Saturday, June 24, 2023

Biskuit Brownies Arso

Dari Sidoarjo, Biskuit Brownies Arso Kini Dinikmati di Delapan Negara

"Jangan pernah menganggap bisnis sebagai sampingan"

Kamis, (22/6/2023)

Berbeda dari kebanyakan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang memulai usaha karena aji mumpung atau coba-coba, Jalin Setiarsa (47) justru sudah menata bisnis sejak sebelum dia menggelutinya. Hasilnya, produk biskuit brownies miliknya bisa menjadi komoditas ekspor.  

Cerita kesuksesan pria yang biasa dipanggil Arso ini bermula pada tahun 2016 lalu. Setelah 12 tahun bekerja di salah satu perusahaan otomotif terbesar di Indonesia, ia memilih mengundurkan diri. Arso nekat keluar karena ingin membangun sebuah bisnis sendiri.

Setelah mempertimbangkan banyak hal, Arso akhirnya menjatuhkan pilihannya pada usaha kuliner. “Tapi kemudian, kuliner apa yang tepat? Itu juga saya gak asal pilih. Saya tanya dulu ke beberapa analis bisnis,” ujarnya kepada IDN Times, Kamis, (22/6/2023). Beberapa teman analis kemudian menyarankannya untuk menggeluti bisnis camilan. Alasannya, berdasarkan penelitian 1 dari 3 orang punya hobi nyemil. 

Dari saran para analis ini juga ia memutuskan untuk memproduksi makanan ringan yang berbahan dasar cokelat. “Akhirnya saya pilih brownies. Cuma kan saya sejak awal sudah menyiapkan produk yang siap ekspor. Jadilah produk yang lebih awet berupa biskuit. Brownies ini sejak 2017 lalu,” kata dia. “Nah, biar beda dan gak ada yang meniru, saya tambahkan ketan,” ujarnya lagi. Ia pun tak mau main-main dengan bisnisnya. Arso mengaku sejak awal tak mau menganggap usaha ini sebagai sampingan. 

Keseriusan Arso berbuah manis. Respons pasar terhadap produknya sangat positif. Untuk memperlebar bisnisnya, ia pun mengikut berbagai komunitas UMKM dan pelatihan. Salah satu yang ia ikuti adalah program BRIncubator pada tahun 2018. BRIncubator sendiri adalah program inkubasi bisnis yang dikelola oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI). Dia mengaku mendapatkan banyak hal dari pelatihan yang diadakan. 

Tiga tahun berjalan, produk Arso yang diberi nama dagang It’s Me Time itu kian diminati. Pada tahun 2019, ia sudah mampu memproduksi 17 ribu bungkus biskuit brownies kemasan 70 gram dalam sebulan. Kegigihannya ini pun dilirik oleh BRI. Ia dipilih menjadi salah satu peserta program BRIlianprenuer. Program itu merupakan pameran yang mempertemukan UMKM dengan calon pembeli dari luar negeri. “Saat itu ada 30 buyers dari luar negeri,” ujarnya. 

Tak disangka, dari kesempatan itu ia bisa memikat pembeli dari Uni Emirat Arab, Australia dan Belanda. Secara total, ia diminta menyiapkan 17 kontainer. Ia senang tapi bingung, terlebih soal permodalan. Saking besarnya modal yang harus dikeluarkan, kata Arso, pihak BRI pusat akhirnya yang turun tangan. Dari bank plat merah ini, Arso mendapat pinjaman modal sebesar Rp5 miliar. 

Namun, pandemi membuat rencananya berantakan. Arso sempat khawatir lantaran pihak pembeli menyatakan pengiriman harus ditunda untuk waktu yang belum ditentukan. Namun, penundaan itu disikapinya sebagai dengan bijak. Ia menggunakannya untuk melengkapi berbagai serfikasi usaha, salah satunya adalah tentang Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP). Sertifikasi ini menjadi syarat mutlak komoditi ekspor. 

