Wednesday, June 17, 2015

Jadwal Buka Puasa dan Sahur Puasa

Berikut adalah panduan kita untuk buka puasa dan sahur selama puasa Ramadhan di kota Sidoarjo tahun 2015 / 1436 H 18 Juni S/D 17 Juli 2015

Tgl Masehi         Tgl Hijriah                 Imsak Shubuh Dzuhur Ashar Maghrib Isya         Terbit Dhuha
18 Juni 2015 M 1 Ramadhan 1436 H 04:07 04:17 11:32 14:53 17:22 18:37 05:38 06:00
19 Juni 2015 M 2 Ramadhan 1436 H 04:07 04:17 11:32 14:53 17:23 18:38 05:38 06:00
20 Juni 2015 M 3 Ramadhan 1436 H 04:08 04:18 11:32 14:53 17:23 18:38 05:38 06:01
21 Juni 2015 M 4 Ramadhan 1436 H 04:08 04:18 11:32 14:53 17:23 18:38 05:39 06:01
22 Juni 2015 M 5 Ramadhan 1436 H 04:08 04:18 11:33 14:53 17:23 18:38 05:39 06:01
23 Juni 2015 M 6 Ramadhan 1436 H 04:08 04:18 11:33 14:54 17:23 18:38 05:39 06:01
24 Juni 2015 M 7 Ramadhan 1436 H 04:08 04:18 11:33 14:54 17:24 18:39 05:39 06:01
25 Juni 2015 M 8 Ramadhan 1436 H 04:09 04:19 11:33 14:54 17:24 18:39 05:39 06:02
26 Juni 2015 M 9 Ramadhan 1436 H 04:09 04:19 11:33 14:54 17:24 18:39 05:40 06:02
27 Juni 2015 M 10 Ramadhan 1436 H 04:09 04:19 11:34 14:55 17:24 18:39 05:40 06:02
28 Juni 2015 M 11 Ramadhan 1436 H 04:09 04:19 11:34 14:55 17:25 18:40 05:40 06:02
29 Juni 2015 M 12 Ramadhan 1436 H 04:10 04:20 11:34 14:55 17:25 18:40 05:40 06:02
30 Juni 2015 M 13 Ramadhan 1436 H 04:10 04:20 11:34 14:55 17:25 18:40 05:40 06:02
1 Juli 2015 M 14 Ramadhan 1436 H 04:10 04:20 11:34 14:55 17:25 18:40 05:41 06:03
2 Juli 2015 M 15 Ramadhan 1436 H 04:10 04:20 11:35 14:56 17:25 18:40 05:41 06:03
3 Juli 2015 M 16 Ramadhan 1436 H 04:10 04:20 11:35 14:56 17:26 18:41 05:41 06:03
4 Juli 2015 M 17 Ramadhan 1436 H 04:10 04:20 11:35 14:56 17:26 18:41 05:41 06:03
5 Juli 2015 M 18 Ramadhan 1436 H 04:11 04:21 11:35 14:56 17:26 18:41 05:41 06:03
6 Juli 2015 M 19 Ramadhan 1436 H 04:11 04:21 11:35 14:56 17:26 18:41 05:41 06:03
7 Juli 2015 M 20 Ramadhan 1436 H 04:11 04:21 11:35 14:57 17:27 18:41 05:41 06:03
8 Juli 2015 M 21 Ramadhan 1436 H 04:11 04:21 11:36 14:57 17:27 18:41 05:41 06:03
9 Juli 2015 M 22 Ramadhan 1436 H 04:11 04:21 11:36 14:57 17:27 18:42 05:42 06:03
10 Juli 2015 M 23 Ramadhan 1436 H 04:11 04:21 11:36 14:57 17:27 18:42 05:42 06:04
11 Juli 2015 M 24 Ramadhan 1436 H 04:12 04:22 11:36 14:57 17:28 18:42 05:42 06:04
12 Juli 2015 M 25 Ramadhan 1436 H 04:12 04:22 11:36 14:57 17:28 18:42 05:42 06:04
13 Juli 2015 M 26 Ramadhan 1436 H 04:12 04:22 11:36 14:58 17:28 18:42 05:42 06:04
14 Juli 2015 M 27 Ramadhan 1436 H 04:12 04:22 11:36 14:58 17:28 18:42 05:42 06:04
15 Juli 2015 M 28 Ramadhan 1436 H 04:12 04:22 11:37 14:58 17:28 18:42 05:42 06:04
16 Juli 2015 M 29 Ramadhan 1436 H 04:12 04:22 11:37 14:58 17:29 18:43 05:42 06:04
17 Juli 2015 M 1 Syawal 1436 H         04:12 04:22 11:37 14:58 17:29 18:43 05:42 06:04

