Showing posts with label Tokoh. Show all posts
Showing posts with label Tokoh. Show all posts

Friday, May 19, 2023

Yasinta Aurellia, Arek Sidoarjo Runner Up 1 Puteri Indonesia 2023

Profil Biodata Yasinta Aurellia, Arek Sidoarjo Jawa Timur Runner Up 1 Puteri Indonesia 2023: Umur, IG, Tinggi

- Sabtu, 20 Mei 2023 | 11:45 WIB

  

Gelaran Grand Final Puteri Indonesia 2023 berlangsung meriah pada 15 Mei 2023. Wakil Jawa Timur yang bernama Yasinta Aurellia berhasil meraih Runner up 1 Puteri Indonesia 2023. Seperti diketahui, 45 finalis Puteri Indonesia 2023 diisi oleh beragam perwakilan asal daerah-daerah di Indonesia.

Mereka datang dari latar belakang hingga umur yang berbeda. Yasinta Aurellia merupakan wakil Jawa Timur yang berhasil melenggang ke 3 besar grand final Puteri Indonesia 2023 bersama Farhana Nariswari dan Lulu Zaharani Krisna.

Kecantikan dan prestasi Yasinta Aurellia sebagai runner up 1 Puteri Indonesia 2023 berhasil menyorot perhatian publik.

Lantas siapa sebenarnya Yasinta Aurellia itu?

Berikut profil biodata Yasinta Aurellia, runner up 1 Puteri Indonesia 2023 asal Sidoarjo Jawa Timur.

Dikutip MalangNetwork.com dari instagram @yasintaaurel, gelar runner up 1 Puteri Indonesia 2023 yang diraih Yasinta Aurellia juga membawanya menjadi seorang Puteri Indonesia Pariwisata 2023.

Selain itu, ia secara otomatis juga dinobatkan sebagai Miss Supranatinoal Indonesia 2023. Yasinta Aurellia merupakan sosok perempuan yang mengawali karirnya dari dunia model. Sebelumnya, ia juga pernah mengikuti ajang pemilihan Guk Yuk Sidoarjo tahun 2020.

Dan kegigihannya dalam menjalani karir akhirnya membawanya menjadi Puteri Indonesia Jatim 2023. Usut punya usut, Yasinta Aurellia ternyata merupakan seorang ahasiswi UPN Veteran Jawa Timur.


Biodata Yasinta Aurellia

Nama lengkap: Yasinta Aurellia

Tempat tanggal lahir: Surabaya, 2 Oktober 2003

Umur: 19 tahun

Tempat tinggal: Sidoarjo

Pendidikan:

- SMA Negeri 1 Sidoarjo

- Mahasiswi Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur

Tinggi badan: 170 cm

Berat badan: 50 kg

Hobi: Renang

Instagram: @yasintaaurel.

***


Sumber :

https://malang.jatimnetwork.com/hiburan/3798845792/profil-biodata-yasinta-aurellia-arek-sidoarjo-jawa-timur-runner-up-1-puteri-indonesia-2023-umur-ig-tinggi

Tuesday, March 28, 2023

Via Vallen Sediakan Sahur Gratis

Via Vallen Sediakan Sahur Gratis Bagi Warga Sidoarjo, Ambilkan Nasi Kepada Warga yang Antre

Rabu, 29 Maret 2023 08:00

Selama Ramadan, rupanya Via Vallen lebih banyak menghabiskan waktunya di Sidoarjo, kediaman keluarga besarnya. Tak hanya menunaikan ibadah di bulan suci, pedangdut yang mempopulerkan tembang Sayang tersebut ingin berbagi kepada sesama.

Niat baik Via Vallen tersebut diwujudkan dalam bentuk sahur gratis bagi warga Sidoarjo selama 30 hari! Nggak cuma memberi sahur gratis, Via Vallen juga terlihat ikut mengambilkan nasi untuk warga yang sedang antre.

Aksi Via Vallen tersebut terlihat pada unggahan Insta Story Chevra Yolandi, vokalis Papinka yang juga suami dari sang pedangdut. "Sahur gratis rek. Selama 30 hari. Merapat arek-arek Sidoarjo," tulis Chevra dalam Insta Story-nya.

KLovers, banyak hal baik yang bisa dilakukan selama bulan suci Ramadan. Tak hanya ibadah kepada Tuhan, kamu juga bisa melakukan aksi sosial seperti yang dilakukan Via Vallen ini ya.


Sumber :

https://www.kapanlagi.com/dangdut/via-vallen-sediakan-sahur-gratis-bagi-warga-sidoarjo-ambilkan-nasi-kepada-warga-yang-antre-7fd9a0.html?utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter

Sunday, January 29, 2023

Transformasi Sidoarjo

Oleh: Arif Afandi

Selasa 24-01-2023,04:45 WIB

SUDAHLAH, yang muda pasti lebih baik. Itu yang menjadi keyakinan saya sejak dulu. Karena itu, yang tua sudah saatnya memberikan ruang gerak bagi mereka. Bukan saatnya yang tua merasa menjadi pemilik otoritas kebenaran. 

Lihatlah geliat di Sidoarjo. Kabupaten yang berbatasan dengan Surabaya, ibu kota Provinsi Jawa Timur. Yang selama ini hanya menjadi daerah penyangga ibu kota di provinsi Jawa paling timur itu.

Dulu kabupaten tersebut menggeliat. Banyak inovasi muncul dari kabupaten itu. Bahkan, saat saya mengelola Otonomi Award tahunan, Sidoarjo menjadi langganan juara. Mengalahkan Surabaya.