Setelah tertunda nyaris dua tahun, kran ekspor produk biskuit brownies Arso akhirnya terbuka pada 2021. Ia menjadi sedikit dari UMKM yang bisa memasarkan produknya ke negara lain. “Sekarang Alhamdulillah sudah ke delapan negara, Hongkong, Arab Saudi, Australia, Turki, Malaysia, Singapura, serta Jepang,” kata Arso. Turki menjadi salah satu pasar terbesar dengan 36 ribu bungkus sekali kirim. 

Untuk memenuhi kebutuhan pasar, Arso sekarang memilki tujuh orang karyawan dengan kapasitas produksi hingga 600 bungkus per hari. Tak cuma di luar negeri, Arso mengatakan bahwa pasar lokal juga masih menjadi tujuan utamanya. Untuk menopang pembeli dalam negeri Arso bekerjasa sama dengan 147 reseller di seluruh Indonesia. “Intinya kalau menurut saya, usaha itu tergantung pada niatnya. Kalau niatnya cuma sampingan, ya hasilnya juga sampingan,” ujar Arso. 

Langkah berani Arso perlu ditiru oleh UMKM di seluruh Indonesia. Sebab, UMKM yang menjadi salah satu penopang ekonomi Indonesia justru belum banyak berkontribusi pada nilai ekspor Indonesia. Pada tahun 2022 lalu, kontribusi ekspor UMKM hanya 15 persen dari keseluruhan produk ekspor non-migas Indonesia. Angka ini di bawah negara lain. Thailand misalnya, UMKM mereka mampu berkontribus hingga 17 persen. 

Sementara itu, Direktur Utama BRI, Sunarso mengatakan bahwa telah memberikan banyak ruang bagi UMKM untuk go international. Salah satunya melalui program BRIlianprenuer. Menurut dia, UMKM saat ini merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. 

“BRI melihat adanya peluang besar bagi produk Indonesia untuk masuk ke pasar global. Hasil karya anak bangsa dinilai memiliki kualitas yang dapat bersaing dengan produk dari negara-negara lain,” ujar Sunarso dalam keterangan tertulisnya.


Sumber :

https://jatim.idntimes.com/life/inspiration/faiz-nashrillah/dari-sidoarjo-biskuit-brownies-arso-kini-dinikmati-di-delapan-negara

Sunday, June 18, 2023

5 Candi Di Sidoarjo Jawa Timur

5 Candi Di Sidoarjo Jawa Timur, Wajib Dikunjungi Bagi Pecinta Wisata Sejarah!

- Senin, 19 Juni 2023 | 06:00 WIB

  

Wisata sejarah tentunya sangat dibutuhkan bagi kalian yang sering dan suka untuk mengungkit dan memperdalam masalah sejarah. Karena, sejarah adalah hal yang perlu digali kembali ilmunya, wawasannya, supaya tidak hilang akan perkembangan zaman modern sekarang.

Sidoarjo merupakan salah satu kabupaten yang ada di Jawa Timur, di mana Sidoarjo juga terkenal sebagai kabupaten yang menawarkan banyak tempat wisata yang mengandung unsur sejarah.

Beberapa wisata yang bisa dikatakan wajib bagi pecinta sejarah adalah candi yang ada di Sidoarjo tersebut, apalagi candi di Sidoarjo ada beberapa masih berdiri kokoh dan juga menarik untuk dikunjungi.

Selain berdiri kokoh, spot yang bagus juga menjadikan keunikan tersendiri dari beberapa wisata candi yang ada di Sidoarjo tersebut. Dan penulis akan memaparkan setidaknya 5 wisata candi di Sidoarjo Jawa Timur yang harus kalian kunjungi, bagi kalian yang suka berwisata sekalian belajar akan sejarah. 


Pertama, Candi Sumur.

Beberapa dari kalian tentunya ada yang sudah tidak asing kalau mendengar nama Candi Sumur. Candi sumur merupakan nama salah satu candi yang ada di Sidoarjo yang cukup popular dikalangan warga lokal maupun wisatawan luar negeri.

