Showing posts with label Banjir. Show all posts
Showing posts with label Banjir. Show all posts

Friday, November 21, 2025

Penyebab Banjir Sidoarjo Terungkap, Pemkab Perkuat Mitigasi

Jumat, 21 Nov 2025 15:30 WIB

Sungai di Sidoarjo dipenuhi sampah eceng gondok.

Sidoarjo - Hujan deras yang mengguyur Sidoarjo sejak Selasa (18/11/2025) lalu, membuat sejumlah wilayah kembali terendam. Genangan muncul hampir bersamaan di beberapa titik padat penduduk.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBM dan SDA) Sidoarjo Dwi Eko Saptono angkat bicara. Ia menjelaskan curah hujan kali ini berada pada kategori ekstrem, sehingga memicu limpasan air yang tak dapat tertampung optimal.

"Sejak kemarin hingga pagi ini, potensi hujan deras di wilayah Sidoarjo hingga ke utara sudah terdeteksi. Dan benar, sore hari hujan turun dengan intensitas panjang dan curah tinggi, mencapai lebih dari 125 mm," kata Dwi Eko saat ditemui detikJatim di Sidokare, Jumat (21/11/2025).

Ia menjelaskan, kemampuan sistem drainase Sidoarjo hanya dapat menampung curah hujan hingga sekitar 75 mm. Jika curah hujan berada di angka 75-100 mm, maka sudah masuk kategori ekstrem, sehingga potensi genangan tak terhindarkan.

"Ketika curah hujan di atas 125 mm, dipastikan debit air meningkat signifikan, ditambah kiriman air dari wilayah barat yang juga tinggi," tambahnya.

Dwi mengungkapkan, salah satu faktor yang memperparah genangan adalah menumpuknya sampah di saluran air. Tim DPUBM dan SDA pun telah turun ke lapangan sejak laporan kejadian pertama kali diterima Selasa malam.

"Kami melakukan pengangkatan sampah di saluran Apur Sidokare pukul 22.00 hingga 02.00 dini hari. Ada sembilan truk sampah, mayoritas sampah plastik dan sampah rumah tangga. Kami mohon warga tidak lagi membuang sampah ke sungai," tegasnya.

Tumpukan sampah membuat aliran air melambat dan pompa tidak dapat langsung beroperasi. "Pompa baru bisa kami operasikan menjelang subuh setelah kami pastikan level air di Sidokare dan permukiman sudah berbeda. Baru kemudian kami bisa menarik air dari Apur Sidokare," jelasnya.

Di Sidokare, setidaknya terdapat tiga pompa utama yang difungsikan untuk mempercepat surutnya genangan. "Di titik ini ada satu pompa, 500 meter ke timur ada satu lagi, dan di sekitar jembatan Sidokare juga ada pompa. Memang kawasan ini rawan genangan, sehingga pompa dipersiapkan secara khusus," kata Dwi.

Meski begitu, lanjut Dwi, genangan pada sejumlah titik di Sidokare, kawasan timur kota, hingga sebagian Kecamatan Candi sudah mulai berangsur surut. "Alhamdulillah di hilir timur tidak separah sebelumnya karena empat apur sudah kami bersihkan, termasuk anak-anak salurannya," ujarnya.

Dalam penanganan jangka panjang, Wakil Bupati Sidoarjo mengusulkan median jalan atau taman tengah di Sidokare dijadikan area non-stored untuk membantu kelancaran sistem pompa dan aliran air.

"Dari ujung median ke ujung timur terdapat rumah pompa. Bila nanti ditetapkan pembangunan non-storage, maka akan diintegrasikan langsung dengan rumah pompa Sidokare," jelas Dwi.

Ia memastikan DPUBM dan SDA akan terus melakukan pembersihan rutin saluran dan mengevaluasi kapasitas drainase agar kejadian serupa bisa diminimalkan.

"Yang terpenting, masyarakat ikut menjaga saluran dengan tidak membuang sampah sembarangan. Genangan bisa lebih cepat surut jika saluran bersih," pungkasnya.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo juga terus melakukan berbagai langkah mitigasi untuk mengurangi risiko banjir, yang kembali menggenangi sejumlah kawasan di Sidoarjo.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo Sabino Mariano menjelaskan upaya penanganan dilakukan secara terpadu, mulai dari normalisasi sungai hingga peningkatan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan.

Sabino mengungkapkan, normalisasi sungai, khususnya sungai-sungai besar, telah dilakukan Dinas PU. Meski demikian, proses tersebut sempat menimbulkan efek berupa genangan sementara di beberapa titik.

"Memang beberapa sungai dinormalisasi PU. Dampaknya ada genangan, tapi tidak lama dan cepat surut. Kendalanya, di wilayah kota ini drainasenya kurang bagus. Banyak saluran yang dicor, sehingga pembersihan tidak maksimal," kata Sabino kepada detikJatim melalui telepon seluler.

Selain faktor teknis drainase, Sabino menegaskan permasalahan sampah masih menjadi penyumbang utama terhambatnya aliran air.

"Lingkungan dan sampah juga sangat berpengaruh. Harapannya, masyarakat bersama pemerintah harus bergerak bersama untuk mengurangi risiko bencana. Pengembang perumahan juga semestinya berkontribusi, terutama yang lingkungannya belum diserahkan ke Pemkab," tambahnya.

Sabino menjelaskan, secara geografis Sidoarjo berada di wilayah hilir, sehingga sangat bergantung pada kondisi hulu sungai dan pasang surut air laut. Meski begitu, ia menegaskan bahwa posisi hilir tidak boleh dijadikan alasan untuk tidak siap.

"Kemarin hujan di hulu sangat tinggi, Sidoarjo juga tinggi, ditambah air laut pasang. Air dari utara tidak bisa mengalir mulus ke laut, ini salah satu penyebab genangan. Kesiapsiagaan menghadapi musim hujan harus menjadi tolok ukur. Kita berada di pesisir, harus siap menerima air dan menghadapi risikonya," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Sabino juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan masing-masing.

"Jangan panik. Cek saluran di sekitar rumah, mampet atau tidak. Ini bukan hanya tugas pemerintah. Masyarakat juga punya tanggung jawab moral untuk bersama-sama mengurangi risiko genangan," tegasnya.

BPBD Sidoarjo memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan banjir beberapa hari terakhir.

