Wednesday, March 3, 2021

Kawasan Industri Halal Sidoarjo

Wapres Minta Jatim Beri Kemudahan Investor di Kawasan Industri Halal Sidoarjo

Rabu 03 Maret 2021

Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur aktif mempromosikan kawasan industri halal yang sudah ditetapkan di Sidorajo yaitu Safe and Lock Halal Industrial Park (HIP). Dengan demikian investor dapat segera masuk di kawasan ini.

"Saya harapkan agar pemerintah daerah Jawa Timur aktif dalam mempromosikan kawasan industri halal di Sidoarjo dan memberikan berbagai kemudahan agar para investor dapat segera beroperasi di kawasan ini," katanya dalam webinar 'Menyongsong Era Halal Industri Jawa Timur' yang diselenggarakan UIN Sunan Ampel Surabaya, Rabu (3/3/2021).

Safe and Lock Halal Industrial Park sudah ditetapkan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) di Sidoarjo. Selanjutnya, Ma'ruf berpsan agar kawasan industri halal tersebut dapat segera diisi dengan berbagai produsen industri produk halal.

Di sisi lain, Ma'ruf menilai Provinsi Jawa timur memiliki daya saing industri karena tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang baik, sumber daya alam yang melimpah, serta tersedianya infrastruktur jalan, pelabuhan dan bandara yang memadai.

"Saya mengharapkan agar pemerintah daerah Jawa Timur dapat segera mendorong agar semua fasilitas yang dibutuhkan di dalam suatu kawasan industri halal dapat segara terpenuhi, misalnya fasilitas lembaga pemeriksa halal termasuk ketersediaan penyelia halal, laboratorium, instalasi pengolahan air baku halal, layanan keuangan syariah, dan fasilitas lainnya," tutur Ma'ruf.

Ma'ruf berujar, saat ini pengembangan industri produk halal menjadi salah satu prioritas dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Pengembangan industri produk halal ini bukan semata-mata untuk produk halal itu sendiri, tetapi bertujuan untuk untuk menggerakkan industri domestik yang dapat menciptakan lapangan kerja dan mendorong perekonomian nasional.

Selain itu pengembangan industri produk halal juga bertujuan untuk melibatkan pelaku usaha kecil dan menengah dalam rantai pasok industri halal global (halal value chains).

"Semua peluang ini harus ditangkap oleh seluruh pemangku kepentingan di Jawa timur dalam rangka menuju salah satu pusat produk halal di Indonesia," ucapnya.

Pembentukan kawasan-kawasan industri halal maupun zona-zona halal di dalam kawasan industri yang sudah ada merupakan salah satu langkah strategis yang tengah dilakukan. Dengan pembentukan kawasan industri halal, seluruh layanan yang berhubungan dengan kehalalan produk berada dalam satu atap atau one stop service.

Kawasan industri lainnya yang telah ditetapkan sebagai kawasan industri halal oleh Kementerian Perindustrian adalah Modern Cikande Industrial Estate di Serang, Banten.

Sebagaimana diketahui, Indonesia memasuki babak baru dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah sejak diterbitkannya Perpres Nomor 28 Tahun 2020 tentang Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). KNEKS diketuai secara langsung oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden sebagai wakil ketua sekaligus merangkap sebagai ketua harian.

Melalui Perpres ini pengembangan ekonomi dan keuangan syariah difokuskan pada empat bidang, yaitu pengembangan industri produk halal; pengembangan industri keuangan syariah; pengembangan dana sosial syariah; dan pengembangan dan perluasan usaha syariah.


Sumber :

https://economy.okezone.com/read/2021/03/03/320/2371529/wapres-minta-jatim-beri-kemudahan-investor-di-kawasan-industri-halal-sidoarjo

https://ihram.co.id/berita/qktl3s327/pemkab-sidoarjo-percepat-pembangunan-kawasan-industri-halal

Kawasan Industri Halal di Sidoarjo

Pembangunan Kawasan Industri Halal di Sidoarjo Dipercepat

Jumat, 4 Desember 2020

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur mempercepat rencana pembangunan kawasan industri halal (KIH) yang diklaim pembangunan kawasan tersebut merupakan satu-satunya di Jatim.

“Sekarang sedang proses pengurukan dan mudah-mudahan Januari dan Februari 2021 selesai proses pengurukan. Kemudian ada tim dari Jakarta yang akan ke sini melakukan verifikasi,” kata Hudiyono Pj Bupati Sidoarjo di Sidoarjo, Jumat (4/12/2020).

