Showing posts with label Khas. Show all posts
Showing posts with label Khas. Show all posts

Tuesday, August 1, 2023

Gitar Luna Guitarworks dari Sidoarjo

Luna Guitarworks, Gitar dari Sidoarjo yang Jadi Langganan Musisi Lokal dan Asing

05/12/2022

Pasar alat musik bisa dikatakan terus ada. Akan tetapi di Indonesia, belum banyak pelaku usaha lokal yang menggarap pasar ini. Padahal, selain pangsa pasar yang besar, Indonesia juga memiliki bahan baku yang melimpah. 

Sehingga bisnis alat musik sangat potensial untuk dikembangkan. Berangkat dari keprihatinan tersebut seorang pemuda dari Sidoarjo Jawa Timur, Tatag Bintara Yudha memilih untuk mengawali bisnis membuat gitar dengan brand Luna Guitarworks. 

Mengutip Antara, Senin (5/12/2022), usaha Tatag ini didirikan sejak 2016 karena didorong oleh keresahannya tentang produk alat musik yang tidak diproduksi oleh perajin lokal. Gitar yang diproduksi oleh Luna Guitarworks dibuat secara custom dan dikerjakan secara hand made berdasarkan pesanan yang diterima. 

Oleh karena itu, proses pengerjaannya membutuhkan waktu selama dua bulan hingga satu tahun. "Saya ingin suarakan bahwa produk anak bangsa adalah yang terbaik dan sudah ada marketnya di luar negeri. Indonesia tidak kekurangan sumber daya, kita punya bargaining sebagai produk anak bangsa," kata Tatag dikutip dari Antara. 

Hingga saat ini, pembeli dari Luna Guitarworks pun beragam, mulai dari musisi seperti Lilo KLa project, gitaris BIP, pemain bass Jazz Franky Sadikin, hingga beberapa pejabat di tanah Air seperti Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. 

Dari uar negeri, konsumen Luna Guitarworks berasal dari berbagai negara, seperti Amerika Serikat, London, Kanada, Turki, hingga Jepang. Musisi luar negeri termasuk Jon Bodan dan gitaris Beyonce pun turut menggunakan produk buatan Tatag. 

Atas keberhasilan tersebut, pemerintah melalui Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi Tatag lantaran dia dianggap sebagai pelaku UMKM yang turut mempromosikan gitar buatan Indonesia ke dunia internasional. 

Menurut Sandiaga, ini menjadi bukti bahwa produk-produk asli Indonesia memiliki kualitas yang dapat bersaing di dunia internasional. "Saya memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Luna Guitarworks yang sudah mempromosikan butik gitar asli Indonesia ke dunia internasional lewat keunikan desain gitar yang dibuat," kata Sandiaga. 

Dia berharap apa yang sudah dilakukan UMKM tersebut dapat menginspirasi pelaku-pelaku ekonomi kreatif lainnya untuk terus berkarya memajukan ekonomi kreatif di Indonesia.


Sumber :

https://umkm.kompas.com/read/2022/12/05/114443683/luna-guitarworks-gitar-dari-sidoarjo-yang-jadi-langganan-musisi-lokal-dan-asing.

Monday, June 12, 2023

Optimalkan Penjualan Produk Kupang Sidoarjo Lewat Medsos

Mahasiswa Untag Optimalkan Penjualan Produk Kupang Sidoarjo Lewat Medsos

13/06/2023061

Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dari fakultas ilmu sosial dan ilmu politik 11 Juni 2023, Reta Is Aini melakukan Kuliah kerja nyata ( KKN) di Desa Balonggabus Kecamatan, Candi  Sidoarjo. Mahasiswa prodi Administrasi Niaga melakukan pendampingan KKN dengan bimbingan dari dosen pembimbing Fatkhurrohman, S.T.,M.Eng.

Desa Balonggabus dipilih sebagai lokasi KKN dengan tujuan untuk memberikan dukungan dan kontribusi kepada masyarakat desa dalam berbagai aspek pembangunan. “Salah satu fokus kegiatan KKN yang dilakukan oleh Reta melakukan kegiatan Pelatihan Pengoptimalan Daya Jual Produk Kupang Melalui Media Sosial,” jelas Reta, 11/6/2023.

Dengan kegiatan ini, Reta berusaha untuk memberikan pelatihan dan pemahaman tentang pengoptimalan daya jual produk melalui media sosial terutama instragram kepada para pelaku usaha desa, media sosial adalah sebuah media online yang banyak diketahui oleh kalangan masyarakat yang menjadi alat yang efektif dan dapat menarik minat calon konsumen melalui promosi dan meningkatkan bisnis semakin berkembang.

Selama kegiatan KKN berlangsung, Reta melakukan berbagai kegiatan seperti memberikan berbagai penyelenggaraan media sosial dan memberikan konsultasi serta pembinaan pada pelaku usaha serta membantu dalam pemasaran yang tepat bagi produk mereka. “Dalam pelaksanaan kegiatan ini mendapat tanggapan dari masyarakat setempat dan mendapat dukungan yang antusias dari warga, sebagaimana yang dilakukan oleh desa bahwa kegiatan KKN mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya ini sangat bermanfaat bagi warga,” pungkas Reta.

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya adalah salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan KKN diharapkan dapat memberikan sebuah pengalaman belajar yang berbeda bagi mahasiswa serta diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan kesadaran hidup bermasyarakat.

Bagi masyarakat, kehadiran mahasiswa diharapkan dapat memberikan motivasi dan inovasi dalam pembangunan. Dalam pelaksanaannya, kegiatan KKN mendorong pemberdayaan sumber daya manusia dalam proses pembangunan, yaitu melibatkan mahasiswa dan masyarakat dalam sebuah interaksi dan komunikasi, sehingga mahasiswa dapat menghubungkan antara konsep akademis dengan realitas kehidupan di masyarakat.


Sumber :

https://nawacita.co/index.php/2023/06/13/mahasiswa-untag-optimalkan-penjualan-produk-kupang-sidoarjo-lewat-medsos/

Tuesday, April 11, 2023

Masjid Agung Sidoarjo

Masjid Agung Sidoarjo, Punya Sumur Tua yang Tidak Pernah Kering

12/04/2023

Masjid Agung Sidoarjo merupakan masjid terbesar di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim). Masjid ini berada di jalur Trans Jawa sehingga dapat disinggahi para pemudik yang melewati jalur tersebut. Lokasinya berada di Jalan Sultan Agung Nomor 36, Magersari, Kabupaten Sidoarjo. 

