Thursday, October 22, 2020

Desain Fly Over Aloha

Pemkab Sidoarjo Siapkan Desain Fly Over Aloha, Lalu Lintas dari Arah Juanda Kerap bikin Macet

Rabu, 21 Oktober 2020 20:40


Tingginya volume kendaraan dari arah Surabaya, arah Sidoarjo, dan kendaraan dari Jalan Juanda kerap berakibat macet di kawasan Bundaran Aloha.

Ditambah lagi keberadaan rel kereta api, krosing saat kendaraan hendak putar balik, kendaraan keluar masuk Bangah, dan sebagainya, membuat kawasan itu selalu padat. Utamanya saat jam-jam berangkat dan pulang kerja.

“Penataan dan penanganan kawasan tersebut sudah masuk dalam program pemerintah pusat. Karena memang wewenangnya ada di pusat,” kata Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono, Rabu (21/10/2020).

Dalam hal ini, Pemkab Sidoarjo sudah menyampaikan usulan terkait rencana rekayasa atau penataan Bundaran Aloha. Dalam usulannya, Pemkab Sidoarjo juga telah menyiapkan desain pembangunan fly over di sana.

Fly over yang direncanakan itu, dari Jalan Juanda turun di sebalah barat atau jalan arah Sidoarjo menuju Surabaya. Dan dari jalan itu, ada fly over lagi menuju ke Jalan Juanda. Artinya, dua fly over dari dan menuju Jalan Juanda.

“Dengan begitu, kendaraan dari dan menuju Jalan Juanda tidak terpengaruh rel kereta api. Juga menghindari krosing di Bundaran Aloha. Tentu ada penambahan luas jalan di sebelah barat agar titik turun dan naik fly over tidak menimbulkan kepadatan baru,” lanjut Heri Soesanto, Kepala Bappeda Sidoarjo.

Menurutnya, program ini masuk dalam upaya percepatan pembangunan nasional. Termasuk juga penanganan di Perempatan Gedangan, exit Tol Jemundo atau Puspa Agro, dan sebagainya.

Namun, disebutnya bahwa semua itu menjadi kewenangan Kementrian PU. Pemkab Sidoarjo sifatnya hanya mengusulkan. “Desain memang kami yang mengusulkan, namun pembangunannya semua wewenang pusat,” tandasnya.

Kendati demikian, pihaknya sangat berharap pembangunan atau rekayasa lalu lintas di kawasan Aloha bisa segera terealisasi. Supaya kemacetan atau kepadatan yang kerap terjadi di sana bisa terurai.


Sumber :

https://surabaya.tribunnews.com/2020/10/21/pemkab-sidoarjo-siapkan-desain-fly-over-aloha-lalu-lintas-dari-arah-juanda-kerap-bikin-macet.



Atasi Macet, Pemkab Sidoarjo Usulkan Pembangunan Flyover Bundaran Aloha

Rabu, 21 Okt 2020 20:57 WIB


Pemkab Sidoarjo mengusulkan pembangunan flyover di Bundaran Aloha. Pembangunan itu untuk mengatasi tingginya volume kendaraan dari arah Surabaya, Sidoarjo dan dari Bandara Juanda selama ini.

Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono mengatakan rencana tersebut bahkan sudah masuk dalam program pemerintah pusat. Sebab, kewenangan penataan dan pembangunan flyover berada di pusat.

"Penataan dan penanganan kawasan tersebut sudah masuk dalam program pemerintah pusat. Karena memang wewenangnya ada di pusat," kata Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono, Rabu (21/10/2020).

Kepala Bappeda Pemkab Sidoarjo Heri Soesanto menambahkan pembangunan flyover sesuai dengan Perpres 80 tentang percepatan pembangunan wilayah di Jatim. Adapun tujuannya untuk mengurai kemacetan selama ini.

"Kebetulan sejalan dengan Pepres 80 tentang percepatan pembangunan wilayah di Jatim. Sidoarjo itu kan ketempatan percepatan Perpres 80 di antaranya ya flyover Juanda agar kemacetan di sekitar tidak terjadi," jelas Heri.

Menurut Heri, ada banyak rekayasa untuk mengurai kemacetan di kawasan Bundaran Aloha. Namun dari sekian rekayasa, kemungkinan paling ideal adalah pembangunan flyover.

"Ya itu konsep yang ideal untuk memecahkan crowded yang ada di Aloha memang harus ada rekayasa. Ada macam-macam rekayasa di sana. Bisa layang, bisa underpass. Mana yang lebih efisien kalau memang hasilnya visibility (kemungkinan) layang ya dibangun layang," terang Heri.