Sayang, prestasi itu mandek untuk beberapa lama. Yang muncul banyak berita banjir, jalan rusak dan berlubang, bencana lumpur Lapindo, dan sebagainya. Sangat kurang berita positif bertebaran.

Sampai kemudian terpilih seorang bupati muda usia. Ahmad Muhdlor Ali. Putra kiai besar, KH Agoes Ali Mashuri. Pendiri dan pimpinan Pondok Pesantren Bumi Shalawat. Kiai yang sangat disegani di mana-mana.

Semula saya khawatir. Mampukah semuda itu, Gus Muhdlor –demikian ia biasa dipanggil– meningkatkan kemampuan teknokratis sekaligus politiknya? Yang pasti, ia sudah punya ilmu sebagai alumnus mahasiswa FISIP Unair.

Yang pasti, sejak kecil ia bersentuhan dengan dunia politik. Sebagai putra kiai besar, ia pasti bersinggungan dengan para tokoh nasional maupun lokal yang menjadi santri ayahnya. Atau bersentuhan dengan tokoh-tokoh yang berkunjung ke pesantrennya.

Apalagi, kakaknya juga seorang politikus PKB. Anggota DPR RI. Namanya Gus Syaikhul Islam. Bertugas di berbagai komisi. Ia tentu bisa menjadi mentor politik adiknya sekaligus menjadi penghubung dengan pemerintah pusat. Bisa menjadi penarik program pusat ke Sidoarjo yang dipimpin adiknya.

Pasti selama usia perkembangannya, Gus Muhdlor juga aktif berorganisasi. Baik di lembaga-lembaga pengaderan NU maupun lainnya. Pesantren Bumi Sholawat sendiri adalah lembaga yang sangat layak untuk menggembleng kompetensi politis dan teknokratis.

Menurut saya, keberhasilan seorang pemimpin daerah sangat bergantung pada dua hal tersebut. Kuat hanya dalam satu sisi saja biasanya tidak cukup. Kecuali ia punya power politik yang besar sehingga mampu menggerakkan dan mengendalikan birokrasi penopangnya.

Mengendalikan birokrasi bukan soal gampang. Mereka memiliki rezimnya sendiri. Mereka punya kultur sendiri. Mereka punya berbagai pengalaman dipimpin kepala daerah dengan berbagai latar belakang. Karena itu, sering punya kompetensi melebihi yang memimpinnya.

Tapi, tak akan ada loyalitas tunggal dari birokrat. Tak ada loyalitas permanen terhadap kepala daerahnya. Mereka akan loyal kepada yang sedang berkuasa. Loyal kepada karier birokratnya. Hanya dengan power politik besar, biasanya kepala daerah bisa segera memobilisasi birokratnya sesuai dengan misinya.

Saya lihat Gus Muhdlor cukup gercep dalam hal ini. Ada banyak program infrastruktur yang sudah bisa dijalankan. Yang tidak jelas nasibnya pada periode kepemimpinan sebelumnya. Juga, banyak program baru yang sudah dirilisnya. Yang kelak akan mengubah wajah Sidoarjo.

Banyak kepala daerah yang programnya tak lekas nendang karena tak segera bisa mengendalikan birokratnya. Bukan karena kompetensi politiknya. Tapi, karena tak didukung kompetensi teknokratisnya. Sehingga, eksekusi keputusan politiknya sangat bergantung pada birokrat yang menjalankan.

Saya tidak tahu mana yang lebih menonjol dari Gus Muhdlor dalam memimpin Sidoarjo. Tapi, setidaknya ia tergolong bupati muda yang suka blusukan. Ia terlihat sering terjun ke lapangan untuk memastikan jalannya program di lapangan. Bahkan, tampak ia bisa mengomentari hal-hal teknis ketika terjun di lapangan.

Ia bisa luwes ketika menghadapi orang biasa. Ia bisa tampak akrab dengan warganya. Namun, ia bisa segera memberikan solusi ketika ada persoalan yang dihadapi di lapangan. Basis sosial sebagai putra kiai besar dan kompetensi pribadinya sangat memberikan harapan bagi transformasi Sidoarjo ke depan.

Hasilnya sudah mulai bisa dirasakan. Ada kerja konkret yang sudah dikerjakan. Dalam masa jabatannya yang baru berjalan dua tahun. Masih cukup waktu untuk terus melahirkan legasi fisik yang bisa dirasakan dan dikenang rakyatnya.

Saya yang bukan orang Sidoarjo merasakan bahwa di daerah itu negara mulai hadir. Ada pembangunan infrastruktur di mana-mana. Bundaran Aloha yang dulu pusat keruwetan mulai digarap. Frontage road Sidoarjo sudah dimulai.

Pekan lalu saya menyusuri jalan utama Krian–Mojosari. Tampak ada pembangunan jalan flyover di sana. Sepanjang jalan itu juga tampak tumbuh dan ramai. Pasti banyak yang berharap kehadiran bupati muda itu memberikan makna lebih.

Sejak dulu Sidoarjo bisa membuat lompatan besar. Bertransformasi dari kota limpahan Surabaya menjadi kota pendukung utama Kota Surabaya. Seperti kota pinggiran Chicago, Amerika Serikat, yang menjadi kota baru yang dihuni para orang kaya baru di sana.

Di tahun 2.000-an, dibangun kawasan properti di subkota Chicago. Di dekat pusat pengembangan teknologi dan informasi di sana. Properti itu berkembang pesat. Isinya para crazy rich, orang kaya baru. Para pekerja IT dan industri digital.

Kawasan suburban penopang kota Chicago itu menjadi kawasan mahal. Meski, setelah disurvei, ternyata para penghuninya tidak puas karena semua orang kaya. Seperti tumbuhnya kawasan Delta Sari antara Surabaya dan Sidoarjo.

