Tuesday, October 15, 2013

Car Free Day Sidoarjo


Hari bebas kendaraan bermotor (Car Free Day)  di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (29/1/2012), digelar dengan Kesepakatan Kerjasama Penyelenggaraan Sidoarjo Car Free Day di sepanjang Jalan A Yani antara Bupati Sidoarjo Saifulah Ilah dan Kompas Gramedia.


Areal sekitar Alun-alun Sidoarjo dipadati ribuan orang dengan memanfaatkan kebebasan beraktivitas.

Pengalihan jalur car free day beralih pindahkan di depan joglo alon alon kota sidoarjo.  

Pembuatan program car free day memilki pro dan kontra di kalangan warga sidoarjo, banyak warga yang setuju dengan adanya program car free day di Sidoarjo.

Pemerintah telah membuat program car free day di Sidoarjo ini berguna agar warga di Sidoarjo bisa berolahraga dan bersepeda dengan leluasa tanpa adanya polusi dan gangguan dari kendaraan bermotor.

Sumber :
http://oase.kompas.com
http://sidoarjopos.com

Wednesday, October 2, 2013

Berburu Batik di Kampoeng Batik Jetis Sidoarjo


Ada banyak tempat untuk menambah koleksi batik Anda menyambut Hari Batik Nasional, salah satunya di Sidoarjo, Jawa Timur. Wisatawan bisa pergi ke Kampoeng Batik Jetis untuk melihat dan membeli batik beraneka motif.

Sidoarjo tak selalu dikaitkan dengan lumpur Lapindo, ada Kampoeng Batik Jetis dan Delta Fishing Prasung. Tempat tersebut banyak dikunjungi wisatawan yang ingin mencari batik dan mencoba memancing.

Kota Sidoarjo termasuk salah satu kota besar di Jawa Timur. Namanya mencuat ketika bencana lumpur panas melanda kota ini. Secara geografis Kota Sidoarjo terletak di aliran sungai, sebab itulah daerah ini dinamakan Delta Sidoarjo.

Sebagai daerah yang berdekatan dengan Surabaya atau buffer zone, Sidoarjo mengalami perkembangan yang sangat pesat. Ada banyak tempat wisata yang mendatangkan para wisatawan luar maupun dalam negeri. Otomatis kehadiran para wisatawan ini akan meningkatkan pendapatan daerah. Misalnya objek wisata Kampoeng Batik yang berada di Jetis, Sidoarjo.

Minggu pagi, bersama keluarga kami mengunjungi sentra pedagang batik tulis khas Sidoarjo ini. Kampung Jetis berada di tengah Kota Sidoarjo. Kawasan ini berada di belakang Matahari Mall. Satu kampung dengan Pasar Tradisional Larangan yang menjadi kebanggaan warga Sidoarjo itu.

Ketika memasuki Kampung Batik Jetis ini kita akan menyaksikan hampir setiap rumah di sepanjang kampung itu dijadikan toko busana bernuansa batik. Meski demikian ada juga toko yang menyediakan busana muslim atau pakaian umum.

Ada yang menarik ketika kami mengunjungi kampung ini, yaitu bahwa kampung batik di daerah Jetis ini ternyata sudah ada sejak lama, sehingga pantas begitu melegenda. Kampung Batik Jetis konon sudah ada sejak tahun 1675.

Mungkin ini yang membedakan batik tulis asal Sidoarjo dengan batik tulis yang berasal dari daerah lain, yaitu teletak pada desain motifnya. Batik tulis Sidoarjo lebih dominan dengan motif tumbuh-tumbuhan mirip dengan batik tulis daerah Bangkalan Madura yang lebih dominan dengan tanaman merambat seperti misalnya terong.

Bagi Anda yang ingin mengunjungi sentra batik di Sidoarjo ini tidak perlu khawatir dengan harga baju batik yang ditawarkan. Rata-rata pakaian batik berkualitas bagus dibandrol dengan harga yang lumayan terjangkau.

Setelah puas berburu batik di Kampoeng Batik Jetis, perjalanan kami lanjutkan menuju daerah pertambakan. Sidoarjo memang sangat terkenal dengan kawasan tambaknya. Tidak heran bila kota kecil ini dijuluki kota tambak.

Menjelajah pertambakan di daerah Prasung Sidoarjo sungguh mengasyikkan. Areal pertambakkan milik rakyat yang begitu luas dengan panoramanya yang indah menambah enjoy perjalanan kami.

