Showing posts with label Olahraga. Show all posts
Showing posts with label Olahraga. Show all posts

Thursday, October 27, 2022

Sepeda Kayu Kikajeng Sidoarjo

Uniknya Sepeda Kayu Kikajeng Buatan Pengrajin Lokal Sidoarjo 

27/10/2022

Sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia dan dunia, banyak masyarakat yang mencari kegiatan bermanfaat untuk membunuh rasa bosan. Salah satu kegiatan asyik untuk membunuh rasa bosan adalah berolahraga. 

Namun, tidak semua orang suka berolahraga di taman atau tempat-tempat umum dengan suasana yang keramaian. Jika Anda merasa demikian, mungkin olahraga yang cocok dicoba adalah bersepeda. Dengan bersepeda, Anda tidak perlu khawatir berkerumun dengan banyak orang karena olahraga ini bisa dilakukan sendiri secara fleksibel. 

Mengutip Kompas.com, Senin (14/3/2022), ada banyak manfaat yang bisa didapat dengan bersepeda, di antaranya menjaga berat badan, meningkatkan kesehatan mental, mengurangi emisi karbon, hingga meminimalisasi risiko terkena penyakit diabetes. 

Pilihan sepeda yang bisa digunakan pun beragam, mulai dari sepeda lipat, sepeda ontel, mountain bike (MTB), sepeda fixie, hingga sepeda kayu. Sepeda kayu bisa menjadi pilihan bagi Anda yang suka jenis sepeda unik atau anti-mainstream. Salah satu produksi sepeda kayu yang populer adalah sepeda kayu Kikajeng yang dibuat oleh Sukijan, pengrajin asal Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim). 

Tidak seperti pada umumnya yang terbuat dari material baja, sepeda kayu Kikajeng terbuat dari bahan utama kayu. Hal paling menarik dari sepeda buatan salah satu usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Jatim ini adalah pembeli dapat langsung memesan sepeda sesuai dengan desain dan model yang disukai. 

Hal itu menjadi salah satu nilai tambah bagi pengrajin untuk bisa memaksimalkan kreativitas yang dimiliki. Selain itu, pembeli juga memiliki model sepeda yang tampak beda seperti pada umumnya. Bagi Anda para kolektor sepeda, tak ada salahnya untuk memiliki salah satu sepeda kayu Kikajeng ini untuk berolahraga atau sekedar menjadi pajangan di rumah. 

Dengan membeli sepeda kayu Kikajeng, Anda sekaligus membantu pengrajin lokal dan pelaku UMKM di Indonesia. Tak hanya menampilkan sepeda kayu buatannya, Sukijan juga menerima berbagai macam jasa pembuatan mebel interior berbahan utama kayu, mulai dari kitchen set hingga perabotan rumah tangga. 

Anda bisa datang langsung mengunjungi workshop milik Sukijan, :Sepeda Kayu Kikajeng” di Jalan Merpati Nomor 37, RT07, RW04, Desa Betro, Kabupaten Sidoarjo, Sedati, Jatim. 

Pemesanan juga bisa dilakukan melalui nomor telepon dengan menghubungi Sukijan di 081332821610 atau Ivu Fajar di 088235891808. Dengan membeli sepeda kayu Kikajeng, Anda memberi dukungan bagi UMKM lokal Sidoarjo yang masih terus bergeliat demi berputarnya roda perekonomian.


Sumber :

https://umkm.kompas.com/read/2022/10/27/100000583/uniknya-sepeda-kayu-kikajeng-buatan-pengrajin-lokal-sidoarjo?page=all#page2.

Friday, January 21, 2022

Wisata Jet Ski di Sidoarjo

Keren! Kini Ada Wisata Jet Ski di Sidoarjo yang Menantang untuk Dicoba

Jumat, 21 Jan 2022 13:45 WIB

Olahraga jet ski kini hadir di Sidoarjo. Warga Jawa Timur pun tak perlu jauh-jauh untuk mencari olahraga ekstrem yang memacu adrenalin ini.