"Kami berterima kasih kepada TNI, Polri, Dinas PU, serta seluruh stakeholder yang bekerja sama dalam menangani situasi ini," ujar Sabino.


Sumber :

https://www.detik.com/jatim/berita/d-8221859/penyebab-banjir-sidoarjo-terungkap-pemkab-perkuat-mitigasi

Wednesday, November 19, 2025

Diguyur Hujan 4 Jam, Kota Sidoarjo Terendam Banjir

Rabu, 19 Nov 2025 20:33 WIB

Banjir di Sidoarjo setelah diguyur hujan selama sekitar 4 jam (Foto: Suparno/detikJatim)

Sidoarjo - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Sidoarjo sejak pukul 14.00 hingga 18.00 WIB, Rabu (19/11/2025), menyebabkan sejumlah titik di Kecamatan Kota Sidoarjo terendam banjir. Genangan air menghambat arus lalu lintas dan membuat banyak pengendara motor kesulitan melintas.

Pantauan detikJatim di lapangan, banjir tampak menggenangi beberapa jalan utama, di antaranya Jalan Raya Cemengkalan, Jalan Pahlawan sisi timur, Jalan Diponegoro, sebagian Jalan Mojopahit, Jalan KH Mukmin, hingga Jalan Sidokare.

Di Jalan Raya Cemengkalan, tepat di depan Lippo Plaza, ketinggian air tercatat sekitar 15-20 sentimeter. Meski tidak terlalu tinggi, banyak pengendara motor memilih naik ke trotoar demi menghindari genangan. Tidak terlihat kendaraan mogok di lokasi tersebut.

Namun, kondisi berbeda terjadi di kawasan Gading Fajar dan Sidokare, dua titik yang kerap menjadi langganan banjir saat hujan deras. Di wilayah ini, tinggi genangan mencapai selutut orang dewasa. Banyak motor mogok dan tertinggal di tengah jalan.

"Motor saya mogok, mau ke Waru lewat Sidokare. Saya tidak tahu kalau banjirnya setinggi itu," ujar Riska Dewi (22), warga Perumahan Taman Pinang, yang terpaksa mendorong motornya di tengah hujan malam hari. Rabu (19/11/2025).

Ia mengaku kesulitan mencari bengkel karena sudah banyak yang tutup."Saya bingung akan mencari bengkel sangat susah karena sudah malam," imbuh Riska.

Hal serupa dialami Jamaluddin (31). Motor Yamaha matic miliknya mati saat melintas di kawasan Taman Pinang arah Sidokare. "Airnya tinggi, motor saya tidak kuat," katanya.

Selain wilayah-wilayah tersebut, banjir juga merendam sejumlah kawasan permukiman seperti Taman Pinang, Pondok Jati, Karanggayam, Sekardangan, Rangkah Kidul, dan Bluru Kidul.

Akibat banjir, kepadatan lalu lintas terjadi di sejumlah titik. Ruas jalan yang mengalami antrean panjang kendaraan di antaranya Jalan Pahlawan sisi timur, dua arah Jalan Cemengkalan, Jalan Gajah Mada, Jalan KH Mukmin, serta Jalan Diponegoro.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa, namun aktivitas warga terganggu dan arus kendaraan terhambat cukup signifikan. Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan penanganan untuk meminimalkan dampak lanjutan dari banjir musiman ini.


Sumber :

https://www.detik.com/jatim/berita/d-8219027/diguyur-hujan-4-jam-kota-sidoarjo-terendam-banjir/amp#

Thursday, February 27, 2025

Sejumlah Titik di Sidoarjo Terendam Banjir

27 Februari 2025, 18:53 WIB 

Banjir yang merendam rumah warga di Kecamatan Sidoarjo, Kamis (27/2/2025)

Akibat curah hujan sedang yang merata dan air sungai meluap, sejumlah titik di Kabupaten Sidoarjo terendam banjir. Banjir yang merendam ribuan rumah di beberapa kecamatan di Sidoarjo sejak Senin (24/2/2025) hingga Kamis (27/2/2025) belum juga surut. 

Beberapa kecamatan di Sidoarjo yang terendam banjir mulai dari Porong, Jabon, Tanggulangin, Candi, Taman, dan Krian. 

“Krian kemarin menjadi tertinggi mencapai 98 sentimeter,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo, Mustain, saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (28/2/2025). 

Namun, Mustain menegaskan bahwa titik terparah tersebut pada hari ini mulai menurun ketinggiannya sekitar 50 sentimeter. “Sudah menurun, tapi belum surut. Sekarang di bawah 50 sentimeter karena hari ini tidak hujan,” ujarnya. 

Selain itu, banjir yang merendam ratusan rumah di lima RT (rukun tetangga) Desa Pertapaan Maduretno, Kecamatan Taman, Sidoarjo hari ini setinggi 25-40 sentimeter. “Di Tawangsari, Kecamatan Taman, Kecamatan Tanggulangin, dan Kecamatan Sidoarjo hari ini rata-rata 25 sentimeter,” tutur Mustain. 

Menurut dia, banjir merendam sejumlah wilayah di Sidoarjo selama empat hari belakangan ini disebabkan oleh hujan dengan intensitas ringan secara merata hingga menyebabkan genangan air. Selain itu, debit air yang tinggi tak mampu dibendung oleh sungai, sehingga air meluap ke pemukiman warga. 

“Kalau di Sidoarjo Utara, seperti Krian dan Taman, yang banjirnya tinggi itu karena Sungai Kalimas meluap,” katanya.  

BPBD Sidoarjo telah melakukan asesmen di titik lokasi banjir dan mendistribusikan air bersih untuk warga yang terdampak. “Untuk warga Desa Tempel, Krian, yang mengungsi kemarin ada 22 Kepala Keluarga (KK) masih ada,” ucapnya.  Mustain menegaskan, tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir yang melanda Sidoarjo.


Sumber: 

https://surabaya.kompas.com/read/2025/02/27/185357678/sejumlah-titik-di-sidoarjo-terendam-banjir.



Membership: https://kmp.im/plus6

Download aplikasi: https://kmp.im/app6

Monday, February 26, 2024

Hujan Es dan Badai di Sidoarjo

Hujan Es Terjadi di Sidoarjo, Ini Penyebabnya Versi BMKG Juanda

Senin, 26 Februari 2024

Hujan es terjadi di beberapa daerah di Sidoarjo pada Senin (26/2/2024) sore. Beberapa pendengar Suara Surabaya (SS) melaporkan, hujan es tersebut turun di daerah Sarirogo, Kahuripan dan Taman Pinang Sidoarjo.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda menyatakan, berdasarkan analisa radar BMKG, ketinggian awan Cumulonimbus (CB) pada saat kejadian hujan es mencapai lebih dari 8 kilometer.