Sesekali areal sawah yang padinya mulai menguning itu tampak di depan mata menambah sejuk mata kami saat menuju areal tambak tersebut. Begitu banyak lokasi pemancingan yang terletak di Kota Sidoarjo. Tetapi yang banyak didatangi wisatawan ialah Delta Fishing Prasung.

Selain biaya masuk yang murah hanya Rp 30.000 ribu rupiah untuk sehari, ikan yang berada di kolam pancing tambak rata-rata berukuran besar. Hal ini yang memuaskan hati pengunjung tambak.

Kami, seperti halnya pemancing ikan lainnya dengan asyiknya mengontrol kail yang kami pasang. Sambil sesekali memperhatikan pelampung berwarna terang yang timbul tenggelam disambar ikan.

Cukup lama kami menghabiskan waktu untuk memancing. Rupanya cuaca kurang bersahabat. Mendung menyelimuti Prasung dan hari pun menjelang sore. Karena tak ingin kemalaman di jalan kami bergegas kembali pulang. Meski hanya mendapatkan beberapa ekor ikan mujair nila tetapi kami merasa lega dan puas.

Sebelum kami mengakhiri petualangan di Tambak Prasung. Kami mengisi perut dulu di warung dekat tambak untuk menambah stamina selama perjalanan pulang.

Sumber : http://travel.detik.com

Tuesday, September 24, 2013

Stadion Gelora Delta Sidoarjo


Kota : Sidoarjo, Jawa Timur
Dibangun : (selesai tahun 2000)
Kandang : Deltras Sidoarjo (Divisi Utama)
Kapasitas : 35.000 Penonton
Tipe Stadion : Stadion Madya (Olimpiq)
Kategori : B+
Event Besar - PON XV 2000 Jawa Timur
Big Match - Final Copa Indonesia 2006 (Arema vs Persipura 2-0)
Sejarah Singkat
Stadion Gelora Delta merupakan salah satu stadion di Indonesia yang memiliki lintasan atletik. Terletak di jantung Kota Sidoarjo dengan kapasitas 35.000 penonton, Gelora Delta ini di bangun untuk penyelengaraan PON XV 2000 Jawa Timur dan setelah evebt tersebut didepan stadion dibangun museum PON Jawa Timur. Sekarang stadion ini digunakan sebagai kandang klub Super Liga, Deltras Sidoarjo.
Kondisi Sekarang
Tribun : B
Tempat duduk : B
Fasilitas : B
Rumput : B+
Drainase :B+
Penerangan : B
Papan Skor : C+
Kondisi : B
Animo penonton (Delta Mania) datang ke stadion menyaksikan pertandingan tuan rumah Deltras Sidoarjo cukup bagus rata-rata 70% kapasitas stadion.

Saturday, July 27, 2013

Museum Mpu Tantular


Museum Negeri Mpu Tantular terletak di kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur. 

Museum Mpu Tantular semula didirikan sebagai lembaga kebudayaan Stedelijk Historisch Museum Soerabaia oleh Godfried Hariowald von Faber, seorang warga Surabaya berkebangsaan Jerman, pada tahun 1933, yang kemudian diresmikan pada tanggal 25 Juli 1937.

Usaha memperluas museum terlaksana dengan diperolehnya sebuah bangunan baru di Jalan Simpang (sekarang Jalan Pemuda 3 Surabaya) dan dibiayai oleh dana yang terkumpul dari masyarakat. Tata ruangan museum ini mempunyai suatu ruangan koleksi, perpustakaan, ruang kantor, auditorium. Untuk penyempurnaan museum yang dipimpinnya, Von Faber banyak mengadakan hubungan internasional. 

Namun sebelum cita-citanya tercapai, Von Faber meninggal pada tanggal 30 September 1955. Sepeninggal Von Faber, museum tersebut tidak terawat, koleksi-koleksinya banyak yang rusak dan hilang. Kemudian museum dikelola oleh Yayasan Pendidikan Umum. 

Pada tahun 1964, museum ini memperoleh pendanaan dari Yayasan Bapak Prof Dr. M. Soetopo. Setelah dibentuknya Direktorat Permuseuman di lingkungan Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, perhatian Pemerintah terhadap museum yang dikelola Yayasan Pendidikan Umum menjadi lebih serius.