Ia mengatakan dari kawasan 410 hektare yang dipersiapkan, ada 148 hektare yang siap dijadikan kawasan industri halal. Pemkab Sidoarjo menyambut baik penunjukan tersebut.

“Karena memang luas wilayah untuk sistem industri luas sekali, areanya sudah siap, masyarakatnya juga sudah siap,” kata Hudiyono seperti yang dilansir Antara.

Ari Suryono Kepala Dinas Penanamam Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sidoarjo mengatakan pihaknya akan mendukung kemudahan perizinan untuk kawasan indutri halal yang dibuat di sebagian kawasan “safe and lock“.

“Indutri halal perlu didorong karena begitu besarnya potensi produk halal baik di dalam atau luar negeri,” kata Ari.

Sebelumnya, Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur mengatakan, berdirinya KIH di Jatim akan mendorong perkembangan industri produk halal di Indonesia. Ia berharap produk makanan halal di Indonesia tembus 10 besar dunia.

Saat ini produk busana halal Indonesia telah menjadi yang terbesar kedua di dunia. Ia juga berharap semakin banyak produk halal yang berkualitas. Baik untuk pasar konsumsi dalam negeri maupun untuk melayani kebutuhan produk halal dunia.

Jumlah penduduk muslim dunia sangat besar. Menurut Global Population (2019), penduduk Muslim dunia tercatat 24 persen. Setara 1,9 miliar orang. Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk Muslim terbanyak di dunia. Saat ini tercatat 229 juta jiwa.


Sumber :

https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2020/pembangunan-kawasan-industri-halal-di-sidoarjo-dipercepat/

Monday, February 15, 2021

Sejumlah Area Di Sidoarjo Terendam Banjir Setelah Diguyur Hujan Berjam-Jam

Imbas Hujan Deras Kemarin, Sejumlah Ruas Jalan di Kawasan Gading Fajar Terendam Banjir

Senin, 15 Februari 2021 | 15:16 in Peristiwa

Beberapa ruas jalan di sekitar area Gading Fajar Sidoarjo terendam banjir. Banjir itu disebabkan oleh curah hujan yang tinggi yang terjadi sejak Minggu (14/2) sore hingga malam hari. Sebut saja jalan raya Sepande arah menuju patung udang bandeng. Lajur jalan sebelah kanan itu tergenangi air setinggi 5 hingga 10 cm.

Tidak hanya di situ saja. Di jalan Kutuk Barat, arah menuju Desa Sidokare pun ruas jalannya terendam air dengan ketinggian 10 cm lebih. Air itu menggenangi hingga ke area dekat UPTD Liponsos Sidokare.

Dari penuturan warga sekitar, genangan air di jalan tersebut sudah terjadi sejak kemarin malam. Menurutnya, air itu merupakan imbas dari naiknya permukaan air dari sungai yang berada di area sekitar jalan tersebut.

“Iya karena hujan kemarin itu, kali (sungai) di belakang sini kan juga naik airnya. Semalem lebih tinggi lagi airnya. Soalnya kan deras banget,” ujar Sri, salah seorang warga sekitar, Senin (15/2/2021).

Meski ada genangan air, akses jalan di sana tidak ditutup. Pengendara tetap bisa melintasi wilayah tersebut. Namun, imbas dari banjir ini terkadang menyebabkan penumpukan pengendara bermotor. Sebab, mereka harus menahan laju kendaraannya agar air tidak masuk ke rumah-rumah warga. 

https://sidoarjonews.id/imbas-hujan-deras-kemarin-sejumlah-ruas-jalan-di-kawasan-gading-fajar-terendam-banjir/


Sejumlah Wilayah di Sidoarjo Terendam Banjir

Selasa, 16 Februari 2021

Sejumlah wilayah di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terendam banjir dengan ketinggian bervariasi antara 30 hingga 50 centimeter menyusul tingginya intensitas hujan yang terjadi di wilayah setempat pada Senin (15/2/2021) malam.

Banjir antara lain terjadi di Jalan Raya Porong, Sidoarjo ketinggian banjir mencapai 50 centimeter sehingga arus lalu lintas di jalan itu ditutup untuk sementara. Iptu Cholil Kepala Unit Pengaturan Penjagaan Pengawalan dan Patroli (Turjawali) Polresta Sidoarjo di Sidoarjo, Selasa (16/2/2021), mengatakan arus kendaraan di Jalan Raya Porong terpaksa dialihkan.

“Untuk yang dari arah Kota Sidoarjo menuju ke Pasuruan dialihkan ke jalan arteri. Begitu pula untuk dari arah Pasuruan dialihkan sejak dari pertigaan Pusdik Porong menuju ke jalan arteri,” ujarnya seperti yang dilansir Antara.