Sumber :
http://www.jadwalimsak.info/jadwal-imsak-sidoarjo.html#sthash.Lsx0xWpT.dpuf

Wednesday, June 10, 2015

Ulang Tahun Sidoarjo


Tahun 2015 merupakan hari jadi Kabupaten Sidoarjo yang ke 156 tahun. untuk memperingatinya diadakan pawai budaya Sidoarjo yang digelar jalan raya A. Yani atau sebelah timur alun-alun Sidoarjo.

Pawai budaya yang bertemakan Sidoarjo Exotic Carnival 2015 itu dimulai dari perempatan jalan raya A. Yani melewati jalan MH Thamrim, jalan Pahlawan dan finish di Gor Delta Sidoarjo. Acara yang dimeriahkan dengan puluhan kendaraan hias dan diawali dengan tarian Banjar Kemuning dari sanggar tari Sidoarjo itu, disambut antusias oleh ribuan warga Kabupaten Sidoarjo yang memenuhi sepajang jalan yang dilalui arak-arakan.

Sidoarjo dulu dikenal sebagai pusat Kerajaan Janggala. Pada masa kolonialisme Hindia Belanda, daerah Sidoarjo bernama Sidokare, yang merupakan bagian dari Kabupaten Surabaya. Daerah Sidokare dipimpin oleh seorang patih bernama R. Ng. Djojohardjo, bertempat tinggal di kampung Pucang Anom yang dibantu oleh seorang wedana yaitu Bagus Ranuwiryo yang berdiam di kampung Pangabahan.

Pada 1859, berdasarkan Keputusan Pemerintah Hindia Belanda No. 9/1859 tanggal 31 Januari 1859 Staatsblad No. 6, daerah Kabupaten Surabaya dibagi menjadi dua bagian yaitu Kabupaten Surabaya dan Kabupaten Sidokare.

Sidokare dipimpin R. Notopuro (kemudian bergelar R.T.P. Tjokronegoro) yang berasal dari Kasepuhan. Ia adalah putra dari R.A.P. Tjokronegoro, Bupati Surabaya. Pada tanggal 28 Mei 1859, nama Kabupaten Sidokare yang memiliki konotasi kurang bagus diubah namanya menjadi Kabupaten Sidoarjo.

Setelah R. Notopuro wafat tahun 1862, maka kakak almarhum pada tahun 1863 diangkat sebagai bupati, yaitu Bupati R.T.A.A. Tjokronegoro II yang merupakan pindahan dari Lamongan. Pada tahun 1883 Bupati Tjokronegoro pensiun, sebagai gantinya diangkat R.P. Sumodiredjo pindahan dari Tulungagung tetapi hanya 3 bulan saja menjabat sebagai Bupati karena wafat pada tahun itu juga, dan R.A.A.T. Tjondronegoro I diangkat sebagai gantinya.

Di masa Pedudukan Jepang (8 Maret 1942 - 15 Agustus 1945), daerah delta Sungai Brantas termasuk Sidoarjo juga berada di bawah kekuasaan Pemerintahan Militer Jepang (yaitu oleh Kaigun, tentara Laut Jepang). Pada tanggal 15 Agustus 1945, Jepang menyerah pada Sekutu. Permulaan bulan Maret 1946 Belanda mulai aktif dalam usaha-usahanya untuk menduduki kembali daerah ini.

Ketika Belanda menduduki Gedangan, pemerintah Indonesia memindahkan pusat pemerintahan Sidoarjo ke Porong. Daerah Dungus (Kecamatan Sukodono) menjadi daerah rebutan dengan Belanda. Tanggal 24 Desember 1946, Belanda mulai menyerang kota Sidoarjo dengan serangan dari jurusan Tulangan.

Sidoarjo jatuh ke tangan Belanda hari itu juga. Pusat pemerintahan Sidoarjo lalu dipindahkan lagi ke daerah Jombang. Pemerintahan pendudukan Belanda (dikenal dengan nama Recomba) berusaha membentuk kembali pemerintahan seperti pada masa kolonial dulu.

