Showing posts with label Infrastruktur. Show all posts
Showing posts with label Infrastruktur. Show all posts

Wednesday, September 20, 2023

Sidoarjo Bakal Bangun Overpass Sepande

Urai Kemacetan Sepande, Sidoarjo Bakal Bangun Overpass

Rabu, 20 September 2023, 12:13 WIB


Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo bakal membangun overpass (jalan layang) untuk mengurai kemacetan di Desa Sepande, Kecamatan Candi. Proyek ini akan dijalankan Pemkab Sidoarjo bekerja sama dengan PT Jasa Marga pada 2024.

Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) mengatakan dalam waktu dekat ini akan melakukan peninjauan lapangan untuk melihat tingkat urgensi pembangunan overpass tersebut.

“Rencana akan kami tinjau untuk melihat tingkat urgensinya. Selain overpass di Raya Sepande, kami nanti juga akan meninjau overpass Sidokepung, overpass Sukolegok dan overpass Sepande yang berada di sisi utara. Jika memungkinkan akan dibangun sekaligus,” ucapnya.

Bupati yang akrab disapa Gus Muhdlor menyebut penambahan overpass ini mengingat tingginya volume kendaraan yang melewati Jalan Raya Sepande. Dampaknya, timbul kemacetan cukup panjang.

Nantinya, sambung dia, overpass akan dibangun di sisi selatan overpass yang sudah ada. Sehingga, akan ada dua jalur yang langsung dapat dilalui kendaraan roda empat.

“Namun, kami akan melihat mana yang lebih urgent untuk dibangun. Saat ini yang ramai dilewati kendaraan adalah overpass Raya Sepande,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo, Dwi Eko Saptono mengatakan, kondisi Overpass Raya Sepande saat ini tidak dapat dilewati berpapasan. Dengan lebar sekitar 5 meter, kendaraan roda empat yang lewat harus bergantian menunggu rambu lalu lintas yang mengaturnya.

“Kami akan menjalin kerjasama dengan PT. Jasa Marga untuk membangun overpass Raya Sepande sisi selatan,” ungkapnya Rabu (20/9/2023).

Dwi menambahkan jika rencana itu terealisasi, pembangunannya akan dimulai pada 2024 menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan dikerjakan oleh PT. Jasa Marga. “Untuk besaran anggaran murni dari APBN bukan dari APBD Sidoarjo,” terang Dwi.

Dwi juga menyebut langkah penambahan overpass dengan lebar 6-7 meter dari timur ke barat ini dapat mengurangi kemacetan. Sebab beberapa overpass yang ada di Sidoarjo sudah menerapkannya.

“Ini menjadi solusi agar kendaraan dari dua arah tidak perlu bergantian untuk lewat, penambahan overpass ini sudah diterapkan di overpass Masangan Wetan, overpass Jumputrejo, overpass Wage Taman dan overpass Durungbanjar Candi,” ujarnya. 


Sumber :

https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/urai-kemacetan-sepande-sidoarjo-bakal-bangun-overpass/?utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter

Monday, August 7, 2023

PLN targetkan pasang 84 ribu lebih "Smart Meter AMI" di Sidoarjo

Selasa, 11 Juli 2023 12:15 WIB

PT PLN (Persero) menargetkan dapat memasang sebanyak 84 ribu lebih Smart Meter Advanced Metering Infrastructure (AMI) di wilayah Sidoarjo, Jawa Timur sebagai upaya peningkatan layanan kepada pelanggan.

"Kami menyasar 84 ribu lebih pelanggan yang akan diganti Smart Meter AMI di rumahnya. Target Desember 2023 tuntas," kata General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur Lasiran, di Surabaya, Selasa.

Lasiran memaparkan Smart Meter AMI merupakan digitalisasi layanan PLN untuk meningkatkan akurasi pembacaan meter.

"Teknologi terbaru yang ditawarkan AMI ini memberikan kemudahan bagi pelanggan melakukan monitoring dan kontrol penggunaan listrik secara real-time. Bagi PLN, pembacaan meter dilakukan jarak jauh sehingga tidak diperlukan lagi billman ke lokasi," ujar Lasiran.

Smart Meter AMI merupakan alat pengukur penggunaan listrik yang dilengkapi dengan fitur komunikasi dua arah untuk penyediaan informasi yang komprehensif mulai dari energi, tegangan, arus, dan lainnya.

Selanjutnya, dengan sistem ini para pelanggan bisa mengetahui profil penggunaan energi listrik sekaligus tagihan listrik berjalan. Pelanggan juga bisa menghitung energi listrik secara mandiri melalui aplikasi PLN Mobile.

Lebih lanjut, ia menambahkan penggantian kWh meter lama ke Smart Meter AMI dilakukan secara gratis dan tidak akan membebani pelanggan. Dalam penggunaan Smart Meter AMI, PLN juga mengedepankan keamanan data pelanggan.

"Proses penggantian ini akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari pelanggan dengan pemakaian listrik tinggi dan akan berlanjut hingga mencakup seluruh pelanggan di Sidoarjo. Mohon kooperatifnya untuk menerima petugas kami yang akan melakukan penggantian. Pastikan petugas beridentitas resmi PLN," katanya  pula.


Sumber :

https://jatim.antaranews.com/berita/714732/pln-targetkan-pasang-84-ribu-lebih-smart-meter-ami-di-sidoarjo

Sunday, June 18, 2023

5 Candi Di Sidoarjo Jawa Timur

5 Candi Di Sidoarjo Jawa Timur, Wajib Dikunjungi Bagi Pecinta Wisata Sejarah!

- Senin, 19 Juni 2023 | 06:00 WIB

  

Wisata sejarah tentunya sangat dibutuhkan bagi kalian yang sering dan suka untuk mengungkit dan memperdalam masalah sejarah. Karena, sejarah adalah hal yang perlu digali kembali ilmunya, wawasannya, supaya tidak hilang akan perkembangan zaman modern sekarang.

Sidoarjo merupakan salah satu kabupaten yang ada di Jawa Timur, di mana Sidoarjo juga terkenal sebagai kabupaten yang menawarkan banyak tempat wisata yang mengandung unsur sejarah.

Beberapa wisata yang bisa dikatakan wajib bagi pecinta sejarah adalah candi yang ada di Sidoarjo tersebut, apalagi candi di Sidoarjo ada beberapa masih berdiri kokoh dan juga menarik untuk dikunjungi.

Selain berdiri kokoh, spot yang bagus juga menjadikan keunikan tersendiri dari beberapa wisata candi yang ada di Sidoarjo tersebut. Dan penulis akan memaparkan setidaknya 5 wisata candi di Sidoarjo Jawa Timur yang harus kalian kunjungi, bagi kalian yang suka berwisata sekalian belajar akan sejarah. 


Pertama, Candi Sumur.

Beberapa dari kalian tentunya ada yang sudah tidak asing kalau mendengar nama Candi Sumur. Candi sumur merupakan nama salah satu candi yang ada di Sidoarjo yang cukup popular dikalangan warga lokal maupun wisatawan luar negeri.

Candi satu ini memiliki bentuk bangunan yang unik dan sangat menarik. Meskipun bentuk candi sudah tidak utuh, tetapi di sisi lain menjadikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Candi sumur ini berlokasi di Candipari Kulon, Candipari, kecamatan Porong, Sidoarjo. Konon katanya Candi Sumur ini dibangun untuk mengenang tempat hilangnya seorang sahabat atau adik angkat dari Putra Prabu Brawijaya.

Candi sumur ini merupakan salah satu cagar budaya di kabupaten Sidoarjo yang bisa kalian kunjungi.


Kedua, Candi Pari.

Candi pari ini juga termasuk candi yang sangat popular dan juga ramai didatangi para wisatawan. Candi ini juga tidak jauh dari candi sumur, letaknya berada di jalan Purbakala, Porong, Sidoarjo. Bangunan candinya yang megah dan rumput taman di sekeliling yang terawat menjadikan Candi Pari tanpak megah dan indah.

Meskipun didirikan sudah lumayan lama, tetapi candi ini masih kokoh berdiri. Menurut batu yang ada dibagian gerbang, candi ini tertulis dibangun pada tahun 1293 saka, atau 1371 Masehi.


Ketiga, Candi Tawangalun.

Candi satu ini juga termasuk candi yang sering dikunjungi. Letaknya berada di jalan Tawangalun, Buncitan, Sedati, Sidoarjo.

Candi tawangalun ini merupakan candi peninggalan Majapahit, meskipun beberapa sisi candi yang tidak kokoh, tetapi candi satu ini juga mempunyai nilai sejarah dan juga menjadi daya tarik sendiri untuk didatangi oleh para wisatawan.

Candi tawangalun ini sempat mengalami pemugaran dengan pada pagian atapnya serta dinding candi. Lokasinya yang berada diperbukitan dan jauh dari pemukiman menjadikan area candi menjadikan suasana yang sejuk dan juga tenang.