Candi satu ini memiliki bentuk bangunan yang unik dan sangat menarik. Meskipun bentuk candi sudah tidak utuh, tetapi di sisi lain menjadikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Candi sumur ini berlokasi di Candipari Kulon, Candipari, kecamatan Porong, Sidoarjo. Konon katanya Candi Sumur ini dibangun untuk mengenang tempat hilangnya seorang sahabat atau adik angkat dari Putra Prabu Brawijaya.

Candi sumur ini merupakan salah satu cagar budaya di kabupaten Sidoarjo yang bisa kalian kunjungi.


Kedua, Candi Pari.

Candi pari ini juga termasuk candi yang sangat popular dan juga ramai didatangi para wisatawan. Candi ini juga tidak jauh dari candi sumur, letaknya berada di jalan Purbakala, Porong, Sidoarjo. Bangunan candinya yang megah dan rumput taman di sekeliling yang terawat menjadikan Candi Pari tanpak megah dan indah.

Meskipun didirikan sudah lumayan lama, tetapi candi ini masih kokoh berdiri. Menurut batu yang ada dibagian gerbang, candi ini tertulis dibangun pada tahun 1293 saka, atau 1371 Masehi.


Ketiga, Candi Tawangalun.

Candi satu ini juga termasuk candi yang sering dikunjungi. Letaknya berada di jalan Tawangalun, Buncitan, Sedati, Sidoarjo.

Candi tawangalun ini merupakan candi peninggalan Majapahit, meskipun beberapa sisi candi yang tidak kokoh, tetapi candi satu ini juga mempunyai nilai sejarah dan juga menjadi daya tarik sendiri untuk didatangi oleh para wisatawan.

Candi tawangalun ini sempat mengalami pemugaran dengan pada pagian atapnya serta dinding candi. Lokasinya yang berada diperbukitan dan jauh dari pemukiman menjadikan area candi menjadikan suasana yang sejuk dan juga tenang.


Keempat, Candi Medalem.

Candi ini juga termasuk candi yang popular di kalangan warga lokal, lokasinya terletak di daerah Medalem, Tulangan, Sidoarjo. Lokasinya yang mudah dicari juga menjadikan pengunjung mudah dalam menuju ke area wisata sejarah di Candi Medalem tersebut.

Walaupun candi medalem ini tidak semegah candi lainnya, tetapi kisah sejarahnya juga sangat besar dan bisa dipelajari. Di sana banyak memiliki cerita, di mana konon katanya di wilayah candi ini dulunya hanya lahan yang ditumbuhi pohon-pohon besar.

Kemudian, juru kuncinya mendapat bisikan bahwa di bawah pohon terdapat sebuah candi, oleh sejak itulah ini kawasan dikenal sebagai wisata candi di Sidoarjo.


Kelima, Candi Dermo.

Diantara beberapa candi yang lainnya, Candi Dermo juga bisa kalian kunjungi saat datang ke kabupaten Sidoarjo. Candi yang satu ini lokasinya berada di dusun Candi Santren, kecamatan Wonoayu, Sidoarjo. Candi dermo ini merupakan candi peninggalan dari masa klasik hindu budha.

Beberapa ahli juga mengatakan, bahwa candi satu ini dibangun dari abad ke-14.***


Sumber :


Monday, June 12, 2023

Optimalkan Penjualan Produk Kupang Sidoarjo Lewat Medsos

Mahasiswa Untag Optimalkan Penjualan Produk Kupang Sidoarjo Lewat Medsos

13/06/2023061

Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dari fakultas ilmu sosial dan ilmu politik 11 Juni 2023, Reta Is Aini melakukan Kuliah kerja nyata ( KKN) di Desa Balonggabus Kecamatan, Candi  Sidoarjo. Mahasiswa prodi Administrasi Niaga melakukan pendampingan KKN dengan bimbingan dari dosen pembimbing Fatkhurrohman, S.T.,M.Eng.