“Awan CB yang menjulang tinggi ini memungkinkan terbentuknya kristal-kristal es di puncak awan, yang dapat turun menjadi hujan es,” kata Diah Novita prakirawan BMKG Juanda dalam keterangan yang diterima suarasurabaya.net

Menurut BMKG Juanda, hingga saat ini wilayah Jawa Timur masih dalam fase puncak musim hujan. Fase peralihan musim atau pancaroba, baru akan terjadi di sebagian besar wilayah Jawa Timur pada Maret-April 2024.(ris/ipg)

https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2024/hujan-es-terjadi-di-sidoarjo-ini-penyebabnya-versi-bmkg-juanda/


Sidoarjo Macet di Mana-mana, Lalu Lintas Tol Turut Tersendat

Senin, 26 Feb 2024 19:25 WIB

Hujan disertai angin kencang dan butiran es di Sidoarjo berbuntut panjang. Kemacetan yang terjadi imbas pohon tumbang di sejumlah lokasi belum sepenuhnya terurai di sekitaran Stadion Gelora Delta Sidoarjo (GDS), Jalan Pahlawan hingga berimbas pada lalu lintas di dalam tol.

Pantauan detikJatim, antrean kendaraan masih terjadi di kawasan RS Delta Surya Jalan Jati Raya Sidoarjo. Selain itu, kemacetan juga terjadi di kawasan depan Lippo Plaza, Sidoarjo.

Sementara, bila dipantau melalui Google Maps, warna merah yang menandakan antrean kendaraan menyebar dengan titik pusat di kawasan depan Stadion GDS. Terutama di bundaran Taman Pinang Indah.

Tidak hanya itu, lalu lintas di dalam tol sebelum exit Tol Sidoarjo juga terlihat berwarna merah menandakan adanya antrean kendaraan yang cukup panjang bahkan hingga setelah gerbang tol keluar.

Masalahnya adalah volume kendaraan disertai dengan faktor dampak hujan dan angin kencang serta hujan es yang masih terasa di kawasan tengah Kota Sidoarjo. Terutama karena sejumlah kawasan masih tergenang banjir.

Genangan terpantau di Jalan Jati Raya depan Lippo Plaza tepatnya di bawah jembatan. Genangan di lokasi ini juga menyebabkan Jalan Cemengkalang merah menghitam di aplikasi Maps.

"Jadi kepadatan lalu lintas ini terutama karena volume kendaraan. Kemudian di beberapa lokasi itu ada genangan, salah satunya di bawah jembatan depan Lippo Plaza. Akhirnya berimbas kepadatan di Jalan Cemengkalang karena terjadi crossing di Perumahan KNV (Kahuripan Nirwana Village)," ujar Wakasatlantas Polresta Sidoarjo AKP Sugeng Sulistyono kepada detikJatim, Senin (26/2/2024)

Tidak hanya itu, dia juga menyebutkan kawasan Perumahan Pondok Jati saat ini juga sedang digenangi banjir. Akibatnya, banyak mobil dan motor yang tadinya bisa melalui jalan perumahan itu memutuskan lurus ke arah Stadion GDS di Jalan Pahlawan. Sehingga kendaraan terpusat di sana.

"Nah, di ruas ini, karena Perumahan Pondok Jati itu tergenang, kendaraan melaju terus ke Jalan Pahlawan. Jadi semua kendaraan terpusat di sini kemudian terjadi crossing di bundaran Taman Pinang Indah. Iya, terkunci di sana," katanya.

Kepadatan di kawasan tersebut dia akui terjadi sejak tumbangnya pohon di depan RS Delta Surya. Saat ini evakuasi pohon itu sudah tuntas, tapi penambahan volume kendaraan memperparah kepadatan lalu lintas.

"Kami sudah menyebar personel di lokasi untuk mengatur lalu lintas. Kami terus berupaya mencairkan kepadatan yang terjadi, karena ini akan berimbas juga di dalam tol," ujarnya.

Mengenai kepadatan di dalam tol, Kanit PJR Jatim II AKP Puguh Winarno membenarkan bahwa antrean kendaraan memang masih terjadi meski pada pukul 18.50 WIB sudah mulai berkurang.

"Betul, itu tadi dampak pohon tumbang di RS Delta. Di dalam tol, di exit itu tadi juga pohon tumbang, tapi sudah ditangani. Rekan-rekan di lapangan sudah mengatur supaya kendaraan yang mau keluar ke kota itu tidak sampai menutup jalur ke arah Porong," ujarnya.

Dia memastikan jalur keluar tol Sidoarjo tetap dibuka meski masih ada ekor antrean. Para petugas PJR yang melakukan pengaturan di lokasi hanya memastikan bahwa kendaraan yang hendak keluar Tol Sidoarjo tidak sampai memakan jalur menuju Porong.

"Tetap dibuka, jadi pengaturan jelang exit tol itu kami tempatkan petugas agar kendaraan yang mau ke kota itu tidak sampai makan jalan sehingga jalur yang menuju Porong tertutup. Kalau memang berada di jalur kanan, kami teruskan agar kendaraan melaju ke arah Porong," katanya.

Puguh menyebutkan, sejak 5 pohon tumbang di depan RS Delta Surya Sidoarjo tadi sore sekitar pukul 15.00 WIB, antrean kendaraan di dalam tol memang cukup panjang. Yakni mencapai KM 751 atau sebelum rest area tol.

"Sekarang sudah mulai mencair. Tapi kami perlu memastikan lagi data terbaru antrean di tol sampai mana. Kami perlu waktu untuk update-nya," pungkas Puguh.

https://www.detik.com/jatim/berita/d-7213186/sidoarjo-macet-di-mana-mana-lalu-lintas-tol-turut-tersendat.


BPBD Catat 39 Rumah Rusak Ringan Akibat Hujan Deras Disertai Angin Kencang di Sidoarjo

Senin, 26 Februari 2024

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo mencatat ada sebanyak 39 rumah rusak ringan akibat hujan deras disertai angin kencang yang terjadi di Sidoarjo, pada Senin (26/2/2024) sore.