Keempat, Candi Medalem.

Candi ini juga termasuk candi yang popular di kalangan warga lokal, lokasinya terletak di daerah Medalem, Tulangan, Sidoarjo. Lokasinya yang mudah dicari juga menjadikan pengunjung mudah dalam menuju ke area wisata sejarah di Candi Medalem tersebut.

Walaupun candi medalem ini tidak semegah candi lainnya, tetapi kisah sejarahnya juga sangat besar dan bisa dipelajari. Di sana banyak memiliki cerita, di mana konon katanya di wilayah candi ini dulunya hanya lahan yang ditumbuhi pohon-pohon besar.

Kemudian, juru kuncinya mendapat bisikan bahwa di bawah pohon terdapat sebuah candi, oleh sejak itulah ini kawasan dikenal sebagai wisata candi di Sidoarjo.


Kelima, Candi Dermo.

Diantara beberapa candi yang lainnya, Candi Dermo juga bisa kalian kunjungi saat datang ke kabupaten Sidoarjo. Candi yang satu ini lokasinya berada di dusun Candi Santren, kecamatan Wonoayu, Sidoarjo. Candi dermo ini merupakan candi peninggalan dari masa klasik hindu budha.

Beberapa ahli juga mengatakan, bahwa candi satu ini dibangun dari abad ke-14.***


Sumber :


Thursday, June 1, 2023

Tiga Flyover Baru

Tahun Baru, Sidoarjo Punya Tiga Flyover Baru

- Jumat, 2 Juni 2023 | 11:25 WIB

 

Tiga flyover dibangun tahun ini di Sidoarjo. Yakni, flyover di Tarik, Krian, dan Aloha. Ketiganya ditarget selesai akhir tahun nanti dan bisa langsung digunakan.

Di Tarik, girder balok beton untuk permukaan flyover mulai dipasang. Badan flyover tampak berdiri kokoh meski belum semuanya selesai. Pekerja kini menuntaskan pemasangan gelagar beton di bagian turunan.

Di flyover Krian juga sama. Fondasi dan pemasangan tiang pancang sudah selesai. Kini petugas masih memasang erection girder atau balok beton ke atas tumpuan jembatan.

Ketua Tim Percepatan Pembangunan Flyover Krian dan Flyover Tarik Bachruni Aryawan mengatakan, flyover di Tarik dan Krian ditarget selesai akhir tahun ini. ’’Dua flyover itu saat ini sudah terbangun 60 persen lebih,’’ katanya.

Prediksinya, flyover Tarik selesai lebih cepat daripada Krian karena lebih pendek. Flyover Tarik dibangun mirip huruf U dengan panjang mencapai 412,5 meter. Sedangkan flyover Krian dibangun sepanjang 700 meter.

’’Keduanya ditargetkan akhir Desember selesai. Tapi, ini flyover Tarik sepertinya lebih cepat karena tidak begitu panjang,’’ kata Bachruni.

Dia mengatakan, sampai saat ini pembangunan berlangsung lancar dan progres sesuai target. Hanya, khusus di flyover Krian, sampai saat ini masih ada rekayasa lalu lintas pada malam hari saat pemasangan girder.

Jalan Moh. Yamin dan Kyai Mojo harus ditutup mulai pukul 21.00 hingga 04.00 sampai akhir Agustus mendatang. ’’Karena alat berat butuh manuver, area jalan digunakan untuk operasi alat beratnya,’’ katanya.

Selain dua flyover itu, flyover Aloha ditarget bisa selesai dan digunakan pada akhir tahun nanti. Meski, progres pembangunannya tidak sebanyak flyover Krian dan Tarik.

Manajer Konstruksi Flyover Aloha Muhammad Sadikin mengatakan, saat ini flyover Aloha sudah terbangun 50 persen lebih. Dia menilai akhir tahun nanti belum bisa tuntas 100 persen, tapi targetnya bisa digunakan.

’’Pada libur Natal dan tahun baru, targetnya flyover bisa digunakan meskipun belum 100 persen. Kekurangannya, seperti pekerjaan minor, diselesaikan awal tahun depan,’’ ujarnya.

Prinsipnya, saat kendaraan padat saat libur akhir tahun, flyover tersebut bisa digunakan. Sebab, flyover itu sangat vital, terutama untuk warga yang akan ke Bandara Internasional Juanda. Dia mengatakan, pihaknya kini menuntaskan seluruh pemasangan pilar atau pier flyover.

’’Mulai di titik P1.B sampai P5B, semua sedang kita kerjakan strukturnya,’’ kata Sadikin. Mulai pengerjaan pile cap, pier kolom, hingga pier head dan pier lainnya. ’’Saat ini pekerjaan di lapangan fokus pada struktur seluruh pier sampai pier head,’’ katanya.


Sumber :

https://www.jawapos.com/surabaya-raya/01701853/tahun-baru-sidoarjo-punya-tiga-flyover-baru?page=2

Sunday, March 5, 2023

Frontage Road Sidoarjo Selesai

Frontage Road Gedangan-Lingkar Timur Buduran Sidoarjo Tuntas 16 Maret 

6 Maret 2023, 13:53:10 WIB

Frontage road (FR) di Gedangan hingga Lingkar Timur Buduran, Sidoarjo, ditargetkan tuntas 16 Maret mendatang. Namun, tak bisa langsung dilalui. Dibutuhkan pengecekan dan analisis dampak lalu lintas sebelum bisa digunakan. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo Dwi Eko Saptono mengatakan, petugas tengah menuntaskan pelapisan jalan di sebagian titik di Desa Sruni dan utara Jalan Lingkar Timur. 

’’Pemadatan jalan sebagian besarnya sudah selesai. Tinggal penyambungan di dekat Perumahan Puri Surya Jaya,’’ jelas Dwi. Dia memastikan 16 Maret tuntas seluruhnya. Bagian jalan yang sebelumnya dilompati karena ada tiang juga sudah dibangun. 

Kabid Jalan dan Jembatan DPUBMSDA Sidoarjo Rizal Asnan menambahkan, seluruh pekerjaan berat sudah selesai. Jadi, jalan tersebut bakal tuntas sesuai target. Namun, begitu pembangunan selesai, jalan itu tidak bisa langsung dilewati. 

Pihaknya harus memastikan dulu keamanan jalan tersebut. Termasuk mengecek empat jembatan yang berada di ruas jalan itu. ’’Butuh dicek dulu, dipastikan aman. Selain itu, butuh analisis dampak lalu lintas,’’ paparnya. 

Pengecekan memerlukan waktu sekitar sebulan. Bisa juga lebih, bergantung kondisi di lapangan. ’’Perkiraannya, April baru bisa digunakan. Dengan syarat, hasilnya aman setelah dicek total,’’ lanjutnya. Pihaknya juga masih harus melengkapi penerangan jalan umum (PJU) di ruas FR Gedangan sampai Buduran tersebut. 

’’Total ada 70 tiang PJU yang dipasang di sepanjang Gedangan sampai dekat Lingkar Timur,’’ katanya. Selain menuntaskan pemasangan PJU, rambu-rambu lalu lintas dan markah jalan juga akan dipasang di sana. ’’Setelah clear semua, baru bisa dibuka untuk umum,’’ imbuhnya.


Sumber :

https://www.jawapos.com/surabaya/06/03/2023/frontage-road-gedangan-lingkar-timur-buduran-sidoarjo-tuntas-16-maret/

Friday, February 3, 2023

Rekayasa Lalu Lintas Saat 1 Abad NU di Sidoarjo

Berikut Rekayasa Lalu Lintas Saat Puncak Harlah 1 Abad NU di Sidoarjo

Kepolisian akan menerapkan penutupan dan pengalihan arus lalu lintas di sekitar Stadion Gelora Delta Sidoarjo yang menjadi lokasi Puncak Resepsi 1 Abad NU, pada Selasa (7/2/2023) mendatang. Kombes Pol Muhammad Taslim Dirlantas Polda Jatim mengatakan, Jalan Raya Ponti akan ditutup total karena akan digunakan untuk menampung jemaah yang tidak bisa masuk ke Stadion Gelora Delta.

“GOR Sidoarjo kapasitas tempat duduk 25 ribu, di halaman tengah (lapangan) 25 ribu sehingga kapasitas 50 ribu. Itu kalau full. Karena ada tamu VVIP tidak bisa full sehingga maksimal 27 ribu. Kapasitas di sekitar GOR maksimal 100 ribu, sehingga tidak bisa dihindari umat akan berada di ruang terbuka termasuk di jalan,” kata Taslim saat mengudara di Radio Suara Surabaya, Rabu (1/2/2023).