Desa Balonggabus dipilih sebagai lokasi KKN dengan tujuan untuk memberikan dukungan dan kontribusi kepada masyarakat desa dalam berbagai aspek pembangunan. “Salah satu fokus kegiatan KKN yang dilakukan oleh Reta melakukan kegiatan Pelatihan Pengoptimalan Daya Jual Produk Kupang Melalui Media Sosial,” jelas Reta, 11/6/2023.

Dengan kegiatan ini, Reta berusaha untuk memberikan pelatihan dan pemahaman tentang pengoptimalan daya jual produk melalui media sosial terutama instragram kepada para pelaku usaha desa, media sosial adalah sebuah media online yang banyak diketahui oleh kalangan masyarakat yang menjadi alat yang efektif dan dapat menarik minat calon konsumen melalui promosi dan meningkatkan bisnis semakin berkembang.

Selama kegiatan KKN berlangsung, Reta melakukan berbagai kegiatan seperti memberikan berbagai penyelenggaraan media sosial dan memberikan konsultasi serta pembinaan pada pelaku usaha serta membantu dalam pemasaran yang tepat bagi produk mereka. “Dalam pelaksanaan kegiatan ini mendapat tanggapan dari masyarakat setempat dan mendapat dukungan yang antusias dari warga, sebagaimana yang dilakukan oleh desa bahwa kegiatan KKN mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya ini sangat bermanfaat bagi warga,” pungkas Reta.

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya adalah salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan KKN diharapkan dapat memberikan sebuah pengalaman belajar yang berbeda bagi mahasiswa serta diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan kesadaran hidup bermasyarakat.

Bagi masyarakat, kehadiran mahasiswa diharapkan dapat memberikan motivasi dan inovasi dalam pembangunan. Dalam pelaksanaannya, kegiatan KKN mendorong pemberdayaan sumber daya manusia dalam proses pembangunan, yaitu melibatkan mahasiswa dan masyarakat dalam sebuah interaksi dan komunikasi, sehingga mahasiswa dapat menghubungkan antara konsep akademis dengan realitas kehidupan di masyarakat.


Sumber :

https://nawacita.co/index.php/2023/06/13/mahasiswa-untag-optimalkan-penjualan-produk-kupang-sidoarjo-lewat-medsos/

Friday, June 9, 2023

Komunitas Sidoarjo Masa Kuno

Komunitas Sidoarjo Masa Kuno, Lestarikan Cagar Budaya Melalui Cerita Tutur

9 June 2023 11:42 AM

Ketua Komunitas Sidoarjo Masa Kuno  dr Sudi Harjanto. (IST)

Pelestarian cagar budaya menjadi tanggung jawab masyarakat yang ada di daerah tersebut. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan mempelajari cerita asal usul setiap desa. Terutama yang ada di Kabupaten Sidoarjo.

Melalui pembelajaran tentang ilmu toponimi di setiap kawasan yang ada di Sidoarjo saat ini menjadikan pengetahuan tentang budaya dan sejarah akan semakin diperkaya di setiap sudut desa. Cerita rakyat yang seringkali didengar oleh masyarakat pada setiap kawasan desa dapat menjadi sebuah petunjuk bagaimana peradaban di wilayah tersebut terbentuk.

Seperti apa yang telah dilakukan oleh dr. Sudi Harjanto, seorang pegiat dari Komunitas Sidoarjo Masa Kuno. Dia menjelaskan bahwa dengan melibatkan masyarakat dalam cerita tutur, dia yakin di masa depan masyarakat akan lebih mengenal kisah asal-usul tempat tinggal mereka.

“Tidak jarang, hasil dari sebuah riset tentang toponimi daerah atau kawasan. Berawal dari hal kecil, seperti cerita tutur di masyarakat,” papar pria yang akrab disapa Pak Dokter tersebut.

