Showing posts with label Covid 19. Show all posts
Showing posts with label Covid 19. Show all posts

Thursday, June 24, 2021

Kantongi Ratusan Juta dari Porang

Pensiun Dini dari TNI, Pria Ini Kantongi Ratusan Juta dari Porang

Jumat, 25 Jun 2021 07:11 WIB

Pertanian porang ternyata sangat menjanjikan untuk menghasilkan pundi-pundi uang. Jenis umbi-umbian itu juga sudah menembus ekspor ke Jepang hingga China.

Seorang Petani Porang asal Sidoarjo, Jawa Timur bernama Eko Purwanto mengaku dirinya bisa menghasilkan Rp 560-800 juta untuk satu hektare lahan. Dia pun mengaku pertanian porang ini tidak terdampak pandemi saat banyak bisnis lain merugi karena pandemi COVID-19.

Sebelum menjadi petani porang, dirinya tergabung di TNI Angkatan Laut (AL) sejak 1996 hingga 2017. Pada 2017 dia memutuskan untuk pensiun dini setelah 20 tahun di TNI dan langsung serius menggeluti pertanian porang.

"Jadi ceritanya dulu saya bergabung di TNI, namun setelah menggeluti dunia pertanian saya memilih untuk mengundurkan diri secara terhormat, setelah itu serius bertani porang. Jadi sudah ada pengalaman angkat senjata, sekarang angkat pacul," jelasnya, kepada detikcom.

Ketertarikannya pada dunia pertanian sudah ada sejak setelah lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP). Saat itu dia berkeinginan untuk masuk sekolah pertanian, namun dirinya dianjurkan oleh orang tuanya untuk sekolah olahraga, lalu berlanjut kuliah S1 jurusan olahraga di salah satu universitas di Semarang. Dia juga mengambil S2 jurusan Sosial Politik di Universitas Gadjah Mada.

"Setelah itu saya jadi senang olahraga, jadi kuliah olahraga di Semarang. Kemudian untuk S2 Sosial Politik di UGM karena tuntutan menjadi TNI," jelasnya.

Keseriusan Eko terhadap dunia pertanian ternyata saat dirinya bertugas pada 1999 di pulau terluar dan tidak ada penduduk. Eko mengungkap saat itu dirinya mulai menggeluti pertanian yang juga digunakan untuk bertahan hidup saat bertugas.

"Saat itu saya mulai menggeluti dunia pertanian, mulai dari menanam bibit jagung, cabai, sayur, tomat, dan lainnya yang kita manfaatkan lahan di sekitar pos," katanya.

Eko bercerita mulai merintis pertanian porang di tahun 2017, saat itu modal awal yang digunakan Rp 10 juta untuk satu hektare tahan dengan harga bibit hanya Rp 4.000 per kilogram (kg). Belum banyak karyawan yang dimiliki Eko saat itu hanya dibantu oleh keluarga terdekat. Pada awal budi daya porang, omzet yang didapat Eko sudah cukup menakjubkan. Sekali panen untuk satu hektar lahan sebesar Rp 360 juta.

"Pada waktu itu awal Rp 10 juta bisa dapet 80 ton porang jika dikali Rp 4.000 berarti Rp 360 juta untuk omzet awal. Karyawan ya keluarga terdekat saja pada waktu itu," terangnya.

Kini pertanian dan budi daya porang milik Eko sudah meluas. Dirinya mengungkap pertanian porangnya di Sidoarjo, Jawa Timur memiliki jumlah karyawan sekitar 50 orang, 20 orang pertani dan sisanya di bagian marketing dan operasional. Lahan yang dimilikinya sekarang, sekitar 50 hektare.

Dia juga memiliki cabang pertanian, di Garut, Jawa Barat dengan luas pertanian 50 hektare dan di Banyumas, Jawa Tengah dengan lahan 50 hektare. Masing-masing cabang itu juga disebut terdapat 50 karyawan, sudah termasuk petani.

"Punya cabang di Jawa Tengah, Banyumas. Karena permintaan tinggi saya buka cabang dengan adik saya di Jawa Barat di daerah Garut," tuturnya.