“Data kerusakan sementara pada 26 Februari 2024 pukul 20.30 WIB, total 39 rumah, 3 rumah kos dan 1 fasilitas umum rusak ringan,” terang BPBD Kabupaten Sidoarjo dalam keterangan yang diterima suarasurabaya.net

Rumah rusak ringan tersebut, antara lain terjadi di Desa Suko, tepatnya di RT 10 RW 03 ada 2 rumah rusak ringan, RT 11 RW 03 ada 4 rumah rusak ringan dan RT 12 RW 03 ada 1 rumah rusak ringan.

Kemudian di Desa Kebonagung tepatnya di RT 58 dan 17 terdapat 6 rumah rusak ringan. Di Kelurahan Magersari terdapat 16 rumah rusak ringan di RT 11-13 RW 04. Di desa Cemengbakalan ada 2 rumah rusak ringan.

Di Desa Sidokepung terpatnya di RT 18 RW 04 terdapat 4 rumah dan 2 rumah kos rusak ringan. Di RT 19 RW 04 ada 2 rumah rusak ringan. Dan di RT 08 RW 02 ada 1 rumah dan 1 rumah kos rusak ringan.

Sementara di Desa Sarirogo ada 1 rumah dan balai desa rusak ringan. Selain terjadi rumah rusak ringan, BPBD Sidoarjo juga mencatat ada 16 pohon tumbang.

Pohon tumbang tersebut, terjadi di depan Kantor BPKAD, Kecamatan Sidoarjo. Di Jalan Wisma Sarinadi. Di Jalan Raya Ponti. Di Desa Cemengbakalan RT 11 RW 02.

Kemudian di Perum Sidokare. Di Jalan Raya Sumput. Di Dusun Luwung. Di Pagerwojo 2 pohon tumbang. Di Jalan Raya Taman Pinang 2 pohon tumbang, dan di Jalan Raya Jati terdapat 5 pohon tumbang.

BPBD Sidoarjo memastikan, akibat kejadian tersebut tidak ada korban jiwa.

Upaya yang dilakukan BPBD atas kejadian tersebut, yakni melakukan assasement di lokasi kejadian, berkoordinasi dengan Pemerintah Desa dan kecamatan terdampak. Serta, berkoordinasi dengan BPBD Jatim, Call Center 112, DLHK, Pramuka, PMI dan masyarakat setempat untuk melakukan pemotongan dan pembersihan pohon tumbang.(ris/ipg)

https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2024/bpbd-catat-39-rumah-rusak-ringan-akibat-hujan-deras-disertai-angin-kencang-di-sidoarjo/

Monday, February 15, 2021

Sejumlah Area Di Sidoarjo Terendam Banjir Setelah Diguyur Hujan Berjam-Jam

Imbas Hujan Deras Kemarin, Sejumlah Ruas Jalan di Kawasan Gading Fajar Terendam Banjir

Senin, 15 Februari 2021 | 15:16 in Peristiwa

Beberapa ruas jalan di sekitar area Gading Fajar Sidoarjo terendam banjir. Banjir itu disebabkan oleh curah hujan yang tinggi yang terjadi sejak Minggu (14/2) sore hingga malam hari. Sebut saja jalan raya Sepande arah menuju patung udang bandeng. Lajur jalan sebelah kanan itu tergenangi air setinggi 5 hingga 10 cm.

Tidak hanya di situ saja. Di jalan Kutuk Barat, arah menuju Desa Sidokare pun ruas jalannya terendam air dengan ketinggian 10 cm lebih. Air itu menggenangi hingga ke area dekat UPTD Liponsos Sidokare.

Dari penuturan warga sekitar, genangan air di jalan tersebut sudah terjadi sejak kemarin malam. Menurutnya, air itu merupakan imbas dari naiknya permukaan air dari sungai yang berada di area sekitar jalan tersebut.

“Iya karena hujan kemarin itu, kali (sungai) di belakang sini kan juga naik airnya. Semalem lebih tinggi lagi airnya. Soalnya kan deras banget,” ujar Sri, salah seorang warga sekitar, Senin (15/2/2021).

Meski ada genangan air, akses jalan di sana tidak ditutup. Pengendara tetap bisa melintasi wilayah tersebut. Namun, imbas dari banjir ini terkadang menyebabkan penumpukan pengendara bermotor. Sebab, mereka harus menahan laju kendaraannya agar air tidak masuk ke rumah-rumah warga. 

https://sidoarjonews.id/imbas-hujan-deras-kemarin-sejumlah-ruas-jalan-di-kawasan-gading-fajar-terendam-banjir/


Sejumlah Wilayah di Sidoarjo Terendam Banjir

Selasa, 16 Februari 2021

Sejumlah wilayah di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terendam banjir dengan ketinggian bervariasi antara 30 hingga 50 centimeter menyusul tingginya intensitas hujan yang terjadi di wilayah setempat pada Senin (15/2/2021) malam.

Banjir antara lain terjadi di Jalan Raya Porong, Sidoarjo ketinggian banjir mencapai 50 centimeter sehingga arus lalu lintas di jalan itu ditutup untuk sementara. Iptu Cholil Kepala Unit Pengaturan Penjagaan Pengawalan dan Patroli (Turjawali) Polresta Sidoarjo di Sidoarjo, Selasa (16/2/2021), mengatakan arus kendaraan di Jalan Raya Porong terpaksa dialihkan.

“Untuk yang dari arah Kota Sidoarjo menuju ke Pasuruan dialihkan ke jalan arteri. Begitu pula untuk dari arah Pasuruan dialihkan sejak dari pertigaan Pusdik Porong menuju ke jalan arteri,” ujarnya seperti yang dilansir Antara.

Meskipun dialihkan, kata dia, lokasi Jalan Raya Porong banyak kendaraan yang nekad menerabas hingga akhirnya terjebak dan mogok di tengah banjir.

“Sebaiknya melewati Jalan Arteri Porong meskipun agak jauh, tetapi bisa dilewati dan tindak banjir,” ujarnya.

Untuk mengurangi ketinggian banjir di wilayah itu, sejumlah pompa milik Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) dikerahkan untuk mengalirkan air banjir ke dalam kolam penampungan. Di lokasi lain, banjir di Kabupaten Sidoarjo terjadi di Perumahan Sidokare akibat meluapnya sungai setempat dengan ketinggian 30 centimeter.