Selain itu, dirinya juga sering mengadakan kegiatan diskusi dan melakukan dokumentasi terhadap Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) maupun Cagar Budaya (CB) di Sidoarjo.

“Tujuannya nggak muluk-muluk. Agar tetap bisa dijaga, biar tidak hilang. Karena ODCB ataupun CB adalah data primer yang harus kita rawat bersama,” imbuhnya.

Dengan kesadaran akan pentingnya melestarikan cagar budaya, masyarakat Sidoarjo diajak untuk terlibat dalam upaya tersebut. Melalui cerita tutur dan penelitian toponimi, masyarakat diharapkan dapat lebih memahami dan menghargai warisan budaya yang ada saat ini.

Selain itu melalui komunitasnya, dirinya juga berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat dan mencatat serta menjaga keberadaan ODCB dan CB di daerah tersebut.

Menurutnya, pelestarian cagar budaya merupakan upaya jangka panjang yang memerlukan kerjasama semua pihak. Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat dan melibatkan mereka dalam proses penelitian dan dokumentasi, warisan budaya di Sidoarjo dapat terus dilestarikan.

Dengan demikian, masyarakat dapat mewariskan pengetahuan tentang asal-usul setiap desa dan memperkaya literasi budaya serta sejarah di setiap sudut Sidoarjo.


Sumber:

https://radarsidoarjo.jawapos.com/features/09/06/2023/komunitas-sidoarjo-masa-kuno-lestarikan-cagar-budaya-melalui-cerita-tutur/

Monday, June 5, 2023

Danau Buaya di Selatan Sidoarjo

Danau Buaya di Dusun Awar-Awar, Wisata Alternatif di Selatan Sidoarjo

5 June 2023 18:33 PM

Wisata Murah Sidoarjo

Wisata Dua Musim Danau Buaya di Dusun Awar-Awar, Tambakrejo, Krembung jadi jujukan wisata. Tempat itu jadi pilihan menarik untuk menikmati pemandangan Sidoarjo bagian selatan.

Terletak di bekas Kali Mati Porong dengan latar belakang Gunung Penanggungan, tempat ini memberikan suasana tenang dan syahdu. Kepala Desa Tambakrejo, Sutrisno, menjelaskan, tempat ini dinamakan Wisata Dua Musim karena memiliki dua konsep wisata pada dua musim yang berbeda.

“Kalau sedang musim hujan jadi ada airnya, baik dari hujan ataupun limpahan Sungai Brantas yang ada di sisi selatan. Sedangkan saat musim kemarau air akan surut. Dan biasanya sama warga dibuat tani tanem kemangi, sampai ada bunga matahari,” papar Sutrisno.

Dulu tempat itu, menjadi sungai buatan Belanda untuk mengairi perkebunan tebu di sekitar Krembung, Porong, dan Jabon. Pada tahun 1962, lokasi ini direklamasi dan direncanakan untuk digunakan sebagai tanggul sungai, tetapi proyek tersebut terbengkalai.

Akhirnya, tempat ini tidak terawat dengan baik dan tertutupi oleh kangkung dan eceng gondok. Namun, sejak tahun 2021, banyak orang dari luar kota yang mengetahui keberadaan danau ini. Mereka menjadikannya tempat untuk berfoto karena pemandangannya yang memukau, terutama dengan keberadaan gunung di latar belakang.

“Wisata ini baru diresmikan pada bulan Maret tahun ini oleh Camat Krembung, Dana Riawati. Sejak diresmikan, sekarang mulai ada atraksi wisata berupa perahu sampan dan bebek yang bisa dinikmati di danau tersebut,” terangnya.

Selain itu, sambung Sutrisno, penamaan “Danau Buaya” sendiri berasal dari inisiatif warga, yang merujuk pada penemuan buaya di Sungai Brantas pada tahun 2016.

Dia mengungkapkan, Desa Tambakrejo dan Kecamatan Krembung terus melakukan pengembangan untuk menjadikan tempat ini sebagai ikon wisata Sidoarjo. Salah satu rencana pengembangan adalah pembangunan jembatan sepanjang 50 meter yang melintasi danau untuk menambah keindahan tempat tersebut.