Survei itu kemudian merekomendasikan perusahaan propertinya membangun kawasan pekerja tak kaya. Jadi, kalau AC rusak, mesin cuci rusak, dan ledingnya rusak, tidak susah mencari tukangnya. Saya pernah di kawasan tersebut, saat itu.

Sidoarjo bisa menjadi kawasan penopang seperti kawasan suburban di barat Chocago tersebut. Tinggal memperlancar dan memperbaiki akses para komuter. Melebarkan jalan-jalan ke dan dari Kota Surabaya. Apalagi, didukung jaringan transportasi publik yang bagus.

Tapi, untuk yang disebut terakhir itu, tak cukup hanya inisiatif Gus Muhdlor. Alangkah asyiknya kalau transportasi publik untuk para komuter itu langsung ditangani Pemprov Jatim. Biar bisa menjadi legasi yang tak terlupakan dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa. 

Atau menjadi program bersama wali kota Surabaya, bupati Sidaorjo, dan bupati Gresik yang sama-sama muda. Kolaborasi ketiganya pasti bisa ”memaksa” pusat untuk mewujudkan jaringan transportasi publik untuk komuter yang terintegrasi.

Tapi, tampaknya, perlu juga Gus Muhdlor melakukan penghijauan di sepanjang jalan nasional yang masuk Sidoarjo. Biar mengubah wajah kering menjadi lebih sejuk. Cara cepat untuk menciptakan perubahan. Seperti Tri Rismaharini yang melakukan tamanisasi.

Tidak perlu seluruhnya. Dimulai dari jalan-jalan utama masuk ke Sidoarjo. Jalan masuk perbatasan dengan Mojokerto, Pasuruan, Gresik, dan Surabaya. Kalau perlu, gerakkan semangat gotong royong menghijaukan Sidoarjo. Dengan menggandeng ratusan perusahaan yang ada.

Kalau saja 25 tahun lalu saya tahu akan ada bupati seperti Gus Muhdlor, barangkali saya tak akan memaksa harus berumah di Surabaya. Tapi, kalau saat itu saya memutuskan tinggal di Sidoarjo, barangkali saya tak akan berpengalaman menjadi wakil wali kota Surabaya, hahaha…

Btw, jalan terus, Gus. Biar warga Sidoarjo dan sekitarnya mempunyai harapan baru tentang masa depan daerahnya. Masak akan terus menjadi kelas dua. Tak ada salahnya punya mimpi mengalahkan Surabaya. 


Sumber :

https://harian.disway.id/read/680391/transformasi-sidoarjo/30

Wednesday, July 14, 2021

Lara Silvy

Lara Silvy, Biodata dan Karir

Minggu, 02 Februari 2020 22:38 WIB

Lara Silvy Santa Yuniar Putri (25). Nama artis asli Sidoarjo ini cukup tenar di dunia musik. Sejak kecil, bakatnya di dunia tarik suara sudah terlihat. Bakatnya terus terasah hingga menjadi penyanyi.

Nah, yang jarang diketahui orang, sebelum tenar di dunia musik, Lara ternyata sempat mengawali karirnya sebagai seorang model. Lantas, karena masukan dari sang ibu dan juga teman-temannya, Lara kemudian berkenalan dengan dunia musik.

“Awal mula masuk dalam bidang musik sebenarnya karena ibu. Waktu itu dibilang ada link ke arah dunia musik. Teman-teman juga bergelut di dunia musik. Akhirnya, mau nggak mau jadi nyoba manggung-manggung,” kenang Lara.

Selain manggung off air, Lara Silvy, penyanyi dangdut Sidoarjo yang ngetop ini juga aktif membuat konten di akun channel Youtube miliknya, @larassyp. Ia juga memiliki fans berat bernama Laraku.

Seiring berjalannya waktu, setelah merasakan tampil di panggung, dara cantik kelahiran tahun 1995 ini sudah meninggalkan dunia modelling dan ‘banting stir’ ke dunia permusikan. Dia merasa mantap menggeluti dunia musik. Mulai dari menyanyi dari panggung ke panggung, hingga bernyanyi pada saat ketika ada sebuah event.

Dia bercerita, dirinya sudah memulai bernyanyi sejak SD. Genre awalnya adalah dangdut. Namun, karena pada saat itu konser-konser musik belum terlalu ada, ia lebih sering bernyanyi pop. Sedangkan bernyanyi dangdut hanya pada waktu ketika event-event personal.

Dia lantas sering tampil di event-event musik. Dari event personal, hingga perform di Taman Hiburan Remaja Surabaya. Lara menyebut tempat itu dulunya merupakan wadah musisi dangdut untuk mengeksplor skill yang dimiliki.

Saat ini, jika ditotal, jumlah lagu dangdut yang telah di-cover oleh Lara, telah mencapai ratusan lagu. Sedangkan untuk lagu pop yang dimiliki sendiri, baru berjumlah 6 lagu.

 “Dari enam lagu itu, dua di antaranya ciptaan saya sendiri. Selain itu, saya juga memiliki project di Youtube,” ujar Lara.

Dinamika hidupnya ternyata turut mempengaruhi genre menyanyinya. Biduanita Sidoarjo tersebut juga mengungkap, sejak kepindahannya menempuh pendidikan perguruan tinggi di Jakarta, ia beralih dari genre dangdut ke genre pop. Selama sekian waktu, sekitar dua tahun belakangan, akhirnya baru-baru ini Lara mengkombinasikan dua genre tersebut.