Modal yang keluarkan saat ini juga telah meningkat. Eko menyebut sekarang modalnya bisa sekitar Rp 200 juta per satu hektare lahan. Modal itu termasuk modal tenaga kerja, olah lahan, pemupukan.

Omzet yang didapat Eko bisa lebih dari Rp 800 juta per hektar untuk satu kali panen. Namun, Eko menjelaskan omzet itu tidak sekaligus dia dapatkan, untuk mencapai itu, menunggu dalam jangka waktu tiga tahun.

"Rp 800 juta dalam tiga tahun itu jika harga hasil porang dijual seharga Rp 10.000 per kilonya. Tahun lalu kita pernah mencapai Rp 1 miliar, kalau hasil umbinya 3-4 kg dan dikalikan Rp 10.000 pada 2019 kemarin pas awal pandemi,"jelasnya.

Eko menjelaskan untuk waktu panen porang ini tergantung bibit yang digunakan, ada yang gunakan. Ada pun bibit yang digunakan, yakni bibit umbi mini atau sedang bisa satu tahun panen, umbi katak mini 2-3 tahun panen, dan bibit spora 4-5 tahun panen.

Hasil budi dayanya, Eko bekerja sama dengan beberapa pabrik untuk diekspor ke China hingga Jepang. Tidak hanya dalam bentuk bahan baku, pabrik-pabrik yang bekerja sama dengan Eko juga mengolah porang menjadi beberapa makanan siap saji hingga minuman, ada Nasi Shirataki, Mie Basah, Minuman diet, Spaghetti, hingga latte. Produk itu semua juga diekspor ke luar negeri.

Selama pandemi, Eko menyebut pertanian porang tidak terimbas sama sekali. Bahkan untuk penjualan bibit porang sendiri telah melonjak 200% pada tahun lalu, Eko memperkirakan tahun bisa lebih dari itu.

Eko menyebut banyak pengusaha yang juga akhirnya banting setir ke pertanian porang karena pandemi. Dia mengungkap semua teman-temannya dari pengusaha pariwisata, perhotelan, pengusaha konveksi hingga pengusaha burung walet juga banyak yang menghubunginya untuk belajar budidaya porang.

"Setelah pandemi ini mulai meledak, alhamdulillah kita nggak kena imbas sama sekali, semua teman di bisnis pariwisata, perhotelan, pengusaha konveksi yang terimbas pandemi beralih ke porang. Bahkan ada yang mau buat pabrik," terangnya.

Eko mengatakan pihaknya sangat terbuka untuk siapa saja yang ingin belajar budidaya porang. Dia mengatakan akan dibimbing dari awal penanaman sampai panen, untuk hasilnya juga diperbolehkan untuk dijual ke Eko. Jika ingin belajar Eko terbuka jika ingin datang langsung atau secara virtual melalui video call.

Adapun modal yang bisa disiapkan jika ingin membudi daya porang, Eko mengungkap tergantung bibit yang dipilih. Ia menjelaskan bibit porang ada berbagai macam, yakni bibit umbi mini minimal modal per hektare Rp 90-100 juta, katak sedang ke besar Rp 60-70 juta, katak mini Rp 35 juta, dan bibit spora hanya Rp 10 juta.

"Tetapi modal bibit itu belum dengan pupuk dan olah lahan, kalau pakai bibit yang Rp 90 juta jika digabungkan dengan pupuk dan olah lahan hingga operasional, modalnya bisa mencapai Rp 200 jutaan," jelasnya.

Meski Eko memutuskan untuk pensiun dini dari TNI lima tahun lalu, dia tidak merasa rasa nasionalismenya berkurang terhadap Indonesia. Karena dengan bisnis ini Eko tetap bisa membantu negara dengan menciptakan lapangan kerja tentu akan mengurangi pengangguran.

"Bela negara saya ini dengan cara saya sendiri tidak harus angkat senjata. Bedanya bela negara saya di dunia pertanian," terangnya.

Saat ini Eko berharap pemerintah bisa memberikan perhatian lebih terhadap ekspor bibit. Dia mengungkap saat ini yang menjadi saingan Indonesia dalam budidaya porang adalah Vietnam dan Thailand. Menurutnya jika ekspor bibit porang tidak segera dilarang, Indonesia bisa kalah saing dan stok bibit jadi langka.