Selain menutup penuh Jalan Ponti, sisi utara Jalan Pahlawan juga ditutup sehingga nantinya hanya ada sisi selatan yang bisa digunakan untuk lalu lintas. Ia meminta supaya jemaah bisa memanfaatkan sisi Jalan Pahlawan yang khusus digunakan untuk peserta, supaya lalu lintas tetap bisa bergerak.

Kompol Yanto Mulyanto Kasatlantas Polresta Sidoarjo merinci, pengalihan arus lalu lintas akan diterapkan di delapan titik.

Titik pengalihan pertama yaitu kendaraan dari arah Surabaya ke Kota Sidoarjo lewat jalan arteri akan dialihkan di Traffic Light (TL) Maspion 2, kemudian melalui Lingkar Timur hingga ke Tanggulangin dan Porong.

Selanjutnya kendaraan dari dalam kota Sidoarjo yang mengarah ke Pagerwojo diluruskan ke Jalan Ahmad Yani – Jalan Gajahmada – Buduran – Candi – Tanggulangin – Porong.

Begitu juga dari arah Jalan Diponegoro mengarah ke Jalan Pahlawan akan diarahkan ke Jalan Thamrin kemudian diarahkan ke Surabaya atau Porong.

“Kemudian di TL Candi, kendaraan dari Tanggulangin ke Kota Sidoarjo diarahkan Lingkar Timur, Candi, Buduran, Gedangan, Waru dan lanjut Surabaya,” terangnya saat dihubungi Suara Surabaya.

Pengalihan kelima yaitu di Sumokali. Kendaraaan dari Tenggulunan atau Sumokali mengarah ke Jalan Taman Pinang diluruskan ke arah timur dan barat.

Lalu untuk di dalam tol sendiri, yaitu di exit Sidoarjo 1, kendaraan yang keluar Sidoarjo diarahkan keluar ke tol Tanggulangin, kecuali peserta Puncak Resepsi 1 Abad NU dan masyarakat yang tinggal di sekitar GOR.

“Di persimpangan sebelum GOR peserta sudah ada identitas yang ditentukan, kendaraan peserta Harlah diarahkan keluar Sidoarjo 1. Masyarakat yang rumahnya di sekitar, silakan menyampaikan ke petugas kami, dengan menunjukkan identitas diri,” jelasnya.

Titik terakhir yaitu di Simpang Tiga Cemengkalang. Kendaraan dari Jalan Raya Suko atau Jalan Raya Sumput ke Cemengkalang akan diluruskan, sehingga tidak ada kendaraan yang mengarah ke dalam kota.

Kemudian untuk jemaah yang datang dari luar Kabupaten Sidoarjo, Yanto menyebut, akan dibagi ke tiga zonasi.

Rombongan peserta dari zona 1 akan keluar dari exit tol Sidoarjo 1 dengan drop zone di depan Lippo Plaza. Jemaah berasal dari di antaranya Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Ponorogo, Madiun, Kota Madiun, Kediri, Kota Kediri, Magetan, Nganjuk, Blitar, Blitar Kota, Jombang dan Ngawi. Mereka akan diberi penanda stiker merah.

Lalu dari zona 2 peserta dari Banyuwangi, Jember, Lumajang, Probolinggo, Kota Probolinggo, Kota Batu, Malang, Kota Malang, Bondowoso, Situbondo, Pasuruan, Kota Pasuruan dan Sidoarjo akan turun di Exit Tol Porong. Drop zone zona 2 berada di Simpang 4 Babalayar.

Terakhir zona 3, rombongan peserta dari Surabaya, Gresik, Lamongan, Tuban, Bojonegoro, Bangkalan, Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan dari luar Jatim akan keluar lewat pintu keluar tol Waru. Sementara drop zone-nya di Pagerwojo.(dfn/rst)


Sumber :

https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2023/polisi-siapkan-rekayasa-lalin-saat-puncak-1-abad-nu-di-sidoarjo/

Wednesday, January 18, 2023

Proyek Flyover Aloha Mulai 18 Januari

Waspadai Penyempitan di Raya Bandara Juanda karena Proyek Flyover Aloha Mulai 18 Januari

Selasa, 17 Januari 2023

| 18:18 WIB

Masyarakat pengguna jalan jalur Surabaya-Juanda diimbau untuk mewaspadai penyempitan jalur utama di Jalan Raya Bandara Juanda mulai 18 Januari hingga minggu keempat Februari 2023.

Penyempitan ini dikarenakan di jalur utama Jalan Raya Bandara Juanda akan ada pengerjaan struktur Flyover Aloha, yang memakan setengah badan jalan. Sementara jalur lambat yang sebelumnya dua arah, akan diubah menjadi satu arah untuk mengurai kemacetan.

David Nitemazaro Zai Quality Health Safety & Environment (QHSE) Manager Project WIKA-Nindya Karya KSO saat dihubungi suarasurabaya.net mengatakan, penyempitan jalur akan dilakukan hingga minggu keempat bulan Februari sebelum nantinya ditutup total sampai pengerjaan Flyover Aloha tuntas.

“Kendaraan truk kontainer atau roda 10 disarankan untuk menghindari jalur Aloha, karena penyempitan ini akan membuat kemacetan berat. Sementara mobil sedan dan mobil roda 6 masih bisa melewati dengan kecepatan maksimal 20 km/jam untuk keamanan lalu lintas di jalur tersebut,” ujar David, Selasa (17/1/2023).

Dalam keterangan tertulis yang diterima Suara Surabaya, rekayasa lalu lintas selama pengerjaan berlangsung, pengguna jalan dari Surabaya menuju Juanda akan diarahkan melalui frontage road dan Jl. Raya Bandara Juanda dibuat menjadi satu arah. Sementara pengguna jalan dari Surabaya menuju Sidoarjo sementara diarahkan memutar balik di U-Turn arah Juanda.

Aris Purwanto Pelaksana Flyover Aloha dari WIKA-Nindya Karya KSO menambahkan, terkait penutupan tersebut pengguna jalan terdampak penyempitan yang akan menuju Bandara Juana bisa menggunakan jalur tol.

Ia juga menjelaskan, proyek Flyover Aloha akan dilaksanakan dengan waktu kontrak selama 540 hari atau 18 bulan.

“Dimulai per 1 November 2022, sekarang tahap persiapan pengerjaan di lapangan. Sekarang sudah dua bulan, masih ada 16 bulan lagi,” jelasnya saat mengudara di Radio Suara Surabaya. 

Akan ada dua Flyover yang dibangun yaitu dari Sidoarjo menuju Juanda sepanjang 435 meter, dan dari Juanda ke Surabaya dengan panjang 432 meter. Sehingga dalam pengerjaannya, beberapa struktur Flyover akan mengenai jalan raya sehingga harus dibangun frontage di sampingnya.

Frontage tersebut di antaranya dari arah Juanda-Sidoarjo yang sekarang sedang tahap pelaksanaan, dan dari Sidoarjo-Surabaya akan ada frontage yang menyambung ke Bangah, Gedangan, Sidoarjo.

Sementara AKP Abdul Cholil Kanit Patroli Polresta Sidoarjo dalam kesempatan yang sama menyebut, pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penutupan bertahap ini.

“Besok ada trial lajur cepat akan dibuat dua lajur, karena lajur lambat kita pakai juga. Nanti ketemunya di depan Hotel Istana Permata, masyarakat bisa kembali ke lajur cepat atau paling kiri. Yang di sisi lajur cepat bisa digunakan satu lajur nanti kita persiapkan, termasuk rambu pendukung, penunjuk, keselamatan kerja dan sebagainya,” jelasnya.


Sumber :

https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2023/waspadai-penyempitan-di-raya-bandara-juanda-karena-proyek-flyover-aloha-mulai-18-januari/

Sunday, January 8, 2023

Tugu Babalayar

Desain “Hikayat Sang Delta” Jawara Sayembara Tugu Babalayar

Desain Tugu Babalayar hasil sayembara akhirnya diumumkan. Pemenangnya yakni desain “Hikayat Sang Delta” jadi jawara dalam sayembara itu.

Awalnya, dari sejumlah desain yang masuk, tim juri dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dan Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI) kepincut pada 3 desain. Yakni desain berjudul, Hikayat Sang Delta, Sinergi Warisan Ganda, dan Tugu Babalayar Babadan Babalayar.

Ketiganya memiliki ciri khas dan keunikan masing-masing. Pada Hikayat Sang Delta, desainer menonjolkan dua bangunan metafora haluan perahu dengan kombinasi siluet berbentuk candi. Sementara Sinergi Warisan Ganda menonjolkan bangunan tugu yang menjulang tinggi. Lalu pada desain Tugu Babalayar Babadan Babalayar kental dengan kombinasi warna putih dan abu abu muda.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo Bahrul Amig mengungkapkan, tim juri kemudian memberikan poin atau nilai terhadap sejumlah desain itu. Setelah dijumlah, desan Hikayat Sang Delta mendapat poin terbanyak. “Total poinnya 270,” katanya.

