Monday, August 8, 2022

Mila Raih Trophy Gold di Asia Arts Festival 2022

Mila Dari Sidoarjo Meraih Trophy Gold di Asia Arts Festival 2022

AUGUST 5, 2022

Kabar terbaru yang menggembirakan untuk Sidoarjo, Jawa Timur. Mila Hayati, seorang penari, koreografer, sekaligus pembina sanggar tari Spectra Dance Studio berhasil meraih trophy Gold di Asia Arts Festival ke 9 tahun 2022 pada 28 Juli 2022 dalam kategori Solo Dance (Folk) membawakan tari khas Sidoarjo yaitu tari Banjar Kemuning.

Prestasi ini tentunya patut diapresiasi karena selain membawa nama negara Indonesia tetapi juga turut mengenalkan tarian dari Sidoarjo sehingga diharapkan bisa membawa nama kota Sidoarjo dikenal di kancah seni Internasional, tidak kalah dengan daerah lain di Indonesia seperti Jawa Barat, Banyuwangi, Aceh, Kalimantan, Sumbar, dsb.

Asia Arts Festival (AAF) merupakan sebuah festival yang sudah berlangsung sejak tahun 2013 dan selalu menyediakan platform yang layak bagi musisi dan penari dari semua genre untuk menampilkan bakat,

Mila mengatakan bahwa even ini cukup berat meskipun peserta kategori Folk Dance tidak terlalu banyak. Hal ini karena semua peserta memiliki keahlian dan koreografi yang sangat bagus dalam membawakan tarian daerah. Tetapi tentu tidak boleh menyurutkan semangatnya untuk menampilkan yang terbaik dan harus dapat menari serta memukau penonton serta juri.

Alasan Mila memilih tari Banjar Kemuning untuk dibawakan di even ini adalah karena Mila ingin mengenalkan Sidoarjo sebagai ibukota di Jawa Timur yang juga memilik tarian khasnya. Meskipun Mila bukan lahir dan dibesarkan di Sidoarjo, namun Mila memiliki latar belakang keluarga yang lekat dengan kota Sidoarjo, sehingga akhirnya Mila menetap di Sidoarjo dan membuka sanggar tari di Sidoarjo. 

Sebelum memutuskan membawakan tari Banjar Kemuning, Mila mengatakan telah meminta ijin terlebih dahulu kepada pencipta tarinya yaitu Abah Agustinus, S.Sn. Sehingga beliau mengetahui dan turut bangga karya karyanya dipentaskan di even Internasional.

Pada even ini, Mila berangkat bersama tim dari Indonesia yang terdiri dari berbagai latar belakang pendidikan, profesi dan asal daerah namun menurut Mila, mayoritas berasal dari Jabodetabek. Adapun sedikit dari luar Jabodetabek seperti NTB, Bandung, Pemalang, dan dirinya sendiri yang berasal dari Sidoarjo.

Hingga pada akhirnya nama Mila Hayati dari Indonesia disebut meraih trophy Gold dan menerima trophy serta sertifikat di atas panggung bersama para juri.

Selamat dan sukses selalu untuk Mila Hayati. Semoga prestasi ini akan terus bertumbuh dan melahirkan prestasi-prestasi lebih besar di Internasional. Adapun impiannya yang terdekat dan sangat diidamkannya adalah membawa tarian karyanya sendiri yaitu Tari Batik’e Jetis di kancah Internasional yang dibawakan oleh murid sanggar Spectra Dance Studio.

Semoga impian dan harapan besar ini segera terwujud dan menjadikan dunia seni tari tradisional Indonesia khususnya Sidoarjo, Jawa Timur terus bertumbuh, berkembang dan makin terkenal di dunia.


Sumber :

https://spectradancestudio.wordpress.com/2022/08/05/mila-dari-sidoarjo-meraih-trophy-gold-di-asia-arts-festival-2022/

Sunday, June 5, 2022

Ikon Baru Sidoarjo Bernama Hikayat Kota Delta

Bakal Dibangun Ikon Baru Sidoarjo Bernama Hikayat Kota Delta

4 Juni 2022, 23:27:58 WIB


Pemkab Sidoarjo akan membangun ikon baru di Tugu Babalayar dengan judul Hikayat Kota Delta. (Dok Jawa Pos)


Akhirnya, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo memutuskan desain dengan nama Hikayat sang Delta menjadi pemenang sayembara desain Tugu Babalayar. Artinya, desain tersebut yang akan dipakai pada tugu yang berada di perempatan Babalayar di Jalan Pahlawan itu.