Museum Pendidikan Umum dibuka secara umum tanggal 23 Mei 1972 dan diresmikan dengan nama "Museum Jawa Timur". 

Selanjutnya museum Jawa Timur diresmikan dengan nama "Museum Negeri Jawa Timur Mpu Tantular" dengan lokasi di Jalan Pemuda 3 Surabaya. 

Karena bertambahnya koleksi, pada pertengahan tahun 1975 Museum dipindahkan ke tempat yang lebih luas yaitu di Jalan Taman Mayangkara No. 6 Surabaya, yang diresmikan pada tanggal 12 Agustus 1977 oleh Gubernur Jawa Timur Sunandar Priyosudarmo. 

Selanjutnya pada tanggal 14 Mei 2004 menempati lokasi tetap di Jl. Raya Buduran, Sidoarjo (sebelah barat Jembatan Layang Buduran).

Koleksi Unggulan

Telepon Meja
Bahan logam (perunggu). Terdiri dari dua bagian, bagian pertama untuk berbicara sedangkan bagian yang lain untuk mendengarkan. Telepon meja jenis ini dibuat sekitar abad XVIII M.

Shimponion
Asal dari Jerman abad XVIII M. Alat musik ini termasuk instrumen musik klasik, tidak menggunakan listrik, tetapi secara manual dengan cara diputar.

Sepeda kayu
Merupakan bentuk sepeda yang paling tua diciptakan oleh MICHAEL KESLER seorang berkebangsaan Jerman pada tahun 1766.

Hiasan Garudeya
Ditemukan saudara Seger pada tahun 1989, di Desa Plaosan, Kec. Wates, Kab. Kediri. Hiasan ini dibuat dari emas 22 karat dengan berat keseluruhan 1.163.09 gram. Dilihat dari reliefnya, kemungkinan hiasan ini merupakan peninggalan dari abad XII-XIII M. Benda ini merupakan cindera mata dari Raja Siam kepada Raja Airlangga.

Surya Stambha
Koleksi masterpiece ini merupakan koleksi langka yang berasal dari Nusa Tenggara Timur dan disebut dengan nama "Surya Stambha".

Durga Mahesasuramardhini
Asal dari candi Jawi, Pasuruan. Mempunyai 8 tangan yang menggambarkan kekuatan dan kesaktian durga sehingga bisa mengalahkan asura (raksasa).

Sepeda Motor Uap
Diciptakan oleh warga negara Jerman bernama Gottlien Daimler, dijalankan dengan tenaga uap. Tipe sepeda motor ini pertama kali diproduksi oleh pabrik "Hildebrand Und Wolfmuller", Muenchen (Jerman) pada tahun 1885 dengan kecepatan maksimal mencapai 30km/jam.

Sepeda Tinggi
Diciptakan oleh orang Inggris, James Starley dan William Hilman, yang mendapat hak paten tahun 1970. Sering disebut "Ariel" yang berarti sepeda terbuat dari metal.




Sumber :
museum-mputantular.com
wikipedia.org

Tuesday, July 9, 2013

Jadwal Puasa dan Imsakiyah Ramadhan 1434 H daerah Sidoarjo Tahun 2013

Welcome to Ramadhan. Time for spiritual purification achieved through fasting, self-sacrifice and prayers. Happy Fasting

Berikut ini Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1434 H / 2013 untuk wilayah Sidoarjo dan sekitarnya, sedangkan untuk daerah lainnya di Indonesia bisa dilihat di rukyatulhilal.org 




Monday, June 10, 2013

Ciri, Motif dan Warna Batik Tulis Asli Sidoarjo

Posted by   at November 18th, 2012

Ciri, Motif dan Warna Batik Tulis Asli Sidoarjo
Batik asli atau biasa disebut batik tulis, mempunyai proses khas yaitu pembuatannya menggunakan malam atau lilin. Lilin atau malam batik  yang terbuat dari campuran gondorukem, lemak minyak kelapa, dan parafin, berfungsi menutupi motif atau corak batik dari proses pewarnaan.
Batik Asli Sidoarjo dari Ciri, Motif dan Warna
Tiap daerah mmpunyai motif dan corak batik yang berbeda. Corak, motif dan warna batik biasanya sesuai dengan ciri daerah pembuat batik itu sendiri. Demikian juga dengan batik tulis Sidoarjo. Batik asli Sidoarjo dalam perkembangannya motif dan warnanya dipengaruhi oleh batik Madura.