Heri menuturkan, saat ini Pemkab Sidoarjo telah menyiapkan desain pembangunan flyover di Bundaran Aloha. Dan desain itu, kini sudah diusulkan ke pemerintah pusat.

"Desain memang kami yang mengusulkan. Namun pembangunannya semua wewenang pusat," tutur Heri.

Dalam desain flyover, terlihat ada dua flyover yang akan dibangun. Dua flyover itu yakni dari Jalan Juanda turun di sebelah barat atau jalan arah Sidoarjo menuju Surabaya. Dan satu flyover lagi menuju ke Jalan Juanda.

"Dengan begitu, kendaraan dari dan menuju Jalan Juanda tidak terpengaruh rel kereta api. Juga menghindari croosing di Bundaran Aloha. Tentu ada penambahan luas jalan di sebelah barat agar titik turun dan naik flyover tidak menimbulkan kepadatan baru," tandas Heri.


Sumber :

https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5223237/atasi-macet-pemkab-sidoarjo-usulkan-pembangunan-flyover-bundaran-aloha



Desain Fly Over Aloha Sidoarjo Disiapkan Untuk Urai Kemacetan

22 Okt 2020 09:17


Tingginya volume kendaraan dari arah Surabaya, arah Sidoarjo, dan kendaraan dari Jalan Juanda kerap berakibat macet di kawasan Bundaran Aloha Gedangan.

Ditambah lagi keberadaan rel kereta api, krosing saat kendaraan hendak putar balik, kendaraan keluar masuk Desa Bangah Gedangan, dan sebagainya, membuat kawasan itu selalu padat. Utamanya saat jam-jam berangkat dan pulang kerja.

“Penataan dan penanganan kawasan tersebut sudah masuk dalam program pemerintah pusat. Karena memang wewenangnya ada di pusat,” ujar Pj. Bupati Sidoarjo Hudiyono, Rabu (21/10/20).

Dalam hal ini, Pemkab Sidoarjo sudah menyampaikan usulan terkait rencana rekayasa atau penataan Bundaran Aloha Gedangan. Dalam usulannya, Pemkab Sidoarjo juga telah menyiapkan desain pembangunan fly over di sana.

Fly over yang direncanakan itu, dari Jalan Juanda turun di sebelah barat atau jalan arah Sidoarjo menuju Surabaya. Dan dari jalan itu, ada fly over lagi menuju ke Jalan Juanda. Artinya, dua fly over dari dan menuju Jalan Juanda.

“Dengan begitu, kendaraan dari dan menuju Jalan Juanda tidak terpengaruh rel kereta api. Juga menghindari krosing di Bundaran Aloha Gedangan. Tentu ada penambahan luas jalan di sebelah barat agar titik turun dan naik fly over tidak menimbulkan kepadatan baru,” lanjut Heri Soesanto, Kepala Bappeda Kab. Sidoarjo.

Menurutnya, program ini masuk dalam upaya percepatan pembangunan nasional. Termasuk juga penanganan di Perempatan Gedangan, exit Tol Jemundo atau Puspa Agro, dan sebagainya.

Namun, disebutnya bahwa semua itu menjadi kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum di pusat. Pemkab Sidoarjo sifatnya hanya mengusulkan. “Desain memang kami yang mengusulkan, namun pembangunannya semua wewenang pusat,” tukasnya.

Kendati demikian, pihaknya sangat berharap pembangunan atau rekayasa lalu lintas di kawasan Aloha Gedangan bisa segera terealisasi. Supaya kemacetan atau kepadatan yang kerap terjadi di sana (Bundara Aloha red,) bisa terurai.


Sumber :

https://rri.co.id/surabaya/ekonomi/917050/desain-fly-over-aloha-sidoarjo-disiapkan-untuk-urai-kemacetan?

Sunday, August 23, 2020

Abah Nur Meninggal Dunia

Pemkab Sidoarjo Imbau Pengibaran Bendera Setengah Tiang Selama Satu Hari


Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mengimbau masyarakat untuk mengibarkan bendera setengah tiang untuk menghormati kematian Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin.

Kabid Pengelolaan Informasi dan Komunikasi, Dinas Komunikasi dan Informatika Pemkab Sidoarjo, Kusdianto menuturkan, pengibaran bendera dilaksanakan selama satu hari.

