Showing posts with label Mahasiswa. Show all posts
Showing posts with label Mahasiswa. Show all posts

Monday, June 12, 2023

Optimalkan Penjualan Produk Kupang Sidoarjo Lewat Medsos

Mahasiswa Untag Optimalkan Penjualan Produk Kupang Sidoarjo Lewat Medsos

13/06/2023061

Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dari fakultas ilmu sosial dan ilmu politik 11 Juni 2023, Reta Is Aini melakukan Kuliah kerja nyata ( KKN) di Desa Balonggabus Kecamatan, Candi  Sidoarjo. Mahasiswa prodi Administrasi Niaga melakukan pendampingan KKN dengan bimbingan dari dosen pembimbing Fatkhurrohman, S.T.,M.Eng.

Desa Balonggabus dipilih sebagai lokasi KKN dengan tujuan untuk memberikan dukungan dan kontribusi kepada masyarakat desa dalam berbagai aspek pembangunan. “Salah satu fokus kegiatan KKN yang dilakukan oleh Reta melakukan kegiatan Pelatihan Pengoptimalan Daya Jual Produk Kupang Melalui Media Sosial,” jelas Reta, 11/6/2023.

Dengan kegiatan ini, Reta berusaha untuk memberikan pelatihan dan pemahaman tentang pengoptimalan daya jual produk melalui media sosial terutama instragram kepada para pelaku usaha desa, media sosial adalah sebuah media online yang banyak diketahui oleh kalangan masyarakat yang menjadi alat yang efektif dan dapat menarik minat calon konsumen melalui promosi dan meningkatkan bisnis semakin berkembang.

Selama kegiatan KKN berlangsung, Reta melakukan berbagai kegiatan seperti memberikan berbagai penyelenggaraan media sosial dan memberikan konsultasi serta pembinaan pada pelaku usaha serta membantu dalam pemasaran yang tepat bagi produk mereka. “Dalam pelaksanaan kegiatan ini mendapat tanggapan dari masyarakat setempat dan mendapat dukungan yang antusias dari warga, sebagaimana yang dilakukan oleh desa bahwa kegiatan KKN mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya ini sangat bermanfaat bagi warga,” pungkas Reta.

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya adalah salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan KKN diharapkan dapat memberikan sebuah pengalaman belajar yang berbeda bagi mahasiswa serta diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan kesadaran hidup bermasyarakat.

Bagi masyarakat, kehadiran mahasiswa diharapkan dapat memberikan motivasi dan inovasi dalam pembangunan. Dalam pelaksanaannya, kegiatan KKN mendorong pemberdayaan sumber daya manusia dalam proses pembangunan, yaitu melibatkan mahasiswa dan masyarakat dalam sebuah interaksi dan komunikasi, sehingga mahasiswa dapat menghubungkan antara konsep akademis dengan realitas kehidupan di masyarakat.


Sumber :

https://nawacita.co/index.php/2023/06/13/mahasiswa-untag-optimalkan-penjualan-produk-kupang-sidoarjo-lewat-medsos/

Friday, May 19, 2023

Yasinta Aurellia, Arek Sidoarjo Runner Up 1 Puteri Indonesia 2023

Profil Biodata Yasinta Aurellia, Arek Sidoarjo Jawa Timur Runner Up 1 Puteri Indonesia 2023: Umur, IG, Tinggi

- Sabtu, 20 Mei 2023 | 11:45 WIB

  

Gelaran Grand Final Puteri Indonesia 2023 berlangsung meriah pada 15 Mei 2023. Wakil Jawa Timur yang bernama Yasinta Aurellia berhasil meraih Runner up 1 Puteri Indonesia 2023. Seperti diketahui, 45 finalis Puteri Indonesia 2023 diisi oleh beragam perwakilan asal daerah-daerah di Indonesia.

