Thursday, October 28, 2021

Mengolah Limbah Bulu Bebek

Warga Kebonsari Sidoarjo dilatih mengolah limbah bulu bebek

Senin, 11 Oktober 2021 19:39 WIB

Saat ini, masih sedikit yang memanfaatkan limbah bulu bebek yang diolah menjadi produk bernilai jual, padahal jika diolah dengan baik dapat menghasilkan tambahan penghasilan,

Warga Desa Kebonsari, Sidoarjo, Jawa Timur, dilatih untuk mengolah limbah bulu bebek menjadi produk kerajinan bernilai jual mengingat desa tersebut dikenal sebagai kampung bebek dan penghasil telur asin berkualitas.

Pelatihan itu dilakukan oleh Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial (FBHIS) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo melalui program holistik pembinaan dan pemberdayaan desa (PHP2D).

"Saat ini, masih sedikit yang memanfaatkan limbah bulu bebek yang diolah menjadi produk bernilai jual, padahal jika diolah dengan baik dapat menghasilkan tambahan penghasilan," kata Rini Puji Astuti, salah satu tutor yang juga berprofesi sebagai pebisnis kerajinan, Senin. 

Ia mengatakan, limbah bulu bebek yang dihasilkan dari kandang-kandang peternak bisa dijadikan kerajinan yang bernilai jual, seperti kerajinan makrame bulu bebek, bandana, dan pensil.

"Limbah bulu bebek ini bisa dijadikan produk kerajinan dengan nilai jual yang cukup tinggi, makanya ini harus dimanfaatkan dengan baik dan dapat dijadikan sebelum tambahan perekonomian warga disini," katanya. 

Sementara itu, Dosen Pendamping Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) Ferry Adhi Dharma berharap dengan pelatihan ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat yang sempat anjlok karena dampak pandemi COVID-19. 

Setelah masyarakat bisa membuat kerajinan dari bulu bebek,  program selanjutnya adalah memberi pelatihan pada masyarakat untuk memasarkan produk kerajinan secara daring, seperti pelatihan foto produk, packaging, desain grafis, dan digital marketing.

"Kami juga sudah bekerja sama dengan beberapa tempat penjualan merchandise di Sidoarjo, seperti IKKILUR dan Sartika Ratu yang berada di Tanggulangin," ujarnya.

Kegiatan pelatihan ini disambut baik oleh pemerintah desa setempat, bahkan Desa Kebonsari menjadi desa binaan Univeristas Muhammadiyah Sidoarjo.

 Dalam hal ini, Umsida Sidoarjo memiliki program untuk membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan di masyarakat Desa Kebonsari seperti anak kecanduan gawai, masalah perekonomian, dan masalah sosial.


Sumber :

https://www.antaranews.com/berita/2451577/warga-kebonsari-sidoarjo-dilatih-mengolah-limbah-bulu-bebek

Wednesday, October 6, 2021

Komunitas Arena of Valor Sidoarjo

Komunitas Arena of Valor Sidoarjo Kembangkan Industri Video Game

4 October 2021

Esport di Sidoarjo semakin berkembang. Sejumlah komunitas industri olahraga di bidang video game itu kian menunjukkan eksistensinya. Salah satu komunitas yang kini mulai eksis adalah komunitas Arena of Valor (AoV) Sidoarjo. Mereka juga telah memantapkan diri bergabung dengan Asosiasi Video Games Indonesia (AVGI) Sidoarjo.

Ketua Komunitas AoV Sidoarjo, Muhamad Farhan mengatakan, langkah bergabung dengan AVGI itu sebagai upaya untuk semakin meningkatkan eksistensi AOV di Sidoarjo.

“Untuk meningkatkan pemain dan pengadaan event juga,” katanya.

AoV adalah permainan peranti bergerak daring berjenis arena pertarungan daring multipemain (MOBA). Layaknya mobile legends, yang dimainkan memanfaatkan perangkat android atau iOS.

