Showing posts with label Kesenian. Show all posts
Showing posts with label Kesenian. Show all posts

Saturday, September 23, 2023

Dalang cilik Mulki Aiman

Dalang cilik Mulki Aiman ramaikan "Ma'arif Fair 2023" Sidoarjo

 Kamis, 21 September 2023 17:33 WIB

Dalang cilik Mulki Aiman Dharma Anugerah ikut meramaikan kegiatan "Ma'arif NU Fair 2023" di Alun-Alun Sidoarjo, Rabu (20/9). (ANTARA/HO-Dokumen pribadi)

Harapan saya, Mulki Aiman bisa melestarikan budaya yang bernilai luhur dan penuh dengan suri tauladan ini

Sidoarjo (ANTARA) - Dalang cilik Mulki Aiman Dharma Anugerah ikut meramaikan kegiatan "Ma'arif NU Fair 2023" dengan membawakan cerita "Pandawa Syukur" yang digelar di Kabupaten Sidoarjo.

Siswa kelas VI Madrasah Ibtidaiyah Darun Najah Kloposepuluh Sidoarjo itu membawakan kisah tentang prosesi syukuran keluarga Pandawa atas keberhasilannya naik tahta di kerajaan Indraprasta.

Dalam siaran pers diterima di Surabaya, Kamis, dengan lincah dua tangan kecil Mulki Aiman memainkan beragam jenis wayang yang dijejer di kanan dan kiri "kelir" (kain yang dibentangkan sebagai tempat dalang memainkan wayang). 

Keahliannya mengubah suara yang disesuaikan dengan karakter wayang sedang dimainkan membuat para penonton semakin tertarik dan terpesona dengan penampilannya. 

Mulki Aiman mengaku memang sejak kecil tertarik dengan kesenian wayang karena sang ayah sering mangajaknya menonton pagelaran wayang di berbagai tempat.

Karena ingin belajar, maka sang ayah berupaya mencarikan guru dalang. Yang menjadi pilihan adalah Bambang Prayugo, salah satu dalang asal Sedati Sidoarjo. 

"Sangat sulit menemukan guru dalang, karena memang tidak banyak yang menggeluti kesenian ini. Sampai akhirnya saya menemukan dalang Bambang Prayugo yang tempatnya cukup jauh dari rumah saya. Dulu satu minggu dua kali, sekarang satu minggu sekali," kata ayah Mulki Aiman Dharma Anugerah, Darno,

Dalam jangka waktu satu tahun ia sudah berani tampil menjadi dalang di RT-nya. Berlanjut hingga RW, kecamatan dan sekarang di tingkat kabupaten mewakili sekolahnya MI Darun Najah Kloposepuluh Sidoarjo dalam kegiatan Ma'arif Fair 2023.

Ia bahkan pernah juga tampil di Taman Budaya Solo, Jawa Tengah. 

Darno mengakui memang butuh kesabaran dan ketelatenan dalam menempa Mulki Aiman untuk menjadi dalang yang andal. 

"Harapan saya, Mulki Aiman bisa melestarikan budaya yang bernilai luhur dan penuh dengan suri tauladan ini," kata dia.


Sumber :

https://jatim.antaranews.com/berita/732921/dalang-cilik-mulki-aiman-ramaikan-maarif-fair-2023-sidoarjo

Tuesday, August 1, 2023

Gitar Luna Guitarworks dari Sidoarjo

Luna Guitarworks, Gitar dari Sidoarjo yang Jadi Langganan Musisi Lokal dan Asing

05/12/2022

Pasar alat musik bisa dikatakan terus ada. Akan tetapi di Indonesia, belum banyak pelaku usaha lokal yang menggarap pasar ini. Padahal, selain pangsa pasar yang besar, Indonesia juga memiliki bahan baku yang melimpah. 

Sehingga bisnis alat musik sangat potensial untuk dikembangkan. Berangkat dari keprihatinan tersebut seorang pemuda dari Sidoarjo Jawa Timur, Tatag Bintara Yudha memilih untuk mengawali bisnis membuat gitar dengan brand Luna Guitarworks. 

Mengutip Antara, Senin (5/12/2022), usaha Tatag ini didirikan sejak 2016 karena didorong oleh keresahannya tentang produk alat musik yang tidak diproduksi oleh perajin lokal. Gitar yang diproduksi oleh Luna Guitarworks dibuat secara custom dan dikerjakan secara hand made berdasarkan pesanan yang diterima. 