Lara Silvy juga pernah berprestasi memecahkan rekor MURI berkolaborasi dengan 100 musisi pada tahun 2018.

Selama perjalanan kariernya, Lara merasakan perjuangan keras yang harus dijalaninya. “Alhamdulillah banyak senangnya, tapi juga nggak mungkin sih kalau nggak ada susahnya,” tuturnya.

Alumnus SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo ini menceritakan perjuangan yang harus ditempuhnya selama perjalanan karir. Mulai masalah gaji yang kecil, hingga sempat ditolak ketika akan tampil di Taman Hiburan Remaja Surabaya (THR) dulu.

“Sedangkan senangnya, karena memang kerjanya bisa ketemu banyak orang, juga selalu dapet sesuatu yang baru dan nggak monoton,” pungkasnya. (cat/rev)

https://bangsaonline.com/berita/68748/lara-silvy-biodata-dan-karir


Lara Silvy, Model Bening Asli Sidoarjo yang ‘Banting Setir’ Jadi Penyanyi

Lara Silvy Santa Yuniar Putri. Nama artis asli Sidoarjo ini cukup tenar di dunia musik. Sejak kecil, bakatnya di dunia tarik suara sudah terlihat. Bakatnya terus terasah hingga menjadi penyanyi.

Nah, yang jarang diketahui orang, sebelum tenar di dunia musik, Lara ternyata sempat mengawali karirnya sebagai seorang model. Lantas, karena masukan dari sang ibu dan juga teman-temannya, Lara kemudian berkenalan dengan dunia musik.

“Awal mula masuk dalam bidang musik sebenarnya karena ibu. Waktu itu dibilang ada link ke arah dunia musik. Teman-teman juga bergelut di dunia musik. Akhirnya, mau nggak mau jadi nyoba manggung-manggung,” kenang Lara.

Seiring berjalannya waktu, setelah merasakan tampil di panggung, dara cantik kelahiran tahun 1995 ini, sudah meninggalkan dunia modelling dan ‘banting stir’ ke dunia permusikan. Dia merasa mantap menggeluti dunia musik. Mulai dari menyanyi dari panggung ke panggung, hingga bernyanyi pada saat ketika ada sebuah event.

Dia bercerita, dirinya sudah memulai bernyanyi sejak SD. Genre awalnya adalah dangdut. Namun, karena pada saat itu konser-konser musik belum terlalu ada, ia lebih sering bernyanyi pop. Sedangkan bernyanyi dangdut hanya pada waktu ketika event-event personal.

Dia lantas sering tampil di event-event musik. Dari event personal, hingga perform di Taman Hiburan Remaja Surabaya. Lara menyebut tempat itu dulunya merupakan wadah musisi dangdut untuk mengexplore skill yang dimiliki.

Saat ini, jika di total, jumlah lagu dangdut yang telah di-cover oleh Lara, telah mencapai ratusan lagu. Sedangkan untuk lagu pop yang dimiliki sendiri, baru berjumlah 6 lagu.

“Dari enam lagu itu, dua diantaranya ciptaan saya sendiri. Selain itu, saya juga memiliki project di Youtube,” ujar Lara.

Dinamika hidupnya ternyata turut mempengaruhi genre menyanyinya. Biduanita Sidoarjo tersebut juga mengungkap, sejak kepindahannya menempuh pendidikan perguruan tinggi di Jakarta, ia beralih dari genre dangdut ke genre pop. Selama sekian waktu, sekitar dua tahun belakangan, akhirnya baru-baru ini Lara mengkombinasikan dua genre tersebut.

Selama perjalanan kariernya, Lara merasakan perjuangan keras yang harus dijalaninya. “Alhamdulillah banyak senangnya, tapi juga nggak mungkin sih kalau nggak ada susahnya,” tuturnya.

Alumnus SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo ini menceritakan perjuangan yang harus ditempuhnya selama perjalanan karir. Mulai masalah gaji yang kecil. Hingga sempat ditolak ketika akan tampil di Taman Hiburan Remaja Surabaya (THR) dulu.

“Sedangkan senangnya, karena memang kerjanya bisa ketemu banyak orang, juga selalu dapet sesuatu yang baru dan nggak monoton,” ungkapnya. (Alfaro)

https://sidoarjonews.id/lara-silvy-model-bening-asli-sidoarjo-yang-banting-setir-jadi-penyanyi/

Tuesday, January 5, 2021

Chacha Sherly Pedangdut Sidoarjo

18 Januari 2020

Via Vallen dan Chacha, Dua Pedangdut Sidoarjo Guncang Dunia Maya

Dua pedangdut cantik asli asal Sidoarjo, Via Vallen dan Chacha Trio Macan atau Chacha Sherly membuat heboh dunia maya. Hal tersebut terlepas dari unggahan foto keduanya di Instagram.

Baik Via Vallen maupun Chacha, keduanya kompak mengunggah foto kebersamaan mereka bersama sang ibu di sebuah pusat perbelanjaan. Via Vallen yang mengenakan jersey MU warna biru dan Chacha mengenakan kaos putih terlihat cantik dan mirip.

Kedua pedangdut dengan suara khas itu pun langsung mendapat perhatian dari kedua penggemarnya, baik itu Vyanisty maupun Kanchaku.

Seperti yang kita ketahui, kedua wanita cantik tersebut merupakan kelahiran asli Sidoarjo. Via Vallen sukses dengan karier solonya lewat dangdut koplo, sedangkan Chacha merupakan salah satu personel grup vokal dangdut Trio Macan.

"vyanisty x kanchaku bersatu nk ngene iki mbak?," tulis salah satu komentar netizen. Tak hanya pujian dan doa, beberapa netizen juga menanyakan perihal kolaborasi keduanya.