Ciri, Motif dan Warna Batik Tulis Asli Sidoarjo

Pada awalnya batik asli Sidoarjo mempunyai ciri dan motif yang khas. Warna batik asli Sidoarjo-pun pada awalnya tidak mencolok dan cenderung berwarna gelap kecoklatan. Tapi dari perkembangannya, motif dan warna dari batik asli Sidoarjo dipengaruhi oleh batik Madura.

Motif dan Warna Batik Asli Sidoarjo

Awalnya, batik asli Sidoarjo mempunyai motif beras utah, kembang bayem, dan kebun tebu. Motif Beras Utah ini terkait dengan melimpahnya bahan pangan terutama padi yang ada di Sidoarjo. Sehingga, dengan penduduk Sidoarjo yang relative kecil waktu itu, kelebihan beras tersebut tentu akan dilimpahkan ke daerah lain. Motif Kebun Tebu ini terkait dengan Sidoarjo yang dulunya dikenal sebagai penghasil gula terbesar. Motif Kembang Bayem ini terkait dengan banyaknya sayuran bayam di daerah pedesaan Sidoarjo. Tanaman tersebut sangat mudah dijumpai di sekitar rumah penduduk, baik yang ditanam maupun yang tumbuh liar.
Batik Asli Sidoarjo dari Ciri, Motif dan Warna
Dari segi warna, awalnya batik asli Sidoarjo tidak begitu mencolok cenderung berwarna gelap (cokelat) dan motifnya tidak ada yang memakai binatang. Namun, karena konsumen kebanyakan masyarakat Madura, maka pengrajin batik Sidoarjo pun mengikuti permintaan tersebut. Sehingga, muncullah warna-warna mencolok seperti merah, biru, hijau, hitam dan sebagainya. Karena itulah, Sidoarjo juga terkenal dengan batik motif Madura.
Batik Asli Sidoarjo dari Ciri, Motif dan Warna
Dari segi gambar batik asli Sidoarjo juga berkembang beberapa motif yaitu burung merak dari samping dengan sayap menutup, kupu-kupu, bunga kenongo, kembang bayem dengan latarnya bermotif beras utah, cecekan, dan sunduk kentang.
Di Sidoarjo masih terdapat desa pengerajin batik tradisional yaitu Kampoeng Batik Jetis yang tetap mempertahankan ciri khas dari batik Asli Sidoarjo itu sendiri. Keunggulannya batik tulis JetisSidoarjo ini warnanya yang tahan lama, sampai 10 tahun.
Laporan dari  Sidoarjo Festival, Festival UKM se-Sidoarjo dengan sumber artikerl : Batik asli Sidoarjo

Sumber : deltablogger.com

Tuesday, June 4, 2013

Suncity Sidoarjo

SunCity Plaza merupakan sentra bisnis terpadu ini terdapat SunCity Mall, Sun Hotel, SunCity Convention Hall, SunCity Waterpark, dan berbagai ruko dan bangunan komersial lainnya. 

SunCity Plaza diresmikan oleh bupati Win Hendrarso pada Oktober 2008. 

Sun City Plaza terdapat hipermarket Giant, department store Borobudur, Pizza Hut, KFC, Solaria, D Cost, Es Teller 77, Hoka Hoka Bento dan Salon Johny Andrean. 



Suncity yang berlokasi di Jl. Pahlawan No.1  Sidoarjo merupakan komplek terlengkap terdapat berbagai tempat yang menarik, seperti Suncity Mall, Convention Hall, Waterpark, Pizza Hut, Tropiz, The Sun Hotel, hingga ruko-ruko yang ternama, seperti Sophie Martin, Zoya, MX Karaoke, Salon Aliya, Istana Boneka, Elizabeth, Tempat bimbingan belajar dan bermain musik, Cinderella Fashion, dan masih banyak lagi.

Mayoritas orang-orang datang ke Suncity ini biasanya untuk berbelanja di Suncity Mall yang didalamnya terdapat pula Giant Hypermart. Tempat ini selalu tak pernah sepi oleh pengunjung. 




The Sun Hotel adalah hotel berbintang tiga yang mengusung konsep minimalis, tetapi tetap elegan. 




Sumber :

http://www.indoplaces.com/mod.php?mod=indonesia&op=view_region&regid=323

Related Posts