Kepala DLHK M. Bahrul Amig menyatakan, desain itu paling tepat untuk diaplikasikan. Pertama, ada kesan modern. Ada permainan lampu pada tugu tersebut. Kedua, tugu itu bisa dilihat dari banyak sudut. Ketiga, desain tugu tersebut tidak mengganggu arus lalu lintas. ”Desainnya tidak memakan tempat karena tugunya nanti maksimal selebar 5 meter,” jelasnya. Tingginya sekitar 6 meter.

Amig mengungkapkan, ada gambaran Kota Delta dalam tugu tersebut. Jika tugu dilihat dari atas, ada siluet huruf S yang berarti Sidoarjo. Huruf S itu terbentuk dari gambar udang dan bandeng yang menjadi ikon Sidoarjo.

Tampak depan dan belakang tugu, ada siluet bentuk candi. Maknanya, Sidoarjo memiliki jejak sejarah berupa Kerajaan Jenggolo. Di sisi kanan dan kiri tugu, terlihat haluan perahu. Siluet haluan perahu tersebut merupakan representasi budaya rutin ”nyadran” yang menggunakan perahu di Sidoarjo.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali menegaskan, harus ada kultur Sidoarjo yang diselipkan. ”Kriterianya, kami menyelipkan budaya Sidoarjo dan estetis,” kata Muhdlor. 


Sumber :
https://www.jawapos.com/surabaya/04/06/2022/bakal-dibangun-ikon-baru-sidoarjo-bernama-hikayat-kota-delta/

Thursday, May 12, 2022

Lontong Kupang Petis Khas Sidoarjo

Lontong Kupang Petis Khas Sidoarjo Diserbu Pecinta Kuliner Jalanan

Kamis, 12 Mei 2022 | 18:29 WIB

Warung legendaris lontong kupang bumbu petis khas Sidoarjo Jawa Timur selalu ramai diserbu pembeli. Per harinya, 500 porsi yang disediakan pun habis terjual hanya dalam waktu 4 jam. Bahkan kuliner itu menjadi langganan artis dan pejabat.

Warung makanan legendaris itu berada di kawasan Jalan Raya Mojopahit Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur. Berada di sepanjang jalan raya membuat warung itu selalu diserbu oleh pengguna jalan.

Warung itu menyajikan makanan khas Sidoarjo, yakni lontong kupang. Kuliner itu terdiri dari lontong dengan kuah kerang berukuran kecil. Disajikan dengan bumbu, seperti gula, bawang putih, cabe rawit dan petis khas Sidoarjo.

Lontong kupang semakin enak dinikmati dengan tambahan sate kerang dengan rasa manis pedas. Pembeli rela mengantri, karena rasa lontong kupang Sidoarjo bikin ketagihan.

Pemilik kedai kupang lontong, Misari menyiapkan 500 porsi setiap harinya. Pada musim liburan, kupang lontongnya selalu ludes terjual hanya dalam waktu 4 jam.

Harga satu porsi kupang lontong 13 ribu rupiah, sedangkan satu porsi sate kerang 7 ribu rupiah.


Sumber :

https://www.kompas.tv/article/288104/lontong-kupang-petis-khas-sidoarjo-diserbu-pecinta-kuliner-jalanan?utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter

Thursday, April 7, 2022

Peninggalan Zaman Kerajaan

Warga Sidoarjo Temukan Benda Diduga Peninggalan Zaman Kerajaan

Kamis, 07 Apr 2022 17:02 WIB

Krisna menunjukkan penemuan situs kuno 

Warga Sidoarjo mengaku menemukan benda yang diduga peninggalan zaman kerajaan. Penemuan itu lantas dilaporkan ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur. Dia adalah Krisna (38), warga Dusun Tanjungsari, Desa Karangtanjung, Kecamatan Candi Sidoarjo. 