Sumber :

https://radarsidoarjo.jawapos.com/features/05/06/2023/danau-buaya-di-dusun-awar-awar-wisata-alternatif-di-selatan-sidoarjo/

Thursday, June 1, 2023

Tiga Flyover Baru

Tahun Baru, Sidoarjo Punya Tiga Flyover Baru

- Jumat, 2 Juni 2023 | 11:25 WIB

 

Tiga flyover dibangun tahun ini di Sidoarjo. Yakni, flyover di Tarik, Krian, dan Aloha. Ketiganya ditarget selesai akhir tahun nanti dan bisa langsung digunakan.

Di Tarik, girder balok beton untuk permukaan flyover mulai dipasang. Badan flyover tampak berdiri kokoh meski belum semuanya selesai. Pekerja kini menuntaskan pemasangan gelagar beton di bagian turunan.

Di flyover Krian juga sama. Fondasi dan pemasangan tiang pancang sudah selesai. Kini petugas masih memasang erection girder atau balok beton ke atas tumpuan jembatan.

Ketua Tim Percepatan Pembangunan Flyover Krian dan Flyover Tarik Bachruni Aryawan mengatakan, flyover di Tarik dan Krian ditarget selesai akhir tahun ini. ’’Dua flyover itu saat ini sudah terbangun 60 persen lebih,’’ katanya.

Prediksinya, flyover Tarik selesai lebih cepat daripada Krian karena lebih pendek. Flyover Tarik dibangun mirip huruf U dengan panjang mencapai 412,5 meter. Sedangkan flyover Krian dibangun sepanjang 700 meter.

’’Keduanya ditargetkan akhir Desember selesai. Tapi, ini flyover Tarik sepertinya lebih cepat karena tidak begitu panjang,’’ kata Bachruni.

Dia mengatakan, sampai saat ini pembangunan berlangsung lancar dan progres sesuai target. Hanya, khusus di flyover Krian, sampai saat ini masih ada rekayasa lalu lintas pada malam hari saat pemasangan girder.

Jalan Moh. Yamin dan Kyai Mojo harus ditutup mulai pukul 21.00 hingga 04.00 sampai akhir Agustus mendatang. ’’Karena alat berat butuh manuver, area jalan digunakan untuk operasi alat beratnya,’’ katanya.

Selain dua flyover itu, flyover Aloha ditarget bisa selesai dan digunakan pada akhir tahun nanti. Meski, progres pembangunannya tidak sebanyak flyover Krian dan Tarik.

Manajer Konstruksi Flyover Aloha Muhammad Sadikin mengatakan, saat ini flyover Aloha sudah terbangun 50 persen lebih. Dia menilai akhir tahun nanti belum bisa tuntas 100 persen, tapi targetnya bisa digunakan.

’’Pada libur Natal dan tahun baru, targetnya flyover bisa digunakan meskipun belum 100 persen. Kekurangannya, seperti pekerjaan minor, diselesaikan awal tahun depan,’’ ujarnya.

Prinsipnya, saat kendaraan padat saat libur akhir tahun, flyover tersebut bisa digunakan. Sebab, flyover itu sangat vital, terutama untuk warga yang akan ke Bandara Internasional Juanda. Dia mengatakan, pihaknya kini menuntaskan seluruh pemasangan pilar atau pier flyover.

’’Mulai di titik P1.B sampai P5B, semua sedang kita kerjakan strukturnya,’’ kata Sadikin. Mulai pengerjaan pile cap, pier kolom, hingga pier head dan pier lainnya. ’’Saat ini pekerjaan di lapangan fokus pada struktur seluruh pier sampai pier head,’’ katanya.


Sumber :

https://www.jawapos.com/surabaya-raya/01701853/tahun-baru-sidoarjo-punya-tiga-flyover-baru?page=2

Related Posts