"Kapan kolaborasi bareng ❤️?" tanya salah satu netizen.

https://www.jagodangdut.com/artikel/5789-via-vallen-dan-chacha-dua-pedangdut-sidoarjo-guncang-dunia-maya?page=4


02 Feb 20

Putuskan Solo Karier, 10 Potret Chacha eks Trio Macan yang Memesona

Chacha Sherly memutuskan hengkang dari Trio Macan, grup dangdut yang membesarkan namanya. Kontraknya dengan pihak manajemen telah berakhir Desember 2019. Sama seperti Chacha, kedua rekannya di Trio Macan juga tidak memperpanjang kontrak.

Memilih jalan masing-masing, Chacha tak kehilangan popularitas. Chacha masih muncul di program televisi sebagai bintang tamu. Berikut potret dan fakta menarik Chacha yang semakin membuat fans jatuh hati!

  • 1. Chacha lahir pada 23 Januari 1991, baru saja merayakan ulang tahun ke-29
  • 2. Chacha bergabung dengan Trio Macan tahun 2011. Ini penghargaan Anugerah Dangdut Indonesia yang mereka terima sebelum kontrak habis
  • 3. Memilih jalan masing-masing, Chacha kerap diundang sebagai bintang tamu di acara televisi
  • 4. Chacha punya kanal YouTube pribadi dengan jumlah 110 ribu subscriber. Videonya didominasi dengan cover dangdut koplo
  • 5. Ternyata Chacha suka nonton drama Korea juga lho. Cewek rambut panjang ini kepincut dengan pesona Lee Do Hyun 'Hotel Del Luna'
  • 6. Gaya sopan ketika menjalankan ibadah umrah, banjir pujian!
  • 7. Chacha tak ragu ungkapkan rasa sayang ke mama sebelum berangkat nih
  • 8. Bersama Via Vallen yang juga kelahiran Sidoarjo, Jawa Timur
  • 9. Gak mau kalah dari yang lain, Chacha juga main TikTok lho guys!
  • 10. "Kunang kunang di sangkar emas, pinang aku mas.......," tulis Chacha yang mendapat ratusan komentar

Itulah tadi Chacha Sherly, eks Trio Macan yang penuh pesona. Kabarnya Chacha lagi bersiap-siap untuk merilis lagu solo dengan manajemen barunya. Semoga sukses, ya!

https://www.idntimes.com/hype/entertainment/hilda-t/potret-chacha-eks-trio-macan-yang-memesona-c1c2/10


05/01/2021

Isak Tangis Sambut Kedatangan Jenazah Chacha Sherly di Rumah Duka

Isak tangis pecah di rumah duka mantan personel Trio Macan, Chacha Sherly di Kompleks Perumahan Kedungturi Permai Blok I, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (5/1/2021) malam. Keluarga Chaca Sherly tak kuasa menahan tangis saat almarhumah diturunkan dari mobil jenazah RSUD Ungaran, Jawa Tengah. 

Jenazah mantan personel Trio Macan itu diturunkan sejenak untuk disemayamkan di rumah duka.  Terlihat sejumlah keluarga, kerabat, dan kolega, perempuan yang berprofesi sebagai penyanyi itu terisak. 

Beberapa saat setelah disemayamkan, jenazah dibawa ke Masjid Al-Muhajirin untuk dishalatkan. Setelah itu, jenazah dibawa ke pemakaman umum Aspol Wage I Desa Kedungturi. Dalam prosesi pemakaman itu, terlihat Kapolresta Sidoarjo Kombes Sumardji. 

Ia mewakili Korps Polri karena Chacha merupakan putri pertama Wakasat Narkoba Polresta Sidoarjo AKP Agus Achmad Hansip. "Kami sampaikan duka mendalam atas meninggalnya ananda Chacha, semoga amal dan ibadah almarhumah diterima di sisi-Nya dan almarhumah ditempatkan di sisi terbaik," kata Kombes Sumardji di lokasi, Selasa. 

Chacha sempat mengalami koma sebelum menghembuskan napas terakhirnya pada Selasa siang.   Manajer Chacha, Okky mengatakan, mantan personel Trio Macan itu mengalami luka berat di bagian kepala. 

“Kondisi Chacha saat kemarin dimasukan ke rumah sakit, Chacha mengalami luka di kepala yang sangat berat dan mengalami koma,” tulis Okky melalui pesan singkat, Selasa (5/1/2021). 

Okky berujar kondisi Chacha Sherly terus menurun ketika dirawat di rumah sakit. Hingga akhirnya, Chacha meninggal sekitar pukul 12.00 WIB. Sebelumnya, pada Senin (4/1/2021), Chacha Sherly terlibat kecelakaan lalu lintas di tol Solo-Semarang KM 428.


Sumber :

https://regional.kompas.com/read/2021/01/05/23213871/isak-tangis-sambut-kedatangan-jenazah-chacha-sherly-di-rumah-duka?page=all.

Friday, November 13, 2020

Denny Fatchoer Rachman

Kisah Denny Fatchoer Rachman Memerankan Tokoh Raja Madangkara


Denny memperagakan salah satu jurus andalan Brama Kumbara di Rumah Makan Brama, Magersari, Sidoarjo. Dinding rumah makannya dipenuhi foto kenangan. (Hanung Hambara/Jawa Pos/JawaPos.com)

Kisah nyemplung-nya Denny Fatchoer Rachman ke dunia akting cukup berliku. Faktor ’’keberuntungan’’ sangat menentukan.