Meskipun dialihkan, kata dia, lokasi Jalan Raya Porong banyak kendaraan yang nekad menerabas hingga akhirnya terjebak dan mogok di tengah banjir.

“Sebaiknya melewati Jalan Arteri Porong meskipun agak jauh, tetapi bisa dilewati dan tindak banjir,” ujarnya.

Untuk mengurangi ketinggian banjir di wilayah itu, sejumlah pompa milik Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) dikerahkan untuk mengalirkan air banjir ke dalam kolam penampungan. Di lokasi lain, banjir di Kabupaten Sidoarjo terjadi di Perumahan Sidokare akibat meluapnya sungai setempat dengan ketinggian 30 centimeter.

Selain itu, banjir juga terjadi di wilayah Kutuk Sidoarjo Kota dengan ketinggian 30 centimeter. Di wilayah Kecamatan Candi, Banjir juga terjadi di wilayah Keramean, dengan ketinggian 15 centimeter. Salah satu warga, Lely Dwi mengatakan banjir meningkat pagi ini. Ia berharap banjir bisa segera surut, supaya warga bisa beraktivitas lagi.

“Banjirnya tidak parah, tetapi banyak ikan yang masuk ke pekarangan rumah dan menjadi hiburan kami,” ucapnya.

Sementara, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Juanda mengatakan sejumlah wilayah di Jawa Timur masih berpotensi terjadi hujan lebat dengan intensitas tinggi selama beberapa hari ke depan.

Teguh Tri Susanto Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Juanda mengatakan masyarakat diharapkan waspada terhadap potensi terjadinya bencana hidrometeorologi.

“Masyarakat sebaiknya waspada potensi terjadinya bencana hidrometeorologi,” ujarnya.

https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2021/sejumlah-wilayah-di-sidoarjo-terendam-banjir/


Diguyur Hujan Berjam-Jam, Sejumlah Desa Di Sidoarjo Terendam Banjir

15 FEBRUARI 2021 

Sejumlah warga terpaksa menutup akses JL Desa Sumberejo, Kecamatan Wonoayu menuju Desa Suko, Kecamatan Sidoarjo karena tergenang banjir lebih dari 0,5 meter, Senin (15/02/2021). Sejumlah desa yang ada di 3 kecamatan terendam banjir, Senin (15/02/2021). Banjir itu, disebabkan intensitas hujan yang cukup tinggi.

Selain itu, juga disebabkan hujam empat jam lebih. Sejumlah desa yang tergenang banjir itu, diantaranya Desa Sumberejo, Kecamatan Wonoayu. Bahkan tingginya banjir membuat warga menutup akses jalan alternatif Desa Sumberejo, Kecamatan Wonoayu menuju Desa Suko, Kecamatan Sidoarjo itu.

"Warga terpaksa menutup jalan alternatif Wonoayu menuju Sidoarjo ini karena genangan air cukup tinggi. Jalan ditutup tepat di tikungan Perumahan Villa Jasmine II," ujar Mahmud warga setempat, Senin (15/02/2021).

Selain itu, banjir juga menutup jalan utama RT 13, RW 04, Desa Lebo dan JL di depan SMPN 4 Sidoarjo, Desa Suko, Kecamatan Sidoarjo. Banjir juga terjadi di Desa Sepande, Kecamatan Candi dan Sidokare, Kecamatan Sidoarjo tepatnya di depan perumahan timur perempatan Gading Fajar.

"Banjir hampir merata di sejumlah desa. Itu karena luapan sungai. Seperti di Desa Suko banjir karena luapan air sungai menutup jalan utama menuju Balai Desa Suko dari arah barat," ungkap Senadi pengguna jalan yang hendak masuk melalaui SMPN 4 Sidoarjo. 

Sementara hingga kini, petugas BPBD Pemkab Sidoarjo masih mendata sejumlah lokasi banjir di Sidoarjo. 

https://republikjatim.com/baca/diguyur-hujan-berjam-jam-sejumlah-desa-di-sidoarjo-terendam-banjir

Thursday, February 11, 2021

Kereta Komuter Sidoarjo - Surabaya - Gresik

5 Tahun Tidak Aktif, Stasiun Indro Gresik Kembali Beroperasi Hari Ini

10 Feb 2021, 08:32 WIB


Setelah tidak aktif sejak 2016, Stasiun kereta api (KA) Indro Gresik akan beroperasi kembali mulai hari ini,  Rabu (10/2/2021).