Oleh karena itu, proses pengerjaannya membutuhkan waktu selama dua bulan hingga satu tahun. "Saya ingin suarakan bahwa produk anak bangsa adalah yang terbaik dan sudah ada marketnya di luar negeri. Indonesia tidak kekurangan sumber daya, kita punya bargaining sebagai produk anak bangsa," kata Tatag dikutip dari Antara. 

Hingga saat ini, pembeli dari Luna Guitarworks pun beragam, mulai dari musisi seperti Lilo KLa project, gitaris BIP, pemain bass Jazz Franky Sadikin, hingga beberapa pejabat di tanah Air seperti Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. 

Dari uar negeri, konsumen Luna Guitarworks berasal dari berbagai negara, seperti Amerika Serikat, London, Kanada, Turki, hingga Jepang. Musisi luar negeri termasuk Jon Bodan dan gitaris Beyonce pun turut menggunakan produk buatan Tatag. 

Atas keberhasilan tersebut, pemerintah melalui Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi Tatag lantaran dia dianggap sebagai pelaku UMKM yang turut mempromosikan gitar buatan Indonesia ke dunia internasional. 

Menurut Sandiaga, ini menjadi bukti bahwa produk-produk asli Indonesia memiliki kualitas yang dapat bersaing di dunia internasional. "Saya memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Luna Guitarworks yang sudah mempromosikan butik gitar asli Indonesia ke dunia internasional lewat keunikan desain gitar yang dibuat," kata Sandiaga. 

Dia berharap apa yang sudah dilakukan UMKM tersebut dapat menginspirasi pelaku-pelaku ekonomi kreatif lainnya untuk terus berkarya memajukan ekonomi kreatif di Indonesia.


Sumber :

https://umkm.kompas.com/read/2022/12/05/114443683/luna-guitarworks-gitar-dari-sidoarjo-yang-jadi-langganan-musisi-lokal-dan-asing.

Friday, May 19, 2023

Membuat Baju Adat Boneka Barbie

Membuat Baju Adat Boneka Barbie, IRT di Sidoarjo Raup Jutaan Cuan

Kamis, 18 Mei 2023 20:30 WIB

Berawal dari hobi mendandani boneka barbie dan memanfaatkan aneka kain sisa dan baju bekas, seorang ibu rumah tangga bersama dua rekannya di Sidoarjo mampu ciptakan boneka barbie khas nusantara. Berkat kreativitasnya, mereka mampu memperoleh cuan jutaan rupiah perbulannya.

Setiap hari, kesibukan 3 orang ibu rumah tangga, yakni Eva Sanjaya dan kedua rekannya di desa Kramat Jegu, Kecamatan Taman, Sidoarjo, menjahit aneka kain sisa dan pakaian tak terpakai untuk membuat berbagai macam kostum baju adat nusantara.

Uniknya, mereka tidak menjahit kostum baju adat nusantara sembarangan, namun dibuat dalam ukuran mini untuk dipakaikan ke boneka barbie, sehingga terciptalah boneka barbie dengan kostum khas baju adat nusantara.

"Awalnya memang saya hobi mendandani boneka barbie. Mengganti bajunya, menata rambutnya, tiba-tiba muncul ide untuk membuat baju adat nusantara untuk barbie," ucap Eva, Kamis, 18 Mei 2023.

Tak sampai disitu, Eva bersama rekannya juga mendandani boneka barbie ini persis dengan riasan dan aksesoris yang sesuai dengan kostum baju adat tersebut.

Dengan detail riasan dan kostum inilah, boneka barbie baju adat nusantara buatan Eva dan rekannya yang dibanderol mulai dari harga Rp 250 ribu hingga jutaan rupiah, sesuai permintaan pemesan.

"Banyak dipesan khususnya di bulan bulan musim pernikahan seperti bulan mei kali ini untuk menjadi hantaran dan souvenir," ucap Eva, Kamis, 18 Mei 2023.

Selain boneka barbie dengan pakaian adat nusantara, Eva juga menerima pesanan boneka barbie dengan kostum profesi. Hasil kreativitas Eva bersama kedua rekannya di posting ke media sosial. Dari situ, Eva mendapat respon dan pesanan dari berbagai daerah.