Masjid Agung Sidoarjo memiliki sejumlah daya tarik sehingga bisa menjadi alternatif destinasi wisata religi. Berikut beberapa daya tarik Masjid Agung Sidoarjo seperti dihimpun Kompas.com. 

1. Fasilitas travelator pertama di Jatim 

Masjid Agung Sidoarjo merupakan masjid pertama di Jawa Timur yang memiliki fasilitas travelator, seperti dikutip dari E-Booklet Mudik Jelajahi Masjid Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.  Fasilitas travelator tersebut berfungsi untuk memudahkan mobilitas jamaah lanjut usia (lansia) dan disabilitas. Mengutip laman Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, fasilitas travelator tersebut diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Senin (1/3/2021) lalu. 


2. Berusia 164 tahun  

Masjid Agung Sidoarjo didirikan pada 1859, sehingga usianya kini sudah mencapai 164 tahun. Masjid ini sudah mengalami beberapa kali renovasi sehingga masih kokoh berdiri. Pendirian Masjid Agung Sidoarjo berawal dari inisiatif bupati pertama Sidoaarjo, Raden  Adipati Pandji Tjondronegoro yang menjabat para periode 1882  hingga 1905. Untuk mengenang jasanya, mendiang Raden  Adipati Pandji Tjondronegoro serta keluarga Tjondronegoro dimakamkan di kompleks makam keluarga di belakang Masjid Agung Sidoarjo. Lihat Foto Masjid Agung Sidoarjo(Dok. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo) 


3. Sumur tua tidak pernah kering  

Salah satu daya tarik Masjid Agung Sidoarjo adalah keberadaan sumur tua yang tidak pernah kering meskipun musim kemarau. Sumur tersebut terletak di lantai satu tempat sholat jamaah laki-laki. Ukuran sumur kecil, diameternya hanya seukuran dua telapak tangan orang dewasa. Konon, sumur tua tersebut dibuat berbarengan dengan pembangunan Masjid Agung Sidoarjo pada masa kolonial Belanda. Kini, bentuk sumur sudah berubah dari bentuk aslinya, namun tidak menghilangkan kemurnian air sumur. Bahkan, air sumur ini tidak pernah kering meskipun musim kemarau. 


4. Masjid terbesar di Kabupaten Sidoarjo  

Seperti disampaikan sebelumnya, Masjid Agung Sidoarjo merupakan masjid terbesar di Kabupaten Sidoarjo. Dengan luas luas 2.115 meter persegi, masjid ini mampu menampung hingga 4.000 jamaah Masjid Agung Sidoarjo terdiri dari tiga lantai yang terbuat dari marmer. Pada bangunan masjid, terdapat beberapa pilar besar yang juga terbuat dari marmer. Selain itu, terdapat beberapa pohon besar dan rindang di area depan masjid. 


5. Dekat tempat wisata  

Berada di pusat kota, Masjid Agung Sidoarjo dekat dengan sejumlah tempat wisata. Salah satunya adalah Museum Mpu Tantular yang berjarak sekitar 2,4 kilometer (km) atau 6 menit berkendara dari masjid. Pengunjung bisa menyaksikan aneka benda-benda bersejarah di Museum Mpu Tantular. Masjid Agung Sidoarjo berada di seberang Alun-alun Sidoarjo. Ciri khas Alun-alun Sidoarjo adalah monumen berbentuk logo Kota Sidoarjo yakni udang dan bandeng, yang merupakan komoditas unggalan wilayah ini. Pengunjung Masjid Agung Sidoarjo bisa mengunjungi Alun-alun Sidoarjo yang merupakan tempat bersejarah kebangkitan Kota Sidoarjo.


Sumber :

https://travel.kompas.com/read/2023/04/12/115000227/masjid-agung-sidoarjo-punya-sumur-tua-yang-tidak-pernah-kering?page=all#page2.

Wednesday, March 22, 2023

Kenapa Sidoarjo Dijuluki Kota Delta?

Inilah Alasannya Kenapa Sidoarjo Dijuluki Kota Delta

Kabupaten Sidoarjo berbatasan langsung dengan Surabaya sekaligus penyokong perekonomian Ibu Kota Provinsi Jawa Timur. Wilayah yang sebagian besar wilayahnya dipenuhi tambak dan pabrik ini memiliki julukan Delta. 

Nama Delta juga disematkan pada stadion serbaguna kebanggaan masyarakat Sidoarjo, yaitu Stadion Gelora Delta. 

Lalu, kenapa Sidoarjo mendapat julukan itu?

Mengutip dari Indonesia Tourism, Kabupaten Sidoarjo secara geografis terletak di daerah dataran rendah dan berada di antara dua aliran sungai besar, yaitu Kali Mas dan Kali Porong. Keduanya adalah pecahan Sungai Brantas.

Karena berada di delta antara kedua sungai itulah, maka Sidoarjo dikenal dengan julukan Kota Delta. Meski terbentuk dari sedimentasi, wilayah Sidoarjo cukup luas, mencapai sekitar 71.424,25 hektar (Ha) dengan ketinggian sekitar 0 – 25 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Sidoarjo dulunya dikenal sebagai pusat Kerajaan Jenggala. Pada masa Hindia Belanda, kabupaten ini dikenal dengan nama Sidokare, yang terdiri dari dua kata, yakni “sido” yang berarti “jadi” dan “kare” yang berarti “kari”.

Lantaran dialek warga yang sedikit jelek, nama Sidokare berubah menjadi Sidoarjo. Daerah ini dulunya dipimpin oleh patih yang bernama R.Ng. Djojohardjo, yang tinggal di sebuah kampung bernama Pucang Anom. Selama kepemimpinannya, sang patih dibantu oleh seseorang wedana, yaitu Bagus Ranuwiryo yang tinggal di kampung Pangabahan.

Berdasarkan keputusan Hindia Belanda, pada tanggal 31 januari 1859, daerah ini dibagi menjadi dua, yakni Kabupaten Surabaya dan Kabupaten Sidokare. Selain itu, nama daerah Sidokare diubah menjadi Sidoarjo.