"Pemerintah harus ikut terjun langsung untuk pelarangan ekspor bibit porang. Sekarang ini hanya di Jawa Timur, sudah dilarang oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, di daerah lain belum. Pemerintah pusat harus terjun langsung," tutup Eko.


Sumber :

https://finance.detik.com/solusiukm/d-5619278/pensiun-dini-dari-tni-pria-ini-kantongi-ratusan-juta-dari-porang?single=1

Thursday, April 15, 2021

XXI Transmart dan Cinepolis Lippo Plaza Sidoarjo Dibuka Kembali

Mulai Hari Ini, XXI Transmart dan Cinepolis Lippo Plaza Sidoarjo Kembali Beroperasi

Jumat, 16 April 2021 | 13:03 in Gaya Hidup

Mulai hari ini, dua bioskop di Kabupaten Sidoarjo kembali beroperasi. Yakni XXI Transmart Sidoarjo dan Cinepolis Lippo Plaza Sidoarjo. Demi menghindari kerumunan saat mengantre pembelian tiket, XXI menghimbau agar pengunjung membeli tiket melalui aplikasi

Keduanya kompak mengumumkan beroperasi kembali melalui media sosial resminya. Dalam postingannya, kedua bioskop tersebut menyampaikan woro-woro mulai beroperasi tertanggal 16 April 2021.

Selain itu, untuk menghindari kerumunan saat mengantre pembelian tiker, XXI menghimbau agar pengunjung membeli tiket melalui aplikasi. Tak hanya pembelian tiket, kini aplikasi M-Tix milik XXI juga bisa melayani pembelian makanan dan minuman sebagai teman menonton film.

“Jangan lupa beli tiket nonton, beli makanan dan minumannya lewat aplikasi M-Tix serta selalu menerapkan protokol kesehatan XXI new habits, ya,” tulisnya.

Di sisi lain, meski sama-sama berada di bawah operator bioskop XXI, Ciplaz masih belum membuka kembali bioskopnya. Hingga kini belum ada kepastian kapan bioskop XXI Ciplaz akan beroperasi kembali.

Sidoarjonews.id juga telah berusaha menghubungi pihak XXI terkait kendala yang dialami tetapi hingga kini belum mendapat jawaban.

Namun, berdasarkan penuturan petugas yang tak ingin disebutkan namanya, selama ini izin operasi bioskop terganjal di kepolisian.

“Dari dinas sebenarnya sudah ada izin sejak September tahun lalu, tapi izin keramaian yang kami ajukan ke polres sampai sekarang belum keluar,” ujarnya.

Selain Ciplaz, bioskop di Sun City Sidoarjo juga belum beroperasi sampai hari ini. Di website platinum cineplex, operator bioskop Sun City Sidoarjo, tertera bahwa bioskop masih tutup dan tidak ada kejelasan kapan dibuka kembali.

Beroperasinya kembali dua bioskop di Sidoarjo memenuhi rasa kangen pecinta film, serta menjadi sarana menggeliatkan kembali perekonomian di sektor hiburan. Meski demikian, protokol kesehatan tetap harus dijalankan dengan ketat dan disiplin. 


Sumber :

https://sidoarjonews.id/mulai-hari-ini-xxi-transmart-dan-cinepolis-lippo-plaza-sidoarjo-kembali-beroperasi/

Sunday, August 23, 2020

Abah Nur Meninggal Dunia

Pemkab Sidoarjo Imbau Pengibaran Bendera Setengah Tiang Selama Satu Hari


Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mengimbau masyarakat untuk mengibarkan bendera setengah tiang untuk menghormati kematian Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin.

Kabid Pengelolaan Informasi dan Komunikasi, Dinas Komunikasi dan Informatika Pemkab Sidoarjo, Kusdianto menuturkan, pengibaran bendera dilaksanakan selama satu hari.

"Pengibaran bendera merah putih setengah tiang atas meninggalnya Plt Bupati Sidoarjo, adalah selama 1 hari yakni hari minggu tanggal 23 Agustus 2020," ujar dia, seperti dikutip dari Antara, Minggu (23/8/2020).