Selain itu, banjir juga terjadi di wilayah Kutuk Sidoarjo Kota dengan ketinggian 30 centimeter. Di wilayah Kecamatan Candi, Banjir juga terjadi di wilayah Keramean, dengan ketinggian 15 centimeter. Salah satu warga, Lely Dwi mengatakan banjir meningkat pagi ini. Ia berharap banjir bisa segera surut, supaya warga bisa beraktivitas lagi.

“Banjirnya tidak parah, tetapi banyak ikan yang masuk ke pekarangan rumah dan menjadi hiburan kami,” ucapnya.

Sementara, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Juanda mengatakan sejumlah wilayah di Jawa Timur masih berpotensi terjadi hujan lebat dengan intensitas tinggi selama beberapa hari ke depan.

Teguh Tri Susanto Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Juanda mengatakan masyarakat diharapkan waspada terhadap potensi terjadinya bencana hidrometeorologi.

“Masyarakat sebaiknya waspada potensi terjadinya bencana hidrometeorologi,” ujarnya.

https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2021/sejumlah-wilayah-di-sidoarjo-terendam-banjir/


Diguyur Hujan Berjam-Jam, Sejumlah Desa Di Sidoarjo Terendam Banjir

15 FEBRUARI 2021 

Sejumlah warga terpaksa menutup akses JL Desa Sumberejo, Kecamatan Wonoayu menuju Desa Suko, Kecamatan Sidoarjo karena tergenang banjir lebih dari 0,5 meter, Senin (15/02/2021). Sejumlah desa yang ada di 3 kecamatan terendam banjir, Senin (15/02/2021). Banjir itu, disebabkan intensitas hujan yang cukup tinggi.

Selain itu, juga disebabkan hujam empat jam lebih. Sejumlah desa yang tergenang banjir itu, diantaranya Desa Sumberejo, Kecamatan Wonoayu. Bahkan tingginya banjir membuat warga menutup akses jalan alternatif Desa Sumberejo, Kecamatan Wonoayu menuju Desa Suko, Kecamatan Sidoarjo itu.

"Warga terpaksa menutup jalan alternatif Wonoayu menuju Sidoarjo ini karena genangan air cukup tinggi. Jalan ditutup tepat di tikungan Perumahan Villa Jasmine II," ujar Mahmud warga setempat, Senin (15/02/2021).

Selain itu, banjir juga menutup jalan utama RT 13, RW 04, Desa Lebo dan JL di depan SMPN 4 Sidoarjo, Desa Suko, Kecamatan Sidoarjo. Banjir juga terjadi di Desa Sepande, Kecamatan Candi dan Sidokare, Kecamatan Sidoarjo tepatnya di depan perumahan timur perempatan Gading Fajar.

"Banjir hampir merata di sejumlah desa. Itu karena luapan sungai. Seperti di Desa Suko banjir karena luapan air sungai menutup jalan utama menuju Balai Desa Suko dari arah barat," ungkap Senadi pengguna jalan yang hendak masuk melalaui SMPN 4 Sidoarjo. 

Sementara hingga kini, petugas BPBD Pemkab Sidoarjo masih mendata sejumlah lokasi banjir di Sidoarjo. 

https://republikjatim.com/baca/diguyur-hujan-berjam-jam-sejumlah-desa-di-sidoarjo-terendam-banjir

Monday, February 24, 2020

Beberapa Titik Kota Sidoarjo Banjir

Hujan Deras Sejak Semalam, Beberapa Titik Kota Sidoarjo Banjir

Selasa, 25 Feb 2020 12:13 WIB

Hujan deras mengguyur tiga kali dalam semalam, membuat beberapa titik di Kota Sidoarjo, banjir. Hujan deras menerjang, Senin (24/2/2020) sekitar pukul 21.00 WIB, membuat banjir di tiga lokasi.

Yakni, Desa Sidokare, Desa Sepande, Desa Banjarpoh, Sidoarjo. Di Jalan Sidokare ketinggian banjir 30-40 cm, di Desa Sepande ketinggian air 20-30 cm dan Desa Banjarpoh ketinggian air 15-20cm.

Kondisi yang paling parah ada di Desa Sidokare. Ketinggian air mencapai 40 cm, terutama di Jalan Kapasan ada beberapa pengendara sepeda motor yang mogok.

"Hujannya tiga kali, apalagi sangat deras. Mulai Senin (24/2/2020) siang, sore dan malam," kata Indah (31) warga Dusun Kapasan RT 20, RW 5 Desa Sidokare di lokasi banjir, Selasa (25/2/2020).

Indah mengaku di daerahnya di Desa Sidoakare jadi langganan banjir. Jika air di permukaan Sungai Kutuk itu memenuhi sungai dan disertai hujan terus menerus, banjir dipastikan terjadi dan masuk rumah warga.

"Salah satu penyebabnya Sungai Kutuk itu mudah meluber, kemungkinan kurang dilakukan pengerukan," tambah Indah.

Hal yang sama disampaikan oleh, Tarmuji (38) warga Sidokare. Dia mengaku Jalan Kapasan kerap dilanda banjir. Hanya tahun kemarin 2019, jalan ini tidak banjir.

"Tahun kemarin 2019 tidak banjir, kami bersama warga yang lain senang. Tapi ternyata tahun ini banjir lagi," tandas Tarmuji.


Sumber :

https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4913339/hujan-deras-sejak-semalam-beberapa-titik-kota-sidoarjo-banjir

Monday, January 21, 2019

Banjir Pasang Air Laut

Banjir Kian Meluas, Sulit Surut karena Air Pasang

22 JANUARI 2019


Hujan deras dan merata yang terjadi pada Minggu (20/1) sore dan Senin (21/1) siang membuat berapa kawasan di Kota Delta terendam banjir. Air menggenang di kawasan permukiman hingga jalan raya.

Dari pantauan Radar Sidoarjo, titik banjir di Sidoarjo di awal tahun ini menyebar di sejumlah kecamatan. Di kawasan kota berada di Sidokare dan Jalan Raya Janti depan Lippo Mall Jalan, Pahlawan.     

Di kawasan Gedangan, genangan air salah satunya di Dusun Demeling, Desa Gedangan. Air masuk hingga permukiman warga setinggi 50 sentimeter. Ketinggian air bahkan mencapai satu meter saat hujan deras pada malam hari.