Pada November 1948, dibentuklah Negara Jawa Timur salah satu negara bagian dalam Republik Indonesia Serikat. Sidoarjo berada di bawah pemerintahan Recomba hingga tahun 1949. Tanggal 27 Desember 1949, sebagai hasil kesepakatan Konferensi Meja Bundar, Belanda menyerahkan kembali Negara Jawa Timur kepada Republik Indonesia, sehingga daerah delta Brantas dengan sendirinya menjadi daerah Republik Indonesia.


Sumber :
http://www.beritasidoarjo.com/?p=6506
http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Sidoarjo

Monday, May 25, 2015

Buaya Porong Sidoarjo

Kota Sidoarjo khususnya daerah Porong sekarang ini tidak hanya dihebohkan oleh semburan lumpur yang tidak pernah berhenti, tapi kali ini adalah oleh buaya. Bukan buaya darat. Tapi benar-benar hewan predator.


Sumber : surabaya.tribunnews.com

Heboh, Puluhan Buaya Muncul dan Berjemur di Kali Porong

Fenomena alam menarik terjadi di bantaran Kali Porong, tepatnya Dusun Awar-awar, Desa Tambakrejo, Kecamatan Krembung, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (24/5/2015).
Kawanan buaya berjumlah puluhan tiba-tiba muncul. Bukan hanya di permukaan air, kawanan buaya ini juga berjemur di pinggiran sungai. Saksi pertama yang melihat kemunculan satwa itu adalah Wakidin. Pria 62 tahun itu pun terkejut dengan pemandangan yang dia lihat.

Seekor buaya berukuran besar berjemur tak jauh dari posisi dia berdiri. Wakidin pun seketika itu menjauh. "Wah saya kaget ada buaya di dekat situ. Saya langsung lari menjauh, takut ada serangan," kata pria berperawakan kurus itu.

Wakidin bertambah kaget ketika matanya tidak hanya melihat satu, tetapi bahkan puluhan buaya dengan berbagai ukuran. Buaya itu tersebar di beberapa titik. Buaya muara tersebut ada yang berukuran besar, sedang, dan kecil.

Mereka kebanyakan berjemur di gundukan bekas penambangan pasir. "Jumlahnya banyak. Mereka (buaya) juga tidak takut saat banyak warga yang melihat," kata dia.

Sontak, pemandangan ini mengundang ratusan warga datang ke lokasi. Mereka penasaran dengan kabar puluhan buaya muncul di Kali Porong. Hanya, tidak ada warga yang berani mendekati kubangan tempat buaya-buaya itu berjemur. Mereka hanya melihat dari pinggiran sungai yang berjarak 20 meter.

Saksi lain, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa ini merupakan fenomena langka dan belum pernah dia lihat sebelumnya. Menurut Wahyu, buaya yang terdapat di Kali Porong ini diduga satu jenis. "Moncongnya sama. Kalau tidak salah, jenisnya buaya muara," ujar pemuda 25 tahun itu.

Buaya jenis ini sering dilihat nelayan di pesisir Sidoarjo. Buaya jenis ini kadang bersarang di semak sekitar perairan Bluru.

Wahyu mengaku sering mendengar buaya terlihat di kawasan pesisir, tetapi baru tahu bila buaya-buaya itu bergerak menuju Kali Porong. Terlebih lagi, di sisi utara sungai terdapat semak-semak yang memungkinkan buaya bersarang. Rawa-rawa itu merupakan area bekas penambangan pasir.



Wow, Puluhan Buaya Berjemur di Kali Porong Sidoarjo

Fenomena alam menarik terjadi di bantaran Kali Porong, tepatnya Dusun Awar-awar, Desa Tambakrejo, Kecamatan Krembung, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (24/05/2015).Kawanan buaya berjumlah puluhan tiba-tiba muncul. Bukan hanya di permukaan air, kawanan buaya ini juga berjemur di pinggiran sungai.

Saksi pertama yang melihat kemunculan satwa karnivora itu adalah Wakidin. Pria 62 tahun itu terkejut dengan pemandangan yang dia lihat.

Seekor buaya berukuran besar asyik berjemur tak jauh dari posisi dia berdiri. Wakidin pun seketika itu menjauh.

"Wah saya kaget ada buaya di dekat situ. Saya langsung lari menjauh takut ada serangan," kata pria berpawakan kurus itu.