Dia menemukan benda itu pada November 2011. Saat itu, Krisna sedang menggali tanah untuk membuat sumur.

"Saat menggali tanah untuk membuat sumur. Waktu menggali sekitar setengah meter, cangkul saya menyentuh benda keras. Eh ternyata batu bata, ukurannya besar," kata Krisna saat dihubungi detikJatim, Kamis (7/4/2022).

Batu bata tersebut berukuran panjang 42 cm, lebar 25 cm, dan tebal 7 cm. Krisna lantas melaporkannya ke perangkat desa setempat dan meneruskannya kepada BPCB Jatim.

"Batu bata sebesar ini diduga peninggalan zaman kerajaan," terang Krisna.

Saat menemukan benda itu, Krisna bersama warga menggali tanah di sekelilingnya. Hingga susunan batu bata tersebut terlihat.

"Di samping susunan batu bata itu juga ditemukan serpihan tempayan yang terbuat dari keramik dan sebuah guci kecil dari tanah liat," tutur Krisna

Karena masih ingin membuat sumur di sana, Krisna pun bergeser 3 meter ke arah timur untuk menggali tanah lagi. Namun, dirinya kembali menemukan susunan batu bata.

"Tapi posisinya lebih dalam. Sepertinya satu rangkaian dari penemuan pertama," tandas Krisna.


Sumber :

https://www.detik.com/jatim/budaya/d-6021532/warga-sidoarjo-temukan-benda-diduga-peninggalan-zaman-kerajaan.

Wednesday, April 6, 2022

Gajah Mada Street Night

Pemkab Sidoarjo bangkitkan ekonomi melalui Gajah Mada Street Night

Rabu, 6 April 2022 21:36 WIB

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terus berupaya membangkitkan perekonomian saat pandemi COVID-19 yang salah satunya melalui kegiatan Gajah Mada Street Night Tempo Doeloe pada 9 April 2022.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor di Sidoarjo, Rabu, mengatakan kegiatan ini ditargetkan bisa mendongkrak ekonomi kerakyatan dan jadi berkah bulan Ramadhan bagi warga Sidoarjo.

Sejumlah ruas jalan yang mengarah ke Jalan Raya Gajah Mada Sidoarjo akan ditutup menyusul kegiatan Gajah Mada Street Night Sidoarjo Tempo Doeloe.

"Penutupan dilakukan mulai pukul 15.00 WIB sampai dengan acara selesai," katanya.

Ahmad Muhdlor mengatakan kegiatan yang baru pertama kali diadakan oleh Pemkab Sidoarjo itu diperkirakan bakal ramai pengunjung, dari yang muda-mudi hingga yang tua.

"Semua bakal jadi satu memadati jalanan di pusat kota delta yang dulu pernah menjadi pusat pemerintahan kabupaten Sidoarjo," ujarnya.

Ia juga mengatakan kegiatan itu diikuti ratusan pedagang kecil dan UMKM dengan tujuan akan meningkatkan perekonomian kerakyatan warga Sidoarjo.

"Semoga dengan kegiatan Gajah Mada Street Night Sidoarjo Tempo Doeloe ini akan membantu para pedagang kecil dan UMKM untuk menambah pendapatannya, khususnya selama bulan Ramadhan ini," ujar Gus Muhdlor sapaan akrabnya.

Ia mengatakan para pengendara mohon kesadaran karena, akan ada kemacetan imbas ditutupnya jalan yang mengarah ke Gajah Mada.

Pemkab Sidoarjo akan mengerahkan petugas dari dishub dan satpol PP serta dibantu dari pihak kepolisian untuk mengatur kelancaran arus lalu lintas.

"Mohon maaf bagi para pengendara nantinya akan ada kemacetan, karena jalan yang mengarah ke Gajah Mada ditutup. Semoga kegiatan nanti berjalan lancar," katanya.

Menurut ia, Gajah Mada Street Night dibuka sejak sore, ada pasar rakyat yang bisa jadi tempat ngabuburit dengan suasana tempo doeloe dan dijamin berbeda dengan tempat lainnya.