Sementara untuk Babadan Babalayar ada di urutan kedua dengan poin 265. Dan Sinergi Warisan Ganda ada di urutan ketiga dengan poin 250. Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor menegaskan, untuk penentuan pemenang final memang ada di tangan para dewan juri. “Bupati tidak ikut campur,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam sayembara itu pihaknya hanya menitipkan terkait variabel culture Sidoarjo yang harus ada dalam desain. Kemudian juga pertimbangan estetika. Setelah itu, tim juri yang menerjemahkan dan menseleksi dari sejumlah desain masyarakat.

Setelah desain terpilih, maka akan masuk ke tahap lelang dan pembangunan. Diharapkan tugu yang akan dibangun itu semakin mempercantik Sidoarjo dan menjadi ikon baru.


Sumber :

https://radarsidoarjo.jawapos.com/kota-delta/03/06/2022/desain-hikayat-sang-delta-jawara-sayembara-tugu-babalayar/

Tuesday, December 13, 2022

Jembatan Cantel Sidoarjo

Jembatan Cantel Sidoarjo Minggu Depan Bisa Dilewati

13 Desember 2022, 11:27:47 WIB

Sejumlah pengemudi kendaraan roda dua melintas di jembatan sementara Cantel. Tropodo. Jembatan utama sudah selesai dibangun, tinggal menunggu aspal kering. 

Satu lagi proyek perbaikan infrastruktur di Sidoarjo tuntas. Jembatan Sungai Cantel di Jalan Raya Tropodo minggu depan sudah bisa dibuka dan dilewati untuk umum. Saat ini betonisasi sudah ranpung. Pelapisan aspal juga sudah beres. Tinggal merapikan bekas bangunan dan menunggu pengaspalan kering.

Plt Kabid Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo Rizal Asnan mengatakan, pekerjaan utama jembatan penghubung Desa Tropodo dan Desa Pabean itu sudah selesai. ”Aspal sudah, tinggal sedikit di sisi selatan. Sekarang hanya merapi-rapikan,” katanya.

Termasuk, lanjut dia, memplester railing atau pagar jembatan dan pengecatan pagar tersebut. ”Setelah rapi dan tuntas semua, baru kami buka. Sekalian menunggu aspalnya kering,” ujar Rizal Asnan.

Kepala Dinas PUBMSDA Sidoarjo Dwi Eko Saptono mengatakan, proyek tersebut bakal lebih cepat dari target. Rencananya, 19 Desember pihaknya melakukan pengujian jembatan. Jika sudah tidak ada evaluasi dan dirasa aman, 20 Desember jembatan dibuka. ”Pembukaan langsung, tidak setengah-setengah. Tapi setelah kami pastikan kualitas dan keamanannya dulu,” katanya.

Pihaknya mengupayakan percepatan agar saat libur Natal dan tahun baru jalan tersebut bisa berfungsi. ”Karena biasanya kan ramai. Agar tidak membeludak di sana, sebelum akhir Desember kami upayakan selesai,” katanya.

Jika aspal belum kering sempurna saat pengujian 19 Desember, lanjut dia, pihaknya akan menunggu pembukaan hingga 24 Desember. Artinya, menurut dia, jembatan tersebut maksimal 24 Desember sudah bisa dilewati.

Sebab, Dwi menyebut saat ini hanya merapikan dan menunggu aspal kering maksimal. ”Seperti aspal di oprit atau turunan jembatan sisi selatan baru diselesaikan hari ini (kemarin, Red). Jadi, butuh waktu untuk pengeringan dulu,” ujarnya.

Jembatan bisa digunakan untuk motor, namun harus dicek dulu demi keamanannya. Selain itu, ada penghitungan terkait masa matang aspal atau beton sehingga bisa kering maksimal. ”Prinsipnya, saat Nataru nanti sudah normal dan lancar,” katanya. Setelah itu, baru jembatan baja sementara yang digunakan untuk motor saat ini dibongkar. 


Sumber :

https://www.jawapos.com/surabaya/13/12/2022/jembatan-cante-sidoarjol-minggu-depan-bisa-dilewati/

Saturday, December 10, 2022

Gedangan-Sruni Ditutup Sementara

Waspadai, Mulai 10 Desember Segmen Gedangan-Sruni Ditutup Sementara

Jumat, 9 Desember 2022

Peta pengalihan arus lalu lintas penutupan jalan segmen Gedangan-Sruni Sidoarjo

Iptu Abdul Kholil Kanit Turjawali Polresta Sidoarjo menyampaikan mulai Sabtu (10/12/2022) sampai Kamis (15/12/2022) akan ada penutupan sementara di dua titik sepanjang segmen Gedangan-Sruni, dalam rangka percepatan pembangunan jalan dan jembatan frontage Gedangan-Buduran.

Ia menjelaskan, penutupan pertama yaitu di sebelah timur simpang empat Gedangan karena ada pengerjaan pengeprasan jembatan untuk penyambungan frontage Gedangan-Buduran.

“Pengerjaan dilaksanakan jam 21.00-04.00 WIB ada penutupan total dari arah Gedangan mengarah ke Wedi atau Sedati demikian sebaliknya,” ujar Kholil saat mengudara di Radio Suara Surabaya, Kamis (8/12/2022).

Sedangkan untuk pengalihan arusnya, kendaraan yang mengarah ke Wedi/Sedati menuju Pasar Betro bisa melewati jalur alternatif.

“Aloha tekuk kiri, putar balik kanan, masuk Pasar Betro baru belok kanan. Alternatif masih bisa meski jam malam,” jelasnya.

Sementara untuk kendaraan dari arah Sedati, bisa melewati Pasar Betro lalu belok ke kanan menuju Aloha. Untuk kendaraan kecil juga bisa mengambil jalan lurus masuk Perumahan Puri Surya Jaya, sementara truk trailer diarahkan dari Aloha belok kanan melewati Pasar Betro, lalu belok kanan lagi menuju kawasan pabrik.

Kholil memastikan sudah menyampaikan kepada pelaksana proyek agar menyimpan alat-alat berat setelah pengerjaan ke lahan kosong di sekitar pembangunan frontage, supaya tidak mengganggu lalu lintas saat jalan sudah dibuka.

Titik kedua yang ditutup yaitu sisi timur traffic light Sruni arah ke perumahan sekitar Desa Punggul. Titik ini akan ditutup 24 jam selama tanggal 10-15 Desember mendatang.

Untuk pengalihan arus di titik ini, pengguna jalan akan diarahkan untuk menggunakan jalur alternatif di belakang Perumahan Puri Surya Jaya.

“Ini kan ke arah Punggul ketemunya. Di belakang Puri Surya dari arah Punggul ada jalan ke kanan, nanti ketemunya frontage depan Puri Surya Jaya,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut pihaknya meminta supaya masyarakat dapat mengantisipasi kepadatan di sisi jalan frontage depan Puri Surya Jaya mengarah ke rel kereta api.(dfn)


Sumber :

https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2022/waspadai-mulai-10-desember-segmen-gedangan-sruni-ditutup-sementara/

Friday, February 25, 2022

Jalan Taman Pinang Kawasan Bebas Sampah

Pemkab Sidoarjo terapkan Jalan Taman Pinang kawasan bebas sampah

 Jumat, 25 Februari 2022 20:46 WIB

Pemkab Sidoarjo menerapkan kawasan bebas sampah mulai dari Bundaran Jalan Taman Pinang Indah sampai Gading Fajar untuk menjaga kebersihan dan mengembalikan fungsi taman serta penghijauan di wilayah itu. 

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor mengatakan selama ini banyak masyarakat yang menginginkan kawasan itu bisa kembali dimanfaatkan untuk aktivitas olahraga, seperti bersepeda dan lari pagi, serta sebagai salah satu area penghasil oksigen bagi warga Sidoarjo.

Penerapan kawasan bebas sampah di tengah kota merupakan harapan semua warga karena masyarakat ingin Sidoarjo menjadi kota hunian yang bersih, nyaman dan rindang.

"Untuk mendukung terlaksananya program kawasan bebas sampah itu, peraturan daerah akan dijalankan. Salah satunya Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah," ujar Bupati Muhdlor di Sidoarjo, Jumat.

Ia mengatakan pelanggar perda sampah akan diproses tindak pidana ringan, mulai dari teguran, surat pernyataan hingga denda.

Muhdlor mengajak warga Sidoarjo untuk ikut terlibat mewujudkan kawasan bebas sampah itu dengan menumbuhkan kepedulian agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama di kawasan kota.

Menurut Gus Muhdlor, melakukan penataan kota tidak berarti dengan melakukan penggusuran para pedagang kaki lima. Ada dua kepentingan akan diakomodasi, yaitu penataan kota dan keberlangsungan pelaku UMKM, seperti pedagang kaki lima. 