Kepala Stasiun Indro Mawan Novianto mengatakan, operasional perdana stasiun akan diawali dengan diberangkatkan KA Komuter jenis kereta rel diesel yang membawa penumpang dari Stasiun Indro menuju Stasiun Sidoarjo Kota pukul 12.40 WIB.

"Ini termasuk kereta lokal, tidak perlu dilengkapi dengan surat bebas COVID-19," kata Mawan menjelaskan dikutip dari Antara.

Mawan mengatakan telah melakukan sejumlah perbaikan menjelang diaktifkan kembali jalur kereta api tersebut, dan ada tiga jalur rel kereta di Stasiun Indro.

"Kami sudah renovasi di Stasiun Indro, mulai dari ruang tunggu, ruang loket untuk penumpang harus menggunakan protokol kesehatan ketat, mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak dan usahakan pakai lengan panjang," kata Mawan.

Jalur kereta api di Kabupaten Gresik, kata dia, juga sudah lama tidak dioperasikan untuk mengangkut penumpang, sekitar puluhan tahun.

"Terakhir memang pada 2016 jalur ini pernah dioperasikan untuk mengangkut logistik hingga Stasiun Indro. Namun, hanya bertahan satu tahun saja," katanya.

Manajer Humas Daop 8 Surabaya Luqman Arif mengatakan aktifnya kembali lintasan rel KA di Gresik merupakan bagian dari evaluasi sebelumnya yang kemudian dituangkan dalam Grafik Perjalanan KA (Gapeka) 2021.

"Pada Gapeka 2021, kami menambahkan lintasan baru, yaitu perjalanan KA Komuter yang menghubungkan Kota Sidoarjo dengan Kabupaten Gresik," katanya kepada wartawan.

Mantan Humas Daop III Cirebon itu menjelaskan, KA Komuter Sidoarjo-Gresik akan beroperasi sehari perjalanan atau satu kali pulang-pergi.

KA Komuter relasi Sidoarjo-Indro (KA 678 – 679), berangkat dari Stasiun Sidoarjo pada pukul 10.00 WIB dan tiba di Stasiun Indro pukul 12.11 WIB. Selanjutnya, KA Komuter relasi Indro-Sidoarjo (KA 680 – 677), berangkat dari Stasiun Indro pukul 12.40 WIB dan tiba di Stasiun Sidoarjo pukul 14.40 WIB.

Rangkaian KA Komuter terdiri dari empat gerbong/kereta jenis kereta rel diesel Indonesia (KRDI), dengan kapasitas daya angkut sesuai dengan protokol kesehatan sebanyak 186 penumpang.

Penerapan Gapeka 2021 ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Perhubungan No KP 1385 Tahun 2020 tentang Penetapan Grafik Perjalanan Kereta Api Tahun 2021 dan KP 1362 Tahun 2020 tentang Penetapan Lintas Pelayanan Perkeretaapian pada Grafik Perjalanan Kereta Api Tahun 2021. 

https://surabaya.liputan6.com/read/4479246/5-tahun-tidak-aktif-stasiun-indro-gresik-kembali-beroperasi-hari-ini



Stasiun Indro Gresik Akhirnya Dilalui Kereta Penumpang, Ini Rute, Jadwal, dan Tarifnya

10/02/2021

Setelah setahun persiapan dilakukan oleh jajaran PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 8, kereta api komuter yang menghubungkan Kabupaten Gresik dengan Surabaya dan Sidoarjo resmi beroperasi melayani penumpang, pada Rabu (10/2/2021). 

Kereta itu melayani penumpang di Stasiun Indro Gresik. Masyarakat yang penasaran mencoba kereta komuter itu pun antusias di Stasiun Indro. Apalagi, KAI hanya mematok tarif sebesar Rp 5.000 untuk sekali perjalanan, baik dari Gresik maupun arah sebaliknya yakni Surabaya dan Sidoarjo. 

"Mulai kemarin sudah tahu kalau ada uji coba, makanya ini penasaran ingin coba. Ingin melihat pemandangan dari kereta api," kata salah seorang penumpang, Dyah (29), saat ditemui di Stasiun Indro Gresik, Rabu. 

Lintasan yang dilalui kereta penumpang itu telah ada sebelumnya. Lintasan di Stasiun Indro Gresik itu biasanya digunakan kereta barang. Tetapi, lintasan rel kereta api itu tak lagi digunakan sejak 2017. Mulai tahun lalu, PT KAI mengaktifkan kembali jalur tersebut untuk kereta penumpang. 