Menurut Farhan, AoV memiliki beberapa keunggulan dibandingkan Mobile Legends. Yakni dalam hal grafis. “Suguhan grafisnya lebih menarik, jadi lebih memanjakan mata,” katanya.

Kalau dari strategi bermaian, lanjut Farhan, memang mirip dengan Mobile Legends. Yakni mengandalkan permainan tim. AoV Sidoarjo mulai terbentuk pada Agustus 2017. Itu dimulai dari hanya lima orang sesama penggemar AoV.

Awal September 2017, komunitas berupaya menggelar gathering untuk menjaring sesama penggemar AoV. “Waktu itu bisa sampai 50 orang. Kebanyakan dari mahasiswa dan pelajar,” tuturnya.

Seiring berjalannya waktu, para pemain menyurut. Sisa 30 anggota yang masih aktif. Salah satunya juga karena minimnya event yang bisa digelar saat pandemi Covid-19. Kini AoV Sidoarjo tengah bertekad untuk menunjukkan eksistensi dan ikut mengembangkan industri video game di Kota Delta.

Menurut Farhan, sebenarnya potensi pemain AoV di Sidoarjo juga mampu bersaing di kancah nasional. Dari anggota AoV setidaknya juga pernah ada yang bertanding di kompetisi nasional. Yakni di Liga 2. Bahkan ada yang pernah juara 2 Indonesia Virtual Pro League (IVPL).


Sumber :

https://radarsidoarjo.jawapos.com/features/04/10/2021/komunitas-arena-of-valor-sidoarjo-kembangkan-industri-video-game/

Sunday, October 3, 2021

Pembangunan Akses Jalan ke Tambak

Pembangunan Akses Jalan ke Tambak untuk Tingkatkan Ekonomi

24 September 2021 06:34 AM

Komisi C DPRD Sidoarjo mendukung adanya pembangunan akses jalan ke tambak warga. Hal itu juga untuk mendukung roda perekonomian warga khususnya di bidang perikanan.

Anggota Komisi C DPRD Sidoarjo Hamzah Purwandoyo mengungkapkan, dia sempat menerima keluhan terkait rusaknya jalan menuju akses tambak warga di Kecamatan Tanggulangin. Menurutnya jika memang perlu diperbaiki, maka dukungan anggaran juga akan diperjuangkan Komisi C. “Kalau memang memenuhi akan kami setujui pengadaan pembangunannya melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK),” katanya.

Saat ini PAK memang masih dalam pembahasan antara DPRD bersama eksekutif. Program pembangunan jalan ke akses tambak itu bisa mendapat alokasi anggaran jika memang diperlukan mendadak.

Dengan adanya jalan yang bagus maka akan memudahkan masyarakat untuk ke tambak. Tidak hanya orang, tetapi tambak bisa diakses dengan kendaraan sampai roda empat. Tentunya hal itu akan memudahkan proses distribusi hasil perikanan.

Misalnya saja untuk mengangkut hasil ikan dari tambak untuk dibawa ke pasar. Atau mengangkut pakan ikan dari pasar ke tambak.

Diketahui sektor perikanan di Sidoarjo masih patut untuk dipertahankan. Karena masih menjadi andalan perekonomian masyarakat yang cukup potensial.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur tahun 2017, luas area pemiharaan ikan darat dalam bentuk tambak Kabupaten Sidoarjo masih di angka 15.220 hektare. Angka itu menjadi lahan tambak terluas ke dua se-Jatim setelah Gresik. Area tambak untuk Kabupaten Gresik berada di angka 15.601 hektare.

Kemudian data BPS Sidoarjo terkait Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sidoarjo tahun 2016-2020, sektor perikanan juga menunjukkan angka positif. Sub kategori perikanan merupakan penyumbang terbesar terhadap PDRB lapangan usaha kategori pertanian, kehutanan dan perikanan. Yaitu mencapai Rp 3,07 triliun atau 69,24 persen. 


Sumber :

https://radarsidoarjo.jawapos.com/kota-delta/24/09/2021/pembangunan-akses-jalan-ke-tambak-untuk-tingkatkan-ekonomi/

Related Posts