Mereka datang dari latar belakang hingga umur yang berbeda. Yasinta Aurellia merupakan wakil Jawa Timur yang berhasil melenggang ke 3 besar grand final Puteri Indonesia 2023 bersama Farhana Nariswari dan Lulu Zaharani Krisna.

Kecantikan dan prestasi Yasinta Aurellia sebagai runner up 1 Puteri Indonesia 2023 berhasil menyorot perhatian publik.

Lantas siapa sebenarnya Yasinta Aurellia itu?

Berikut profil biodata Yasinta Aurellia, runner up 1 Puteri Indonesia 2023 asal Sidoarjo Jawa Timur.

Dikutip MalangNetwork.com dari instagram @yasintaaurel, gelar runner up 1 Puteri Indonesia 2023 yang diraih Yasinta Aurellia juga membawanya menjadi seorang Puteri Indonesia Pariwisata 2023.

Selain itu, ia secara otomatis juga dinobatkan sebagai Miss Supranatinoal Indonesia 2023. Yasinta Aurellia merupakan sosok perempuan yang mengawali karirnya dari dunia model. Sebelumnya, ia juga pernah mengikuti ajang pemilihan Guk Yuk Sidoarjo tahun 2020.

Dan kegigihannya dalam menjalani karir akhirnya membawanya menjadi Puteri Indonesia Jatim 2023. Usut punya usut, Yasinta Aurellia ternyata merupakan seorang ahasiswi UPN Veteran Jawa Timur.


Biodata Yasinta Aurellia

Nama lengkap: Yasinta Aurellia

Tempat tanggal lahir: Surabaya, 2 Oktober 2003

Umur: 19 tahun

Tempat tinggal: Sidoarjo

Pendidikan:

- SMA Negeri 1 Sidoarjo

- Mahasiswi Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur

Tinggi badan: 170 cm

Berat badan: 50 kg

Hobi: Renang

Instagram: @yasintaaurel.

***


Sumber :

https://malang.jatimnetwork.com/hiburan/3798845792/profil-biodata-yasinta-aurellia-arek-sidoarjo-jawa-timur-runner-up-1-puteri-indonesia-2023-umur-ig-tinggi

Tuesday, January 31, 2023

Program 10 Ribu Beasiswa untuk Warga Sidoarjo

Dibuka Lagi, Program 10 Ribu Beasiswa untuk Warga Sidoarjo

1 Februari 2023, 06:38:15 WIB

Sukses menyalurkan beasiswa pendidikan bagi mahasiswa pada 2022 lalu, tahun ini Pemkab Sidoarjo kembali melanjutkan program tersebut. Proses pendaftaran sudah dibuka mulai kemarin (31/1) hingga 31 Maret nanti. Ada waktu dua bulan bagi warga Kota Delta untuk memanfaatkannya.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Pemkab Sidoarjo Djoko Supriyadi mengatakan, beasiswa itu berlaku bagi mahasiswa yang menempuh jenjang S-1 hingga S-3. Termasuk untuk warga Sidoarjo yang kuliah di luar negeri.

Beasiswa pendidikan tinggi tersebut terbagi dalam empat empat program. Yakni beasiswa bidang keagamaan, beasiswa prestasi bidang ilmu pengetahuan, teknologi, seni budaya dan olahraga, beasiswa prestasi akademik, serta beasiswa mahasiswa kurang mampu.

Masing-masing program terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi saat mendaftar. Beasiswa bidang keagamaan, misalnya. Mahasiswa yang mendaftar perlu melampirkan rekomendasi dari pimpinan agama masing-masing yang menunjukkan adanya prestasi di tingkat kabupaten.

Kemudian, beasiswa bidang ilmu pengetahuan, teknologi, seni budaya, dan olahraga, memerlukan sertifikat atau surat keterangan dari lembaga yang berkompeten minimal 4 tahun terakhir.

Adapun beasiswa bidang prestasi, pemohon wajib memiliki prestasi akademik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) serendah-rendahnya 2,80 untuk mahasiswa dengan program studi eksakta dan sains. Untuk non-eksakta atau sosial, IPK minimal 3,00.