"Saya bikin boneka jogja basahan dan solo basahan kemudian saya posting kok banyak yang suka, akhirnya banyak yang pesan juga. Kalau pas musim nikah itu ramai kalau pas puasa kemarin ya sepi, kalau lagi rame bisa lebih dari 5 juta" kata Eva.

Membuat baju adat nusantara menjadi tantangan tersendiri bagi Eva dan kedua rekannya. Sebelum membuat baju adat, Eva mempelajari banyak hal tentang filosofi ada tersebut.

"Dari situ saya mulai pelajari dari beberapa adat saya belajar filosofi pakaian adat daerah. Setiap adat berbeda dan filosofinya berbeda dan harus semirip mungkin," imbuhnya.

Eva berharap kedepannya boneka barbie baju adat nusantara ini dapat diproduksi secara masal hingga dapat juga dimainkan untuk anak anak saat ini, guna tetap melestarikan budaya yang dimiliki Indonesia. "Kita membuat boneka barbie baju adat nusantara lengkap hingga 38 provinsi," tutupnya.


Sumber :

https://www.ngopibareng.id/read/membuat-baju-adat-boneka-barbie-irt-di-sidoarjo-raup-jutaan-cuan?utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter

Monday, August 8, 2022

Mila Raih Trophy Gold di Asia Arts Festival 2022

Mila Dari Sidoarjo Meraih Trophy Gold di Asia Arts Festival 2022

AUGUST 5, 2022

Kabar terbaru yang menggembirakan untuk Sidoarjo, Jawa Timur. Mila Hayati, seorang penari, koreografer, sekaligus pembina sanggar tari Spectra Dance Studio berhasil meraih trophy Gold di Asia Arts Festival ke 9 tahun 2022 pada 28 Juli 2022 dalam kategori Solo Dance (Folk) membawakan tari khas Sidoarjo yaitu tari Banjar Kemuning.

Prestasi ini tentunya patut diapresiasi karena selain membawa nama negara Indonesia tetapi juga turut mengenalkan tarian dari Sidoarjo sehingga diharapkan bisa membawa nama kota Sidoarjo dikenal di kancah seni Internasional, tidak kalah dengan daerah lain di Indonesia seperti Jawa Barat, Banyuwangi, Aceh, Kalimantan, Sumbar, dsb.

Asia Arts Festival (AAF) merupakan sebuah festival yang sudah berlangsung sejak tahun 2013 dan selalu menyediakan platform yang layak bagi musisi dan penari dari semua genre untuk menampilkan bakat,

Mila mengatakan bahwa even ini cukup berat meskipun peserta kategori Folk Dance tidak terlalu banyak. Hal ini karena semua peserta memiliki keahlian dan koreografi yang sangat bagus dalam membawakan tarian daerah. Tetapi tentu tidak boleh menyurutkan semangatnya untuk menampilkan yang terbaik dan harus dapat menari serta memukau penonton serta juri.

Alasan Mila memilih tari Banjar Kemuning untuk dibawakan di even ini adalah karena Mila ingin mengenalkan Sidoarjo sebagai ibukota di Jawa Timur yang juga memilik tarian khasnya. Meskipun Mila bukan lahir dan dibesarkan di Sidoarjo, namun Mila memiliki latar belakang keluarga yang lekat dengan kota Sidoarjo, sehingga akhirnya Mila menetap di Sidoarjo dan membuka sanggar tari di Sidoarjo. 

Sebelum memutuskan membawakan tari Banjar Kemuning, Mila mengatakan telah meminta ijin terlebih dahulu kepada pencipta tarinya yaitu Abah Agustinus, S.Sn. Sehingga beliau mengetahui dan turut bangga karya karyanya dipentaskan di even Internasional.

Pada even ini, Mila berangkat bersama tim dari Indonesia yang terdiri dari berbagai latar belakang pendidikan, profesi dan asal daerah namun menurut Mila, mayoritas berasal dari Jabodetabek. Adapun sedikit dari luar Jabodetabek seperti NTB, Bandung, Pemalang, dan dirinya sendiri yang berasal dari Sidoarjo.

Hingga pada akhirnya nama Mila Hayati dari Indonesia disebut meraih trophy Gold dan menerima trophy serta sertifikat di atas panggung bersama para juri.