"Persiapan mengaktifkan kembali telah kami lakukan sejak tahun kemarin. Mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, hingga perbaikan jalur dari Stasiun Indro ke Stasiun Kandangan," kata Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif. 

Luqman mengatakan, kereta komuter itu hanya melayani satu kali perjalanan dengan rute Gresik-Sidoarjo atau sebaliknya, dalam sehari. Kereta itu berangkat dari Stasiun Kandangan Sidoarjo pada pukul 10.00 WIB dan tiba di Stasiun Indro Gresik sekitar pukul 12.11 WIB. Selanjutnya, kereta api komuter relasi Indro-Sidoarjo (KA 680-677) berangkat dari Stasiun Indro Gresik pada pukul 12.40 WIB dan tiba di Stasiun Sidoarjo pukul 14.40 WIB. 

Rangkaian kereta ini terdiri dari empat gerbong, dengan kapasitas daya angkut sebanyak 186 penumpang, sesuai dengan aturan protokol kesehatan. Belum berlakukan GeNose Untuk sementara, PT KAI belum menggunakan uji deteksi cepat Covid-19 menggunakan GeNose di stasiun.  

Luqman menambahkan, pihaknya masih mengandalkan rapid test antigen bagi calon penumpang. "Sampai saat ini masih diberlakukan rapid test antigen bagi calon penumpang. Untuk GeNose masih menunggu petunjuk lebih lanjut," tutur Luqman. 

Meski begitu, Luqman menyatakan, pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan ketat untuk mencegah penyebaran Covid-19. Ia pun berharap para penumpang yang bisa mematuhi persyaratan yang telah ditentukan. 

Selain rapid test antigen, persyaratan lain yang ditentukan adalah menggunakan masker, membawa hand sanitizer, tidak berbicara di kereta, mencuci tangan di tempat yang telah disediakan, dan menjaga jarak. 

Lalu, sehat dan tidak mengalami gejala Covid-19, menempati tempat duduk yang disediakan, dan menggunakan baju lengan panjang atau jaket selama perjalanan. "Diharapkan dengan adanya operasional kereta komuter ini, dapat membantu mobilitas serta membangkitkan perekonomian di wilayah sekitar. Dengan tetap menerapkan protokol pencegahan Covid-19 secara ketat," kata Luqman.

https://regional.kompas.com/read/2021/02/10/16043971/stasiun-indro-gresik-akhirnya-dilalui-kereta-penumpang-ini-rute-jadwal-dan?page=all#page2.



Sekarang Sudah Ada Kereta Api Rute Sidoarjo - Surabaya - Gresik Anti Macet, Tarif Cuma Rp 5.000

Rabu, 10 Februari 2021 13:37

Mulai Rabu (10/2/2021) ini, warga Sidoarjo, Surabaya, Gresik dan sekitarnya bisa menggunakan KA komuter anti macet dengan tarif murah. 

Diah Wulandari, perempuan asal Sidoarjo, duduk santai bersama dua anaknya di dalam gerbong kereta api (KA) komuter Sidoarjo - Surabaya - Gresik, Rabu (10/2/2021) siang. Mereka sangat menikmati perjalanan dengan moda transportasi anti macet ini.

"Senang sekali bisa naik kereta. Cepat dan tidak macet. Berangkat pas sesuai jadwal. Ini saya bawa anak-anak. Pokoknya enak," ucap Diah.

PT KAI Daop 8 Surabaya secara resmi mengoperasikan kembali KA penumpang relasi tiga kota yang berdekatan itu. Mulai Rabu (10/2/2021) ini, warga Sidoarjo, Surabaya, Gresik dan sekitarnya bisa menggunakan KA komuter tersebut.

Selain anti macet, tarifnya juga sangat murah. Cukup membayar Rp 5.000 sudah bisa diantarkan sampai tiga kota itu.

Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif menuturkan, bahwa cara pesan tiketnya harus melalui aplikasi.

"Tiketnya bisa dipesan di aplikasi KAI Access," katanya.

Disampaikannya, bahwa perjalanan KA komuter tersebut adalah relasi terbaru yang menghubungkan Kota Sidoarjo (Stasiun Sidoarjo) dengan Kabupaten Gresik (Stasiun Indro). Jadwal perjalanan saat ini masih sekali jalan pulang pergi.

KA Komuter relasi Sidoarjo – Indro (KA 678 – 679) berangkat dari Stasiun Sidoarjo pukul 10:00 dan tiba di Stasiun Indro pukul 12:11 atau sekitar dua jam.