SEBELUM terjun ke dunia perfilman, Denny sempat berlayar selama tiga tahun di luar negeri. Kapalnya sering berlabuh di Amerika Serikat. Maklum, latar belakang pendidikan Denny memang Sekolah Perwira Telekomunikasi Laut Surabaya. Dia lulus pada 1995. Pada 1998 dia sempat mengikuti Hotel Cruise Training International (HCTI) di Bali.

Selama di atas kapal, Denny bekerja sebagai food and beverage services atau pramusaji makanan. Dia lantas memutuskan berhenti dan kembali ke tanah air. ’’Saya sempat bingung mau jadi apa. Akhirnya, setelah nonton banyak film, saya hubungi teman-teman saya di Jakarta,’’ tuturnya.

Denny memperagakan salah satu jurus andalan Brama Kumbara di Rumah Makan Brama, Magersari, Sidoarjo. Dinding rumah makannya dipenuhi foto kenangan. (Hanung Hambara/Jawa Pos/JawaPos.com)

Suatu ketika ada kabar yang menginformasikan bahwa sebuah rumah produksi hendak mengadakan casting atau audisi. Denny pun ikut, tetapi tidak lolos. Meski begitu, dia tidak patah arang. Dia terus berusaha hingga sebuah peran jatuh ke tangannya pada 2003. ’’Film pertama yang saya mainkan adalah Permata Ling-Ling,’’ ucap Denny saat ditemui di rumah makan miliknya di kawasan Magersari Senin (27/3).

Meski ingat film pertama yang dimainkan, Denny ternyata tidak ingat nama tokoh yang diperankan. ’’Waduh, namanya saya lupa. Astaga. Yang jelas saya main sebagai tokoh antagonis,’’ ungkapnya, lantas tertawa.

Dari sekian banyak film yang diikuti, film Jaka Tingkir termasuk yang sangat dikenang. Dalam film yang ber-setting kehidupan Wali Sanga itu, Denny harus bertempur di berbagai medan. Salah satunya, rawa-rawa. Ada salah satu bagian cerita yang mengharuskan Denny melawan siluman buaya rawa.

’’Setelah mentas (keluar, Red) dari air, ehmmm rambut saya jadi sarang keong rawa,’’ ungkapnya. Yang jelas, dia kerap menghabiskan banyak waktunya untuk membersihkan rambut dengan sampo setelah itu. ’’Sejak saat itu rambut saya gak pernah dipotong pendek. Tetap gondrong sampai sekarang,’’ paparnya.

Untuk menciptakan karakter tokoh seorang pendekar yang kuat, Denny juga harus berusaha mengubah suaranya menjadi lebih ngebass. Aslinya, Denny terbilang memiliki suara yang merdu. ’’Waktu masih SMA juara qariah,’’ ucapnya.

Denny mengungkapkan, di luar bermain film, ada saat-saat seorang aktor yang terpaksa banting setir menjadi apa saja. Misalnya, wirausahawan seperti yang dijalankan saat ini. ’’Sambil nunggujob, artis-artis biasanya mencoba banyak usaha,’’ tuturnya.

Kini dia dan beberapa kawannya berencana membuat film. Sembari persiapannya berjalan, dia tidak mau berpangku tangan. Membuka warung makan Bebek Brama merupakan salah satu usahanya.

Terkait dengan peringatan Hari Film Nasional yang jatuh pada 30 Maret atau hari ini, Denny berharap semakin banyak rumah produksi yang menyuguhkan film-film seru dan mendidik. Dia juga berharap terus bermunculan artis nasional yang berkiprah di dunia film internasional. ’’Kalau saya jadi artis lokal saja,’’ katanya merendah. 


Sumber :

https://www.jawapos.com/metro/metropolis/30/03/2017/kisah-denny-fatchoer-rachman-memerankan-tokoh-raja-madangkara/

Saturday, August 18, 2018

Via Vallen

Maulidia Octavia atau lebih dikenal dengan nama Via Vallen, lahir di Surabaya, 30 September 1991adalah seorang penyanyi dangdut berkebangsaan Indonesia. Via telah memulai karier di dunia menyanyi sejak umur 15 tahun.

Penggemar setia Via menamakan diri mereka Vyanisty. Fanbase Vyanisty telah diresmikan pada tanggal 24 September 2010. Salah satu fakta unik lainnya yakni nama panggung Vallen juga diambil dari album pertama Evanescence yang berjudul Fallen.

Via juga terbilang sukses membawakan genre koplo dan mendapat julukan “Ratu Pop Koplo” karena lagu-lagu pop yang dibawakan dalam irama dangdut koplo bersama sejumlah grup musik dangdut terkenal seperti New Pallapa, SERA, Monata dan lainnya.

Talenta Via Vallen akhirnya tercium oleh Sera, salah satu orkes dangdut yang hits di tanah air dan ia bergabung sama Sera pada tahun 2008. Berkat gaya dan kualitas vokalnya, membuat nama Via Vallen semakin melambung. Via panggung dari kota ke kota. Bahkan tampil di layar kaca hingga ke luar negeri yakni konser Hongkong dan Tiongkok pada tahun 2016.

Via adalah asli Jawa, berdarah Bandung dan Aceh. Keturunan Bandung-Aceh berasal dari ibunya. Via memulai karier di dunia hiburan sejak duduk di kelas 2 SMP. Mulanya sejak kecil Via sudah hobi bernyanyi.

Sejak kelas 5 SD Via sudah mengikuti manggung bersama ayahnya yang seorang musisi dangdut, cuma masih dihitung sebagai penyanyi yang sedang belajar. Namun jauh sebelum terjun ke musik dangdut, Via sendiri lebih tertarik dengan musik-musik pop. Perlahan, ia pun mulai diarahkan ke jalur dangdut oleh kedua orang tuanya yang kebetulan ayahnya juga seorang musisi dangdut.