Para pengunjung bisa menikmati kue khas tempo doeloe di kampung Kauman, es kolak srikaya yang rasanya manis dan hanya ada saat Ramadhan.

"Lokasinya dekat masjid Jami Al Abror Kauman," katanya.

Ia menambahkan, bermacam-macam jajanan pasar bisa dipilih pengunjung seperti kelanting, putu mayang, telur gulung dan bermacam jenis jajanan lainnya.

Bagi para seniman ataupun pemuda pegiat fotografi yang ingin memamerkan karyanya karena di sana telah disiapkan tempat untuk ruang publik.

'Bahkan bagi pegiat sejarah akan ada tempat sendiri yang khusus untuk diskusi tentang sejarah. Terutama sejarah Kota Sidoarjo," katanya.

Pada kegiatan ini, Pemkab Sidoarjo kolaborasi mengajak para pemuda-pemuda kreatif Sidoarjo seperti, Lintang Songo Fondation, Dewan Pemuda Sidoarjo serta Guk dan Yuk Sidoarjo.

Festival ini akan diramaikan para pegiat seni dan budaya, di antaranya Dewan Kesenian Daerah (Dekesda) Kabupaten Sidoarjo serta para seniman jalanan.


Sumber :

https://jatim.antaranews.com/berita/591213/pemkab-sidoarjo-bangkitkan-ekonomi-melalui-gajah-mada-street-night

Friday, February 25, 2022

Jalan Taman Pinang Kawasan Bebas Sampah

Pemkab Sidoarjo terapkan Jalan Taman Pinang kawasan bebas sampah

 Jumat, 25 Februari 2022 20:46 WIB

Pemkab Sidoarjo menerapkan kawasan bebas sampah mulai dari Bundaran Jalan Taman Pinang Indah sampai Gading Fajar untuk menjaga kebersihan dan mengembalikan fungsi taman serta penghijauan di wilayah itu. 

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor mengatakan selama ini banyak masyarakat yang menginginkan kawasan itu bisa kembali dimanfaatkan untuk aktivitas olahraga, seperti bersepeda dan lari pagi, serta sebagai salah satu area penghasil oksigen bagi warga Sidoarjo.

Penerapan kawasan bebas sampah di tengah kota merupakan harapan semua warga karena masyarakat ingin Sidoarjo menjadi kota hunian yang bersih, nyaman dan rindang.

"Untuk mendukung terlaksananya program kawasan bebas sampah itu, peraturan daerah akan dijalankan. Salah satunya Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah," ujar Bupati Muhdlor di Sidoarjo, Jumat.

Ia mengatakan pelanggar perda sampah akan diproses tindak pidana ringan, mulai dari teguran, surat pernyataan hingga denda.

Muhdlor mengajak warga Sidoarjo untuk ikut terlibat mewujudkan kawasan bebas sampah itu dengan menumbuhkan kepedulian agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama di kawasan kota.

Menurut Gus Muhdlor, melakukan penataan kota tidak berarti dengan melakukan penggusuran para pedagang kaki lima. Ada dua kepentingan akan diakomodasi, yaitu penataan kota dan keberlangsungan pelaku UMKM, seperti pedagang kaki lima. 

"Terwujudnya kawasan bebas sampah diperlukan partisipasi semua pihak. Masyarakat berpotensi jadi pengawas dan jadi pelaku. Oleh karenanya, untuk mewujudkan kota yang nyaman perlu kesadaran bersama," kata bupati alumnus Unair Surabaya itu.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo dalam dua hari terakhir menerapkan penegakan aturan bagi warga yang membuang sampah sembarangan di wilayah Taman Pinang.

Selama waktu dua hari, petugas polisi sampah dari DLHK Sidoarjo mengamankan 14 orang yang tertangkap basah membuang sampah di sepanjang Jalan Taman Pinang Indah dan Gading Fajar.

"Para pelanggar itu oleh polisi sampah diproses sesuai dengan perda yang berlaku. Teguran dan surat pernyataan untuk tidak mengulangi dilayangkan kepada mereka," kata Kepala DLHK Sidoarjo Bahrul Amig.