Kemudian Selanjutnya, KA komuter relasi Indro - Sidoarjo (KA 680 – 677) atau balik ke Sidoarjo, berangkat dari Stasiun Indro pukul 12:40 dan tiba di Stasiun Sidoarjo jam 14:40.

Rangkaian KA komuter ini membawa empat gerbong kereta jenis kereta rel diesel Indonesia (KRDI). Kapasitas daya angkut penumpang dibatasi sesuai dengan protokol kesehatan, sebanyak 186 penumpang.

"Karena masih pandemi harus tetap ketat mematuhi protokol kesehatan. Calon penumpang harus mematuhi ketentuan. Disarankan pakai lengan panjang," kata Luqman.

Berikut syarat naik KA komuter Sidoarjo-Gresik, di antaranya:

  1. Mengunakan Masker
  2. Membawa hand sanitizer
  3. Tidak boleh berbicara di dalam kereta
  4. Cuci tangan di tempat yang telah disediakan di stasiun
  5. Jaga jarak (physical distancing);
  6. Dalam kondisi sehat dan tidak terdapat gejala influensa, batuk, demam dan /atau sesak nafas;
  7. Proses boarding dilakukan secara mandiri disaksikan oleh petugas boarding dan menunjukkan tiket dan identitas yang sah, kecuali tiket go show yang tidak tertera data penumpang;
  8. Menempati tempat duduk yang tertera di dalam tiket atau tempat yang telah disediakan dan dilarang menempati tempat duduk yang telah diberi tanda khusus.
  9. Kami imbau agar mengunakan baju lengan panjang atau jaket.
  10. Jika dalam perjalanan terdapat penumpang dengan gejala covid, gejala influenza atau suhu badan > 37.3 derajat celcius, maka akan diturunkan di stasiun terdekat untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan oleh dokter
  11. Tidak perlu dilengkapi dengan Surat Bebas Covid-19.

“Diharapkan dengan adanya pengoperasionalan KA komuter relasi Stasiun Sidoarjo – Stasiun Indro ini dapat membantu mobilitas serta membangkitkan perekonomian di wilayah Surabaya dan sekitarnya," ujar Luqman.

https://surabaya.tribunnews.com/2021/02/10/sekarang-sudah-ada-kereta-api-rute-sidoarjo-surabaya-gresik-anti-macet-cuma-bayar-rp-5000?page=all.

Sunday, January 31, 2021

Kerajaan Janggala hingga Sidokare

Sidoarjo dulu dikenal sebagai pusat Kerajaan Janggala.

Pada masa kolonialisme Hindia Belanda, daerah Sidoarjo bernama Sidokare, yang merupakan bagian dari Kabupaten Surabaya. Daerah Sidokare dipimpin oleh seorang patih bernama R. Ng. Djojohardjo, bertempat tinggal di kampung Pucang Anom yang dibantu oleh seorang wedana yaitu Bagus Ranuwiryo yang berdiam di kampung Pangabahan.

Pada 1859, berdasarkan Keputusan Pemerintah Hindia Belanda No. 9/1859 tanggal 31 Januari 1859 Staatsblad No. 6, daerah Kabupaten Surabaya dibagi menjadi dua bagian yaitu Kabupaten Surabaya dan Kabupaten Sidokare. Sidokare dipimpin R. Notopuro (kemudian bergelar R.T.P. Tjokronegoro) yang berasal dari Kasepuhan. Ia adalah putra dari R.A.P. Tjokronegoro, Bupati Surabaya. Pada tanggal 28 Mei 1859, nama Kabupaten Sidokare yang memiliki konotasi kurang bagus diubah namanya menjadi Kabupaten Sidoarjo. Setelah R. Notopuro wafat tahun 1862, maka kakak almarhum pada tahun 1863 diangkat sebagai bupati, yaitu Bupati R.T.A.A. Tjokronegoro II yang merupakan pindahan dari Lamongan.

Pada tahun 1883 Bupati Tjokronegoro pensiun, sebagai gantinya diangkat R.P. Sumodiredjo pindahan dari Tulungagung tetapi hanya 3 bulan saja menjabat sebagai Bupati karena wafat pada tahun itu juga, dan R.A.A.T. Tjondronegoro I diangkat sebagai gantinya. Pada masa Pedudukan Jepang (8 Maret 1942 - 15 Agustus 1945), daerah delta Sungai Brantas termasuk Sidoarjo juga berada di bawah kekuasaan Pemerintahan Militer Jepang (yaitu oleh Kaigun, tentara Laut Jepang).