Selamat dan sukses selalu untuk Mila Hayati. Semoga prestasi ini akan terus bertumbuh dan melahirkan prestasi-prestasi lebih besar di Internasional. Adapun impiannya yang terdekat dan sangat diidamkannya adalah membawa tarian karyanya sendiri yaitu Tari Batik’e Jetis di kancah Internasional yang dibawakan oleh murid sanggar Spectra Dance Studio.

Semoga impian dan harapan besar ini segera terwujud dan menjadikan dunia seni tari tradisional Indonesia khususnya Sidoarjo, Jawa Timur terus bertumbuh, berkembang dan makin terkenal di dunia.


Sumber :

https://spectradancestudio.wordpress.com/2022/08/05/mila-dari-sidoarjo-meraih-trophy-gold-di-asia-arts-festival-2022/

Sunday, September 19, 2021

Jadikan Sidoarjo sebagai Kota Budaya

Kecil tapi Kaya, Mimpi Jadikan Sidoarjo sebagai Kota Budaya

20 September 2021, 10:39:52 WIB


Anggota FPK perwakilan Sidoarjo mengunjungi Candi Pari, Minggu (18/9). Mereka baru saja dikukuhkan oleh FPK Jawa Timur. 

Forum Pamong Kebudayaan (FPK) perwakilan Sidoarjo kini memiliki pengurus baru. Kemarin (19/9), pengukuhan pengurus baru oleh  FPK Jawa Timur itu bertempat di Sanggar Seni Rupa-Rumah Budaya dan Sejarah S. Karno di Desa Wunut, Kecamatan Porong. Titik Purwanti dipercaya sebagai ketua forum tersebut.

Titik menyatakan, semua yang hadir dalam kegiatan tersebut merupakan para pencinta dan pelestari kebudayaan. FPK ingin agar para seniman dan budayawan di Sidoarjo bersatu menjunjung seni budaya Nusantara. ”Termasuk dengan Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda) serta dinas pendidikan dan kebudayaan, kami ingin menyatu untuk memajukan Sidoarjo di bidang seni dan budaya,’’ kata Titik. Tujuannya, bekerja sama menjadikan Sidoarjo sebagai kota budaya.

Ketua FPK Jatim Ki Bagong Sabdo Sinukarto mengatakan, Sidoarjo adalah kota kecil tapi sugih (kota kecil, tapi kaya). Parameternya adalah banyaknya pabrik gula di Kota Delta sejak zaman dulu. Mulai pabrik gula di Krian, Watutulis, Krembung, Tulangan, hingga Candi. Ketika ada pabrik gula, budaya agraris tumbuh.

”Mau buka giling, ada manten tebu. Buka giling banyak kegiatan kesenian digelar di situ,’’ katanya. Selain budaya agraris, terdapat budaya maritim dengan berbagai ciri khas yang menjadi daya tarik seni tersendiri. Termasuk adanya budaya selametan saat tandur (menanam padi) dan panen yang saat ini mulai hilang.

Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian Daerah (Dekesda) Ali Aspandi menambahkan, perkembangan kebudayaan Sidoarjo jauh dari perkembangan. Arah dan target belum jelas. ”Persoalan itu timbul dari hulu sampai hilir. Di hulu saja ada persoalan satu, hilirnya apalagi,’’ katanya.

Padahal, di Sidoarjo pernah berdiri kerajaan besar. Jenggala dan Kahuripan yang memiliki peninggalan kerajaan berupa artefak dan candi. Oleh sebab itu, Sidoarjo harus dinyatakan dengan sebutan kota budaya. Di situlah FPK dan dewan kesenian berperan.

Kegiatan pengukuhan tersebut disempurnakan dengan adanya diskusi kebudayaan. Juga kesenian lain berupa tarian Remo Bolet dari Sanggar Kreasi Bunda. Ada pula alunan musik keroncong dari Orkes Ngoplos TV serta fashion busana daur ulang karton. Ditutup dengan sambang situs cagar budaya, salah satunya Candi Pari. 


Sumber :

https://www.jawapos.com/surabaya/20/09/2021/kecil-tapi-kaya-mimpi-jadikan-sidoarjo-sebagai-kota-budaya/?page=all

Wednesday, April 15, 2020

Tari Banjar Kemuning


Tari Banjar Kemuning diciptakan oleh Agustinus,S.Sn. Tari pada tahun 1997 yang digunakan untuk sebuah acara di Sidoarjo dalam bentuk festival yang mana tarian ini digunakan sebagai tari pembuka (opening ceremonial) dalam acara tersebut.