Semua persyaratan tersebut diunggah pada aplikasi beasiswa.sidoarjokab.go.id beserta formulir yang sudah diisi. Serta, menyerahkan hard copy berkas ke perangkat daerah penyelenggara program beasiswa.

Djoko berharap mahasiswa bisa memanfaatkan bantuan dari Pemkab Sidoarjo itu. Terutama bagi mereka yang belum lolos dalam pendaftaran tahun lalu. “Targetnya hingga 2026 ada 10 ribu beasiswa yang kami berikan,” ungkapnya seperti dilansir Jawa Pos Radar Sidoarjo.

Program beasiswa itu merupakan salah satu upaya pemkab dalam membangun Sidoarjo lebih maju. Sebab, tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur atau fisik. Namun, tidak kalah pentingnya adalah berinvestasi pada SDM berkualitas. Nah, salah satunya melalui program pemberian beasiswa studi di perguruan tinggi.


Sumber :

https://www.jawapos.com/surabaya/01/02/2023/dibuka-lagi-program-10-ribu-beasiswa-untuk-warga-sidoarjo/

Tuesday, February 1, 2022

Mahasiswi Sidoarjo Raih Trash Control Heroes

Temukan Penetral Bau Sampah, Mahasiswi Sidoarjo Ini Raih Trash Control Heroes

Selasa, 01 Feb 2022 11:20 WIB

Seorang mahasiswi asal Sidoarjo berhasil menemukan eco lindi cairan penetral bau sampah. Atas temuannya ini, mahasiswa itu diganjar penghargaan Trash Control Heroes dari Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor.

Mahasiswi tersebut yakni Rania Nura Andindhita warga Desa Prasung, Kecamatan Buduran. Perempuan 20 tahun ini adalah mahasiswi Fakultas Biologi UGM. Rania menuturkan temuannya ini berawal dari hasil diskusi dengan ayahnya Bahrul Amig. Kebetulan ayahnya ini adalah Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo.

Ia kemudian menjelaskan air eco lindi yang ditemukannya berasal dari endapan tumpukan sampah mempunyai sifat mendukung keragaman mikroba.

"Setelah air lindi ini dicampur dengan molase atau sisa air tebu, katalis penghasil enzim serta asam sulfat, bisa menghilangkan bau dan mampu melepaskan amoniak dan metana yang ada di tumpukan sampah," jelas Rania, Selasa (1/2/2022).

Pembuatan Eco Lindi, lanjut Rania, terbilang cepat dan ekonomis. Satu galon katalis bisa menghasilkan 10 ribu liter eco lindi. Sedangkan satu kali pembuatan eco lindi bisa dibuat 42 kali 10 ribu liter. Pembuatan Eco Lindi cepat dan murah. Satu galon katalis bisa menghasilkan 10 ribu liter eco lindi. Satu kali pembuatan eco lindi bisa dibuat 42 kali 10 ribu liter tersebut.

Untuk proses penggunaanya, Rania mengatakan cukup cairan disemprotkan ke tumpuka sampah. Adapun reaksinya hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit.

"Untuk pengembangannya, nantinya eco lindi tidak hanya bisa menetralkan bau sampah saja. Namun bisa juga difungsikan sebagai pupuk atau penyubur tanaman," imbuhnya.

Menanggapi temuan anaknya ini, Bahrul Amig menyebut sebagai temuan yang penting untuk dunia lingkungan. Khususnya sampah yang mengeluarkan bau tak sedap seperti di tempat pembuangan akhir (TPA).

"Bau di TPA dan tempat pengolahan sampah, saat ini telah bisa diatasi dengan eco lindi ini. Dengan disemprot eco lindi, bau sampah yang datang di TPA bisa netral," kata Amiq.

Menurut Amiq, Eco Lindi telah diuji coba untuk mengatasi problem bau di sekitar peternakan. Hasilnya, eco lindi ini dinyatakan aman untuk ternak. Tak hanya itu, pihaknya eco lindi juga telah mencoba di lingkungan pasar.