"Terwujudnya kawasan bebas sampah diperlukan partisipasi semua pihak. Masyarakat berpotensi jadi pengawas dan jadi pelaku. Oleh karenanya, untuk mewujudkan kota yang nyaman perlu kesadaran bersama," kata bupati alumnus Unair Surabaya itu.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo dalam dua hari terakhir menerapkan penegakan aturan bagi warga yang membuang sampah sembarangan di wilayah Taman Pinang.

Selama waktu dua hari, petugas polisi sampah dari DLHK Sidoarjo mengamankan 14 orang yang tertangkap basah membuang sampah di sepanjang Jalan Taman Pinang Indah dan Gading Fajar.

"Para pelanggar itu oleh polisi sampah diproses sesuai dengan perda yang berlaku. Teguran dan surat pernyataan untuk tidak mengulangi dilayangkan kepada mereka," kata Kepala DLHK Sidoarjo Bahrul Amig.

Melalui penegakan aturan itu, menurut Amig, Pemkab Sidoarjo sebenarnya mengajak masyarakat agar memiliki kesamaan tujuan untuk membuat Sidoarjo menjadi kota yang nyaman, bersih dan rindang. 

Dari hasil penegakan aturan selama dua hari itu, mereka yang tertangkap basah beralasan sampah di rumahnya tidak segera diambil oleh petugas kebersihan sampah. 

"Petugas pemungut sampah yang ada di desa itu merupakan inisiatif dari lingkungan sekitar. Memang membutuhkan pengawasan dari pemerintah desa, salah satunya dengan adanya perdes dan itu harus dijalankan," katanya.

https://jatim.antaranews.com/berita/579389/pemkab-sidoarjo-terapkan-jalan-taman-pinang-kawasan-bebas-sampah


Sidoarjo Terapkan Kawasan Bebas Sampah dari Bundaran Taman Pinang Indah hingga Gading Fajar

 26/02/2022

Pemkab Sidoarjo terus mempercantik kawasan kota. Satu di antara langkah yang diambil yakni menerapkan kawasan bebas sampah mulai dari Bundaran Jalan Taman Pinang Indah sampai jalan Gading Fajar. Penerapan itu dilakukan untuk menjaga kebersihan dan mengembalikan fungsi taman dan penghijuan di wilayah itu.

Selama ini banyak masyarakat yang menginginkan agar kawasan itu bisa kembali dimanfaatkan untuk olaraga seperti bersepeda, lari pagi dan sebagai salah satu oksigen bagi warga kota Sidoarjo.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor menjelaskan, penerapan kawasan bebas sampah di tengah kota merupakan harapan semua warga. Masyarakat ingin Sidoarjo menjadi kota hunian yang bersih, nyaman dan rindang.

“Untuk mendukung terlaksananya program kawasan bebas sampah itu, peraturan daerah akan dijalankan. Salah satunya peraturan daerah nomor 6 tahun 2012 tentang pengelolaan sampah,” ujar Bupati Muhdlor. Jumat, (25/2/2022).

Pelanggar aturan perda sampah akan diproses tindak pindana ringan. Mulai dari teguran, surat pernyataan hingga denda.

Muhdlor mengajak warga Sidoarjo untuk ikut terlibat mewujudkan itu dengan menumbuhkan kepedulian agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama di kawasan kota.

Bagi Muhdlor melakukan penataan kota tidak berarti dengan melakukan penggusuran para pedagang kaki lima. Oleh karenanya dua kepentingan itu oleh Muhdlor akan diakomodir yaitu penataan kota dan keberlangsungan usaha mikro kecil seperti pedagang kaki lima.

“Terwujudnya kawasan bebas sampah diperlukan partipasi semua pihak. Masyarakat berpotensi jadi pengawas dan jadi pelaku. Oleh karenanya untuk mewujudkan kota yang nyaman perlu kesadaran bersama,” kata Bupati muda alumni Unair Surabaya itu.

Pemkab Sidoarjo melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan dalam dua hari terakhir menerapkan penegakan aturan bagi yang membuang sampah sembarangan.

Dasarnya, peraturan daerah nomor 6 tahun 2012 tentang pengelolan sampah. Hasilnya, dalam kurun waktu dua hari, petugas Polisi Sampah dari DLHK Sidoarjo mengamankan 14 orang yang tertangkap basah membuang sampah di sepanjang jalan Taman Pinang Indah dan Gading Fajar.

“Ke 14 pelanggar itu oleh Polisi Sampah diproses sesuai Perda yang berlaku. Teguran dan surat pernyataan untuk tidak mengulangi dilayangkan kepada mereka,” kata Bahrul Amig Kepala DLHK Sidoarjo.

Tujuan dari penerapan kawasan bebas sampah di jantung kota dengan pendekatan penegakan aturan perda nomor 6 tahun 2012 tentang pengelolaan sampah, Pemkab Sidoarjo sebenarnya mengajak masyarakat agar memiliki kesamaan tujuan, untuk membuat Sidoarjo menjadi kota yang nyaman, bersih dan rindang dibutuh kesadaran semua pihak.

Amig akan melihat seberapa jauh peraturan desa atau perdes pengelolaan sampah itu berjalan. Terutama desa yang dekat dengan kawasan bebas sampah.

Dari hasil penegakan aturan selama dua hari itu, mereka yang tertangkap basah membuang sampah jalan Gading Fajar alasannya karena sampah di rumahnya tidak segera diambil petugas sampah.

“Petugas pemungut sampah yang ada di desa itu merupakan inisiatif dari lingkungan sekitar. Memang membutuhkan pengawasan dari pemerintah desa. Salah satunya dengan adanya Perdes dan itu harus dijalankan,” imbuh Amig. (*)

https://suryakabar.com/2022/02/26/sidoarjo-terapkan-kawasan-bebas-sampah-dari-bundaran-taman-pinang-indah-hingga-gading-fajar/


Pemkab Sidoarjo Terapkan Jalan Taman Pinang Indah – Gading Fajar Menjadi  Kawasan Bebas Sampah

25/02/202252

Pemkab Sidoarjo menerapkan kawasan bebas sampah mulai dari Bundaran Jalan Taman Pinang Indah sampai jalan Gading Fajar. Penerapan itu dilakukan untuk menjaga kebersihan dan mengembalikan fungsi Taman dan penghijuan di wilayah itu.

Selama ini banyak masyarakat yang menginginkan agar kawasan itu bisa kembali dimanfaatkan untuk olaraga seperti bersepeda, lari pagi dan sebagai salah satu oksigen bagi warga kota Sidoarjo.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor menjelaskan penerapan kawasan bebas sampah di tengah kota merupakan harapan semua warga. Masyarakat ingin Sidoarjo menjadi kota hunian yang bersih, nyaman dan rindang.

“Untuk mendukung terlaksananya program kawasan bebas sampah itu, peraturan daerah akan dijalankan. Salah satunya peraturan daerah nomor 6 tahun 2012 tentang pengelolaan sampah,” ujar Bupati Muhdlor. Jum’at, 25 Februari 2022.

Muhdlor mengajak warga Sidoarjo untuk ikut terlibat mewujudkan itu dengan menumbuhkan kepedulian agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama di kawasan kota.

Bagi Muhdlor melakukan penataan kota tidak berarti dengan melakukan penggusuran para pedagang kaki lima. Oleh karenanya dua kepentingan itu oleh Muhdlor akan diakomodir yaitu penataan kota dan keberlangsungan usaha mikro kecil seperti pedagang kaki lima.

“Terwujudnya kawasan bebas sampah diperlukan partipasi semua pihak. Masyarakat berpotensi jadi pengawas dan jadi pelaku. Oleh karenanya untuk mewujudkan kota yang nyaman perlu kesadaran bersama,” kata Bupati muda alumni Unair Surabaya itu.

Pemkab Sidoarjo melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan dalam dua hari terakhir menerapkan penegakan aturan bagi yang membuang sampah sembarangan.

Dasarnya, peraturan daerah nomor 6 tahun 2012 tentang pengelolan sampah. Hasilnya, dalam kurun waktu dua hari, petugas Polisi Sampah dari DLHK Sidoarjo mengamankan 14 orang yang tertangkap basah membuang sampah di sepanjang jalan Taman Pinang Indah dan Gading Fajar.

“Ke 14 pelanggar itu oleh Polisi Sampah diproses sesuai dengan perda yang berlaku. Teguran dan surat pernyataan untuk tidak mengulangi dilayangkan kepada mereka,” kata Bahrul Amig Kepala DLHK Sidoarjo.

Tujuan dari penerapan kawasan bebas sampah di jantung kota dengan pendekatan penegakan aturan perda nomor 6 tahun 2012 tentang pengelolaan sampah, Pemkab Sidoarjo sebenarnya mengajak masyarakat agar memiliki kesamaan tujuan bahwa untuk membuat Sidoarjo menjadi kota yang nyaman, bersih dan rindang dibutuh kesadaran semua pihak.