Gerak dalam Tari Banjar Kemuning ini lebih didominasi pada ragam gerak tari putri Jawa Timuran berupa gerak pencak, dimana sangat dinamis dan variatip, selain itu gerakan ini ingin menunjukan bahwa wanita tidak hanya bisa feminism saja, tetapi mempunyai sisi lain yaitu tegas dan tangguh (inti dari tarian).

Tari Banjar Kemuning ini mengambil inspirasi dari sebuah desa yang terletak di wilayah Sidoarjo, Jawa Timur yaitu Desa Banjar Kemuning. Desa ini adalah desa pesisir dimana masyarakatnya menggantungkan hidup sebagai nelayan.

Tarian ini menggambarkan kehidupan para istri nelayan yang tegar, kuat, namun juga luwes menghadapi sulitnya hidup ketika ditinggal para suaminya berlayar. Selalu memanjatkan doa kepada Yang Maha Kuasa dalam kesehariannya.

Pada umumnya tari Banjar Kemuning ini ditarikan dalam berbagai macam pertunjukkan. Keunikaan gerak tarian ini terletak pada gerakan yang cepat dan dinamis, gerakan slendang yang berkali-kali diseblakkan yang menunjukkan bahwa tarian ini memiliki makna yang kuat dan gerakan tangan yang cepat dan dinamisyang menimbulkan kesan unik dan menumbuhkan semangat baru.

Kostum Tari Banjar Kemuning Terdiri dari rok yang bisa melebar dan atasan tali leher serta cunduk melintang di atas sanggul kepala. Sekilas terlihat seperti tata rambut ala budaya China. Tari ini juga menggunakan gongseng seperti Remo. Warna kostum yang original adalah warna biru-kuning seperti tampak pada foto di atas.

Namun kini telah ada modifikasi dengan warna-warna lain seperti Pink dan Ungu.  Dibandingkan dengan tari-tari lainnya, tari Banjar Kemuning tampak minim dengan aksesoris seperti kalung dan gelang, namun mungkin inilah ciri khas untuk menggambarkan kesederhanaan masyarakat Banjar Kemuning dan dengan menambahkan gongseng, menambah kesan kekuatan dalam setiap langkah kaki seperti yang tergambar dalam tari Remo.

Riasan wajah penari juga simple. Hal ini menggambarkan kesederhanaan hidup para warga desa Banjar Kemuning. Sedangkan musik pengiring Tari Banjar Kemuning adalah Gendhing-gendhing.


Sumber :
https://spectradancestudio.wordpress.com/2012/09/21/tari-banjar-kemuning/
https://budayajawa.id/tari-banjar-kemuning/
https://myimage.id/tari-banjar-kemuning/

Friday, September 12, 2014

Uut Permatasari


Nama lahir : Utami Suryaningsih
Lahir : 7 April 1982 (umur 32), Indonesia Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia
Jenis Musik: Dangdut
Pekerjaan  : penyanyi presenter
Tahun aktif : 2002 - sekarang
Perusahaan rekaman : Billboard
Orang tua  : Supatiningsih
Agama : Islam

Uut Permatasari yang bernama asli Utami Suryaningsih (lahir di Sidoarjo, 7 April 1982; umur 32 tahun) adalah penyanyi dangdut yang terkenal akan goyang ngecor yaitu bergoyang dengan mengangkat satu kaki sambil berputar seperti hendak menancapkan kaki ke tanah.

Putri dari Ny. Supatiningsih ini sejak kecil telah suka menyanyi dan sering menjuarai berbagai perlombaan dari tingkat kecamatan sampai kabupaten. Tak hanya berlatih olah vokal, Uut juga rajin berlatih balet dan tarian tradisional, seperti Yapong. Tak heran jika tubuhnya sangat lentur saat bergoyang sambil berdendang.

Untuk mengembangkan kariernya, Uut pun hijrah ke Jakarta pada tahun 2003. Nama Uut melambung saat dirinya dengan lagunya "Putri Panggung" menjadi maskot acara Laris Manis di SCTV. Selain menjadi presenter Laris Manis, Uut juga memandu acara Digoda di Trans TV.