Di tahun 2018, Via berpartisipasi menyanyikan salah satu lagu resmi untuk Pesta Olahraga Asia 2018 (Asian Games 2018) berjudul "Meraih Bintang". Lagu tersebut merupakan ciptaan Parlin Burman Siburian yang memadukan lagu pop modern dengan dangdut, bernapaskan semangat meraih kemenangan dengan cara sportif di mana seorang atlet harus berusaha semaksimal mungkin untuk meraih prestasi terbaik.

Menjadi terkenal, tak sedikit orang yang penasaran dengan kediaman Via yang berada di daerah Tanggulangin, Sidoarjo. Sebelumnya, rumah Via berada di kampung sebelah dari rumah yang ditempatinya sekarang. Sayangnya, rumah lama Via sudah rata dengan tanah karena dampak lumpur Sidoarjo.



Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Via_Vallen
http://lampung.tribunnews.com/2018/06/07/jadi-korban-lumpur-di-sidoarjo-begini-penampakan-rumah-mewah-via-vallen-sekarang?page=all

Saturday, October 18, 2014

Hariono


Hariono lahir di Sidoarjo, Jawa Timur pada tanggal 2 Oktober 1985 merupakan pemain sepak bola Indonesia asal Sidoarjo dan saat ini bermain untuk Persib Bandung di Liga Super Indonesia. Ia berposisi sebagai gelandang bertahan. Hariono memulai karier sepakbolanya bersama Persida Sidoarjo pada tahun 2003 ketika ia masih berumur 18 tahun. Pada tahun 2004, Deltras mengontrak nya hingga tahun 2008.

Pada awal musim 2008/2009, Jaya Hartono merekrut Hariono sebagai pemain Persib. Ia memulai debut nya di Liga Super sebagai pengganti Suwita Pata di pertandingan pertama Persib di Liga Super ketika mereka menang 5-2 atas Persela dan hingga kini Hariono belum mencetak gol di pertandingan resmi.

Loyalitas, totalitas dan kecintaannya terhadap PERSIB Bandung tak perlu diragukan lagi. Bobotoh dan pemerhati sepak bola Bandung pun sudah mengakuinya. Loyalitas dan totalitas Hariono dalam empat musim berbaju PERSIB menjadi bukti yang diberikan pemain kelahiran Sidoarjo, 2 Oktober 1985 ini. Sejak diboyong Jaya Hartono ke Bandung, Liga Super Indonesia (LSI) 2013 adalah musim kelimanya membela tim kebanggaan bobotoh ini.

Soal betahnya tinggal di Bandung, Hariono selalu menjawabnya dengan senyum dan sebatas anggukan kepala. Maklum, semua orang tahu, meski tergolong garang di lapangan, Hariono adalah sosok pemain yang tidak banyak bicara di luar lapangan, termasuk kepada media.

Hariono, gelandang Persib Bandung dikenal sebagai pemain garang dan petarung di lapangan. Ia juga disebut-sebut seperti gelandang AC Milan, Gattuso. Untuk itu ia sering disebut Gattuso-nya Indonesia karena kualitasnya di lapangn hijau, kerap menghancurkan upaya serangan lawan.

Publik tidak akan lupa dengan gol spektakuler Sergio van Dijk dari luar kotak penalti ketika Persib melawan Persija di Stadion si Jalak Harupat, Soreang Kabupaten Bandung musim lalu.

Gol itu, yang pasti tidak akan terjadi jika Hariono tidak menghancurkan upaya serangan Persija di lini tengah Persib. Saat itu, Hariono bisa merebut bola dari kaki pemain Macan Kemayoran ini tengah melakukan penetrasi di lini tengah Persib. Setelah berhasil meraih bola, saat itu, ia langsung memberi uampan jauh ke arah Sergio.

Di kaki Sergio dengan sedikit drible, bola dari Hariono kemudian ia tendang dengan keras dan lahirlah gol spektakuler tersebut.

Sepak terjang Hariono selama di Persib, membuat jersey-nya paling dicari selama 3 tahun terakhir.

"Jersey Persib nomor 24, Hariono ini paling dicari selama 3 tahun sejak 2011 sampai sekarang. Penjualannya selalu stabil," kata Nays Muntahar, official merchandise jersey Persib di PT Persib Bandung Bermartabat kepada Tribun di Graha Persib, Jalan Sulanjana Bandung, Rabu (19/3).

Menurutnya, selama 3 tahun berturut-turut itu, jersey nomor 24 ini selalu dicari karena para pembeli menilai pemakai jersey nomor 24 ini sangat spesial.
"Kebanyakan yang membeli menilai jersey nomor 24 ini memiliki karakter yang khas, tipe petarung. Jadi, setiap tahun penjualannya selalu stabil," katanya.

Skuat PERSIB menghadiri acara resepsi pernikahan gelandang bertahan Hariono dengan istrinya, Fianita Kusuma Wati di Gedung Serbaguna, Tulangan, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (12/10).

Rombongan yang berangkat dari hotel di Surabaya sekitar pukul 10:00 WIB ini tiba di acara resepsi tersebut pukul 11.30 WIB. Pelatih Djadjang Nurdjaman, pemain dan ofisial PERSIB pun langsung menyampaikan selamat sambil menyalami kedua mempelai.

Di acara bahagia tersebut, Hariono dan sang istri tampak ceria dengan serasi mereka mengenakan pakaian berwarna emas. Acara yang dikemas secara sederhana namun cukup elegan dengan hadirnya foto-foto pre weeding hingga hiasan lampu-lampu dan iringan musik modern.