Aktivitas warga pun sempat terganggu karena genangan air yang masuk ke dalam rumah. Banjir melanda tiga RT, yakni RT 1, 2, 3 di wilayah RW 4. “Banjirnya parah, susah surut. Apalagi saat hujan deras,” keluh Agus, salah satu warga Gedangan.

Kawasan Sedati juga terkena imbas. Salah satunya Jalan Raya Juanda yang terkena genangan air hingga 60 sentimeter. Tingginya air tersebut membuat sejumlah motor yang nekat melintas mogok.

Polisi pun harus turun ke jalan mengatur akses jalan ke Bandara Internasional Juanda. Kondisi itu membuat jalan dari arah timur ke barat maupun sebaliknya sempat macet hingga Senin siang.

Sedangkan di kawasan Tropodo, Kecamatan Waru, yang juga langganan banjir masih mengalami hal serupa. Sama halnya di Kupang, Kecamatan Jabon, yang diperkirakan dapat kiriman air dari luapan sungai di kawasan tersebut.

Bupati Sidoarjo Saiful Ilah sudah memerintahkan dinas terkait untuk mengantipasi genangan air yang terjadi di sejumlah kawasan. Namun, bupati yang akrab disapa Abah Ipul ini juga berharap air pasang laut tidak mempengaruhi banjir di Kabupaten Sidoarjo. “Jika air pasang, maka air sungai akan meluap itu juga akan berdampak pada banjir,” ujarnya.

Bupati dua periode ini menegaskan, pompa air yang dimiliki oleh OPD diharapkan bisa diletakkan pada titik-titik strategis. Diharapkan bisa mengurangi genangan air untuk dialirkan ke sungai. “Misalnya, di Jalan Raya Juanda sudah kita tempatkan pompa air dengan skala penyedotan yang besar,” katanya.

Menurut dia, solusi jangka pendek dilakukan dengan pompa air. Kawasan warga yang kebanjiran harus diperhatikan secara berkala. “Pompa air harus bekerja dan dipantau terus,” ucapnya.

Untuk solusi jangka panjang, Abah ipul menambahkan, normalisasi harus dilakukan di sungai-sungai yang berada di Sidoarjo. Pengendapan sungai harus diatasi dengan normalisasi yang tepat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo Dwijo Prawito sudah menempatkan sejumlah staf BPBD untuk memantau kondisi banjir. Laporan tersebut akan ditindaklanjuti dengan menurunkan personel. “Kondisi masih terpantau aman. Warga yang kebanjiran terus kita monitor,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bakorwil 3 Provinsi Jawa Timur Benny Sampirwanto mengatakan, banjir yang menggenangi sejumlah lokasi di Kabupaten Sidoarjo sejak Minggu (20/1) sore karena Sidoarjo belum memiliki fasilitas untuk menangani banjir.

"Sidoarjo ini berbeda dengan Surabaya. Kalau Surabaya sudah terkelola dengan baik, begitu daerah banjir bisa teratasi dengan adanya pompa air. Sedangkan kondisi wilayah Sidoarjo yang sangat luas masih belum memiliki fasilitas untuk menangani banjir seperti pompa air," kata Benny.

Selain itu, menurut Benny, banjir yang menggenangi Sidoarjo sejak Minggu lalu adalah banjir rob atau pasang air laut. Air tidak bisa ke laut sehingga terhenti di beberapa lokasi dan menggenang. Genangan banjir rob itu tidak hanya terjadi di Sidoarjo, tapi juga di Jombang dan Pasuruan.

"Saya akan audiensi dengan Bupati Sidoarjo karena memang masalah banjir ini membutuhkan dana yang besar. Kalau Surabaya APBD-nya besar. Nanti juga saya akan temui bupati untuk identifikasi masalah di daerah," ujarnya.

Jika di daerah tidak memiliki dana yang cukup, menurut Benny, permasalahan akan segera dilaporkan ke Gubernur Jatim. "Tentunya nanti akan diberikan alternatif seperti menyurati pemerintah pusat untuk mendapatkan solusi seperti apa. Yang penting, intinya duduk bersama dulu untuk mengetahui kemampuan kabupaten/kota dan provinsi itu bagaimana," tegasnya.


Sumber :

https://radarsurabaya.jawapos.com/read/2019/01/22/115246/banjir-kian-meluas-sulit-surut-karena-air-pasang

Monday, February 8, 2016

Banjir di Sidoarjo

Banjir Rendam Ribuan Rumah di Empat Kelurahan di Sidoarjo  

Sejumlah kelurahan dan ruas jalan Kota Sidoarjo, Jawa Timur, terendam air akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama empat jam lebih pada Jumat sore kemarin. Genangan itu belum surut hingga sekarang, Sabtu, 6 Februari 2016.

Berdasarkan pantauan Tempo, kelurahan yang terendam banjir antara lain Kelurahan Bluru, Pucang, Sidoklumpuk, dan Sidokare. Semuanya berada di Kecamatan Sidoarjo Kota. Adapun ruas jalan kota yang terendam air adalah Jalan Kartini, Yos Sudarso, KH Mukmin, dan Jaksa Agung Suprapto.

Akibat genangan air itu, ribuan rumah warga di empat kelurahan tersebut terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi, dari setinggi mata kaki hingga dada orang dewasa. Selain itu, genangan tersebut membuat kemacetan di ruas jalan kota.

Amin Mustofa, 21 tahun, warga Perum Sidokare Asri, mengatakan setiap kali musim hujan tiba seperti sekarang, banjir kerap menggenangi perumahannya. "Namun banjir kali ini bisa dikatakan paling parah, meski jalan sudah ditinggikan," tuturnya.

Fatimah, 55 tahun, warga Sidokare, mengaku sampai saat ini tidak ada bantuan ataupun perhatian dari pemerintah setempat. "Padahal banjir sudah kerap terjadi dan sekarang paling parah," kata ibu yang rumahnya persis di pinggir Jalan Sidokare ini.

Menurut dia, selain karena intensitas hujan yang tinggi, banjir yang melanda desanya itu terjadi karena sistem drainase yang buruk. Karena itu, dia berharap pemerintah segera mengatasinya sehingga dia dan warga lain tidak dipusingkan lagi oleh banjir.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pengairan Kabupaten Sidoarjo Fatchur Rahman belum bisa dimintai keterangan. Pesan pendek dan telepon yang dilayangkan Tempo tak kunjung dibalas. Demikian pula Penjabat Bupati Sidoarjo Jonathan Judianto.

https://nasional.tempo.co/read/news/2016/02/06/058742784/banjir-rendam-ribuan-rumah-di-empat-kelurahan-di-sidoarjo


Curah Hujan Tinggi, Sidoarjo Tergenang

Tingginya curah hujan di sebagian wilayah Jawa Timur beberapa hari terakhir ini berdampak kepada timbulnya genangan atau banjir di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Salah satu wilayah yang berpotensi tergenang banjir adalah Kelurahan Sidokare, Kabupaten Sidoarjo.