"Pengibaran bendera merah putih setengah tiang atas meninggalnya Plt Bupati Sidoarjo, adalah selama 1 hari yakni hari minggu tanggal 23 Agustus 2020," ujar dia, seperti dikutip dari Antara, Minggu (23/8/2020).

Kata Dokter Soal Riwayat Medis Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin Sebelum Tutup Usia
Plt Bupati Sidoarjo, Jawa Timur Nur Ahmad Syaifuddin meninggal dunia sekitar pukul 15.30 WIB setelah sebelumnya sempat dirawat di RSUD Kabupaten Sidoarjo.

Jenazah sempat disalatkan di kamar mayat RSUD Sidoarjo, kemudian juga dilakukan salat jenazah di Pendapa Kabupaten Sidoarjo dan selanjutnya dishalatkan di halaman masjid Nurul Huda di Desa Janti Sidoarjo, hingga kemudian dimakamkan di pemakaman Islam Desa Janti, Sidoarjo.

Ucapan belasungkawa juga ramai di sejumlah grup WhatsApp dan juga sejumlah media sosial yang ada di Kabupaten Sidoarjo.

Almarhum yang akrab dipanggil Cak Nur itu resmi menduduki menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sidoarjo pada Selasa 14 Januari 2020, setelah dilantik oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Pelantikan dilaksanakan di gedung Negara Grahadi Surabaya. Cak Nur menjadi Plt Bupati Sidoarjo setelah bupati sebelumnya Saiful Ilah, yang terjerat kasus korupsi.


Sumber :
https://surabaya.liputan6.com/read/4337294/pemkab-sidoarjo-imbau-pengibaran-bendera-setengah-tiang-selama-satu-hari

Tuesday, August 18, 2020

Update Frontage Road Sidoarjo

Frontage Road Sidoarjo Sulit Terealisasi Sesuai Target

Selasa, 4 Agustus 2020 18:48


Sebagian dari Frontage road Sidoarjo yang sudah dibangun. Sebagian besar masih terkendala pembebasan lahan

Program pembangunan frontage road Sidoarjo amburadul. Target pembangunan jalan sepanjang 9,3 kilometer dari Waru hingga Buduran itu untuk tuntas dan bisa mulai beroperasi tahun 2021 dipastikan sulit terealisasi.

Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin mengakui ada beberapa hal yang menjadi kendala. Termasuk pembebasan lahan dan lemahnya kinerja dinas yang menangani.

"Kalau anggaran tidak ada masalah. Tapi kendalanya pada penyerapan anggaran dan pembebasan lahan," kata Cak Nur, panggilan Nur Ahmad Syaifuddin.

Melihat rendahnya serapan anggaran, tak kunjung terselesaikannya pembebasan, dan belum adanya progres pembangunan fisik di sana, Wabup juga menilai perlu ada evaluasi terhadap kinerja dinasnya.

"Dinasnya akan kami evaluasi. Apa saja yang dilakukan, kok progresnya rendah. Kinerjanya bagaimana, kendalanya seperti apa, dan sebagainya," lanjut dia.

Politisi PKB itu berharap, Dinas PUPR lebih maksimal bekerja. Lahan yang sudah dibebaskan agar segera dibangun fisik jalannya. Setidaknya nyicil pembangunan, sambil menunggu proses pembebasan lainnya.

Terpisah, kalangan dewan juga terus mengkritisi kinerja pemkab yang terkesan lamban dalam menyelesaikan pembangunan frontage road.

"Sejak beberapa tahun terakhir, dewan ingin pembangunan frontage road selesai pada tahun 2020. Anggaran juga terus digelontor beberapa tahun terakhir," ujar anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sidoarjo, Bangun Winarso.

Bahkan tahun 2020 ini, alokasi dana untuk frontage road dari APBD mencapai Rp 194 miliar. Memang sempat direfocusing untuk penanganan covid-19, tapi serapannya memang sangat rendah.

"Pengadaan tanah saja baru 53 persen. Pembangunan juga masih minim. Kami terus mendesak agar segera diselesaikan. Lahan yang sudah dibebaskan segera dibangun. Termasuk jembatan dan sebagainya," lanjut politisi PAN tersebut.

Beberapa waktu lalu, dewan sempat mengumpulkan BPN, Dinas PUPR, Bappeda, dan sebagainya. Hasilnya, memang diketahui bahwa persoalan ini muaranya pada kinerja Dinas PUPR Sidoarjo.