Tak hanya manggung di Indonesia, Uut juga pernah merambah negeri Jiran Malaysia, dan Hong Kong serta Korea.


Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Uut_Permatasari

Wednesday, October 2, 2013

Berburu Batik di Kampoeng Batik Jetis Sidoarjo


Ada banyak tempat untuk menambah koleksi batik Anda menyambut Hari Batik Nasional, salah satunya di Sidoarjo, Jawa Timur. Wisatawan bisa pergi ke Kampoeng Batik Jetis untuk melihat dan membeli batik beraneka motif.

Sidoarjo tak selalu dikaitkan dengan lumpur Lapindo, ada Kampoeng Batik Jetis dan Delta Fishing Prasung. Tempat tersebut banyak dikunjungi wisatawan yang ingin mencari batik dan mencoba memancing.

Kota Sidoarjo termasuk salah satu kota besar di Jawa Timur. Namanya mencuat ketika bencana lumpur panas melanda kota ini. Secara geografis Kota Sidoarjo terletak di aliran sungai, sebab itulah daerah ini dinamakan Delta Sidoarjo.

Sebagai daerah yang berdekatan dengan Surabaya atau buffer zone, Sidoarjo mengalami perkembangan yang sangat pesat. Ada banyak tempat wisata yang mendatangkan para wisatawan luar maupun dalam negeri. Otomatis kehadiran para wisatawan ini akan meningkatkan pendapatan daerah. Misalnya objek wisata Kampoeng Batik yang berada di Jetis, Sidoarjo.

Minggu pagi, bersama keluarga kami mengunjungi sentra pedagang batik tulis khas Sidoarjo ini. Kampung Jetis berada di tengah Kota Sidoarjo. Kawasan ini berada di belakang Matahari Mall. Satu kampung dengan Pasar Tradisional Larangan yang menjadi kebanggaan warga Sidoarjo itu.

Ketika memasuki Kampung Batik Jetis ini kita akan menyaksikan hampir setiap rumah di sepanjang kampung itu dijadikan toko busana bernuansa batik. Meski demikian ada juga toko yang menyediakan busana muslim atau pakaian umum.

Ada yang menarik ketika kami mengunjungi kampung ini, yaitu bahwa kampung batik di daerah Jetis ini ternyata sudah ada sejak lama, sehingga pantas begitu melegenda. Kampung Batik Jetis konon sudah ada sejak tahun 1675.

Mungkin ini yang membedakan batik tulis asal Sidoarjo dengan batik tulis yang berasal dari daerah lain, yaitu teletak pada desain motifnya. Batik tulis Sidoarjo lebih dominan dengan motif tumbuh-tumbuhan mirip dengan batik tulis daerah Bangkalan Madura yang lebih dominan dengan tanaman merambat seperti misalnya terong.

Bagi Anda yang ingin mengunjungi sentra batik di Sidoarjo ini tidak perlu khawatir dengan harga baju batik yang ditawarkan. Rata-rata pakaian batik berkualitas bagus dibandrol dengan harga yang lumayan terjangkau.

Setelah puas berburu batik di Kampoeng Batik Jetis, perjalanan kami lanjutkan menuju daerah pertambakan. Sidoarjo memang sangat terkenal dengan kawasan tambaknya. Tidak heran bila kota kecil ini dijuluki kota tambak.

Menjelajah pertambakan di daerah Prasung Sidoarjo sungguh mengasyikkan. Areal pertambakkan milik rakyat yang begitu luas dengan panoramanya yang indah menambah enjoy perjalanan kami.

Sesekali areal sawah yang padinya mulai menguning itu tampak di depan mata menambah sejuk mata kami saat menuju areal tambak tersebut. Begitu banyak lokasi pemancingan yang terletak di Kota Sidoarjo. Tetapi yang banyak didatangi wisatawan ialah Delta Fishing Prasung.

Selain biaya masuk yang murah hanya Rp 30.000 ribu rupiah untuk sehari, ikan yang berada di kolam pancing tambak rata-rata berukuran besar. Hal ini yang memuaskan hati pengunjung tambak.

Kami, seperti halnya pemancing ikan lainnya dengan asyiknya mengontrol kail yang kami pasang. Sambil sesekali memperhatikan pelampung berwarna terang yang timbul tenggelam disambar ikan.