"Selain itu kami sudah uji cobakan di lingkungan pasar karena mikrobaya sangat reaktif. Temuan Eco Lindi ini bisa diaplikasikan di semua aktivitas limbah yang menghasilkan bau," tandas Amiq.


Sumber :

https://www.detik.com/jatim/jatim-moncer/d-5923442/temukan-penetral-bau-sampah-mahasiswi-sidoarjo-ini-raih-trash-control-heroes.

Friday, January 15, 2021

Pulau Sarinah

Pulau Sarinah, Pulau yang Tebentuk dari Lumpur Sidoarjo

13 APRIL 2016

Bagi warga Desa Tlocor, Kecamatan Jabon, Sidoarjo, Jawa Timur, nama Pulau Sarinah tidak asing lagi. Karena pulau seluas 80 hektare itu berada di Muara Sungai Porong yang bisa ditempuh setengah jam.

Pulau Sarinah merupakan pulau baru hasil dari sedimentasi lumpur yang keluar dari lumpur Lapindo, di Desa Renokenongo, Kecamatan Porong. Bertahun-tahun lumpur itu dibuang ke Sungai Porong, kini menghasilkan hamparan pulau di pesisir timur Sidoarjo.

Pemandangan sangatlah bagus jika pagi hari, ketika matahari mulai terbit. Yang membedakan dengan pantai Kuta dan Sanur hanyalah pasirnya saja. Pulau Sarinah hanyalah hamparan lumpur berwarna pekat yang dibentuk seperti pulau. Di tepi dipasang karung pasir agar lumpur dari muara yang disedot tidak kembali lagi ke sungai.

Pulau Sarinah merupakan sebutan yang biasa digunakan nelayan dan warga Tlocor. Sehingga, pulau yang berasal dari sedimentasi lumpur tersebut kini mulai dikenal dengan nama Pulau Sarinah. Untuk memudahkan perahu merapat, di pulau itu juga didirikan dermaga. Selama ini, Pulau Sarinah lebih sering digunakan pusat penelitian beberapa universitas dan aktivis lingkungan dengan menanam mangrove di kawasan itu. tapi kini, Pulau Sarinah sudah mulai dikenal dan menjadi ikon wisata baru.

Untuk bisa sampai ke pulau itu tidaklah sulit. Meski jaraknya cukup jauh dari Sidoarjo, namun jalan masuk menuju ke pulau itu sudah bagus. Setelah melewati jembatan Porong, wisatawan langsung belok kiri ke arah timur sekitar 15 kilometer sudah sampai di Dermaga Tlocor. “Dari dermaga bisa naik perahu. Banyak nelayan yang menyewakan perahu. Biasanya untuk mancing seharian di pulau Sarinah,” ujar Jakfar salah satu wargaJabon yang kerap berkunjung ke Pulau Sarinah.

Dari Dermaga Tlocor, wisatawan bisa menikmati suasana sungai yang sisi kanan dan kirinya dipenuhi pohon bakau dan sejenis api-api. Ombak yang tak seberapa besar membuat perahu cukup tenang. Jika air sedang surut, perjalanan naik perahu untuk bisa sampai ke Pulau Sarinah tak lebih dari setengah jam. Namun, jika air pasang waktu yang dibutuhkan cukup lama.

Bagi warga yang menyewakan perahu, selama ini mereka hanya melayani wisatawan yang akan mancing saja. Namun, seiring dikenalnya Pulau Sarinah itu, kini banyak wisatawan yang datang dan menyewa perahu sekedar berkunjung ke Pulau Sarinah. “Kalau sewa perahu pulang pergi (PP) biasanya Rp150 sampai Rp200 ribu,” ujar Sudarno, salah satu warga Tlocor yang biasanya menyewakan perahu.