Pada tanggal 15 Agustus 1945, Jepang menyerah pada Sekutu. Permulaan bulan Maret 1946 Belanda mulai aktif dalam usaha-usahanya untuk menduduki kembali daerah ini. Ketika Belanda menduduki Gedangan, pemerintah Indonesia memindahkan pusat pemerintahan Sidoarjo ke Porong. Daerah Dungus (Kecamatan Sukodono) menjadi daerah rebutan dengan Belanda. Tanggal 24 Desember 1946, Belanda mulai menyerang kota Sidoarjo dengan serangan dari jurusan Tulangan. Sidoarjo jatuh ke tangan Belanda hari itu juga. Pusat pemerintahan Sidoarjo lalu dipindahkan lagi ke daerah Jombang. Pemerintahan pendudukan Belanda (dikenal dengan nama Recomba) berusaha membentuk kembali pemerintahan seperti pada masa kolonial dulu.

Pada November 1948, dibentuklah Negara Jawa Timur salah satu negara bagian dalam Republik Indonesia Serikat. Sidoarjo berada di bawah pemerintahan Recomba hingga tahun 1949. Tanggal 27 Desember 1949, sebagai hasil kesepakatan Konferensi Meja Bundar, Belanda menyerahkan kembali Negara Jawa Timur kepada Republik Indonesia, sehingga daerah delta Brantas dengan sendirinya menjadi daerah Republik Indonesia.

#Reshare grup info masyarakat Krian

Monday, January 18, 2021

Rencana Betonisasi Jalan Rusak di Raya Sedati, Desa Wedi

PJ Bupati Sidoarjo: Jalan Rusak di Raya Sedati, Desa Wedi Perlu Betonisasi

Senin, 18 Januari 2021

Hudiyono PJ Bupati Sidoarjo meninjau lokasi jalan berlubang di Raya Sedati Kilometer 2, Desa Wedi, Gedangan, Senin (18/1/2021). Foto: Denza suarasurabaya.net


Hudiyono melihat banyaknya jalan lubang di lokasi itu. Mobil harus berjalan pelan saat melintas. Sementara roda dua melewati jalan kecil di seberang sungai.

Dia sempat berbincang dengan warga setempat yang membantu mengatur lalu lintas pengendara. Pria itu menunjukkan kedalaman lubang kepada Hudiyono.

“Segini, Pak,” kata pria itu di hadapan Hudiyono dengan membenamkan kakinya ke lubang. Air di lubang itu hampir setinggi lutut pria tersebut.

Sekadar mengingatkan, di lokasi ini, pada 11 Januari kemarin, sebuah truk terguling dan masuk sungai karena menghindari lubang.

Tidak jarang, mobil kecil terjebak lubang yang tidak terlihat saat jalan tergenang, setelah hujan deras sehingga perlu mendapat bantuan.

“Iya, kalau (dibilang) rusak, sudah rusak parah ini. Saya lihat tidak ada drainase di kiri kanannya. Kami akan bikin drainase, dikeluarkan dulu airnya lalu kami lakukan pengaspalan,” ujarnya.

Pengaspalan, menurut Hudiyono, adalah langkah sementara. Dia perkirakan pengaspalan itu akan mampu bertahan setidaknya selama setahun.

Untuk jangka panjang, dia tegaskan, Jalan Raya Sedati 2, Desa Wedi, Gedangan itu perlu dilakukan betonisasi. “Karena ini jantung utama industri,” ujarnya.

Hudiyono juga akan meminta pemilik industri di sekitar lokasi jalan rusak ini untuk turut serta membantu penanganan jalan, terutama bila terjadi genangan.

“Ya, setidaknya turut mengeluarkan air dari jalan ini. Ya, entah dengan memompa atau apa. Sementara itu yang akan kami lakukan,” ujarnya kepada suarasurabaya.net.

Hudiyono mengeklaim, Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air Sidoarjo, sudah mengerjakan perbaikan jalan di sejumlah lokasi merespons keluhan masyarakat.

Di Jalan Brigjen Katamso, Waru misalnya. Tepatnya di depan PT Hanil Jaya Steel. Jalan yang tadinya berlubang memang sudah diaspal hari ini.

“Sore ini tadi sudah dikerjakan di sebelah timur. Ini nanti di sebelah barat, yang lebih parah, akan kami perbaiki. Besok, besok. Besok akan kami kerjakan,” ujarnya.

Sementara berkaitan betonisasi, Hudiyono menargetkan, khususnya di Jalan Raya Sedati 2, Desa Wedi, Gedangan, bisa tuntas pada tahun ini.