Sumber :

https://samudrafakta.com/mengulik-asal-usul-sidoarjo-mendapat-julukan-kota-delta/

Wednesday, March 15, 2023

Nilai Historis Berdirinya NU

Nilai Historis Berdirinya NU, Jadikan Sidoarjo Tuan Rumah Harlah Satu Abad

Minggu, 29 Januari 2023


Dipilihnya Kabupaten Sidoarjo sebagai tuan rumah untuk perhelatan Hari Lahir (Harlah) Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) pada 7 Februari 2023 mendatang yang akan dihadiri lebih satu juta peserta, bukan tanpa alasan dan pertimbangan yang besar.

Nilai historis yang melekat, basis terbesar hingga cikal bakal berdirinya NU sebagai salah satu organisasi islam terbesar di Indonesia bahkan dunia itu, ada di Kota Delta.

Ahmad Muhdlor Bupati Sidoarjo yang juga salah satu kader muda NU kepada Suara Surabaya mengatakan, kalau berdasarkan sejarah, organisasi yang khas dengan warna hijau itu tidak bisa lepas dari Sidoarjo. Bahkan, kata dia, para pendiri NU juga pernah mondok di Kota Delta.

“Sebelum NU lahir, di Sidoarjo sudah banyak sekali berdiri pondok-pondok besar, dan itu selalu jadi rujukan 200 tahun yang lalu. Bahkan, pendiri NU juga mondok di sana, termasuk yang kemarin kita jadikan cagar budaya seperti di Pondok Sono dan Al-Hamdaniyah Panji,” terangnya, Minggu (29/1/2023).

Para pendiri NU yang diketahui mondok di Sidoarjo khususnya di Alhamdaniyah, diantaranya KH. M Hasyim Asy’ari, KH. Asy’Ad Samsul Arifin, KH. Ridwan Abdullah pencipta lambang Nahdlatul Ulama, KH. Alwi Abdul Aziz, KH. Wahid Hasyim, KH. Cholil, KH. Nasir (Bangkalan) KH.Wahab Hasbullah, KH. Umar (Jember), KH. Usman Al Ishaqi, KH. Abdul Majid (Bata-bata Pamekasan), KH. Dimyati (Banten), dan masih banyak ulama besar lainnya.

Demikian juga KH. Abdul Karim pendiri Pondok Pesantren Lirboyo di Kediri, salah satu pondok terbesar di Jawa Timur dan Indonesia, hingga KH. Maksum pencetus kitab yang jadi rujukan pondok pesantren seluruh Indonesia, juga merupakan santri cetakan Sidoarjo.

“Secara historis, perkembangan dan ikatan batinnya, NU tidak bisa lepas dari Sidoarjo. Bahkan pascakemerdekaan, ada markas besar ulama di Waru,” ucapnya.

Selain itu, menurut Muhdlor, Sidoarjo juga beberapa kali sukses membuat dan jadi tempat penyelenggaraan istighosah kubro yang dihadiri oleh ratusan ribu umat. Hal tersebut juga menjadi acuan kenapa Harlah Satu Abad NU, kemudian diadakan di Kabupaten Sidoarjo.

“Patut jadi kebanggaan bagi kita, bahwa acara yang ada (Harlah Satu Abad NU) hanya 100 tahun sekali. Belum tentu kita punya umur seratus tahu, bahkan kalaupun punya umur 100 tahun, belum tentu diadakan di Sidoarjo lagi,” ujarnya.

Untuk itulah, kata Gus Muhdlor mengajak seluruh warga Sidoarjo bersikap selayaknya panitia mensukseskan kegiatan tersebut. “Ini akan menjadi tolak ukur kita yang tidak hanya di kancah nasional namun juga kanca internasional karena hadir juga 300 tokoh muslim dunia,”sampainya.

Dia bahkan juga menceritakan antusias yang datang dari masyarakat di beberapa desa untuk mendukung kegiatan tersebut. Seperti, beberapa desa yang dengan sukarela menawarkan untuk menyediakan dua sampai 10 nasi bungkus bagi para peserta dari berbagai daerah itu.

“Ini sangat menyentuh hati kami dan ini yang kami harapkan, politik partisipatif, gotong royong bersama-sama untuk menjadi tuan rumah yang baik. Dan ini tanpa intervensi dari pemerintah,”ungkapnya.


Persiapan Kabupaten Sidoarjo Sebagai Tuan Rumah

Kabupaten Sidoarjo tentunya telah mempersiapkan berbagai hal untuk menyambut “Harlah Satu Abad NU” 7 Februari 2023 mendatang.

Mulai fasilitas penunjang kegiatan seperti tempat ibadah, 110 pos kesehatan, logistik, dan informasi, hingga tempat istirahat untuk tamu undangan telah disiapkan matang-matang, untuk menyambut Harlah yang diperkirakan dihadiri lebih dari satu juta orang itu.

“Kita sudah menyiapkan suporting, agar kegiatan bisa berjalan lancar. Ada informasi kalau beberapa sekolah (NU) itu sudah penuh untuk tempat istirahat tamu, akhirnya kita sediakan kantor-kantor dinas sebisa mungkin untuk jadi tempat istirahat. Karena hotel kurang dari satu bulan juga sudah penuh semua,” ucapnya Gus Muhdlor.

Bupati Sidoarjo itu mengatakan kalau ada lebih dari 140 masjid di lingkungan Kota Delta yang siap dan bisa digunakan para peserta yang hadir. Mengingat, titik pusat acara yang berlokasi di Gelora Delta Sidoarjo hanya bisa diisi sekitar 40 ribu orang saja.

Gus Muhdlor juga menyampaikan bahwa pedagang disekitar GOR akan tetap dipersilakan berjualan. Mereka dapat berdagang seperti biasanya pada malam hari. Hal ini sudah disosialisasikannya kepada para pedagang. Keberadaan mereka akan membantu para tamu yang hadir untuk dapat menikmati produk-produk Sidoarjo.

“Kita juga telah melakukan sosialisasi kepada teman-teman penggerak ekonomi di sekitar GOR untuk tetap buka walaupun malam,” jelasnya.


Sumber :

https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2023/nilai-historis-berdirinya-nu-jadikan-sidoarjo-tuan-rumah-harlah-satu-abad/

Wednesday, December 28, 2022

Wisata Lumpur Hingga Oleh Oleh Kue Lumpur

Jalan Jalan ke Sidoarjo, Tak Hanya Wisata Lumpur Tetapi Ada Juga Oleh Oleh Kue Lumpur


Sidoarjo tak hanya terkenal dengan wisata lumpur. Anda yang sedang jalan jalan dan menikmati liburan Nataru di Sidoarjo, harus mencicipi lumpur yang satu ini. Lumpur yang satu ini, selain nikmat juga lembut, cocok untuk oleh-oleh.