Di wilayah ini sebanyak 150 rumah warga digenangi air hingga lutut kaki dewasa.

Selama banjir warga setempat hanya berharap agar air segera surut, sebab genangan air di sungai di atas ambang batas. ‘Aktifitas warga berjalan normal meski rumah telah dimasuki air,” ungkap Nurul Huda.

Rumah warga yang berada di bantaran sungai dipastikan air masuk rumah hingga lutut orang dewasa. Bukan itu saja, perumahan di Sidokare juga digenangi banjir.

Sementara itu guna meringankan beban warga yang tergenang banjir, BPBD Kab Sidoarjo membagikan paket sembako sebanyak 250 paket.

Paket tersebut disampaikan secara simbolis kepada tojoh masyarakat untuk disalurkan kepada warga yang tergenang banjir.

Berdasarkan catatan BPBD Kab Sidoarjo, kawasan Sidokare menjadi wilayah dalam pantauan bencana banjir. Hampir setiap tahun kawasan tersebut menjadi langganan banjir.

“Untuk sementar kami beri bantuan sembako lebih dahulu, sambil koordinasi dengan dinas teknis lainnya,” ungkap Kepala BPBD Kab Sidoarjo Dwijo Prawito.

http://surabayanews.co.id/2016/02/08/43550/curah-hujan-tinggi-sidoarjo-tergenang.html


Banjir di Sidoarjo Langganan Tiap Tahun

Curah hujan deras, Jumat (5/2/2016) siang hingga malam kemarin, menyebabkan beberapa titik seperti Jalan Kapasan Sidokare, Kutuk Barat, dan Jalan Riyadhus Sholikin, Kabupaten Sidoarjo, tergenang banjir hingga Sabtu (6/2/2016).

Genangan air, di Jalan Riyadhus Sholikin tingginya sekitar 30 centimeter, Jalan Kapasan Sidokare 50 hingga 60 centimeter, dan di Jalan Kutuk Barat ketinggian sekitar 30 hingga 40 centimeter. Sehingga menyebabkan banyak air masuk ke dalam rumah warga sekitar.

Menurut Solikhawati, warga Kapasan Sidokare, Kecamatan Sidoarjo, banjir di depan rumahnya itu langganan terjadi tiap tahun, ketika memasuki musim hujan. "Tiap tahun di sini (Kapasan Sidokare, red) sudah jadi langganan banjir," kata Solkhawati, kepada suarasurabaya.net, Sabtu (6/2/2016).

Untuk banjir di Kapasan Sidokare dan Kutuk Barat juga menyebabkan kendaraan yang melintas mogok. Mereka terpaksa harus mendorong dan ada yang banyak kembali menghindari banjir.

Selain itu, warga sekitar juga banyak memasang tempat duduk ataupun kursi di tengah jalan, secara melintang. Agar, kendaraan yang melintas, baik motor dan mobil tidak melaju dengan kecepatan tinggi.

Banjir di Kapasan Sidokare dan Kutuk Barat, sebuah sekolah dasar, siswanya terpaksa dipulangkan lebih cepat, karena ruang kelasnya kebanjiran. (bry/dop/ipg)

http://www.suarasurabaya.net/fokus/735/2016/166847-Banjir-di-Sidoarjo-Langganan-Tiap-Tahun


Ini Penyebab Terjadinya Banjir di Sidoarjo

Genangan banjir di wilayah Kapasan Sidokare dan Kutuk Barat, Sidoarjo memang dekat dengan mesin pompa penyedot air. Namun pompa belum bisa maksimal berperan, faktornya cukup beraneka ragam.
Seperti dikatakan Jaminun, seorang penjaga mesin pompa Sidokare, faktor penyebab banjir itu seperti sungai meluap, kotoran sampah ada di saluran gorong-gorong dan sungai. Sehingga menyebabkan debit volume air makin tinggi dan terjadi banjir saat hujan deras.

"Penyumbatan di saluran gorong-gorong menuju saluran mesin pompa penyedot air yang akan dibuang ke sungai sebabkan banjir," kata Jaminun, kepada suarasurabaya.net, Sabtu (6/2/2016).

Untuk faktor lainnya, karena masyarakat banyak membuang sampah di sembarang tempat. Seperti di sungai ataupun di tempat gorong-gorong, sehingga banyak kotoran sampah yang menyumbat saluran air menuju mesin pompa, ketika terjadi banjir.

"Banyak kotoran sampah ditemukan di penyekat pemisah dengan saluran air ke mesin pompa penyedot, yang nantinya air dibuang ke sungai," ujar dia.

Banyaknya kotoran sampah tersebut, Jaminun harus mengambil kotoran secara manual. Agar, saluran air menuju mesin pompa penyedot air tidak tersebut.

Secara terpisah Solikhawati juga mengaku, kalau banjir di Jalan Kapasan Sidokare dan Kutuk Barat tiap tahun selalu jadi langganan banjir. Airnya juga masuk ke dalam rumah.

Meski lantai rumahnya sudah ditinggikan, faktor penyebabnya juga senada dengan Jaminun, yaitu masalah gorong-gorong dan sampah.

"Jalannya di depan rumah juga sudah ditinggikan, tapi masih tetap banjir. Terus selokan got (gorong-gorong itu kecil, red) dan banyak sampah," kata Solikhawati. (bry/ipg)

http://kelanakota.suarasurabaya.net/news/2016/166850-Ini-Penyebab-Terjadinya-Banjir-di-Sidoarjo

Wednesday, March 18, 2015

Kawasan di Surabaya dan Sidoarjo Tergenang Banjir

Pagi Ini, Beberapa Kawasan di Surabaya dan Sidoarjo Tergenang Banjir

Kamis, 19 Maret 2015

Hujan deras yang mengguyur Surabaya dan Sidoarjo pada Rabu (18/3/2015)malam mengakibatkan sejumlah wilayah tergenang air hingga arus lalu lintas terganggu, Kamis (19/3/2015) pagi. Pendengar Radio Suara Surabaya dan netter E100 melaporkan wilayah yang tergenang adalah Tropodo, Sememi, Sidokare, Pakal, Wringin Anom dan Benowo.