Pada kesempatan itu, rekan-rekan Hariono di PERSIB pun memberikan sebuah jersey khusus yang bertuliskan Hariono-Fianita, nomor punggung 24 dan tanggal akad pernikahan yaitu 09-10-2014 dengan bumbu lambang love.

Selain tim, terlihat pelatih yang membawa Hariono ke PERSIB Jaya Hartono, kemudian istri dari Cristian Gonzales, Eva. Tidak hanya itu, ucapan selama melalui karangan bunga pun datang dari berbagai pihak, termasuk Presiden Direkrut PT Arema Cronus Indonesia, Iwan Budianto atas nama pribadi maupun tim.


Sumber :
http://id.wikipedia.org
http://www.persib.co.id
http://jabar.tribunnews.com

Friday, September 12, 2014

Uut Permatasari


Nama lahir : Utami Suryaningsih
Lahir : 7 April 1982 (umur 32), Indonesia Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia
Jenis Musik: Dangdut
Pekerjaan  : penyanyi presenter
Tahun aktif : 2002 - sekarang
Perusahaan rekaman : Billboard
Orang tua  : Supatiningsih
Agama : Islam

Uut Permatasari yang bernama asli Utami Suryaningsih (lahir di Sidoarjo, 7 April 1982; umur 32 tahun) adalah penyanyi dangdut yang terkenal akan goyang ngecor yaitu bergoyang dengan mengangkat satu kaki sambil berputar seperti hendak menancapkan kaki ke tanah.

Putri dari Ny. Supatiningsih ini sejak kecil telah suka menyanyi dan sering menjuarai berbagai perlombaan dari tingkat kecamatan sampai kabupaten. Tak hanya berlatih olah vokal, Uut juga rajin berlatih balet dan tarian tradisional, seperti Yapong. Tak heran jika tubuhnya sangat lentur saat bergoyang sambil berdendang.

Untuk mengembangkan kariernya, Uut pun hijrah ke Jakarta pada tahun 2003. Nama Uut melambung saat dirinya dengan lagunya "Putri Panggung" menjadi maskot acara Laris Manis di SCTV. Selain menjadi presenter Laris Manis, Uut juga memandu acara Digoda di Trans TV.

Tak hanya manggung di Indonesia, Uut juga pernah merambah negeri Jiran Malaysia, dan Hong Kong serta Korea.


Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Uut_Permatasari

Tuesday, August 12, 2014

Cindy Marenta

Remaja Dengan Segudang Prestasi Dan Pengalaman


Banyak sekali piagam penghargaan dan piala dari berbagai macam lomba telah dia raih, tahun 2009 Cindy yang saat itu masih duduk dibangku SLTP meraih juara II dalam lomba remaja bernyanyi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo di halaman Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora).

Dara cantik ini juga pernah meraih Juara I lomba Modelling  di Surabaya dan saebreg piala kejuaraan lainnya.

Dalam dunia tarik suara, kemampuan dan pengalamannya Cindy marenta yang saat ini masih duduk Dibangku XII SMK I Kosgoro Balongbendo tidak perlu diragukan lagi.

Sebagai penyanyi dangdut namanya sudah bisa disejajarkan dengan para penyanyi top Jawa Timur.

Pengalaman bernyanyinya hampir  ke seluruh wilayah nusantara, karena dia pernah manggung di Balikpapan, Bali, Jakarta, Madura dan sering tampil rutin di beberapa stasiun Televisi swasta.

Selain itu Cindy Marenta juga telah masuk dapur rekaman dan menghasilkan  album yang bertitel Super Love bersama group vocalnya Seven Star.

Cindy marenta  yang merupakan putri dari pasangan bapak Sunari dan Ibu Ninik ini mengaku kalau bakat seninya ini didapat dari ayahnya yang juga seniman serta tidak lepas pula dari dukungan sang ibu juga keluarganya semua hingga bisa seperti saat ini.

Dia termasuk dalam 10 besar dan pihak sekolah dalam hal ini SMK I Kosgoro Balongbendo sangat mendukung serta selalu memberikan bimbingan.

Diceritakan, kalau dia baru saja melakukan berbagai tour di wilayah Jakarta bersama OM. Sonata. 

Dara cantik yang telah menelurkan beberapa album ini mengatakan bahwa saat ini tengah sibuk menyelesaikan rekaman album volume 13 bersama OM. Sonata, dan akan di launching di pasaran pada pertengahan bulan Ramadhan ini.

Bahkan saat berada di Jakarta kemarin, Cindy Marenta  diundang untuk mengisi sebuah acara Diva Koplo Campur-campur di salah satu stasiun televisi swasta.

Dia menyatakan kalau semua ini berkat kerja keras dan usaha pengembangan dirinya yang selalu dilakukan. 

Mahasiswi semester II Jurusan Ekonomi dari Universitas Mayjen Sungkono Mojokerto ini, juga mulai melirik ke dunia bisnis, dimana rumahnya juga digunakan untuk usaha Salon kecantikan.

Semua kesuksesan yang tengah diraih ini tidak lepas dari campur tangan ibunya, Rara Ninik sang mama yang sekaligus bertindak sebagai managernya.

Semua kebutuhan dan jadwal show sang mama inilah yang mengatur agar tidak berbanturan jadwal kuliahnya. 

Bersama OM. Sonata, Cindy Marenta  telah melakukan show ke berbagai daerah di Indonesia, bahkan pada bulan Nopember 2014 mendatang, Cindy Marenta akan melakukan Show di Singapura.


Sumber :
http://www.beritasidoarjo.com

Related Posts