Sumber :

https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2021/pj-bupati-sidoarjo-jalan-rusak-di-raya-sedati-desa-wedi-perlu-betonisasi/

Friday, January 15, 2021

Pulau Sarinah

Pulau Sarinah, Pulau yang Tebentuk dari Lumpur Sidoarjo

13 APRIL 2016

Bagi warga Desa Tlocor, Kecamatan Jabon, Sidoarjo, Jawa Timur, nama Pulau Sarinah tidak asing lagi. Karena pulau seluas 80 hektare itu berada di Muara Sungai Porong yang bisa ditempuh setengah jam.

Pulau Sarinah merupakan pulau baru hasil dari sedimentasi lumpur yang keluar dari lumpur Lapindo, di Desa Renokenongo, Kecamatan Porong. Bertahun-tahun lumpur itu dibuang ke Sungai Porong, kini menghasilkan hamparan pulau di pesisir timur Sidoarjo.

Pemandangan sangatlah bagus jika pagi hari, ketika matahari mulai terbit. Yang membedakan dengan pantai Kuta dan Sanur hanyalah pasirnya saja. Pulau Sarinah hanyalah hamparan lumpur berwarna pekat yang dibentuk seperti pulau. Di tepi dipasang karung pasir agar lumpur dari muara yang disedot tidak kembali lagi ke sungai.

Pulau Sarinah merupakan sebutan yang biasa digunakan nelayan dan warga Tlocor. Sehingga, pulau yang berasal dari sedimentasi lumpur tersebut kini mulai dikenal dengan nama Pulau Sarinah. Untuk memudahkan perahu merapat, di pulau itu juga didirikan dermaga. Selama ini, Pulau Sarinah lebih sering digunakan pusat penelitian beberapa universitas dan aktivis lingkungan dengan menanam mangrove di kawasan itu. tapi kini, Pulau Sarinah sudah mulai dikenal dan menjadi ikon wisata baru.

Untuk bisa sampai ke pulau itu tidaklah sulit. Meski jaraknya cukup jauh dari Sidoarjo, namun jalan masuk menuju ke pulau itu sudah bagus. Setelah melewati jembatan Porong, wisatawan langsung belok kiri ke arah timur sekitar 15 kilometer sudah sampai di Dermaga Tlocor. “Dari dermaga bisa naik perahu. Banyak nelayan yang menyewakan perahu. Biasanya untuk mancing seharian di pulau Sarinah,” ujar Jakfar salah satu wargaJabon yang kerap berkunjung ke Pulau Sarinah.

Dari Dermaga Tlocor, wisatawan bisa menikmati suasana sungai yang sisi kanan dan kirinya dipenuhi pohon bakau dan sejenis api-api. Ombak yang tak seberapa besar membuat perahu cukup tenang. Jika air sedang surut, perjalanan naik perahu untuk bisa sampai ke Pulau Sarinah tak lebih dari setengah jam. Namun, jika air pasang waktu yang dibutuhkan cukup lama.

Bagi warga yang menyewakan perahu, selama ini mereka hanya melayani wisatawan yang akan mancing saja. Namun, seiring dikenalnya Pulau Sarinah itu, kini banyak wisatawan yang datang dan menyewa perahu sekedar berkunjung ke Pulau Sarinah. “Kalau sewa perahu pulang pergi (PP) biasanya Rp150 sampai Rp200 ribu,” ujar Sudarno, salah satu warga Tlocor yang biasanya menyewakan perahu.

Jika dikelola dengan baik, Pulau Sarinah akan menjadi salah satu tujuan wisata di Sidoarjo. Sebab, masyarakat akan penasaran seperti apa pulau yang terbuat dari lumpur. Apalagi, kalau di pulau itu diberi fasilitas tempat wisata alam. Tentunya akan lebih menarik wisatawan yang senang berpetualang. “Kalau di pulau itu diberi semacam paket penginapan dan areal tempat mancing tentunya akan lebih ramai,” ujar Sutrisno, salah satu warga yang juga pernah ke Pulau Sarinah.

Selain Pulau Sarinah, dikawasan pesisir muara Sungai Porong juga terdapat beberapa pulau yang bisa dikunjungi, seperti Pulau Pitu. Meski tidak ada penghuninya, namun dikawasan itu cukup menarik untuk dikunjungi. Disela-sela mancing, biasanya pengunjung beristrirahat dikawasan itu.


Sumber:

https://www.goodnewsfromindonesia.id/2016/04/13/pulau-sarinah-pulau-yang-tebentuk-dari-lumpur-sidoarjo

Related Posts