Sidoarjo dulu pernah  terkenal dengan semburan lumpur yang membuat banyak rumah tenggelam dan harus relokasi. Namun, ada oleh oleh khas Sidoarjo selain bandeng, petis, kerupuk udang, kupang, yaitu lumpur.

Lumpur ini adalah nama kue khas sidoarjo yang biasa dijadikan oleh-oleh. Rasanya manis, gurih  dan lembut, sudah melegenda sejak 15 tahun lalu. Ada yang tanpa toping, tetapi ada yang memakai toping kelapa muda serut diatasnya, rasanya jadi gurih.

Ada juga yang memakai toping kismis, rasanya manis. Kue ini berbahan tepung terigu, gula, telur dan bahan lainnya. Ciri khas memasak lumpur, cetakannya dibakar, sebelumnya cetakan diolesi minyak agar tidak lengket.

Baru dituang adonan diatas cetakan berbentuk bulat, dibakar diatas api sedang cenderung kecil agar matangnya merata karena tanpa dibalik. Teksturnya yang lembut cocok untuk semua umur, dengan harga sekita Rp3.000 sampai Rp4.000 / biji.

Satu pack biasanya isi 10 biji.

Yang terkenal adalah antara lain: Lumpur Muda Mudi jaya, di jalan Dr Wahidin. Kue Lumpur B Lilik, lokasinya di jalan Hangtuah, Kue Lumpur Bakar Pak Muji di jalan Garuda Betro, Sedati Sidoarjo. Tetapi di hari libur, biasanya harus memesan dahulu karena memerlukan waktu untuk menyiapkannya.


Sumber :

https://surabaya.jatimnetwork.com/gaya-hidup/pr-526324354/jalan-jalan-ke-sidoarjo-tak-hanya-wisata-lumpur-tetapi-ada-juga-oleh-oleh-kue-lumpur?page=3

Sunday, November 20, 2022

Pengasapan Ikan Tradisional di Sidoarjo

Pengasapan Ikan Tradisional di Sidoarjo Sejak 1970

Senin, 07 November 2022 22:10 WIB

 

Hampir seluruh rumah warga di Desa Penatarsewu, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, mengepulkan asap setiap harinya. Ini asap bukan sembarang asap, melainkan dari proses pengasapan ikan yang telah menjadi mata pencaharian warga sejak setengah abad lalu.

Desa Penatarsewu telah menjadi kampung ikan asap sejak tahun 1970. Saat ini, terdapat 80 tempat pengasapan ikan, di mana pemilik serta para pegawainya adalah warga desa setempat. Mereka mempertahankan pengasapan secara tradisional dengan menggunakan batok kelapa.

Cholik, Kepala Desa Penatarsewu mengatakan, kampung ikan asap ini sudah ada sejak tahun 1970. Dahulu, hanya ada beberapa warga saja namun sekarang ada 80 pembakar ikan di kampung tersebut.

"Satu hingga dua kuintal tidak sampai satu hari sudah habis. Di sini per harinya warga habis pengasapan itu 11 hingga 13 ton. Ada 80 an perajin. Anak sekolah kuliah sekarang sudah buka pengasapan sendiri," ucap Cholik, Senin, 7 November 2022.

Dengan mempertahankan proses pengasapan yang masih secara tradisional dan menggunakan ikan segar, tak salah bila desa ini selalu menjadi jujukan warga dari berbagai daerah, untuk membeli ikan asap khas desa ini untuk dikonsumsi sendiri hingga menjadi oleh-oleh.

"Harga ikan asap sendiri para perajin menawarkan 50 ribu rupiah per kilogram ikan asap," imbuhnya.

Ikan mujair dan nila merupakan andalan mereka. Dalam sehari mampu memproduksi hingga lebih dari 11 ton ikan asap, yang dipasarkan ke sejumlah pasar tradisional di kawasan Sidoarjo, Pasuruan, Mojokerto hingga Surabaya.

"Maka tak heran, kampung ini selalu menjadi jujukan warga dari luar daerah untuk membeli ikan asap," jelas Cholik.

Namun sayangnya, para perajin ikan asap ini kesulitan untuk memasarkan ke daerah yang lebih jauh, karena ikan asap buatan mereka hanya bertahan tiga hari saja.

Seperti yang dikatakan Nia Ainur, ia sengaja datang dari Surabaya ke Sidoarjo hanya untuk membeli ikan asap. Menurutnya, ikan asap di sini sudah terkenal kesegarannya.

"Terbukti enak fresh. Kemarin sudah beli dan enak sekarang beli lagi sudah 3 kali. Untuk di makan sama keluarga dan oleh-oleh tetangga. Pokoknya enak banget ditambah sambal kecap atau sambal terasi," kata Nia.

Hal serupa juga dikatakan Sinta. Ia sering kali pergi ke kampung ini untuk membeli ikan asap sebagai oleh-oleh keluarga di desanya.

"Ibu dan saudara saya senang sekali jika saya datang membawa oleh-oleh ikan asap ini. Tiap kali saya pulang kampung, mereka pasti nitip oleh-oleh ikan asap," ujar perempuan asal Trenggalek ini.


Sumber :

https://www.ngopibareng.id/read/pengasapan-ikan-tradisional-di-sidoarjo-sejak-1970

Sunday, June 5, 2022

Ikon Baru Sidoarjo Bernama Hikayat Kota Delta

Bakal Dibangun Ikon Baru Sidoarjo Bernama Hikayat Kota Delta

4 Juni 2022, 23:27:58 WIB


Pemkab Sidoarjo akan membangun ikon baru di Tugu Babalayar dengan judul Hikayat Kota Delta. (Dok Jawa Pos)


Akhirnya, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo memutuskan desain dengan nama Hikayat sang Delta menjadi pemenang sayembara desain Tugu Babalayar. Artinya, desain tersebut yang akan dipakai pada tugu yang berada di perempatan Babalayar di Jalan Pahlawan itu.

Kepala DLHK M. Bahrul Amig menyatakan, desain itu paling tepat untuk diaplikasikan. Pertama, ada kesan modern. Ada permainan lampu pada tugu tersebut. Kedua, tugu itu bisa dilihat dari banyak sudut. Ketiga, desain tugu tersebut tidak mengganggu arus lalu lintas. ”Desainnya tidak memakan tempat karena tugunya nanti maksimal selebar 5 meter,” jelasnya. Tingginya sekitar 6 meter.