Melalui penegakan aturan itu, menurut Amig, Pemkab Sidoarjo sebenarnya mengajak masyarakat agar memiliki kesamaan tujuan untuk membuat Sidoarjo menjadi kota yang nyaman, bersih dan rindang. 

Dari hasil penegakan aturan selama dua hari itu, mereka yang tertangkap basah beralasan sampah di rumahnya tidak segera diambil oleh petugas kebersihan sampah. 

"Petugas pemungut sampah yang ada di desa itu merupakan inisiatif dari lingkungan sekitar. Memang membutuhkan pengawasan dari pemerintah desa, salah satunya dengan adanya perdes dan itu harus dijalankan," katanya.

https://jatim.antaranews.com/berita/579389/pemkab-sidoarjo-terapkan-jalan-taman-pinang-kawasan-bebas-sampah


Sidoarjo Terapkan Kawasan Bebas Sampah dari Bundaran Taman Pinang Indah hingga Gading Fajar

 26/02/2022

Pemkab Sidoarjo terus mempercantik kawasan kota. Satu di antara langkah yang diambil yakni menerapkan kawasan bebas sampah mulai dari Bundaran Jalan Taman Pinang Indah sampai jalan Gading Fajar. Penerapan itu dilakukan untuk menjaga kebersihan dan mengembalikan fungsi taman dan penghijuan di wilayah itu.

Selama ini banyak masyarakat yang menginginkan agar kawasan itu bisa kembali dimanfaatkan untuk olaraga seperti bersepeda, lari pagi dan sebagai salah satu oksigen bagi warga kota Sidoarjo.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor menjelaskan, penerapan kawasan bebas sampah di tengah kota merupakan harapan semua warga. Masyarakat ingin Sidoarjo menjadi kota hunian yang bersih, nyaman dan rindang.

“Untuk mendukung terlaksananya program kawasan bebas sampah itu, peraturan daerah akan dijalankan. Salah satunya peraturan daerah nomor 6 tahun 2012 tentang pengelolaan sampah,” ujar Bupati Muhdlor. Jumat, (25/2/2022).

Pelanggar aturan perda sampah akan diproses tindak pindana ringan. Mulai dari teguran, surat pernyataan hingga denda.

Muhdlor mengajak warga Sidoarjo untuk ikut terlibat mewujudkan itu dengan menumbuhkan kepedulian agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama di kawasan kota.

Bagi Muhdlor melakukan penataan kota tidak berarti dengan melakukan penggusuran para pedagang kaki lima. Oleh karenanya dua kepentingan itu oleh Muhdlor akan diakomodir yaitu penataan kota dan keberlangsungan usaha mikro kecil seperti pedagang kaki lima.

“Terwujudnya kawasan bebas sampah diperlukan partipasi semua pihak. Masyarakat berpotensi jadi pengawas dan jadi pelaku. Oleh karenanya untuk mewujudkan kota yang nyaman perlu kesadaran bersama,” kata Bupati muda alumni Unair Surabaya itu.

Pemkab Sidoarjo melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan dalam dua hari terakhir menerapkan penegakan aturan bagi yang membuang sampah sembarangan.

Dasarnya, peraturan daerah nomor 6 tahun 2012 tentang pengelolan sampah. Hasilnya, dalam kurun waktu dua hari, petugas Polisi Sampah dari DLHK Sidoarjo mengamankan 14 orang yang tertangkap basah membuang sampah di sepanjang jalan Taman Pinang Indah dan Gading Fajar.

“Ke 14 pelanggar itu oleh Polisi Sampah diproses sesuai Perda yang berlaku. Teguran dan surat pernyataan untuk tidak mengulangi dilayangkan kepada mereka,” kata Bahrul Amig Kepala DLHK Sidoarjo.

Tujuan dari penerapan kawasan bebas sampah di jantung kota dengan pendekatan penegakan aturan perda nomor 6 tahun 2012 tentang pengelolaan sampah, Pemkab Sidoarjo sebenarnya mengajak masyarakat agar memiliki kesamaan tujuan, untuk membuat Sidoarjo menjadi kota yang nyaman, bersih dan rindang dibutuh kesadaran semua pihak.