Di Sidoarjo, olahraga ini bisa dinikmati di Seven Point Jetski, tepatnya di Dusun Bangunsari, Desa Kalisogo, Kecamatan Jabon, Sidoarjo. Lokasinya pun tak jauh. Hanya sekitar 15 km ke arah selatan dari pusat kota Sidoarjo.

Jet ski ini melaju di perairan sungai Porong. Pengelola Seven Point Jetski Agus Panca mengaku sengaja memilih lokasi ini untuk mendorong potensi lokal, untuk meningkatkan perekonomian warga yang dekat dengan sungai Porong.

"Kami memilih mendirikan water sport di perairan sungai Porong ini yang pertama untuk meningkatkan perekonomian warga sekitar sungai," kata Agus kepada detikcom di Jabon, Sidoarjo, Senin (17/1/2022).

Agus mengungkapkan mendirikan wahana olahraga ekstrem ini sebenarnya tidak mudah. Namun harus dipikirkan arus air sungai, serta tingkat sampah yang terbuang di sungai Porong. Karena, apa bila banyak sampah, maka bisa mengganggu laju kecepatan jet ski.

"Selain untuk meningkatkan perekonomian warga sekitar, wahana ini bisa dipakai tempat latihan atlet jet ski Jawa Timur," jelas Agus.

Untuk harganya, Agus mematok tarif yang sepadan. Dia menyebut ada paket hemat yang bisa dinikmati masyarakat.

"Untuk warga Sidoarjo yang ingin memakai wahana Seven Point Jetski di Jabon, bisa memilih paket yang kami sediakan. Yang pertama selama 15 menit dengan biaya Rp 150 ribu. Kemudian paket satu ke Pulau Lusi dengan biaya Rp 1 juta, dan paket spesial touring ke Gili Ketapang Banyuwangi dengan Rp 4,5 juta," paparnya.

Sementara itu warga Sidoarjo pecinta jet ski, Wahyuni (31) mengaku wahana ini seru dan menyenangkan. Dia mengatakan tak perlu khawatir dengan safety bagi pemula, karena di Seven Point telah disiagakan instruktur dan pendamping yang berpengalaman dan memiliki sertifikat pelatih resmi.

"Bagi warga Sidoarjo dan sekitarnya yang ingin bermain jet ski tidak perlu jauh-jauh ke bali, Lombok atau Kepulauan Seribu. Cukup di Sidoarjo sudah tersedia," kata Yuni usai mencoba Jetski.

Yuni menambahkan, suasana di sini juga tidak terlalu crowded. Apa lagi ditambah angin sepoi-sepoi dan ombak yang stabil semakin menambah nikmat berlatih jetski.

Dia menyebut, dalam kondisi pasang maupun surut, bermain jetski di sini bisa memberikan rasa nyaman dan aman bagi pemula.

"Namun jika menginginkan sensasi ombak yang lebih menantang, boleh keluar dari jalur sungai Porong menuju laut," ungkapnya.

"Beberapa paket sewa jet ski dengan varian harga yang tergolong sangat terjangkau jika dibandingkan dengan price list di Bali dan tempat-tempat lainnya," tambah Yuni.

Sementara itu, wisatawan asal Gedangan, Sidoarjo, Vivin (29), mengatakan, dirinya sangat terkesan bermain jet ski. Apa lagi ini merupakan yang pertama kalinya.

"Awalnya khawatir. Namun setelah mencoba beberapa saat ternyata sangat mengasyikkan. Rasanya seperti naik motor matik namun berhentinya agak susah," kata Vivin.

Hal serupa dikatakan Noe, wisatawan asal Krian. Meskipun sempat takut, namun dia akhirnya merasa aman karena didampingi instruktur berpengalaman.