Kata Dokter Soal Riwayat Medis Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin Sebelum Tutup Usia
Plt Bupati Sidoarjo, Jawa Timur Nur Ahmad Syaifuddin meninggal dunia sekitar pukul 15.30 WIB setelah sebelumnya sempat dirawat di RSUD Kabupaten Sidoarjo.

Jenazah sempat disalatkan di kamar mayat RSUD Sidoarjo, kemudian juga dilakukan salat jenazah di Pendapa Kabupaten Sidoarjo dan selanjutnya dishalatkan di halaman masjid Nurul Huda di Desa Janti Sidoarjo, hingga kemudian dimakamkan di pemakaman Islam Desa Janti, Sidoarjo.

Ucapan belasungkawa juga ramai di sejumlah grup WhatsApp dan juga sejumlah media sosial yang ada di Kabupaten Sidoarjo.

Almarhum yang akrab dipanggil Cak Nur itu resmi menduduki menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sidoarjo pada Selasa 14 Januari 2020, setelah dilantik oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Pelantikan dilaksanakan di gedung Negara Grahadi Surabaya. Cak Nur menjadi Plt Bupati Sidoarjo setelah bupati sebelumnya Saiful Ilah, yang terjerat kasus korupsi.


Sumber :
https://surabaya.liputan6.com/read/4337294/pemkab-sidoarjo-imbau-pengibaran-bendera-setengah-tiang-selama-satu-hari

Saturday, April 4, 2020

Kota Sidoarjo Berlakukan Physical Distancing


Polisi Sidoarjo Berlakukan Physical Distancing di Wilayah Padat PKL

30 Mar 2020, 14:40 WIB

Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur memberlakukan tertib pembatasan fisik atau physical distancing di sejumlah wilayah padat pedagang kaki lima (PKL). Ini sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona COVID-19.

Kabagops Polresta Sidoarjo Kompol Mujito menuturkan, wilayah padat PKL itu salah satunya berada di kawasan Gading Fajar dan Taman Pinang Indah serta pertigaan Sumokali Sidoarjo.

"Setiap harinya di tempat tersebut berjubel pedagang kaki lima dan juga pembeli," ujar dia, seperti dikutip dari Antara, Senin (30/3/2020).

Ia mengatakan, tempat-tempat berkumpulnya massa memang berpotensi terjadi penyebaran virus corona atau COVID-19.

"Kami mohon bapak dan ibu untuk segera kembali ke rumah masing-masing. Karena wilayah ini termasuk kawasan physical distancing, guna mempercepat putus mata rantai penularan virus corona," kata Kompol Mujito.

Sejak tiga hari ini, kata dia, Polresta Sidoarjo bersama instansi lainnya menerapkan kawasan physical distancing di berbagai kawasan Kabupaten Sidoarjo.

"Begitu pula yang diberlakukan di kawasan Taman Pinang, Gading Fajar dan Sumokali yang biasanya ramai PKL dan lalu lalang warga," kata dia.

Bahkan, lanjut dia, Polresta Sidoarjo, Kodim 0816 Sidoarjo, Satpol PP, serta instansi lain tidak hanya mengimbau para PKL dan warga agar segera pulang dan membubarkan diri. "

Personel gabungan ini juga melakukan penyemprotan disinfektan ke lapak-lapak dagangan, jalan raya serta fasilitas umum yang ada,"

Wakapolresta Sidoarjo AKBP M. Anggi Naulifar Siregar mengatakan, ini merupakan langkah sinergi TNI, Polri bersama instansi terkait lainnya dan juga kerjasama dengan warga, guna memutus mata rantai penyebarluasan COVID-19 di wilayah zona merah Sidoarjo Kota.

"Semoga langkah bersama ini dapat segera menangkal penyebaran virus corona. Mari komitmen bersama guna menyukseskan kawasan physical distancing berjalan maksimal," ujar dia.


Sumber :
https://surabaya.liputan6.com/read/4214687/polisi-sidoarjo-berlakukan-physical-distancing-di-wilayah-padat-pkl

Related Posts