Amig akan melihat seberapa jauh peraturan desa atau perdes pengelolaan sampah itu berjalan. Terutama desa yang dekat dengan kawasan bebas sampah.

Dari hasil penegakan aturan selama dua hari itu, mereka yang tertangkap basah membuang sampah jalan Gading Fajar alasannya karena sampah dirumahnya tidak segera diambil oleh petugas sampah.

“Petugas pemungut sampah yang ada di desa itu merupakan inisiatif dari lingkungan sekitar. Memang membutuhkan pengawasan dari pemerintah desa. Salah satunya dengan adanya Perdes dan itu harus dijalankan,” imbuh Amig. (st-12/cles)

https://sidoarjoterkini.com/pemkab-sidoarjo-terapkan-jalan-taman-pinang-indah-gading-fajar-menjadi-kawasan-bebas-sampah/

Monday, February 14, 2022

Wajah Sidoarjo Bakal Banyak Berubah

Bikin Sayembara, Tahun Ini Wajah Sidoarjo Bakal Banyak Berubah
14 Februari 2022, 16:47:49 WIB


Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pemkab Sidoarjo merancang perubahan wajah kota tahun ini. Mulai taman dan monumen pesawat di Aloha, Alun-Alun Sidoarjo, taman dan Monumen Pancasila di Jalan Pahlawan, taman mal pelayanan publik (MPP), tugu perempatan Babalayar, hingga jembatan penyeberangan orang (JPO) Waru.

Kepala DLHK Sidoarjo M. Bahrul Amig menyatakan, program tersebut menggunakan APBD dan memanfaatkan CSR perusahaan. ”Sekarang yang sedang digarap adalah JPO Waru, tembok diperbaiki dan ditambahi ornamen bagian atasnya,” ungkapnya.

Kondisi JPO selama ini sudah rusak. Temboknya mengelupas dan keramiknya pecah-pecah. ”Selain perbaikan, juga dihias lampu sehingga siang dan malam terlihat bagus,” katanya.

Setelah itu, monumen pesawat di bundaran Aloha sisi timur juga bakal digarap. ”Dipercantik lagi, ditata, tanaman diperbanyak, tapi pesawatnya tetap karena sudah jadi ikon,” ujarnya.

Bundaran Aloha juga ikut dijamah. Apalagi, di titik itu terbangun frontage road (FR). ”Jadi, ada wajah baru saat masuk Sidoarjo, mulai JPO Waru, lalu di layang Waru juga sudah terpasang lampion, di Aloha nanti juga dipercantik,” papar Amig.

Yang juga disentuh tahun ini adalah Monumen Pancasila di Jalan Pahlawan. Tepatnya di depan exit toll Sidoarjo. Kondisinya saat ini tidak begitu terawat. Rumput tumbuh tinggi. Cat monumen mengelupas hingga kolamnya kotor. ”Kami libatkan perusahaan nanti, dari CSR mereka. Nanti monumen itu dipercantik lagi,” tuturnya.

Selain itu, Pemkab Sidoarjo akan merevitalisasi Alun-Alun Sidoarjo. Tepatnya di bagian depan Monumen Jayandaru dan di dalam alun-alun, terutama di bagian permainan anak. Sebab, saat ini banyak permainan yang rusak. ”Di sisi utara MPP nanti juga kami buat taman supaya tidak gersang seperti sekarang,” jelasnya.

Pemkab Sidoarjo juga bakal membangun tugu baru. Yakni, di tengah-tengah perempatan Babalayar atau di depan Ramayana Sidoarjo. Karena itu, Pemkab Sidoarjo mengadakan sayembara desain tugu tersebut dalam waktu dekat. Desain terbaik akan diaplikasikan. Sampai saat ini, di titik tersebut masih berdiri pos polisi.

”Nanti diubah menjadi tugu yang ikonik. Tapi, tunggu sayembara. Jadi, tahun ini wajah Sidoarjo berubah banyak,” tandasnya tanpa bersedia menjelaskan detail sayembara tersebut. 


Sumber :
https://www.jawapos.com/surabaya/14/02/2022/bikin-sayembara-tahun-ini-wajah-sidoarjo-bakal-banyak-berubah/?page=all

Pemkab Sidoarjo Revitalisasi RTH

Percantik Tata Kota, Pemkab Sidoarjo Mulai Revitalisasi Sejumlah RTH

Senin, 14 Feb 2022 17:34 WIB

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mulai melakukan program revitalisasi taman kota dan ruang terbuka hijau (RTH). Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali menjelaskan program ini dilakukan untuk mempercantik wajah tata kota, meningkatkan kualitas lingkungan, sekaligus memberikan sarana rekreasi bagi warga.

"Jadi secara estetika indah, secara ekologi juga bermanfaat untuk meningkatkan kualitas udara serta lingkungan. Plus ini menjadi public space, tempat warga saling berinteraksi memperkuat kohesi sosial," ucap Ahmad Muhdlor dalam keterangan tertulis, Senin (14/2/2022).

Ia menambahkan revitalisasi ini diharapkan dapat menumbuhkan aktivitas ekonomi rakyat dan menjadi tempat warga berinteraksi membangun soliditas sosial. Sehingga ketika program ini dijalankan, banyak sasaran yang tercapai, mulai dari estetika, ekologi, ekonomi, hingga sosial.

Pria yang akrab disapa Gus Muhdlor itu juga membandingkan wilayahnya dengan Surabaya. Menurutnya, jika dibandingkan dengan Surabaya, ada kesan kalau wilayah Sidoarjo masih kalah rindang dan hijau.

"Ya itu persepsi yang ada. Misal orang turun dari Juanda, tahu bedanya, oh ini Sidoarjo, begitu masuk Surabaya dia merasa lebih rindang dan indah. Itu masukan. Kita berbenah," tuturnya.

Pihaknya akan menggandeng tenaga ahli yang kompeten dalam membuat konsep taman kota. Konsep yang digagas pun selain bersih, juga harus dapat mengakomodir kebutuhan pengunjung.

Adapun titik yang akan direvitalisasi di antaranya taman-taman di median jalan mulai dari Bundaran Waru hingga Aloha. Termasuk taman di median jalan mulai dari Bundaran Aloha sampai ke arah timur jalan raya Juanda dan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Waru.

Titik ini menjadi salah satu fokus revitalisasi karena Jalan Raya Waru merupakan pintu masuk menuju Sidoarjo dari sisi sebelah Utara atau dari arah Surabaya. Begitu juga dengan jalan raya Juanda yang menjadi akses jalan pintu masuk Sidoarjo dari jalur udara melalui Bandara Internasional Juanda.

Selanjutnya, revitalisasi juga akan dilakukan pada sejumlah ikon kota seperti Taman Monumen Garuda yang terletak di depan exit tol Sidoarjo. Pemkab juga akan membangun tugu di perempatan Mall City Plaza atau perempatan Ramayana.

"Revitalisasi alun-alun juga akan dilakukan tahun ini. Pemkab Sidoarjo akan kerja kolaboratif dengan para stakeholder menata Kota Delta dengan wajah yang lebih indah," pungkasnya.


Sumber :

https://www.detik.com/jatim/berita/d-5942055/percantik-tata-kota-pemkab-sidoarjo-mulai-revitalisasi-sejumlah-rth.

Wednesday, January 12, 2022

Akan Dibangun Tiga Flyover

Urai Kemacetan, Tarik dan Krian Akan Dibangun Tiga Flyover di Atas Perlintasan Sebidang KA

12/01/2022

Pemerintah berencana membangun flyover di atas perlintasan sebidang KA untuk mengurai kemacetan yang sering timbul saat Kereta api melintas di Sidoarjo.

Plt Asisten II Setda Kabupaten Sidoarjo Budi Basuki menjelaskan, dalam rangka menjalankan amanah Permenhub nomor 36 tahun 2011 tentang ditutupnya perlintasan sebidang dengan membangun flyover di atasnya untuk mengurai kemacetan lalu lintas yang timbul saat Kereta api lewat.

“Kita akan koordinasi dengan pihak kementerian perhubungan dan PT KAI tentang pembangunan fly over ini,”ujar Budi saat meninjau perlintasan sebidang Desa Kedinding Tarik, Rabu 12 Januari 2022.

Dijelaskan Budi, untuk tahun 2022 ada tiga titik perlintasan sebidang di wilayah kabupaten Sidoarjo yang akan dibangun fly over diatasnya.

“Perlintasan sebidang di Desa Banjarwungu, Kedinding dan Krian,”ungkap Budi.

Menurutnya pembangunan akan lebih mudah dilaksanakan karena lahan yang akan dibangun flyover sebagian besar milik PT KAI. Bulan Maret akan dilakukan lelang pekerjaan dan sekitar bulan Juli pengerjaannya akan dilakukan.