"Ini yang pertama kali naik jet ski. Meskipun saya takut air tapi saya merasa aman karena didampingi instruktur dan memakai jaket pelampung. Kapan-kapan saya akan mencoba lagi," pungkas Neo.


Sumber :

https://travel.detik.com/travel-news/d-5908170/keren-kini-ada-wisata-jet-ski-di-sidoarjo-yang-menantang-untuk-dicoba.

Monday, June 28, 2021

Sepeda Polygon asal Sidoarjo

Sepeda Polygon, dari Sidoarjo hingga ke 33 Negara di Dunia

29 JUNI 2021 09.00 WIB • 6 MENIT


Pandemi COVID -19 yang telah berlangsung lebih dari 1 tahun telah menyebabkan perubahan terhadap bisnis dan pola hidup masyarakat. Salah satu tren yang timbul akibat new normal ini adalah minat masyarakat untuk bersepada.

Hal ini menjadi peluang untuk produsen sepeda di Indonesia untuk mengembangkan bisnis baik secara domestik maupun internasional. Salah satunya PT Insera Sena atau lebih dikenal dengan produk sepeda merek Polygon.

Sering dianggap perusahaan dari luar negeri, ternyata Polygon sebuah perusahaan sepeda lokal yang berbasis di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Perusahaan ini berdiri sejak tahun 1989 dengan luas 30.000 m² dengan luas bangunan sebesar 18.000 m².

PT. Insera Sena didirikan oleh Seojanto Widjaja yang lulus dari Teknik Industri ITB pada tahun 1987. Sosok yang akrab dipanggil Yanto itu membangun PT. Insera Sena karena ingin meneruskan usaha keluarganya yang menekuni pekerjaan dalam distribusi sepeda sejak lama.

Insera adalah kepanjangan dari “Industri Sepeda Surabaya”, sementara Sena adalah nama dari sosok wayang yang cukup terkenal di Jawa Timur yang menggambarkan kekuatan. Perusahaan sepeda ini memiliki visi untuk menjadi merek sepeda yang berkualitas global dan siap bersaing di pasar internasional.

"Berawal dari sebuah perusahaan kecil yang berorientasi untuk memproduksi sepeda khusus untuk ekspor, 10 tahun pertama adalah proses pembelajaran dan fokus Polygon untuk persiapan pengembangan brand secara mandiri," mengutip dari situs resmi Polygon.

Perusahaan ini juga memproduksi berbagai macam jenis sepeda, seperti varian city bikes, trekking, MTB (Mountain Bike), full suspension, hard-trail bikes, downhill, BMX, dan lain-lain. Presentase produksi secara keseluruhan adalah 65 persen untuk sepeda MTB, 30 persen untuk trekking, dan 5 persen untuk jenis sepeda lainnya.

Sejak awal Insera Sena sudah dirancang sebagai industri yang memproduksi sepeda berkualitas dunia. Awal produksinya sebagian besar adalah untuk ekspor. Rencana jangka panjangnya yakni 50 persen untuk pasar ekspor dan 50 persen untuk pasar lokal.

Insera Sena pada mulanya memproduksi sepeda berdasarkan pesanan merek-merek terkenal dari luar negeri, masih belum menggunakan merek sendiri. Namun inisiatif untuk memproduksi sepeda lokal dengan merek Polygon kemudian muncul sejak awal 1990.

Meski begitu, jenama/merek Polygon saat itu belum dipromosikan secara serius, karena perhatian masih diarahkan pada peningkatan kualitas, yang salah satu caranya adalah dengan banyak menerima order dari luar negeri. Hingga pada tahun 1994, akhirnya mereka mengibarkan merek Polygon secara utuh.

Bukan perkara mudah memang memasarkan sepeda di tengah kondisi krisis ekonomi pada 1997. Hampir seluruh pelosok negeri disambangi untuk mencari mitra yang mau jadi dealer penjualan Polygon. Banyak yang menolak, tetapi ada juga yang mau diajak kerja sama.