Jika dikelola dengan baik, Pulau Sarinah akan menjadi salah satu tujuan wisata di Sidoarjo. Sebab, masyarakat akan penasaran seperti apa pulau yang terbuat dari lumpur. Apalagi, kalau di pulau itu diberi fasilitas tempat wisata alam. Tentunya akan lebih menarik wisatawan yang senang berpetualang. “Kalau di pulau itu diberi semacam paket penginapan dan areal tempat mancing tentunya akan lebih ramai,” ujar Sutrisno, salah satu warga yang juga pernah ke Pulau Sarinah.

Selain Pulau Sarinah, dikawasan pesisir muara Sungai Porong juga terdapat beberapa pulau yang bisa dikunjungi, seperti Pulau Pitu. Meski tidak ada penghuninya, namun dikawasan itu cukup menarik untuk dikunjungi. Disela-sela mancing, biasanya pengunjung beristrirahat dikawasan itu.


Sumber:

https://www.goodnewsfromindonesia.id/2016/04/13/pulau-sarinah-pulau-yang-tebentuk-dari-lumpur-sidoarjo

Tuesday, December 10, 2019

10 Tuntutan Mahasiswa Sidoarjo

Mahasiswa Sidoarjo Datangi DPRD Kabupaten Sidoarjo Sampaikan 10 Tuntutan

Jelang akhir kepemimpinan Syaiful Illah selaku Bupati Sidoarjo, mendapat sorotan tajam dari mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kabupaten Sidoarjo.

Senin, 9 desember 2019 ratusan mahasiswa yang tergabung dalam PMII melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Sidoarjo dan mengusung 10 tuntutan untuk dikawal wakil rakyat Sidoarjo. Tuntutan tersebut adalah :

1. Percepat pendirian RSD wilayah barat TANPA menggunakan sistem KPBU
2. Relokasi PKL Gading fajar Sidoarjo demi terwujudnya Sentra Ekonomi Terpadu/UMKM di Sidoarjo
3. Realisasi frontage Gedangan-Waru sebagai pengurai kemacetan jalan
4. Optimalisasi program Wajib Belajar 9 tahun bagi masyarakat yang kurang mampu di Sidoarjo
5. Kesejahteraan tenaga pendidik (guru) di Sidoarjo
6. Revitalisasi pengelolaan sampah di Sidoarjo
7. Tolak sistem Outsourching di seluruh perusahaan di Sidoarjo
8. Mendesak Pemerintah Sidoarjo untuk membentuk pansus aset-aset daerah
9. Penghapusan desa yang sudah tidak aktif namun masih terdata sebagai penerima dana APBDesa
10. Memaksimalkan kinerja SKPD dalam penyerapan APBD sehingga tidak terjadi SILPA

Terhadap tuntutan ini, perwakilan mahasiswa diterima oleh Komisi A bersama Wakil Ketua DPRD Kayan dan perwakilan Komisi D Kesra Mimik Idayana. Dalam forum tersebut, persoalan KPBU disoroti tajam oleh mahasiswa. jika santer diberitakan bahwa RSD Krian tidak dibangun oleh APBD karena persoalan defisit anggaran, namun setelah PMII melakukan investigasi tidak ditemukan fakta hubungan antara defisit anggaran dengan pembangunan RSD Krian menggunakan APBD baik 2019 maupun 2020.

“Untuk itu kami mendesak Legislatif segera meminta Eksekutif Sidoarjo merealisasikan pembangunan RSD wilayah barat yang sangat dibutuhkan warga Sidoarjo. Jadi kami ini mengawal amanah kalo memang sudah digedog APBD ya kami akan kawal dan awasi pembangunannya” seperti yang disampaikan salah satu perwakilan PMII dihadapan wakil ketua dan komisi A serta komisi D.