“Target pembangunan flyover selesai pada tahun 2023 dengan menggunakan sistem pembangunan tahun jamak (multiyears),”ucapnya.

Dengan dibangunnya flyover di atas perlintasan sebidang tersebut diharapkan sudah tidak ada lagi kemacetan maupun kecelakaan yang disebabkan kereta api.(cles)


Sumber :

https://sidoarjoterkini.com/urai-kemacetan-tarik-dan-krian-akan-dibangun-tiga-flyover-di-atas-perlintasan-sebidang-ka/

https://lingkarjatim.com/lingkar-utama/urai-kemacetan-pemkab-sidoarjo-bakal-bangun-flyover/

Thursday, December 23, 2021

Solusi Kemacetan di Aloha – Gedangan

Pembangunan Frontage Road Aloha – Gedangan, Solusi Kemacetan

December 24, 2021 admin

Tingginya volume kendaraan yang melintas dari arah Surabaya, Sidoarjo, dan kendaraan dari jalan Juanda berakibat kemacetan dikawasan bundaran Aloha Gedangan. Ditambah keberadaan rel kereta api, krosing saat kendaraan hendak putar balik membuat kawasan itu padat kendaraan.

Dalam hal ini, pemkab Sidoarjo menyampaikan usulan terkait penataan bundaran Aloha Gedangan, pemkab juga menyiapkan desain untuk pembangunan dua fly over dari dan menuju jalan Juanda dengan harapan dapat mengurai kemacetan yang sering terjadi di lokasi tersebut utamanya pada jam berangkat dan pulang kerja.

Pembangunan ini atas amanat Peraturan Presiden (PERPRES) Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik – Bangkalan – Mojokerto – Surabaya – Sidoarjo – Lamongan, Kawasan Bromo – Tengger – Semeru, serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan.

Bupati Sidoarjo menyarankan kepada kontraktor untuk menambah pegawai atau jam kerja untuk dapat mengejar pembangunan Frontage Road.

Pembangunan FR ditargetkan selesai sepanjang 1,6 kilometer. Yakni, mulai dari Aloha hingga dekat Stasiun Kereta Api Gedangan atau perempatan Gedangan. Namun, hingga saat ini hasilnya masih belum sampai 50 persen. Terjadi keterlambatan 6 persen dari target, Ada sejumlah faktor memengaruhi keterlambatan pekerjaan itu. Di antaranya, terdapat beberapa rumah warga disekitar stasiun belum diratakan dengan tanah dan pemasangan sheet pile terhambat tiang PLN.

Tiang PLN belum dipindah karena pertimbangan teknis operasional. Jika ditotal, ada 32 tiang yang harus dipindahkan dalam proyek tersebut. Kepala Administrasi Pembangunan Kabupaten Sidoarjo Dwi Eko Saptono mengatakan, pada minggu ke-14 dan 15, pembangunan FR mencapai 40 persen, akan kebut diminggu ke 15 dan ke 16. Karena itu, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor meminta proyek infrastruktur untuk memecah kepadatan itu dikerjakan 24 jam nonstop.


Sumber :

http://jurnalsidoarjo.com/pembangunan-frontage-road-aloha-gedangan-solusi-kemacetan

Friday, November 19, 2021

Sekolah Terdampak Proyek Frontage Road

Dua Sekolah Terdampak Proyek Pembangunan Frontage Road Sidoarjo

20 November 2021, 09:05:45 WIB

Dua sekolah di wilayah Kecamatan Waru. yakni SDN Waru 2 dan SMPN 3 Waru, akan terdampak proyek pembangunan FR Sidoarjo. Sebagian lahan akan dimanfaatkan untuk jalan. 

Pengerjaan proyek frontage road (FR) Aloha–Gedangan terus dikebut. Demikian juga pembangunan FR lanjutan untuk jalur Waru–Gedangan pun terus dijalankan. Saat ini, untuk ruas Waru-Gedangan memasuki tahap pembebasan lahan.

FR tidak hanya ‘’memakan’’ persil milik warga. Ada juga sekolah yang terdampak pembebasan untuk kepentingan FR tersebut. Di antaranya, SDN Waru 2 dan SMPN 3 Waru. Hingga kemarin (19/11), kondisi sekolah seperti sediakala. Belum ada pemindahan dan perubahan. Sejauh ini, proses pembebasan lahan di wilayah tersebut berlanjut.

”Untuk sekolah di Waru tersebut masih dalam tahap appraisal (penaksiran harga),” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Pemkab Sidoarjo Sigit Setyawan.

Tim appraisal masih menghitung biaya ganti rugi untuk pembebasan tanah tempat belajar para siswa itu. Tentu, tim akan menyesuaikan dengan lahan yang akan dibebaskan. Menurut Sigit, tidak banyak tanah milik dua sekolah tersebut yang terdampak pembangunan FR. Tidak sampai setengah dari lokasi sekolah. Hanya sekitar 3–4 meter dari pagar atau gerbang sekolah.

Meski demikian, pihak appraisal harus teliti dan hati-hati menafsirkan harga untuk ganti rugi. Karena itulah, pembebasan lahan di area tersebut belum tuntas. ”Jika sudah ada hasil appraisal, nanti kami umumkan kepada para pihak,” ujar dia.

Sigit menegaskan, pihaknya hanya berwenang dengan pembebasan lahan untuk FR. DPUBMSDA tidak berwenang menentukan sekolah perlu direlokasi atau tidak setelah lahannya berkurang. Hal itu menjadi kewenangan dinas pendidikan dan kebudayaan.


Sumber :

https://www.jawapos.com/surabaya/20/11/2021/dua-sekolah-terdampak-proyek-pembangunan-frontage-road-sidoarjo/

Sunday, October 3, 2021

Pembangunan Akses Jalan ke Tambak

Pembangunan Akses Jalan ke Tambak untuk Tingkatkan Ekonomi

24 September 2021 06:34 AM

Komisi C DPRD Sidoarjo mendukung adanya pembangunan akses jalan ke tambak warga. Hal itu juga untuk mendukung roda perekonomian warga khususnya di bidang perikanan.

Anggota Komisi C DPRD Sidoarjo Hamzah Purwandoyo mengungkapkan, dia sempat menerima keluhan terkait rusaknya jalan menuju akses tambak warga di Kecamatan Tanggulangin. Menurutnya jika memang perlu diperbaiki, maka dukungan anggaran juga akan diperjuangkan Komisi C. “Kalau memang memenuhi akan kami setujui pengadaan pembangunannya melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK),” katanya.

Saat ini PAK memang masih dalam pembahasan antara DPRD bersama eksekutif. Program pembangunan jalan ke akses tambak itu bisa mendapat alokasi anggaran jika memang diperlukan mendadak.

Dengan adanya jalan yang bagus maka akan memudahkan masyarakat untuk ke tambak. Tidak hanya orang, tetapi tambak bisa diakses dengan kendaraan sampai roda empat. Tentunya hal itu akan memudahkan proses distribusi hasil perikanan.

Misalnya saja untuk mengangkut hasil ikan dari tambak untuk dibawa ke pasar. Atau mengangkut pakan ikan dari pasar ke tambak.

Diketahui sektor perikanan di Sidoarjo masih patut untuk dipertahankan. Karena masih menjadi andalan perekonomian masyarakat yang cukup potensial.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur tahun 2017, luas area pemiharaan ikan darat dalam bentuk tambak Kabupaten Sidoarjo masih di angka 15.220 hektare. Angka itu menjadi lahan tambak terluas ke dua se-Jatim setelah Gresik. Area tambak untuk Kabupaten Gresik berada di angka 15.601 hektare.

Kemudian data BPS Sidoarjo terkait Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sidoarjo tahun 2016-2020, sektor perikanan juga menunjukkan angka positif. Sub kategori perikanan merupakan penyumbang terbesar terhadap PDRB lapangan usaha kategori pertanian, kehutanan dan perikanan. Yaitu mencapai Rp 3,07 triliun atau 69,24 persen. 


Sumber :

https://radarsidoarjo.jawapos.com/kota-delta/24/09/2021/pembangunan-akses-jalan-ke-tambak-untuk-tingkatkan-ekonomi/

Monday, September 13, 2021

Kelanjutan Jalur Lingkar Barat

Kelanjutan Jalur Lingkar Barat Tidak Masuk Visi Misi Bupati 

14 September 2021 05:35 AM

Pembangunan Jalur Lingkar Barat (JLB) di kawasan Gading Fajar, Candi hingga menembus Ketapang, Tanggulangin yang pernah jadi target Pemkab Sidoarjo belum bisa terealisasi hingga saat ini. Bahkan, mega proyek tersebut diperkirakan belum bisa diteruskan hingga beberapa tahun ke depan.

Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo Suyarno menerangkan, proyek jalan yang akan melintasi tengah kota sampai Tanggulangin itu tidak ada dalam rumusan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026.