"Kami juga merekomendasikan agar pejabatnya diganti saja. Tapi kan tidak mudah juga. Apalagi menjelang Pilkada seperti ini, kepala daerah tidak boleh melakukan mutasi," urainya.

Melihat berbagai kondisi itu, dewan tetap menyarankan pemkab lebih memaksimalkan kinerjanya. Agar jalan yang diharapkan bisa menjadi solusi kemacetan itu bisa segera terealisasi.


Sumber :
https://surabaya.tribunnews.com/2020/08/04/frontage-road-sidoarjo-sulit-terealisasi-sesuai-target.

Monday, August 17, 2020

Cyclone Bike, "Brompton" ala Sidoarjo

Cyclone Bike, Satu Lagi "Brompton Lokal", Kini dari Sidoarjo 


Jumlah pehobi bersepeda yang meroket selama pandemi Covid-19 sepertinya masih akan terus meningkat dalam beberapa waktu ke depan. Demam sepeda buatan Inggris, Brompton yang beberapa waktu lalu mulai memuncak pun, kian menuntun merek-merek/perajin sepeda lokal meniru dan kecipratan order.

Nah, ada satu lagi merek sepeda lokal yang tengah menggodok "sepeda ala Brompton" versi mereka, yakni Cyclone Bike.

Merek sepeda asal Sidoarjo Jawa Timur ini tengah menyelesaikan prototype sepeda mereka untuk kemudian diperkenalkan ke pasar, bulan ini. "Sekarang prototype-nya sedang dibuat. Semoga bulan ini selesai."

"Setelah selesai kami tunjukkan melalui video kalau ini sudah selesai, setelah itu open PO," ungkap Product Owner & Manager Cyclone Bike, Nurahman kepada Kompas.com, Minggu (16/8/2020). Rahman bercerita, dia memang berencana memproduksi sepeda sejak beberapa waktu lalu.

Di saat yang sama, ia yang seorang fasilitator Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) mendapati banyak usaha kecil dan menengah (UKM) tidak mendapatkan pesanan di masa pandemi corona. Melihat animo tinggi masyarakat terhadap sepeda dalam beberapa waktu terakhir, Rahman pun memutuskan untuk serius merencanakan produksi sepeda ini.

Dia lalu menggandeng tak kurang dari 20 UKM di Sidoarjo. Baca juga: Cerita Brompton Mahal Dikira Sepeda Kreuz Bandung, duh... Ternyata, respons pasar terhadap desain sepeda Cyclone cukup baik.

Hingga berita ini ditulis, akun Instagram @cyclone_bike sudah diikuti lebih dari 2.300 pengikut. Namun, Rahman juga membuat grup Telegram untuk masyarakat yang memang berminat untuk pre-order proyek pertamanya ini.

"Grup di Telegram yang benar-benar minat mau beli, sekarang sudah 700-an lebih yang minat PO," ungkap dia. Seperti diunggah di Instagram mereka, desain sepeda Cyclone mamang mirip dengan Brompton, namun mereka menyediakan sepeda tak hanya dengan roda 16 inci, tapi pun 20 inci. Beberapa warna yang diunggah antara lain merah, hijau tosca, putih, dan hijau muda.

Namun, menurut Rahman, itu masih rencana warna yang nantinya masih bisa diubah. Dia juga mengakui, proyek pertama Cyclone memang sepeda lipat dengan desain mirip Brompton.

Untuk sementara waktu, mereka juga hanya akan bermain di sepeda lipat. Alasannya, antusiasme pasar terhadap sepeda lipat mirip Brompton terlihat amat baik. "Ini untuk cek ombak di pasar gimana sih terkait produk lokal," kata dia.

"Kalau proyek pertama ini oke, rencananya akhir tahun saya keluarkan desain sendiri, tetap sepeda lipat." "Tapi nanti kemungkinan akan masuk ke sepeda-sepeda lain," tutur dia.

Pengikut jejak Brompton Lihat Foto Desain Cyclone Bike yang diunggah melalui akun Instagram.(Instagram @cyclone_bike) Rahman tak menampik jika Cyclone pada awalnya meniru Brompton.

Karena itu pula merek sepeda ini diberi nama Cyclone, diambil dari kata dalam Bahasa Inggris "Clone" yang berarti "menggandakan/meniru". Namun, produk yang akan mereka buat tetap dimodifikasi kembali dengan spesifikasi yang berbeda. Mulai dari ukuran roda, gear, hingga rem. "Brompton kan cuma 16, kami ada 16 inch dan 20 inch, bisa external gear dan disc brake," ujar dia.