Amig mengungkapkan, ada gambaran Kota Delta dalam tugu tersebut. Jika tugu dilihat dari atas, ada siluet huruf S yang berarti Sidoarjo. Huruf S itu terbentuk dari gambar udang dan bandeng yang menjadi ikon Sidoarjo.

Tampak depan dan belakang tugu, ada siluet bentuk candi. Maknanya, Sidoarjo memiliki jejak sejarah berupa Kerajaan Jenggolo. Di sisi kanan dan kiri tugu, terlihat haluan perahu. Siluet haluan perahu tersebut merupakan representasi budaya rutin ”nyadran” yang menggunakan perahu di Sidoarjo.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali menegaskan, harus ada kultur Sidoarjo yang diselipkan. ”Kriterianya, kami menyelipkan budaya Sidoarjo dan estetis,” kata Muhdlor. 


Sumber :
https://www.jawapos.com/surabaya/04/06/2022/bakal-dibangun-ikon-baru-sidoarjo-bernama-hikayat-kota-delta/

Thursday, May 12, 2022

Lontong Kupang Petis Khas Sidoarjo

Lontong Kupang Petis Khas Sidoarjo Diserbu Pecinta Kuliner Jalanan

Kamis, 12 Mei 2022 | 18:29 WIB

Warung legendaris lontong kupang bumbu petis khas Sidoarjo Jawa Timur selalu ramai diserbu pembeli. Per harinya, 500 porsi yang disediakan pun habis terjual hanya dalam waktu 4 jam. Bahkan kuliner itu menjadi langganan artis dan pejabat.

Warung makanan legendaris itu berada di kawasan Jalan Raya Mojopahit Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur. Berada di sepanjang jalan raya membuat warung itu selalu diserbu oleh pengguna jalan.

Warung itu menyajikan makanan khas Sidoarjo, yakni lontong kupang. Kuliner itu terdiri dari lontong dengan kuah kerang berukuran kecil. Disajikan dengan bumbu, seperti gula, bawang putih, cabe rawit dan petis khas Sidoarjo.

Lontong kupang semakin enak dinikmati dengan tambahan sate kerang dengan rasa manis pedas. Pembeli rela mengantri, karena rasa lontong kupang Sidoarjo bikin ketagihan.

Pemilik kedai kupang lontong, Misari menyiapkan 500 porsi setiap harinya. Pada musim liburan, kupang lontongnya selalu ludes terjual hanya dalam waktu 4 jam.

Harga satu porsi kupang lontong 13 ribu rupiah, sedangkan satu porsi sate kerang 7 ribu rupiah.


Sumber :

https://www.kompas.tv/article/288104/lontong-kupang-petis-khas-sidoarjo-diserbu-pecinta-kuliner-jalanan?utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter

Wednesday, September 1, 2021

Kue Lumpur Bakar di Sidoarjo

5 Kue Lumpur Bakar di Sidoarjo untuk Camilan di Rumah 

02/09/2021

Sedang berada di Sidoarjo? Tidak akan lengkap rasanya, kalau tidak mencicipi kuliner khas Kota Petis tersebut. Salah satunya kue lumpur bakas khas Sidoarjo. Camilan manis yang dimasak dengan cara dipanggang dengan tungku dan wadah berisikan arang panas sebagai tutupnya. 

Kamu bisa membeli dan mencicipi aneka varian jajanan basah ini di lima kedai kue lumpur bakar di Sidoarjo, berikut ini. 


1. Kue Lumpur Maman 

Kue Lumpur Maman berlokasi di Jalan Pahlawan Stadion Gelora Delta, Wismasarinadi, Magersari, Sidoarjo. Buka dari pukul 07.30-16.00 WIB. Kamu bisa mencicipi variasi kue lumpur bakar, ada original, degan, dan nangka. 

Selain itu, kamu juga bisa menikmati kue lumpur durian yang menambah nikmat sajian. Harga per biji kue lumpur dibanderol mulai dari Rp 3.000 hingga 5.000. 


2. Kue Lumpur “Muda Mudi Jaya” 

Kue lumpur bakar khas Sidoarjo bisa kamu coba di Jalan Dr. Wahidin Nomor 96B, Sidoarjo. Buka dari pukul 07.00-16.00 WIB. Varian kue lumpur bakar di sini lebih bervariasi, ada original, nangka, degan, green tea, durian, hingga jahe. 

Harga yang ditawarkan untuk satu biji kue lumpur bakar yaitu mulai dari Rp 3.000. Selain kue lumpur, di tempat ini kamu juga bisa membeli aneka jajanan pasar lainnya seperti lumpia rebung dan bongko. 


3. Kue Lumpur Bu Lilik 

Kue Lumpur Bu Lilik menawarkan kue lumpur bakar dengan cita rasa yang lembut dan adonannya terasa manis gurih. Kalau kamu ingin membelinya, kamu hanya perlu merogoh kocok sebesar Rp 26.000 hingga Rp 31.000 untuk satu dus berisikan 10 kue lumpur bakar. 

Lokasinya berada di Jalan Hang Tuah Nomor 45, Sidoarjo. Buka dari pukul 07.00-18.00 WIB. 


4. Kue Lumpur Bakar Pak Muji 

Kue Lumpur Bakar Pak Muji berlokasi di Jalan Garuda Nomor 95A, Betro, Sedati, Sidoarjo. Buka dari pukul 06.00-15.00 WIB. Di sini, kamu bisa menikmati aneka varian kue lumpur. Mulai dari yang original hingga irisan degan. 

Kue lumpur dibakar dengan menggunakan arang khusus yang menambah harum sajian. Menjual per kotak kue lumpur dengan isi lima dan sepuluh. Harganya mulai dari Rp 18.500 hingga 37.500. Selain itu, kamu juga bisa mencicipi aneke menu kue basah lainnya seperti pastel dengan harga Rp 3.000. 


5. Kue Lumpur Muda Mudi Tiga Putra 

Kue Lumpur Muda Mudi Tiga Putra menjual aneka variasi kue lumpur bakar. Di antaranya, ada kismis, kelapa muda, dan original. Kamu bisa membelinya per biji atau per kardus berisikan 10 biji kue lumpur. Harganya mulai dari Rp 3.500 hingga Rp35.000. 