Giarto melaporkan, “Raya Tropodo arah Wadung Asri padat sekali karena masih ada genangan air setinggi 20 cm. Ekor antrian sampai perempatan Sedati”.

Ani melaporkan, “Jalan Jurang Kuping Pakal ada genangan air 50 cm. Mulai jembatan Pakal di Raya Benowo sampai terminal juga masih tergenang air”.

Aldi melaporkan, “Dari traffic light Sedati sampai Tropodo Indah dibutuhkan waktu 45 menit. Genangan mungkin karena sungai di daerah Tamasa mengecil dan beberapa selokan perumahan menjadi satu dengan perumahan Tropodo”.

Miftah melaporkan, “Jalan Raya Benowo banjir. Akses Gelora Bung Tomo juga tergenang air. Barat Polsek Benowo juga ada genangan air”.

Effendy melaporkan, “Kendaraan yang mau masuk ke Wisma Tropodo terhalang genangan”.

Nunung melaporkan, “Keluar Benowo Indah-Wijaya Putra-Sememi ada genangan air sekitar 30 cm. Lalu lintas padat sekali”.

Nina Yanti melaporkan, “Banjir di Tropodo Indah, tinggi air satu ban motor.” Subianto melaporkan, “Raya Benowo masih tergenang air. Pasar Benowo tergenang setinggi 40 cm”.

Ali Ashar melaporkan, “Moroseneng sampai Pakal banjir sekitar 20 cm, lalu lintas merambat”.

Sementaraitu, melalui fanpage Facebook e100, Akun Dewi Sekar menulis, “Banjar Sugihan, Tandes, air menggenang efek hujan semalam, bahkan sudah masuk garasi rumah”.

Arianto menulis, ” Sidokare Asri banjir sejak tadi malam hingga sekarang, ketinggian air 20-30cm cuaca gerimis”.

Sigit Widodo menulis, “Jalan Singapore Pakal selatan rel kereta banjir, paling dalam selutut orang dewasa. Jalan Raya benowo, Ngasinan macet dan banjir. Pasar Benowo juga banjir selutut”.

Widy menulis, “Hujannya kemarin cuma satu jam, tapi banjirnya luar biasa. Akses keluar jalan raya lumpuh”. 


Sumber :

https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2015/Pagi-Ini-Beberapa-Kawasan-di-Surabaya-dan-Sidoarjo-Tergenang-Banjir/

Tuesday, January 1, 2013

Banjir Rendam Sebagian Wilayah Sidoarjo

Banjir Rendam Sebagian Wilayah Sidoarjo

Rabu, 2 Januari 2013 13:27 WIB


Banjir merendam sebagian wilayah Sidokare, Sidoarjo, menyusul adanya luapan air Sungai Kutuk yang melintas di kawasan tersebut.

Seorang warga, Suparmi, menuuturkan, banjir yang terjadi di kawasan Sidokare ini akibat luapan sungai serta didukung dengan curah hujan tinggi sejak Selasa (1/1) malam hingga Rabu (1/2) dini hari tadi.

"Hujannya tidak begitu lebat, tetapi durasi waktunya yang lama sehingga membuat sungai yang melintas di kawasan ini menjadi meluap dan merendam sebagian wilayah kami," katanya, Rabu.

Ia mengemukakan, di wilayah Sidokare ini sendiri memang sudah menjadi langganan banjir setiap kali musim hujan datang menyusul tidak adanya tanggul penahan luapan air di pinggir sungai.

"Jarak antara rumah warga dengan sungai yang cukup dekat membuat air dapat dengan mudah merendam sebagian rumah penduduk yang ada di kawasan tersebut," katanya.

Ia mengatakan, untuk banjir yang terjadi di Sidokare ini genangan airnya mencapai 30 sentimeter atau lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 70 sentimeter.

Hal senada juga disampaikan oleh Samuel warga lainnya yang mengatakan jika air mulai menggenangi rumah warga sejak pagi hari akibat luapan sungai.

"Kami terpaksa memasang rambu-rambu dengan peralatan seadanya supaya para pengendara yang melintas di kawasan ini tidak bisa," katanya.

Menurutnya, setiap kali ada kendaraan yang lewat, gelombang air yang ditimbulkan langsung masuk ke dalam rumah dan hal tersebut sangat merugikan warga.

"Kami berharap, pemerintah setempat segera memberikan bantuan kepada warga, karena warga tidak ingin setiap kali hujan datang selalu dihantui dengan datangnya banjir," katanya.


Sumber :

https://jatim.antaranews.com/berita/101898/banjir-rendam-sebagian-wilayah-sidoarjo

Tuesday, December 25, 2012

Wilayah Kota Sidoarjo Terendam

Hujan Deras Semalaman, Wilayah Kota Sidoarjo Terendam 

2011/12/26


Hujan  deras selama kurang lebih 5 jam, membuat Sidoarjo kota mengalami banjir di beberapa titik. Di kawasan Sidokare, kawasan ini menjadi langganan banjir.

Hingga pagi ini air masih  menggenangi ruas jalan dan pemukiman rumah warga yang ada di sepanjang kali Sidoarare/Karang gayam. Sulitnya air surut disebabkan volume air sungai sama tinggi dengan tanggul.

Akibat banjir, sebagian jalan yang tergenang air hingga ketinggian sekitar 20 sentimeter dilakukan blokade jalan. Warga di di Jl KH Mukmin, terpaksa menutup jalan karena air yang menggenangi aspal jalan sudah hampir selutut. Arus lalulintas kemudian dialihkan ke Jl Airlangga.

Kawasan Sidowayah tak kalah parah. Akibat banjir itu, warga memberikan batas penutupan dengan aneka macam agar kendaraan tidak masuk. Warga tidak mau genangan air akan lari kemana-mana karena terdorong aktivitas kendaraan bermotor yang melintasi kawasan mereka.

Desa Pucang yang di sekitar Jl Gajahmada dan di Jl Raden Patah juga diblokade warga. Air yang menggenang juga tidak bisa mengalir karena air Sungai Karang gayam meluap.


Sumber :

https://www.lensaindonesia.com/2011/12/26/hujan-deras-semalaman-wilayah-kota-sidoarjo-terendam.html

Related Posts