"Bayangkan waktu itu tahun 1999, sepeda Polygon dibanderol Rp500 ribu per unit. Sementara sepeda yang sudah ada paling mahal Rp200 ribu,” ungkap Ronny Liyanto, Direktur Dispoly Indonesia, anak perusahaan Insera yang khusus memasarkan Polygon.

Pada saat itulah Soejanto bersama seorang rekannya ketika itu mendirikan toko sepeda bernuansa modern dengan nama Rodalink. Pada tahun krisis itu, Insera Sena yang dipimpinnya mulai merakit jaringan pemasarannya sendiri.

Rodalink dirintis sebagai toko dengan konsen onestop shopping. Dimana toko tersebut tidak hanya menawarkan sepeda Polygon, melainkan juga sepeda dari berbagai merek kelas dunia beserta aksesorinya.

Hingga pada tahun 2000 tercatat ada 24 gerai Rodalink, dan pada 2001-2002 Rodalink merambah ke negeri jiran, Singapura dan Malaysia.

Keberhasilan Polygon menembus pasar dalam dan luar negeri antara lain karena konsistensinya dalam produksi. Sejak awal Polygon, memang dibuat sebagai produk gaya hidup, bukan sekadar alat transportasi.

Polygon memulai dengan mengambil target pasar dari segmen atas lebih dulu. Dengan strategi itu, diharapkan pasar yang ada di bawahnya akan ikut terbawa. Awalnya, strategi ini tidak berjalan dengan baik. Karena, sulit menemukan dealer dan pedagang yang mau menjualnya. Hal ini dapat dimaklumi karena harga Polygon tergolong mahal.

Tapi seiring meningkatnya penjualan Polygon, satu per satu dealer bersedia untuk menjual Polygon. Meskipun demikian, Insera Sena tetap menjaga citra eksklusifnya, yaitu dengan membatasi jumlah dealer. Memang hanya mitra yang memenuhi syarat yang bisa menjadi dealer, tentunya dengan memerhatikan zona wilayahnya.

Selain itu, Polygon pun masuk ke berbagai komunitas, seperti Bike to Work dengan mensponsori acara yang dilakukan oleh komunitas independen itu. Strategi ini dianggap cukup ampuh karena melihat produk Polygon yang begitu mahal. Tapi dengan adanya komunitas, produk mereka akan terjual layaknya kacang goreng.

Polygon juga berusaha untuk menjadi trend-setter dalam meluncurkan lini produk baru seperti sepeda hibrid atau sepeda tandem. Dengan menjadi yang pertama kemungkinan besar Insera Sena bisa lebih memimpin.

Sekarang, di berbagai daerah mulai banyak gerakan bersepeda. Seperti gerakan sepeda kampus, Bike to Work, atau Fun Bike. Pangsa pasar Polygon untuk segmen sepeda bermerek buatan dalam negeri pun terus meningkat. Sekarang, Polygon menguasai 70-80 persen pasar segmen itu.

Seiring perjalanan waktu, 90 persen produk Polygon kemudian diekspor ke negara-negara Eropa dan Amerika Serikat. Ada pun sisanya sebesar 10 persen untuk konsumen dalam negeri.

Dengan mengedepankan otentisitas, originalitas dan kualitas, Polygon telah terdistribusi di 500 gerai yang tersebar di berbagai belahan dunia, dan terdistribusi hingga 33 negara.

Pademi Covid-19 yang mewabah di Indonesia sejak Maret 2020, ternyata menghasilkan dampak yang positif bagi industri sepeda di dalam negeri. Hal ini yang telah dirasakan nyata oleh jenama Polygon, setelah membukukan catatan kenaikan permintaan sepeda sejak pertengahan April 2020 lalu.