Cocok untuk camilan di rumah. Lokasinya berada di Jalan Raya Suko Nomor 51, Suko, Sidoarjo. Buka dari pukul 07.00-19.30 WIB.


Sumber :

https://www.kompas.com/food/read/2021/09/02/125035975/5-kue-lumpur-bakar-di-sidoarjo-untuk-camilan-di-rumah?page=all#page2.

Sunday, April 22, 2018

Ikan Monster di Monstero Pond

Sensasi Memancing Ikan Monster di Monstero Pond


Memancing ikan mas, lele, dan gurame, bagi banyak orang mungkin sudah biasa. Namun di Monstero Pond, di kawasan Lingkar Timur, Sidoarjo, para penggila mancing ditawari sensasi memancing berbeda.

Di kolam pemancingan ini pemancing akan merasakan tarikan kuat ikan-ikan monster, seperti ikan genghis khan (hiu air tawar), spatula (aligator fish), redtail catfish (lele raksasa), dan lainnya.

"Strike!" teriak Arie Yunanto (33) saat kailnya berhasil menangkap ikan monster. Butuh 10 menit bagi karyawan swasta bagian IT di Sidoarjo ini mengangkat ikan red belly pacu (sejenis ikan bawal) seberat 5 kg.

Usai ikan tersebut dijaring, Arie pun tak melepaskan kesempatan berfoto, berpamer ria di akun medsosnya.

"Butuh tenaga ekstra kalau mancing di sini. Yang 5 kg saja sudah melelahkan, apalagi dapat yang 40 kg. Tapi ini sangat menyenangkan," kata Arie kepada Surya, Rabu (30/12/2015).

Bagi Arie, memancing ikan monster membutuhkan kekuatan fisik ekstra. Pun umpan yang digunakan juga berbeda dengan memancing ikan mujair.

"Kalau lagi stres kerjaan kantor, dapat strike ikan monster di sini bikin lega," sambungnya.

Di sudut lain, Andy Halim (40) pun mendapatkan strike. Pengusaha asal Surabaya ini berhasil mengangkat ikan genghis khan yang agresif. Tak tanggung-tanggung, beratnya mencapai 11 kg.

Sekitar 20 menit Andy yang datang bersama keluarganya ini baru bisa mengangkat si hiu air tawar.

"Ikannya lari-lari jadinya terlilit benang pancing orang lain. Tarikannya kuat, tapi sensasinya mantap," imbuh Andy.

Tadinya, Andy hanya memancing ikan-ikan ukuran standard, seperti bandeng, mujairdan lainnya. Namun, sekali mencoba tarikan ganas ikan monster, ia jadi ketagihan.

"Ini kali kedua saya datang dan sensasinya selalu mencengangkan. Datang sama keluarga sekalian berlibur," ucapnya.

Supervisor Monstero Pond, Imam Supandi, menerangkan kolam pemancingan khusus ikan monster ini dibangun atas gagasan pengusaha tambak Sidoarjo bernama Eddy pada 2013.
Kemudian, pengelolaan diambilalih menantunya, Hendri Andrianto, dan menjadi satu-satunya kolam pancing ikan monster di Jatim.

"Kolamnya didesain berbeda dan ada aturan-aturan khusus untuk memancing di sini," papar Imam.

Imam menerangkan pemiliknya, Hendri, mendesain kolam pancing ini seperti habitat danau di Vietnam. Pinggiran kolam seluas 8.000 meter persegi tersebut dibentengi batu-batu kali untuk habitat ikan-ikan kecil, sumber makan ikan-ikan predator ini.

"Pemilik kami memang ingin menawarkan sensai mancing yang berbeda. Ketimbang mancing ikan monster di laut, butuh biaya besar dan waktu lama, orang bisa merasakan menarik ikan monster cukup di kolam kami," jelasnya.

Manajer Umum Monstero Pond, M Komari, menambahkan untuk memancing ikan monster harus menggunakan joran spesifikasi standar ikan laut, dengan senar PE 2,5 dan reel 3.000. Di bawah itu, kemungkinan besar joran akan patah atau senar putus.

Komari membeberkan ada 18 jenis ikan monster yang ada di kolam ini. Yang paling besar adalah redtail catfish seberat 40 kg yang diimpor langsung dari Amerika.

Untuk memancing di sini, pengunjung membayar paket 4 jam atau fullday, Rp 150.000 atau Rp 200.000. Jika berhasil mengangkat ikan, ikan tersebut kembali dilepas ke kolam.

"Ada aturan khusus, kailnya tidak boleh ada kait dan umpannya tidak boleh pakai essence (penguat bau)," tukas Komari.

Rata-rata dalam seminggu ada 200 pemancing dari berbagai daerah yang mencoba peruntungan melawan ikan-ikan monster ini. Ada yang berhasil, banyak juga yang tidak.
Untuk meluapkan tidak mendapat ikan monster, pihaknya juga menyediakan kolam pemancingan standar berisi ikan nila, gurame, dan lainnya.

"Ada teknik tersendiri untuk bisa menarik perhatian ikan monster. Harus pemancing yang sudah punya jam terbang tinggi," ujarnya.


Sumber :
http://surabaya.tribunnews.com/2015/12/30/sensasi-memancing-ikan-monster-di-monstero-pond?page=all.

Tuesday, February 23, 2016

Aplikasi M-Bonk

Pemkab Sidoarjo Pakai Aplikasi M-Bonk Buatan Mahasiswa Universitas Kanjuruhan


Ide kreatif terkadang muncul dari hal yang tak terduga. Gara-gara bemper mobilnya penyok saat terjerembab jalan berlubang, empat mahasiswa Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) membuat aplikasi Road Report (ROAR).Aplikasi itu untuk melaporkan kondisi jalanan rusak ke pemerintah daerah. Gayung bersambut, aplikasi tersebut dibeli Pemkab Sidoarjo dan menjadi aplikasi M-Bonk yang pada Selasa (23/2/2016) diluncurkan.

Adalah Yoga Pratama, Fathur Rohim, Nurul Hakiki, dan Rico Santoso, mahasiswa jurusan Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi Unikama, yang menggagas aplikasi tersebut.

Pengalaman buruk menimpa mereka ketika sedang menuju Surabaya awal 2015. Mengendarai Honda Jazz yang dimodifikasi ceper, keempatnya melintasi Jalan Raya Porong.