Cyclone memilih external gear karena spare part-nya cenderung lebih mudah ditemukan dan harganya lebih murah. "Jadi orang bisa cari part jauh lebih mudah. Kalau untuk rem, kami pakai disc brake jadi secara tampilan lebih bagus," kata Rahman.

Harga frameset Cyclone nantinya berkisar Rp 3,5 juta hingga Rp 4 juta. Menurut Rahman, harga ini juga menyesuaikan dengan merek lokal lain yang menjual sepeda lipat serupa demi menjaga pasar sesama UKM. "Kan sama-sama UKM. Kalau saya jual lebih murah dari itu pasar mereka bisa mati," ucap dia.


Sumber :
https://lifestyle.kompas.com/read/2020/08/16/141812020/cyclone-bike-satu-lagi-brompton-lokal-kini-dari-sidoarjo?page=all.

Wednesday, April 15, 2020

Tari Banjar Kemuning


Tari Banjar Kemuning diciptakan oleh Agustinus,S.Sn. Tari pada tahun 1997 yang digunakan untuk sebuah acara di Sidoarjo dalam bentuk festival yang mana tarian ini digunakan sebagai tari pembuka (opening ceremonial) dalam acara tersebut.

Gerak dalam Tari Banjar Kemuning ini lebih didominasi pada ragam gerak tari putri Jawa Timuran berupa gerak pencak, dimana sangat dinamis dan variatip, selain itu gerakan ini ingin menunjukan bahwa wanita tidak hanya bisa feminism saja, tetapi mempunyai sisi lain yaitu tegas dan tangguh (inti dari tarian).

Tari Banjar Kemuning ini mengambil inspirasi dari sebuah desa yang terletak di wilayah Sidoarjo, Jawa Timur yaitu Desa Banjar Kemuning. Desa ini adalah desa pesisir dimana masyarakatnya menggantungkan hidup sebagai nelayan.

Tarian ini menggambarkan kehidupan para istri nelayan yang tegar, kuat, namun juga luwes menghadapi sulitnya hidup ketika ditinggal para suaminya berlayar. Selalu memanjatkan doa kepada Yang Maha Kuasa dalam kesehariannya.

Pada umumnya tari Banjar Kemuning ini ditarikan dalam berbagai macam pertunjukkan. Keunikaan gerak tarian ini terletak pada gerakan yang cepat dan dinamis, gerakan slendang yang berkali-kali diseblakkan yang menunjukkan bahwa tarian ini memiliki makna yang kuat dan gerakan tangan yang cepat dan dinamisyang menimbulkan kesan unik dan menumbuhkan semangat baru.

Kostum Tari Banjar Kemuning Terdiri dari rok yang bisa melebar dan atasan tali leher serta cunduk melintang di atas sanggul kepala. Sekilas terlihat seperti tata rambut ala budaya China. Tari ini juga menggunakan gongseng seperti Remo. Warna kostum yang original adalah warna biru-kuning seperti tampak pada foto di atas.

Namun kini telah ada modifikasi dengan warna-warna lain seperti Pink dan Ungu.  Dibandingkan dengan tari-tari lainnya, tari Banjar Kemuning tampak minim dengan aksesoris seperti kalung dan gelang, namun mungkin inilah ciri khas untuk menggambarkan kesederhanaan masyarakat Banjar Kemuning dan dengan menambahkan gongseng, menambah kesan kekuatan dalam setiap langkah kaki seperti yang tergambar dalam tari Remo.

Riasan wajah penari juga simple. Hal ini menggambarkan kesederhanaan hidup para warga desa Banjar Kemuning. Sedangkan musik pengiring Tari Banjar Kemuning adalah Gendhing-gendhing.


Sumber :
https://spectradancestudio.wordpress.com/2012/09/21/tari-banjar-kemuning/
https://budayajawa.id/tari-banjar-kemuning/
https://myimage.id/tari-banjar-kemuning/

Saturday, April 4, 2020

Kota Sidoarjo Berlakukan Physical Distancing


Polisi Sidoarjo Berlakukan Physical Distancing di Wilayah Padat PKL

30 Mar 2020, 14:40 WIB

Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur memberlakukan tertib pembatasan fisik atau physical distancing di sejumlah wilayah padat pedagang kaki lima (PKL). Ini sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona COVID-19.

Kabagops Polresta Sidoarjo Kompol Mujito menuturkan, wilayah padat PKL itu salah satunya berada di kawasan Gading Fajar dan Taman Pinang Indah serta pertigaan Sumokali Sidoarjo.