Amig akan melihat seberapa jauh peraturan desa atau perdes pengelolaan sampah itu berjalan. Terutama desa yang dekat dengan kawasan bebas sampah.

Dari hasil penegakan aturan selama dua hari itu, mereka yang tertangkap basah membuang sampah jalan Gading Fajar alasannya karena sampah di rumahnya tidak segera diambil petugas sampah.

“Petugas pemungut sampah yang ada di desa itu merupakan inisiatif dari lingkungan sekitar. Memang membutuhkan pengawasan dari pemerintah desa. Salah satunya dengan adanya Perdes dan itu harus dijalankan,” imbuh Amig. (*)

https://suryakabar.com/2022/02/26/sidoarjo-terapkan-kawasan-bebas-sampah-dari-bundaran-taman-pinang-indah-hingga-gading-fajar/


Pemkab Sidoarjo Terapkan Jalan Taman Pinang Indah – Gading Fajar Menjadi  Kawasan Bebas Sampah

25/02/202252

Pemkab Sidoarjo menerapkan kawasan bebas sampah mulai dari Bundaran Jalan Taman Pinang Indah sampai jalan Gading Fajar. Penerapan itu dilakukan untuk menjaga kebersihan dan mengembalikan fungsi Taman dan penghijuan di wilayah itu.

Selama ini banyak masyarakat yang menginginkan agar kawasan itu bisa kembali dimanfaatkan untuk olaraga seperti bersepeda, lari pagi dan sebagai salah satu oksigen bagi warga kota Sidoarjo.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor menjelaskan penerapan kawasan bebas sampah di tengah kota merupakan harapan semua warga. Masyarakat ingin Sidoarjo menjadi kota hunian yang bersih, nyaman dan rindang.

“Untuk mendukung terlaksananya program kawasan bebas sampah itu, peraturan daerah akan dijalankan. Salah satunya peraturan daerah nomor 6 tahun 2012 tentang pengelolaan sampah,” ujar Bupati Muhdlor. Jum’at, 25 Februari 2022.

Muhdlor mengajak warga Sidoarjo untuk ikut terlibat mewujudkan itu dengan menumbuhkan kepedulian agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama di kawasan kota.

Bagi Muhdlor melakukan penataan kota tidak berarti dengan melakukan penggusuran para pedagang kaki lima. Oleh karenanya dua kepentingan itu oleh Muhdlor akan diakomodir yaitu penataan kota dan keberlangsungan usaha mikro kecil seperti pedagang kaki lima.

“Terwujudnya kawasan bebas sampah diperlukan partipasi semua pihak. Masyarakat berpotensi jadi pengawas dan jadi pelaku. Oleh karenanya untuk mewujudkan kota yang nyaman perlu kesadaran bersama,” kata Bupati muda alumni Unair Surabaya itu.

Pemkab Sidoarjo melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan dalam dua hari terakhir menerapkan penegakan aturan bagi yang membuang sampah sembarangan.

Dasarnya, peraturan daerah nomor 6 tahun 2012 tentang pengelolan sampah. Hasilnya, dalam kurun waktu dua hari, petugas Polisi Sampah dari DLHK Sidoarjo mengamankan 14 orang yang tertangkap basah membuang sampah di sepanjang jalan Taman Pinang Indah dan Gading Fajar.

“Ke 14 pelanggar itu oleh Polisi Sampah diproses sesuai dengan perda yang berlaku. Teguran dan surat pernyataan untuk tidak mengulangi dilayangkan kepada mereka,” kata Bahrul Amig Kepala DLHK Sidoarjo.

Tujuan dari penerapan kawasan bebas sampah di jantung kota dengan pendekatan penegakan aturan perda nomor 6 tahun 2012 tentang pengelolaan sampah, Pemkab Sidoarjo sebenarnya mengajak masyarakat agar memiliki kesamaan tujuan bahwa untuk membuat Sidoarjo menjadi kota yang nyaman, bersih dan rindang dibutuh kesadaran semua pihak.

Amig akan melihat seberapa jauh peraturan desa atau perdes pengelolaan sampah itu berjalan. Terutama desa yang dekat dengan kawasan bebas sampah.