Nahas, Yoga yang menjadi pengemudi tak melihat ada lubang cukup dalam hingga mobilnya terjerembab.
"Lubangnya tertutup genangan air. Setelah terjerembab, saya lihat kondisi ternyata bempernya penyok. Gara-gara pengalaman ini tercetus ide membuat aplikasi pelaporan jalan rusak," kenang Yoga saat ditemui SURYA.co.id di acara launching aplikasi M-Bonk di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo.

Agustus 2015, keempat mahasiswa ini melihat pengumuman lomba CityApp Apathon yang digelar Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga (BN) Sidoarjo. Merasa punya 'dendam' terhadap kondisi jalan di Kota Delta, mereka sepakat mengikuti lomba tersebut.

Tak butuh waktu lama, tiga minggu pengembangan, aplikasi yang diberi nama ROAR itu selesai.
"Akhirnya kami yang menang. 'Dendam' kami seperti terbalaskan. Hehehehe," tandas Rico.
Aplikasi ini bisa diinstal di smartphone berbasis Android, IOS, dan Windows. Cara kerjanya cukup memotret jalan yang rusak.

Secara otomatis, ketika memotret jalan rusak dan mengirim ke admin aplikasi, foto tersebut sudah terkoneksi dengan GPS.
"Jadi langsung bisa dilihat admin hasil foto itu ada di wilayah mana. Tidak akan mbleset karena langsung GPS. Jadi tidak mungkin memberi laporan palsu," jelas Rohim.

Keempatnya menerima hadiah uang Rp 10 juta. Hadiah tersebut mereka gunakan untuk mengembangkan aplikasi lain yang saat ini sedang dikerjakan.

"Kami sedang melalukan proyek memetakan seluruh wilayah Jatim, baik kondisi jalan, potensi bencana alam, dan lainnya. Kami sedang mengembangkan aplikasi pelaporan namun skalanya lebih luas," beber Hakiki yang diamini ketiga temannya.


Ada Jalan Rusak, Laporkan Lewat Aplikasi M-bonk

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur meluncurkan aplikasi bernama "m-bonk" untuk memudahkan masyarakat melaporkan kerusakan jalan. Nama aplikasi ini dari istilah Embong, sebutan jalan dlaam bahasa Jawa.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Sidoarjo, Sigit Setyawan, mengatakan dengan adanya aplikasi tersebut maka warga masyarakat bisa langsung mengadukan permasalahan kerusakan jalan yang ada di Sidoarjo.

"Aplikasi ini memudahkan kami untuk menerima laporan dari warga masyarakat terkait dengan kerusakan jalan, karena apilkasi ini bisa diakses dengan menggunakan telepon pintar atau dengan perangkat lainnya," kata dia di Pendopo Kabupaten Sidoarjo, seperti dilansir Antara, Selasa (23/2/2016).

Ia mengemukakan, saat ini sekitar 65 persen dari total 1.001 kilometer jalan yang ada di Sidoarjo berada dalam kondisi rusak. Jalan rusak itu diperparah dengan banjir yang sering melanda Kabupaten Sidoarjo.

"Sehingga, perbaikan harus cepat dilakukan supaya tidak membahayakan masyarakat," ucapnya.

Dengan adanya aplikasi tersebut, maka petugas PU Bina Marga Kabupaten Sidoarjo bisa bergerak cepat wilayah mana saja yang jalannya mengalami kerusakan dan jalan mana saja yang diprioritaskan perbaikannya.

"Kami juga akan menyesuaikan dengan program perbaikan kami wilayah mana saja yang harus diutamakan dan penting untuk segera dilakukan perbaikan jalan," kata Sigit.

Dia menjelaskan program ini merupakan komitmen dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang didukung CityNet Asia Pasific dan Microsoft Indonesia.

"Ini dilakukan bersama dengan masyarakat untuk mencapai infrastruktur jalan yang lebih baik dengan bantuan teknologi yang ada dalam aplikasi ini," katanya.

Bupati Sidoarjo Saiful Ilah sangat mendukung kegiatan yang dilakukan ini karena akan membantu pemerintah untuk mengetahui jalan mana saja yang mengalami kerusakan.

"Bahkan pada pemerintahan saya sebelumnya sudah berencana untuk membangun sistem seperti ini. Nantinya akan ada kendaraan berisi aspal dan perlengkapan lainnya yang bergerak cepat begitu mengetahui adanya laporan kerusakan jalan dari masyarakat," tuturnya.

Dia berharap, jalan-jalan yang kerap kali mengalami kerusakan di Sidoarjo ini diganti dengan jalan dari beton supaya setiap tahun tidak keluar anggaran untuk melakukan perbaikan jalan.

"Nantinya anggaran yang digunakan untuk perbaikan jalan tersebut dialihkan ke alokasi lainnya yang sangat dibutuhkan oleh warga masyarakat di Kabupaten Sidoarjo," katanya.


Peduli Jalan, Pemkab Sidoarjo Luncurkan Aplikasi M-Bonk

Dinas PU Bina Marga Kabupaten Sidoarjo melaunching aplikasi M-BONK Sidoarjo. Aplikasi peduli jalan ini hasil kerjasama dengan Microsof dan Citynet.

Launching yang digelar di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo, Selasa (23/1/2016) dihadiri oleh perwakilan Microsoft Asia Mr steven C, perwakilan Microsoft Indonesia Rubent Catari, Forkopimda serta seluruh kepala SKPD Kabupaten Sidoarjo.

"Ada beberapa hal yang melandasi dibuatnya aplikasi M-BONK kerja sama dengan Microsoft ini, diantaranya keterlambatan penanganan kerusakan jalan, berdampak pada rasa kepuasan di masyarakat," Kata Kepala Dinas PU Bina Marga Sidoarjo Sigit Setyawa, dalam sambutannya.

Keluhan masyarakat soal kerusakan jalan menurut Sigit, kerap kali dilontarkan di media massa, media sosial, bahkan kadang langsung di infokan kepada kepala daerah. Dari seluruh laporan itu, memang respon masih belum cepat. Untuk itu, dengan memanfaatkan teknologi, maka respon perbaikan jalan akan bisa maksimal.

Selain itu, Sigit menegaskan tujuan launching aplikasi ini untuk meningkatkan kepedulian masyarakat akan kodisi jalan melalui media yang murah dan cepat, dan juga harus mendapatkan dukungan sepenuhnya dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

Dalam kegiatan  acara Launching ini, juga digelar MoU antara Bupati Sidoarjo dengan Microsoft, untuk program aplikasi M-BONK.Sidoarjo peduli jalan.