Kayan, wakil ketua Dewan menyampaikan seluruh Anggota Dewan sepakat dengan tuntutan mahasiswa tersebut, meski demikian menurutnya pembangunan ini masih terjadi perdebatan dari fraksi-fraksi yang ada. sebagian menyetujui menggunakan skema APBD, namun sebagian fraksi lain menolak dan kukuh pada skema KPBU. Pansus terkait ini sudah dibentuk dan melakukan kajian hukum, kajian fisik bahkan konsultasi ke berbagai pihak terkait serta pendampingan dari Tenaga Ahli, sehingga kami masih akan menunggu proses tersebut. Proses ini mohon juga dihargai, meski debatable.

“Untuk itu kami butuh dukungan, kawalan teman-teman mahasiswa semua bagaimana sih yang terbaik untuk Sidoarjo. pada kenyataannya kami konsisten sejak 2019 telah melakukan pengganggaran pembangunan RSD wilayah barat senilai 125 Milyar dan tahun ini kami anggarkan lagi 120 Milyar sudah digedog namun masih menunggu evaluasi dari Gubernur Jawa Timur. jika evaluasi ini sudah turun, kami akan melakukan langkah-langkah konkrit dan kebijakan terkait ini” demikian jawab Kayan Wakil Ketua Dewan dari Fraksi Gerindra.

Sementara itu soal 10 tuntutan yang disampaikan oleh mahasiswa disikapi cukup serius oleh Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo yang juga berasal dari Fraksi Gerindra Mimik Idayana. Ia menilai, tuntutan mahasiswa Sidoarjo sangat relevan dengan kondisi yang saat ini sedang terjadi. Mahasiswa Sidoarjo masih cukup kritis menyikapi berbagai persoalan yang belum bisa diselesaikan sejak lama. salah satunya masalah PKL baik di gading fajar maupun gajah mada.

“Masalah PKL memang harus kita fasilitasi. tapi sebelum melakukan relokasi, Pemkab harus menyiapkan lahan dulu misalnya PKL gading fajar ada lahan kosong yang bisa digunakan. salah satunya di lahan kosong depan SMA 2, dulu sempat dipindah disana namun tanpa persiapan. lahan kosong itu tidak dipersiapkan dengan baik, jika hujan becek sehingga warga enggan kesana. persiapkanlah lokasi yang layak, misalnya tenda dll sehingga warga nyaman masuk arena PKL” demikian Mimik.

Persiapan lokasi serta pembenahan lahan untuk PKL ini pasti bisa diterima rekan-rekan PKL. Perhatian terhadap pedagang ini menjadi tanggung jawab bersama, Keberadaan PKL juga harus dipandang dari sisi manfaat, bermanfaat bagi para pedagang kecil pun bagi pembeli yang berada didekat lokasi strategis tersebut.

“Saya kira rekan-rekan PKL mau lah direlokasi asal Pemkab memfasilitasi lokasi tersebut dan melakukan pembenahan agar yang membeli juga nyaman. rapi, bersih, tidak kehujanan. saya kita mau kok mereka” sambung Mimik

Dari 10 tuntutan tersebut, Mimik Idayana akan melakukan kajian dan langkah-langkah konkret pada persoalan kesejahteraan rakyat utamanya bagi masyarakat kurang mampu di Sidoarjo. Pihaknya mulai melakukan kordinasi dengan aparatur Pemerintahan Desa terkait pendataan warga miskin yang layak diberi fasilitas bantuan dari berbagai skema bantuan Pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten.

“Harus dilakukan pengawasan pada pendataan untuk mendapatkan data valid warga miskin yang layak dibantu. saya lihat soal pendataan ini cukup amburadul, karena data lama hanya di copy paste tanpa validasi. tuntutan rekan-rekan mahasiswa terkait bantuan pendidikan bagi warga tak mampu di Sidoarjo menjadi prioritas kami untuk ditindaklanjuti baik persoalan data maupun bantuan yang sudah ada” pungkas Mimik.


Sumber :
https://surabayaonline.co/2019/12/10/mahasiswa-sidoarjo-datangi-dprd-kabupaten-sidoarjo-sampaikan-10-tuntutan/

Related Posts