Namun demikian, lonjakannya memang baru terlihat setelah pemerintah mulai melakukan pelonggaran PSBB. Hal ini disebabkan oleh rasa bosan yang didapat oleh sebagian masyarakat akibat berkurangnya aktivitas di luar rumah.

Terlebih, penerapan new normal juga menciptakan kebutuhan baru akan moda transportasi alternatif yang aman digunakan. Kenaikan permintaan sepeda tidak hanya terpusat di kota-kota besar besar saja, namun juga terjadi secara cukup merata di kota-kota kecil.

"Dari beberapa laporan dealer ada yang melonjak 200 persen, ada yang 100 persen, ada yang 50 persen, jadi sangat bervariasi,” tutur Brand Director PT Insera Sena William Gozali yang dikutip dari Kontan.

Namun demikian, peningkatan penjualan sepeda Polygon hanya terjadi sebulan, di bulan Juli 2020 penjualan drastis menurun.Ternyata perubahan grafik yang drastis akibat ulah spekulan yang memborong sepeda lalu menjual dengan harga tinggi di bulan itu, dan jadi biang kerok tren pasar yang tidak terukur oleh Polygon.

Di saat jumlah pengguna sepeda meningkat pesat, stok pasar tidak dapat mengimbangi tingginya permintaan. Akhirnya sempat terjadi kejar-mengejar antara jumlah pengguna sepeda yang meningkat, dan stok pasar yang terhambat.

Diperkirakan lonjakan permintaan sepeda Polygon dari pasar global sebesar 30 persen, dan dari pasar lokal sebesar 10 persen. Selain itu, hambatan utama yang dihadapi Polygon adalah pasokan komponen dari sejumlah negara, utamanya China.

Sebagai gambaran saja, satu sepeda membutuhkan 100 lebih onderdil, jika satu saja tidak didapatkan, maka sepeda tidak terproduksi.

Ada beberapa hal yang dilakukan oleh Polygon agar tetap bisa bertahan dalam masa pandemi. Salah satunya adalah berupaya menjaga harga produk agar tetap stabil di tengah kondisi permintaan yang naik dan turun.

"Sekarang masih masuk Juni kami belum bisa prediksi untuk tahun ini. Namun, untuk harga sendiri Polygon tidak melakukan penurunan harga dan kami masih tetap menjaga supaya ini bisa terus stabil," kata juru bicara perusahaan kepada Bisnis, Senin (7/6/2021).

Selain itu Polygon, juga fokus dalam pengembangan sepeda gunung atau Mountain Bike yang dianggap paling diminati. Pada tahun lalu, Polygon mencoba kembali bertarung di segmen ini dengan meluncurkan produk baru Siskiu T8.

Menurut MarketWatch, pasar sepeda gunung global bernilai jutaan dolar pada 2018 dan akan mencapai miliaran dolar pada akhir 2025. Assistant Head of Global Marketing Communications Polygon Bikes, Yunike Maris, menjelaskan bahwa permintaan sepeda gunung terus tumbuh konsisten.

Meski banyak jenama lokal maupun global bermain di segmen ini, Polygon mengklaim masih menjadi pemimpin pasar sepeda gunung di dalam negeri. Saat ini, Polygon memiliki fasilitas pabrik di Sidoarjo, Jawa Timur dengan kapasitas 700.000 unit sepeda tahun. Fasilitas ini diklaim sebagai pabrik sepeda terbesar di dunia dengan teknologi canggih di seluruh lini produksi.


Sumber :

https://www.goodnewsfromindonesia.id/2021/06/29/sepeda-polygon-dari-sidoarjo-hingga-ke-33-negara-di-dunia

Monday, January 12, 2015

Colour Run 2015

Peringati Hari Jadi Sidoarjo, KNPI Gelar Colour Run 2015


Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Sidoarjo menggelar acara lari bersama atau Colour Run 2015, Minggu (11/1/2015) Dalam rangka turut memperingati Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo ke 156.