Cukup lama kami menghabiskan waktu untuk memancing. Rupanya cuaca kurang bersahabat. Mendung menyelimuti Prasung dan hari pun menjelang sore. Karena tak ingin kemalaman di jalan kami bergegas kembali pulang. Meski hanya mendapatkan beberapa ekor ikan mujair nila tetapi kami merasa lega dan puas.

Sebelum kami mengakhiri petualangan di Tambak Prasung. Kami mengisi perut dulu di warung dekat tambak untuk menambah stamina selama perjalanan pulang.

Sumber : http://travel.detik.com

Saturday, July 27, 2013

Museum Mpu Tantular


Museum Negeri Mpu Tantular terletak di kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur. 

Museum Mpu Tantular semula didirikan sebagai lembaga kebudayaan Stedelijk Historisch Museum Soerabaia oleh Godfried Hariowald von Faber, seorang warga Surabaya berkebangsaan Jerman, pada tahun 1933, yang kemudian diresmikan pada tanggal 25 Juli 1937.

Usaha memperluas museum terlaksana dengan diperolehnya sebuah bangunan baru di Jalan Simpang (sekarang Jalan Pemuda 3 Surabaya) dan dibiayai oleh dana yang terkumpul dari masyarakat. Tata ruangan museum ini mempunyai suatu ruangan koleksi, perpustakaan, ruang kantor, auditorium. Untuk penyempurnaan museum yang dipimpinnya, Von Faber banyak mengadakan hubungan internasional. 

Namun sebelum cita-citanya tercapai, Von Faber meninggal pada tanggal 30 September 1955. Sepeninggal Von Faber, museum tersebut tidak terawat, koleksi-koleksinya banyak yang rusak dan hilang. Kemudian museum dikelola oleh Yayasan Pendidikan Umum. 

Pada tahun 1964, museum ini memperoleh pendanaan dari Yayasan Bapak Prof Dr. M. Soetopo. Setelah dibentuknya Direktorat Permuseuman di lingkungan Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, perhatian Pemerintah terhadap museum yang dikelola Yayasan Pendidikan Umum menjadi lebih serius.

Museum Pendidikan Umum dibuka secara umum tanggal 23 Mei 1972 dan diresmikan dengan nama "Museum Jawa Timur". 

Selanjutnya museum Jawa Timur diresmikan dengan nama "Museum Negeri Jawa Timur Mpu Tantular" dengan lokasi di Jalan Pemuda 3 Surabaya. 

Karena bertambahnya koleksi, pada pertengahan tahun 1975 Museum dipindahkan ke tempat yang lebih luas yaitu di Jalan Taman Mayangkara No. 6 Surabaya, yang diresmikan pada tanggal 12 Agustus 1977 oleh Gubernur Jawa Timur Sunandar Priyosudarmo. 

Selanjutnya pada tanggal 14 Mei 2004 menempati lokasi tetap di Jl. Raya Buduran, Sidoarjo (sebelah barat Jembatan Layang Buduran).

Koleksi Unggulan

Telepon Meja
Bahan logam (perunggu). Terdiri dari dua bagian, bagian pertama untuk berbicara sedangkan bagian yang lain untuk mendengarkan. Telepon meja jenis ini dibuat sekitar abad XVIII M.

Shimponion
Asal dari Jerman abad XVIII M. Alat musik ini termasuk instrumen musik klasik, tidak menggunakan listrik, tetapi secara manual dengan cara diputar.

Sepeda kayu
Merupakan bentuk sepeda yang paling tua diciptakan oleh MICHAEL KESLER seorang berkebangsaan Jerman pada tahun 1766.

Hiasan Garudeya
Ditemukan saudara Seger pada tahun 1989, di Desa Plaosan, Kec. Wates, Kab. Kediri. Hiasan ini dibuat dari emas 22 karat dengan berat keseluruhan 1.163.09 gram. Dilihat dari reliefnya, kemungkinan hiasan ini merupakan peninggalan dari abad XII-XIII M. Benda ini merupakan cindera mata dari Raja Siam kepada Raja Airlangga.

Surya Stambha
Koleksi masterpiece ini merupakan koleksi langka yang berasal dari Nusa Tenggara Timur dan disebut dengan nama "Surya Stambha".

Durga Mahesasuramardhini
Asal dari candi Jawi, Pasuruan. Mempunyai 8 tangan yang menggambarkan kekuatan dan kesaktian durga sehingga bisa mengalahkan asura (raksasa).