Dari hasil penegakan aturan selama dua hari itu, mereka yang tertangkap basah membuang sampah jalan Gading Fajar alasannya karena sampah dirumahnya tidak segera diambil oleh petugas sampah.

“Petugas pemungut sampah yang ada di desa itu merupakan inisiatif dari lingkungan sekitar. Memang membutuhkan pengawasan dari pemerintah desa. Salah satunya dengan adanya Perdes dan itu harus dijalankan,” imbuh Amig. (st-12/cles)

https://sidoarjoterkini.com/pemkab-sidoarjo-terapkan-jalan-taman-pinang-indah-gading-fajar-menjadi-kawasan-bebas-sampah/

Sunday, February 20, 2022

Lomba Daur Ulang Sampah dan Busana

Lomba Daur Ulang Sampah dan Busana, Meriahkan Hari Peduli Sampah Nasional 2022 di Sidoarjo

Paguyuban Bank Sampah di Sidoarjo aktif mengkampanyekan lingkungan yang bersih, terbebas dari tumpukan sampah. Paguyuban Bank Sampah Srikandi Lingkungan Sidoarjo ini, juga aktif menghelat acara peringatan di Hari Peduli Sampah Nasioanal (HPSN) setiap 21 Februari.

Misalnya, pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2021, menggelar lomba kapasitas muatan sampah atau tonase sampah anorganik bagi bank sampah skala unit, tingkat rukun tetangga (RT), hingga tingkat rukun warga (RW).

“Setiap tahun kami aktif memperingati HPSN. Seperti, 2021 peringatan HPSN kami menggelar lomba tonase. Bank sampah yang terbanyak menampung sampah anorganik dinobatkan sebagai juara 1 hingga juara harapan 3,” kata Ketua Paguyuban Bank Sampah Srikandi Lingkungan Sidoarjo, Mailiya Hurmatud Diyanah, kepada suryakabar.com, Minggu (20/2/2022).

“Untuk peringatan HPSN 2022 dimeriahkan lomba daur ulang sampah anorganik dan lomba hasil karya busana dari sampah anorganik,” sambungnya.

Ia menyampaikan, sebanyak 22 peserta turut memeriahkan acara lomba HPSN 2022 di Sidoarjo. Peserta terdaftar sebagai kategori umum maupun bank sampah yang saat ini aktif.

Di antara 22 peserta yang terpilih sebagai pemenang lomba HPSN 2022 di Sidoarjo yakni, dari tim daur ulang sampah dengan karya mainan anak. Karya ini berhasil merebut runner-up nomor lomba daur ulang sampah.

Ada pun yang terpilih sebagai juara 1, pada nomor lomba daur ulang sampah dari kategori bank sampah. Hasil pengumpulan limbah anorganik dimanfaatkan sebagai bahan atau isi pembuatan bantalan kursi.

“Sampah anorganik dapat dimanfaatkan untuk bahan karya yang menarik, seperti tim daur ulang sampah dari peserta umum itu, dibuat mainan anak. Sedangkan dari limbah anorganik, sisa potongan kain yang terkumpul di bank sampah, dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan bantalan kursi ini yang berhasil menjuarai lomba kali ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, kata Ana, sapaan Mailiya Hurmatud Diyanah, pihaknya berharap bank sampah yang saat ini aktif, bisa ikut menyebarkan semangat reduce, reuse, dan recycle (3R) kepada masyarakat. 3R bisa dilakukan secara individu, atau tergabung keanggotaan bank sampah di wilayah masing-maising.

“Ada ratusan bank sampah di Sidoarjo yang aktif, tersebar di 10 kecamatan. Ada Kecamatan Tarik, Candi, Gedangan, Porong, Sidoarjo Kota, Buduran, Tulangan, Waru, dan Tanggulangin. Sejumlah bank sampah baru mulai aktif ada di dua kecamatan lain yakni, Krian dan Balongbendo,” pungkasnya.


Sumber :

https://suryakabar.com/2022/02/21/lomba-daur-ulang-sampah-dan-busana-meriahkan-hari-peduli-sampah-nasional-2022-di-sidoarjo/

Related Posts