Acara yang bertajuk Hey! Run! Sidoarjo ini, dilaksanakan pada Minggu (11/1/2015) sekitar pukul 06.00 pagi.

Dikemas dalam lari fun mengelilingi kota sidoarjo sepanjang 5 km, peserta mengelilingi rute start Gor Sidoarjo-jl. Pahlawan-jl achmad yani – alun-alun sidoarjo-pertigaan pucang belok kiri -jl. Pagerwojo-jl. GOR Delta-kembali ke GOR Delta. Dengan total jumlah jumlah peserta mencapai 3.000 - 4.000 orang yg sebagian besar peserta adalah para siswa SMA / SMP  dan mahasiswa, turut menyemarakkan acara ini.

“Event seperti ini secara tidak langsung membuat masyarakat lebih sehat, sekaligus menjadi tempat bagi KNPI untuk bersilaturahmi dengan masyarakat Sidoarjo,” kata Ari Suryono di sela-sela acara.

Diharapkan acara seperti ini bisa merangkul semua lapisan masyarakat, terutama para pemuda agar lebih sehat, baik secara jasmani maupun rohani.

Dentuman musik disko menggoyang ribuan peserta Colour Run Sidoarjo yang dipusatkan di area parkir tumor GOR Sidoarjo.

Sambil berjingkrak ria, taburan aneka warna tepung menghiasi Party Colour Run Sidoarjo, Minggu (11/1/2015).

Meski debu aneka warna terus ditebar oleh sesama peserta serta lemparan dari panitia, tak satu pun peserta yang menghindar.

Justru mereka bangga dengan kaos putih yang dikenakan, rambut dan wajah penuh warna.
Malah banyak peserta yang menebarkan sendiri tepung warna biru dan kuning serta pink ke tubuhnya sendiri.

“Dah penuh warna kan,” ujar Tita kepada temannya. Hampir seluruh peserta mengabadikan tubuhnya penuh warna dengan foto selfie.

Pelepasan colour fun dari GOR dilakukan Bupati Sidoarjo, H Saiful Ilah dan Ketua DPRD Sidoarjo H Sulamul Hadi Nurmawan.

Selama lari, peserta sudah dilempar dengan tepung warna oleh panitia. Ketika tubuh peserta dilempar tidak ada yang menghindari. Justru mereka memperlambat larinya agar dilempar lagi.

Menginjak pukul 09.00 WIB dan peserta sudah merampungkan lari 5 km, seluruh peserta diwajibkan kumpul di depan panggung. Dua DJ dari Tripleks dan Princes Joana yang memanaskan suasana.

Begitu DJ Tripleks tampil, ribuan kawula muda langsung berjingkrak sambil melempar tepung.

Suasana pun menjadi riuh tatkala panitia melempar dan member tepung yang sudah dipersiapkan. Peserta yang umumnya Anak Baru Gede (ABG) dari SMP, SMA dan mahasiswa dengan tubuh penuh warna terus mengangkat tanganya. “Gila banget acaranya,” teriak peserta cewek sembari berjingkrak.

Shelly, Wakil Ketua Pelakana HEY ! RUN SIDOARJO, mengaku bangga dengan terselenggaranya acara colour fun dengan baik.

“Peserta sangat menikmati apa yang kami suguhkan. Buktinya mereka larut dalam kegembiraan,” tutur Shelly.

Ari yang juga sebagai Kepala Bagian (Kabag) Kerjasama Pemkab Sidoarjo, acara colour fun dan dilanjut party colour semata-mata untuk memberi wadah kepada kawula muda. Selain mengajak sehat (peserta lari pagi) dan kesenangannya juga tersalurkan.

“Acara ini pertama kali kami gelar dan alhamdulillah sukses,” terangnya.


Sumber :
http://www.beritasidoarjo.com
http://kabarsidoarjo.com
http://www.tribunnews.com

Related Posts