Sepeda Motor Uap
Diciptakan oleh warga negara Jerman bernama Gottlien Daimler, dijalankan dengan tenaga uap. Tipe sepeda motor ini pertama kali diproduksi oleh pabrik "Hildebrand Und Wolfmuller", Muenchen (Jerman) pada tahun 1885 dengan kecepatan maksimal mencapai 30km/jam.

Sepeda Tinggi
Diciptakan oleh orang Inggris, James Starley dan William Hilman, yang mendapat hak paten tahun 1970. Sering disebut "Ariel" yang berarti sepeda terbuat dari metal.




Sumber :
museum-mputantular.com
wikipedia.org

Monday, June 10, 2013

Ciri, Motif dan Warna Batik Tulis Asli Sidoarjo

Posted by   at November 18th, 2012

Ciri, Motif dan Warna Batik Tulis Asli Sidoarjo
Batik asli atau biasa disebut batik tulis, mempunyai proses khas yaitu pembuatannya menggunakan malam atau lilin. Lilin atau malam batik  yang terbuat dari campuran gondorukem, lemak minyak kelapa, dan parafin, berfungsi menutupi motif atau corak batik dari proses pewarnaan.
Batik Asli Sidoarjo dari Ciri, Motif dan Warna
Tiap daerah mmpunyai motif dan corak batik yang berbeda. Corak, motif dan warna batik biasanya sesuai dengan ciri daerah pembuat batik itu sendiri. Demikian juga dengan batik tulis Sidoarjo. Batik asli Sidoarjo dalam perkembangannya motif dan warnanya dipengaruhi oleh batik Madura.

Ciri, Motif dan Warna Batik Tulis Asli Sidoarjo

Pada awalnya batik asli Sidoarjo mempunyai ciri dan motif yang khas. Warna batik asli Sidoarjo-pun pada awalnya tidak mencolok dan cenderung berwarna gelap kecoklatan. Tapi dari perkembangannya, motif dan warna dari batik asli Sidoarjo dipengaruhi oleh batik Madura.

Motif dan Warna Batik Asli Sidoarjo

Awalnya, batik asli Sidoarjo mempunyai motif beras utah, kembang bayem, dan kebun tebu. Motif Beras Utah ini terkait dengan melimpahnya bahan pangan terutama padi yang ada di Sidoarjo. Sehingga, dengan penduduk Sidoarjo yang relative kecil waktu itu, kelebihan beras tersebut tentu akan dilimpahkan ke daerah lain. Motif Kebun Tebu ini terkait dengan Sidoarjo yang dulunya dikenal sebagai penghasil gula terbesar. Motif Kembang Bayem ini terkait dengan banyaknya sayuran bayam di daerah pedesaan Sidoarjo. Tanaman tersebut sangat mudah dijumpai di sekitar rumah penduduk, baik yang ditanam maupun yang tumbuh liar.
Batik Asli Sidoarjo dari Ciri, Motif dan Warna
Dari segi warna, awalnya batik asli Sidoarjo tidak begitu mencolok cenderung berwarna gelap (cokelat) dan motifnya tidak ada yang memakai binatang. Namun, karena konsumen kebanyakan masyarakat Madura, maka pengrajin batik Sidoarjo pun mengikuti permintaan tersebut. Sehingga, muncullah warna-warna mencolok seperti merah, biru, hijau, hitam dan sebagainya. Karena itulah, Sidoarjo juga terkenal dengan batik motif Madura.
Batik Asli Sidoarjo dari Ciri, Motif dan Warna
Dari segi gambar batik asli Sidoarjo juga berkembang beberapa motif yaitu burung merak dari samping dengan sayap menutup, kupu-kupu, bunga kenongo, kembang bayem dengan latarnya bermotif beras utah, cecekan, dan sunduk kentang.
Di Sidoarjo masih terdapat desa pengerajin batik tradisional yaitu Kampoeng Batik Jetis yang tetap mempertahankan ciri khas dari batik Asli Sidoarjo itu sendiri. Keunggulannya batik tulis JetisSidoarjo ini warnanya yang tahan lama, sampai 10 tahun.
Laporan dari  Sidoarjo Festival, Festival UKM se-Sidoarjo dengan sumber artikerl : Batik asli Sidoarjo

Sumber : deltablogger.com

Related Posts