"Setiap harinya di tempat tersebut berjubel pedagang kaki lima dan juga pembeli," ujar dia, seperti dikutip dari Antara, Senin (30/3/2020).

Ia mengatakan, tempat-tempat berkumpulnya massa memang berpotensi terjadi penyebaran virus corona atau COVID-19.

"Kami mohon bapak dan ibu untuk segera kembali ke rumah masing-masing. Karena wilayah ini termasuk kawasan physical distancing, guna mempercepat putus mata rantai penularan virus corona," kata Kompol Mujito.

Sejak tiga hari ini, kata dia, Polresta Sidoarjo bersama instansi lainnya menerapkan kawasan physical distancing di berbagai kawasan Kabupaten Sidoarjo.

"Begitu pula yang diberlakukan di kawasan Taman Pinang, Gading Fajar dan Sumokali yang biasanya ramai PKL dan lalu lalang warga," kata dia.

Bahkan, lanjut dia, Polresta Sidoarjo, Kodim 0816 Sidoarjo, Satpol PP, serta instansi lain tidak hanya mengimbau para PKL dan warga agar segera pulang dan membubarkan diri. "

Personel gabungan ini juga melakukan penyemprotan disinfektan ke lapak-lapak dagangan, jalan raya serta fasilitas umum yang ada,"

Wakapolresta Sidoarjo AKBP M. Anggi Naulifar Siregar mengatakan, ini merupakan langkah sinergi TNI, Polri bersama instansi terkait lainnya dan juga kerjasama dengan warga, guna memutus mata rantai penyebarluasan COVID-19 di wilayah zona merah Sidoarjo Kota.

"Semoga langkah bersama ini dapat segera menangkal penyebaran virus corona. Mari komitmen bersama guna menyukseskan kawasan physical distancing berjalan maksimal," ujar dia.


Sumber :
https://surabaya.liputan6.com/read/4214687/polisi-sidoarjo-berlakukan-physical-distancing-di-wilayah-padat-pkl

Wednesday, March 11, 2020

Penghapusan 4 Desa dan 2 Kelurahan di Sidoarjo


Penghapusan 4 Desa dan 2 Kelurahan di Sidoarjo Tunggu Keputusan Pusat

Senin, 9 Maret 2020, 19:09 WIB

Sebanyak empat desa dan dua kelurahan di Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jatim yang diusulkan ke Pemerintah Pusat (Kemendagri) untuk dihapus karena dampak dari luapan lumpur Lapindo. Keempat desa itu adalah Desa Kedungbendo (Kecamatan Tanggulangin), Desa Besuki (Kecamatan Jabon), Desa Renokenongo (Kecamatan Porong) dan Desa Ketapang (Kecamatan Tanggulangin).

Kemudian, dua kelurahan yang juga diusulkan dihapus adalah Kelurahan Mindi (Kecamatan Porong) dan Kelurahan Jatirejo (Kecamatan Porong). “Hingga saat ini, keputusan dari Kemendagri belum turun,” kata Kabiro Administrasi Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprov Jatim, Jempin Marbun saat dikonfirmasi beritajatim.com, Senin (9/3/2020).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Provinsi Jatim, Mohammad Yasin melalui Kabid Pemerintahan Desa, Heru Suseno menambahkan, keempat desa yang diusulkan dihapus itu masih mendapat alokasi dana desa. “Masih dapat dana desa, tapi tidak dicairkan. Nanti akan dikembalikan ke Kas Negara,” tutur Heru.

Heru menjelaskan, di enam wilayah itu (empat desa dan dua kelurahan) di Kabupaten Sidoarjo itu masih ada warga penduduk yang ber-KTP di wilayah tersebut.

“Pemerintahannya masih ada, nunut atau numpang di kecamatan. Kepala desanya Pj yang ditunjuk bupati dari aparatur kecamatan. Ini menjadi kendala yang belum selesai. Kalau jadi dihapus nantinya, urusan administrasi kependudukan harus diselesaikan dulu. Kalau tidak, akan menjadi masalah,” pungkasnya.


Sumber :
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/penghapusan-4-desa-dan-2-kelurahan-di-sidoarjo-tunggu-keputusan-pusat

Sumber foto :
https://theconversation.com/hasil-riset-jokowi-perlu-ubah-prioritas-dana-desa-ke-sdm-dan-sektor-informal-pedesaan-116282

Related Posts