengan Pendopo Kabupaten, menerobos bagian bawah alun-alun Sidoarjo. Ini untuk memudahkan mobilitas dari Gedung Pemkab ke Pendopo, terutama untuk para pegawai yang harus melakukan rapat atau menghadiri acara tertentu, dari gedung yang satu ke gedung lainnya.

Untuk mempercantik underpass ini, di bagian dinding di jalan bawah tanah itu bisa digunakan untuk melakukan kegiatan pameran. Bisa dipasang beberapa produk-produk UMKM untuk mempercantik jalan itu di kanan-kirinya. Rencananya, pembangunan underpass ini akan dilakukan seiring pembangunan Gedung 17 lantai untuk Pelayanan Terpadu mulai 2018 mendatang.


Sumber :
http://www.suarasurabaya.net/mobile/fokus/908/2017/190990-Gedung-Pemkab-17-Lantai-Mimpi-Bupati-Setelah-Kunjungi-Eropa
http://www.suarasurabaya.net/mobile/fokus/908/2017/191023-Begini-Konsep-Gedung-17-Lantai-Pemkab-Sidoarjo
http://www.suarasurabaya.net/mobile/fokus/908/2017/190987-Gedung-17-Lantai-Pemkab-Sidoarjo-Diperkirakan-Tuntas-2020
http://www.suarasurabaya.net/mobile/fokus/908/2017/191025-Underpass-akan-Hubungkan-Gedung-17-Lantai-dengan-Pendopo-Pemkab-Sidoarjo

Sunday, May 22, 2016

Frontage Road Sidoarjo

BPN Sidoarjo Belum Keluarkan Peta Bidang Frontage Road 

Pertumbuhan kendaraan baik roda empat ataupun roda dua, membuat sepanjang jalan di Sidoarjo mulai Waru hingga kota Sidoarjo mengalami kemacetan cukup parah.
Melihat kondisi tersebut, Pemkab Sidoarjo melalui dinas PU Bina Marga Sidoarjo, berencana untuk melakukan pelebaran jalan dengan membangun frontage road mulai Waru hingga Buduran, Sidoarjo.

Rencana awal pembangunan ini sendiri sebenarnya sejak tahun 2013 silam, namun hingga kini pembangunan tersebut masih terkendala beberapa alasan, diantaranya, masih banyak perusahaan yang belum mau menghibahkan lahannya. Dari 31 perusahaan baru 11 yang sudah menghibahkan lahannya, Selain itu, juga dikarenakan BPN Sidoarjo belum menerbitkan peta bidang, sehingga rencana mempercepat pembangunan frontage road sedikit tersendat.

” Dari rencana delapan desa yang akan dilalui untuk pembangunan frontage road, baru satu desa yang sudah benar – benar clear terkait peta bidang, yakni di desa Sruni,” kata Nandang Agus Taruna, Kepala BPN Sidoarjo.

Nandang menambahkan, terkait dengan lahan PT. KAI, dirinya sampai saat ini masih terus melakukan koordinasi terkait dengan batas – batas wilayah lahan milik PT. KAI.

“Apabila sudah ditentukan batas – batas lahan milik PT. KAI, nantinya Pemkab Sidoarjo bisa segera melakukan pembangunan, dan BPN sendiri segera bisa menerbitkan peta bidang,” imbuhnya.


Sumber :
http://surabayanews.co.id/2016/05/22/60512/bpn-sidoarjo-belum-keluarkan-peta-bidang-frontage-road.html

Related Posts