Sumber :
http://regional.kompas.com/read/2015/05/25/11191431/Heboh.Puluhan.Buaya.Muncul.dan.Berjemur.di.Kali.Porong.
http://surabaya.tribunnews.com/2015/05/24/wow-puluhan-buaya-berjemur-di-kali-porong-sidoarjo

Sunday, May 10, 2015

Street Shop Sidoarjo

Ingin Jadi Ikon Street Shop Sidoarjo

Pedagang Kali Lima (PKL) di Perumahan Taman Pinang memiliki angan-angan besar. Mereka berharap, kawasan tempat mereka berjualan menjadi ikon Kabupaten Sidoarjo."Street Shop konsepnya. Jadi, kami, ibu bukan sembarang PKL lho," kata Koordinator PKL, Eka Sri Wulandhari. sembari tertawa, Minggu (10/5/2015).

Dia menjelaskan, hampir semua PKL di Taman Pinang tidak menggunakan gerobak. Etalase pedagang di sana memanfaatkan mobil pribadi. Itulah keunikan pedagang di Taman Pinang.
"Kami pakai mobil untuk berdagang. Jadi kami bukan sekedar berjualan di jalan tetapi juga menegaskan kami bersih dan bisa dijadikan ikon wisata belanja," katanya.

Keunikan lain, kata dia, dia dan sekitar 158 pedagang hanya berjualan pada hari libur dan besar nasional. Jam operasional pun terbatas dari pukul 06.00 sampai 12.00. Para pedagang menjajakan dagangan bervariasi, mulai dari kuliner sampai urusan rumah tangga.

"Kami ada yang jualan sarapan, kursi, meja, pakaian, sepatu sampai perkakas rumah tangga. Jadi sambil olah raga, pengunjung bisa jalan-jalan dan belanja. Harga kami murah dan terjangkau semua kalangan," ujar pedagang nasi pecel itu.

Hampir semua pedagang di sana adalah warga Sidoarjo. Sedangkan pengunjungnya, tersebar dari kota-kota sekitar Sudoarjo. Eka sering mendapatkan pelanggan dari Surabaya dan sekitarnya.

"Pengunjung ini penasaran setelah mendengar ulasan tentang kami di radio. Jadi banyak yang dari luar kota, yang biasanya lewat tol itu mampir ke tempat kami. Ini artinya kami membantu pemerintah memutar roda ekonomi," kata Eka.

http://surabaya.tribunnews.com/2015/05/10/ingin-jadi-ikon-street-shop-sidoarjo

Wednesday, May 6, 2015

Pulau Marina

Warga Sidoarjo dan Pasuruan Rebutan Pulau Marina

Warga Desa Kedung Pandan, Kecamatan Jabon, Sidoarjo protes atas pematokan tersebut. Apalagi warga Kedung Pandan juga mengklaim jika Pulau Marina masuk wilayah Sidoarjo.

Pematokan dilakukan warga Pulau Kerto pada Senin 4 April. Tentu saja ulah ini membuat warga Kedung Pandan berniat mencabut patok-patok tersebut.

Didik berharap kepala desa dari dua desa itu bisa menenangkan warganya. Untuk mengantisipasi kontak fisik, aparat keamanan yang turun ke lokasi, berjaga agar tidak ada warga yang nekat mendatangi Pulau Marina untuk mencabut patok.

Kasus sengketa ini sebenarnya sudah masuk ke meja dua bupati, yakni Sidoarjo dan Pasuruan.

Ali Sarbini menambahkan, sebenarnya Pulau Marina masuk wilayah Sidoarjo. Klaim itu didasarkan pada peta wilayah.

Selama ini juga tidak ada konflik yang terjadi terkait klaim pulau tersebut. Apalagi sampai berlanjut pada aksi pemasangan patok oleh warga Pasuruan.

Ali berharap agar pulau tersebut disterilkan agar tidak memicu konflik. Bahkan, dia sudah meminta petunjuk batas wilayah Desa Kedung Pandan.

Batas wilayahnya akan dinyatakan sesuai keputusan Bupati, Gubernur dan Mendagri. Dengan demikian akan diketahui mana batas Sidoarjo dan mana Kabupaten Pasuruan di Azimut 76 Derajat 30. Termasuk Pulau Marina di dalam batas dua wilayah ini.

Konflik antara warga Desa Kedung Pandan, Kecamatan Jabon dan Pulau Kerto, Kabupaten Pasuruan berkaitan dengan pemanfaatan Pulau Marina. Selama ini, pulau tersebut secara swadaya sudah dikelola warga Kedung Pandan.