“Tidak ada di RPJMD,” katanya, Senin (13/9).

Proyek jalan baru itu belum menjadi prioritas Pemkab Sidoarjo untuk dilanjutkan. Padahal sejumlah lahan proyek tersebut sebenarnya sudah ada yang diuruk.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo Sigit Setyawan mengatakan, prioritas saat ini adalah untuk pembangunan frontage road (FR). Sehingga kelanjutan JLB sepanjang 5 kilometer masih menunggu pengerjaan FR dari Waru hingga Buduran tersebut.

“Lahan yang sudah dikuasai Pemkab untuk JLB ada di Desa Sumokali dan Desa Sugihwaras Kecamatan Candi,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, kendala utama proyek JLB yakni pembebasan lahan. Ada tanah milik satu pengembang dan ada perlintasan kereta api yang masih tarik ulur.  Karena itu butuh overpass untuk menyeberang rel tersebut.

“Anggaran untuk overpass juga sangat tinggi,” imbuhnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sidoarjo, Heri Soesanto menambahkan, soal jaringan jalan dan utilitas masuknya ke Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang Kecamatan (RDTRK). RPJMD fokus mengatur program prioritas visi dan misi bupati.

“Perda RTRW juga belum rampung,” tuturnya.


Sumber :

https://radarsidoarjo.jawapos.com/kota-delta/14/09/2021/kelanjutan-jalur-lingkar-barat-tidak-masuk-visi-misi-bupati/

Monday, August 23, 2021

Pengerjaan Fisik Frontage Road Aloha-Gedangan

Pemkab Sidoarjo Selesaikan Pengerjaan Fisik Frontage Road Aloha-Gedangan Tahun Ini

Selasa, 24 Agustus 2021

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melanjutkan pengerjaan fisik frontage road dari Aloha sampai simpang empat Gedangan. Sigit Setyawan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Sidoarjo mengatakan, pengerjaan fisik frontage road sepanjang 1.600 meter ini ditargetkan selesai akhir tahun ini. Sisanya, termasuk fly over atau jalan layang di Aloha dan Gedangan dipertimbangkan untuk dilanjutkan pada tahun berikutnya.

“Mulai Aloha sampai kilometer 975 yang dari marinir sudah siap dikerjakan. Saat kami ke lokasi, kami koordinasi dengan TNI AL serta Lanudal. Pada prinsipnya mereka mendukung. Sedangkan, di sisi selatan, mulai kilometer 975 sampai 1.600 yang milik masyarakat, ada beberapa bangunan yang sudah dibongkar dan siap dikerjakan kontraktornya,” ujarnya dalam program Wawasan di Radio Suara Surabaya, Selasa (24/8/2021).

Selain frontage road, kata Sigit, pihaknya juga harus membangun jembatan di titik 200 meter sesudah perlintasan kereta api Aloha.

Sigit menjelaskan, sebenarnya pembangunan frontage road ini sudah dilaksanakan mulai tahun 2013. “Pada saat kita mulai, frontage road timur Surabaya belum selesai. Saat itu kami berpikir kalau kami membeli lahan, dana kami habis untuk pembebasan lahan. Jadi kami mengandalkan hibah perusahaan,” kata Sigit.

Namun, setelah terbit Perpes 80 Tahun 2019, frontage road Sidoarjo sudah termasuk proyek strategis nasional di Jawa Timur. “Jadi (mulai tahun 2019) kami menuntaskan pembebasan lahan, pembiayaan selanjutnya bisa dibantu APBN,” tambahnya.

Untuk diketahui, total panjang frontage road yang sedang dibangun Pemerintah Sidoarjo adalah 9,4 kilometer dengan rincian 55 persen lahan dari perusahaan, 30 persen lahan dari masyarakat, dan 15 persen lahan pemerintah/BUMN/daerah.

Mulai tahun 2013-2018 Pemkab Sidoarjo baru membangun jalan sepanjang 2,5 km di atas lahan hibah beberapa perusahaan, di antaranya PT Maspion 3, PT Maspion 2, PT. Japfa Comfeed Indonesia, PT. Surya Pacific Jaya, dan PT. Trias Sentosa.

Kemudian selama tahun 2019-2020 dibangun sekitar 450 meter di Sawotrarap dan depan Brigif Marinir. Rinciannya, 200 meter di atas lahan hibah TNI AL dan 250 meter lahan milik masyarakat yang sudah dibebaskan Pemkab Sidoarjo.

Pemkab Sidoarjo telah membuat komitmen bersama perusahaan-perusahaan yang menghibahkan lahannya untuk proyek frontage road terkait parkir truk milik perusahaan. “Selama truk tidak parkir jangka panjang atau bermalam, hanya antre masuk perusahaan untuk loading barang atau menunggu perusahaan buka, boleh parkir di situ,” ujarnya.(iss/ipg)


Sumber :

https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2021/pemkab-sidoarjo-selesaikan-pengerjaan-fisik-frontage-road-aloha-gedangan-tahun-ini/

Tuesday, June 8, 2021

Pemkab Sidoarjo Segera Bongkar Bangunan di Lahan Frontage

Beri Waktu Sebulan, Pemkab Sidoarjo Segera Bongkar Bangunan di Lahan Frontage

Rabu, 9 Juni 2021

Melalui Surat Perintah Pembongkaran Bangunan nomor 000/4594/438.5.3/2021, Ahmad Muhdlor Ali Bupati Sidoarjo meminta warga membongkar bangunan yang masih berdiri di atas lahan untuk frontage road.

Dalam surat tertanggal 8 Juni 2021 itu, terlampir 148 nama warga pemilik tanah dan persil yang diminta membongkar bangunannya maksimal 30 hari setelah mereka menerima surat perintah itu.

Selain nama warga atau perusahaan, di lampiran itu juga termuat lokasi desa tempat persil berada. Baik di Desa Tebel, Gedangan, Kedungrejo, Sawotratap, Waru, Sruni, Buduran, dan Banjarkemantren.

Sebagaimana pesan surat itu, perintah pembongkaran itu berhubungan akan dimulainya pengerjaan pembangunan Frontage Road Sidoarjo yang terbentang dari Waru sampai Buduran.

“Sehubungan akan dimulainya pembangunan Frontage Road Waru-Buduran dan biaya pembebasan tanah dan bangunan yang sudah saudara terima, maka saudara diperintahkan segera membongkar bangunan tersebut,” demikian bunyi surat itu.

Pada paragraf selanjutnya ditegaskan, kalau sampai 30 hari warga yang namanya tertera di lampiran surat belum membongkar bangunan itu, Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU BMSDA) Sidoarjo akan mengerahkan alat berat.

Sigit Setyawan Kepala Dinas PU BMSDA Sidoarjo menjelaskan, 148 nama yang ada di di lampiran surat itu adalah warga yang tanahnya sudah dibeli dan uangnya sudah dibayarkan oleh Pemkab Sidoarjo sejak 2016 sampai 2020 lalu.

“Jadi sejak 2016 Pemkab Sidoarjo sudah melakukan pembebasan tanah (untuk frontage road). Pembangunan fisiknya memang baru dimulai 2018, terus 2019 kecil, 2020 kemarin juga kecil,” ujarnya kepada suarasurabaya.net, Selasa (8/6/2021).

Surat perintah pembongkaran bangunan yang ditandatangani Bupati Sidoarjo itu dimaksudkan untuk mempercepat pembangunan Frontage Road, termasuk pembebasan lahan yang sudah dibayar.

“Maksudnya Pak Bupati, dipercepat itu termasuk tanah warga yang sudah dibebaskan kami minta dibongkar supaya progresnya kelihatan. Jadi pembangunan fisiknya juga bisa cepat,” kata Sigit.

Sebenarnya, kata Sigit, Pemkab Sidoarjo sudah memberikan kesempatan bagi warga yang tanahnya sudah dibeli 2016 silam untuk membongkar sendiri bangunannya setidaknya dua sampai tiga bulan setelah mereka menerima pembayaran.

“Artinya, warga (sudah) diberi kesempatan (membongkar) 3 bulan setelah pembayaran. Jadi karena ini ada yang sudah dibayar 2016 lalu, berarti sudah lima tahun, ya. Wajar lah apa yang kami minta ini,” katanya.

Sigit mengatakan, upaya pembebasan bangunan dari tanah yang hak miliknya sudah berpindah ke Pemkab Sidoarjo ini akan dilakukan seiring persiapan pembangunan fisik frontage tahun ini.

Namun, 148 persil yang hendak dibebaskan itu bukan termasuk lahan frontage yang fisiknya akan dikerjakan tahun ini, melainkan untuk lahan frontage yang akan dikerjakan 2022 mendatang.


Sumber :

https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2021/beri-waktu-sebulan-pemkab-sidoarjo-segera-bongkar-bangunan-di-lahan-frontage/

Related Posts