Pengelolaan itu masih belum sampai pada pemanfaatan. Apalagi, kondisi pulau tersebut masih dipengaruhi pasang surutnya air laut. Ketika air pasang, pulau yang bisa dimanfaatkan untuk tambak ini tidak kelihatan.

Ali menduga, warga dari Pulau Kerto juga ingin mengambil untung dari sedimentasi tersebut yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk tambak. Mereka kemudian memasang patok yang kemudian menyulut emosi warga Kedung Pandan.

Terpisah, anggota Komisi A DPRD Sidoarjo, Warih Andono mendesak Pemkab Sidoarjo bergerak cepat untuk menyelesaikan masalah ini. Pihaknya khawatir konflik antar warga dua wilayah akan meluas.


Pemkab Sidoarjo Merasa Pemilik Pulau Marina di Selat Madura

Pemkab Sidoarjo dan Pemkab Pasuruan akan bertemu membahas Pulau Marina yang menjadi obyek sengketa warga dua wilayah itu.Rencananya, pertemuan dilakukan pada Kamis (5/5/2015) di Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Menurut Asisten I Pemkab Sidoarjo, Asrofi, pemilik pulau tersebut sebenarnya sudah tidak perlu diperdebatkan. Pasalnya, merujuk dan batas wilayah, Pulau Marina adalah bagian dari Kabupaten Sidoarjo.

Dia menduga, klaim dari warga Pasuruan itu karena garis Pulau Lumpur yang melebar akibat sedimentasi lumpur Lapindo. Dia mengakui, Pulau Marina dan sekitarnya memiliki potensi perikanan yang menjanjikan, terutama untuk tambak.

Bahkan, kawasan ini secara khusus akan dikembangkan Kementerian Kelautan untuk budidaya perikanan.




Sumber :
http://daerah.sindonews.com/read/997766/23/warga-sidoarjo-dan-pasuruan-rebutan-pulau-marina-1430841572
http://surabaya.tribunnews.com/2015/05/06/pemkab-sidoarjo-merasa-pemilik-pulau-marina-di-selat-madura

Tuesday, May 5, 2015

Kue Lumpur Sidoarjo

Nikmatnya Kue Lumpur Khas Sidoarjo

Jika menyebut Lumpur Lapindo, pasti identik dengan kota Sidoarjo, lantaran peristiwa luberan lumpur lapindo itu sudah terjadi sejak 2006 silam.

Namun, ada satu lagi yang membuat orang ketika kita mengatakan ‘Lumpur’ pasti adanya di Sidoarjo, itu adalah Kue Lumpur Isi yang sangat terkenal di wilayah Sidoarjo dan luar Sidoarjo.

Kue lumpur isi khas Sidoarjo

Karena sudah dikenal oleh penikmat kuliner khususnya pecinta jajan basah, Lilik pemilik usaha sederhana Kue Lumpur isi itu harus bekerja keras bersama karyawannya, untuk membuat ratusan bahkan ribuan kue lumpur isi setiap harinya untuk memenuhi pesanan pembeli.

Terletak di jalan Hang Tuah Sidoarjo yang jaraknya 500 meter dari Alun-Alun Kota Sidoarjo, Lilik bersama delapan karywannya, memulai aktifitas membuat kue lumpur isi, mulai dini hari hingga pukul 17.00 petang.

Nampak di depan rumahnya, peralatan memasak kue lumpur berjajar.

Namun jika dilihat secara detail, peralatan yang digunakan tergolong sederhana.

Hanya menggunakan Loyang cetakan kue lumpur yang ditaruh diatas kompor serta atasnya ditumpuk dengan tungku yang terbuat dari besi berisi batu arang.

Identitas yang melekat pada kue lumpur yang sudah buka sejak 8 tahun yang lalu itu adalah isi dari kue lumpur tersebut.

Di toko kue lumpur Muda – Mudi Bu Lilik ini, kue lumpur yang biasanya tidak ada isinya ditoko tersebut kue lumpur diberi isi serutan kelapa muda dan daging.

Sehingga banyak sekali warga Sidoarjo maupun luar Sidoarjo, yang sangat menggemari jajanan itu.

Selain rasanya yang khas manis dan gurih, kue lumpur itu harganya sangat terjangkau.

Satu buah kue lumpurnya dijual dengan harga 2500 yang menggunakan isi kelapa muda (Degan. Red), dan yang tidak memakai isi dijual dengan harga 2000 rupiah

Untuk calon pembeli dengan jumlah yang banyak, Ibu Lilik biasanya menyarankan untuk memesannya terlebih dahulu.
Karena jika membeli dengan jumlah banyak pada hari itu juga, dia mengkhawatirkan tidak kebagian.

Jika anda penikmat kuliner jajan basah khususnya kue lumpur, adanya Kue lumpur isi Muda – Mudi ibu Lilik nampaknya cukup recommended untuk dijadikan jujukan untuk membeli kue lumpur.


Sumber :
http://kabarsidoarjo.com/?p=29746#sthash.2mNaxTuJ.dpuf

Wednesday, April 1, 2015

KRD Bojonegoro - Sidoarjo


Kereta api Surabaya-Bojonegoro atau dikenal sebagai KRD Bojonegoro merupakan kereta api ekonomi lokal di jalur Bojonegoro - Surabaya Pasar Turi.

Mulai tanggal 1 April 2015, kereta api ini akan diperpanjang trayeknya hingga ke Stasiun Sidoarjo. Kereta api ini menjadi kereta api ke-2 yang melewati shortcut Surabaya Pasar Turi-Surabaya Gubeng setelah Kereta api Jayabaya.

Jalur baru kereta Bojonegoro-Surabaya-Sidoarjo resmi dibuka pada Rabu, 1 April 2015, sedangkan kereta api yang melayani jenis ekonomi juga dikenai tarif yang relatif murah meriah.

Jalur Bojonegoro-Surabaya-Sidoarjo dilayani Kereta Rel Diesel (KRD) yang selama ini memang banyak digunakan untuk kalangan masyarakat menengah ke bawah, termasuk pedagang, pegawai, hingga mahasiswa. KRD juga akan singgah di Stasiun Babat, Lamongan, dan Kandangan, Gresik.

Tarif yang dikenakan PT Kereta Api Indonesia untuk rute Bojonegoro-Surabaya Rp 5.000 per orang, sedangkan untuk Bojonegoro-Sidoarjo tarifnya sebesar Rp 10.000 per orang.

Dibukanya jalur baru KRD Bojonegoro-Sidoarjo itu mendapat sambutan positif masyarakat. Apalagi jalur ini bisa banyak mengakomodir layanan untuk masyarakat di Bojonegoro, terutama untuk arah Surabaya bagian selatan, Sidoarjo, dan Malang.

Data di Stasiun Besar Kereta Api Bojonegoro menyebutkan KRD rute Bojonegoro-Surabaya-Sidoarjo membawa empat gerbong. Satu gerbong masing-masing berkapasitas 106 orang atau sekitar 424 penumpang sekali jalan. Untuk sementara jalur Bojonegoro-Sidoarjo hanya jalan satu kali, yaitu pukul 13.30 WIB.

Perpanjangan rute ini dilakukan dengan melihat animo masyarakat yang menggunakan kereta ini. Cukup banyak warga Sidoarjo yang menggunakan kereta ini. Dengan perpanjangan rute ini, warga Sidoarjo tidak perlu datang ke Stasiun Surabaya untuk naik kereta ini.

KA ekonomi ini tetap murah karena masih mendapatkan subsidi. Tiket jurusan Sidoarjo–Surabaya dan Surabaya – Bojonegoro adalah Rp 5 ribu sementara tiket Sidoarjo–Bojonegoro adalah Rp 10 ribu.

Dalam sehari, KA ini berangkat dari Stasiun Sidoarjo 2 kali, dengan rincian 1 kali dengan tujuan sampai Bojonegoro dan 1 kali berakhir di Surabaya Pasar Turi.

KA ini berkapasitas 420 tempat duduk dan sesuai aturan, untuk KA lokal berkapasitas 150 % dari jumlah tempat duduk.

Keputusan memperpanjang rute ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kami melihat tingkat okupansi kereta api tujuan Surabaya selalu penuh, oleh karena itu kami memutuskan untuk memperpanjang rute tersebut untuk memuat lebih banyak penumpang.


Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Kereta_api_Surabaya-Bojonegoro
http://www.tempo.co/read/news/2015/04/01/058654539/Jalur-Kereta-Bojonegoro-Sidoardjo-Dibuka-Hari-Ini
http://surabaya.tribunnews.com/2015/03/30/asyik-naik-sepur-dari-sidoarjo-sampai-bojonegoro-cuma-rp-10000
http://news.detik.com/surabaya/read/2015/03/31/132252/2874685/475/rute-ka-ekonomi-surabaya-bojonegoro-diperpanjang-hingga-sidoarjo

Related Posts