"Dengan MoU ini, kita akan bekerja keras membenahi masalah yang ada khususnya pembenahan infrastruktur jalan atau Embong, perbaikan infrastruktur itu kalau bisa mutunya yang lebih bagus atau lebih baik dengan sistem dicor, kalau jalan itu dicor akan lebih tahan lama, untuk menghemat anggaran dari pemerintah," Kata Bupati Sidoarjo Saiful Ilah selepas penandatanganan.


Sumber :
http://surabaya.tribunnews.com/2016/02/23/pemkab-sidoarjo-pakai-aplikasi-m-bonk-buatan-mahasiswa-universitas-kanjuruhan
http://regional.liputan6.com/read/2443485/ada-jalan-rusak-laporkan-lewat-aplikasi-m-bonk
https://news.detik.com/berita-jawa-timur/3149093/peduli-jalan-pemkab-sidoarjo-luncurkan-aplikasi-m-bonk
http://kelanakota.suarasurabaya.net/news/2016/167717-Sidoarjo-Punya-Aplikasi-Pantau-Jalan-Rusak

Tuesday, August 11, 2015

Gitar Terbaik di Dunia dari Sidoarjo

GITAR TERBAIK DUNIA 2012 TERNYATA DARI SIDOARJO

Tidak tanggung-tanggung, tiga tipe produk Rick Hanes menggondol predikat gitar terbaik. Secara berurutan, tiga peringkat teratas diduduki gitar Rick Hanes tipe Chris Bickley DR Pro, Rick Hanes Avenix, dan Rick Hanes DR Medium. Selain itu, tipe Chris Bickley DR Pro menyabet penghargaan untuk kategori Artist Signature Guitar of The Year.

Tentu saja pemilik Rick Hanes, Doddy Hernanto, bangga. Alat musik petik keluaran Doddy dianggap lebih hebat di antara 362 gitar dari 52 merek yang diseleksi Guitar Planet. Merek-merek yang dikalahkan Rick Hanes pun adalah gitar papan atas seperti Fender, Ibanez, Yamaha, dan Gibson.

"Gitar buatan kita ini diakui di dunia. Kita patut bangga, karena berhasil membawa dan mengangkat nama bangsa,” kata pria yang akrab disapa Mr. D tersebut.

Rick Hanes mulai memproduksi gitar-gitar juara sejak akhir 2010. Sedikitnya 50 karyawan terlibat dalam produksi tersebut. Nama Rick Hanes diambil dari penggalan nama anak Tommy Kaihatu, Patrick Hanes. Tommy yang juga pemilik Rick Hanes adalah adik kandung Mr. D.

Untuk menjaga kualitas alat musik petik tersebut, Mr D dan Tommy membatasi produksi. Meski permintaan deras mengalir, Rick Hanes hanya memproduksi 25 unit per bulan. Kayu yang diambil pun tidak boleh sembarangan.

Menurut Mr D, kayu yang dijadikan bahan baku Rick Hanes antara lain maple, mahogany, dan rosewood yang hanya tumbuh di Amerika Serikat dan Eropa. "Membuat gitar itu lebih menggunakan rasa. Kami tidak mau asal-asalan," kata pria berusia 52 tahun tersebut.

Tak perlu lagi meragukan kualitas produk asli Indonesia. Karena kini, dunia sudah mengakuinya.


Sumber :
http://www.cheersbanggaindonesia.com/gitar-terbaik-dunia-2012-ternyata-dari?utm_source=facebookads&utm_medium=multipleads&utm_content=gitarterbaik&utm_campaign=cheersindo

Tuesday, May 5, 2015

Kue Lumpur Sidoarjo

Nikmatnya Kue Lumpur Khas Sidoarjo

Jika menyebut Lumpur Lapindo, pasti identik dengan kota Sidoarjo, lantaran peristiwa luberan lumpur lapindo itu sudah terjadi sejak 2006 silam.

Namun, ada satu lagi yang membuat orang ketika kita mengatakan ‘Lumpur’ pasti adanya di Sidoarjo, itu adalah Kue Lumpur Isi yang sangat terkenal di wilayah Sidoarjo dan luar Sidoarjo.

Kue lumpur isi khas Sidoarjo

Karena sudah dikenal oleh penikmat kuliner khususnya pecinta jajan basah, Lilik pemilik usaha sederhana Kue Lumpur isi itu harus bekerja keras bersama karyawannya, untuk membuat ratusan bahkan ribuan kue lumpur isi setiap harinya untuk memenuhi pesanan pembeli.

Terletak di jalan Hang Tuah Sidoarjo yang jaraknya 500 meter dari Alun-Alun Kota Sidoarjo, Lilik bersama delapan karywannya, memulai aktifitas membuat kue lumpur isi, mulai dini hari hingga pukul 17.00 petang.

Nampak di depan rumahnya, peralatan memasak kue lumpur berjajar.

Namun jika dilihat secara detail, peralatan yang digunakan tergolong sederhana.

Hanya menggunakan Loyang cetakan kue lumpur yang ditaruh diatas kompor serta atasnya ditumpuk dengan tungku yang terbuat dari besi berisi batu arang.

Identitas yang melekat pada kue lumpur yang sudah buka sejak 8 tahun yang lalu itu adalah isi dari kue lumpur tersebut.

Di toko kue lumpur Muda – Mudi Bu Lilik ini, kue lumpur yang biasanya tidak ada isinya ditoko tersebut kue lumpur diberi isi serutan kelapa muda dan daging.

Sehingga banyak sekali warga Sidoarjo maupun luar Sidoarjo, yang sangat menggemari jajanan itu.

Selain rasanya yang khas manis dan gurih, kue lumpur itu harganya sangat terjangkau.

Satu buah kue lumpurnya dijual dengan harga 2500 yang menggunakan isi kelapa muda (Degan. Red), dan yang tidak memakai isi dijual dengan harga 2000 rupiah

Untuk calon pembeli dengan jumlah yang banyak, Ibu Lilik biasanya menyarankan untuk memesannya terlebih dahulu.
Karena jika membeli dengan jumlah banyak pada hari itu juga, dia mengkhawatirkan tidak kebagian.

Jika anda penikmat kuliner jajan basah khususnya kue lumpur, adanya Kue lumpur isi Muda – Mudi ibu Lilik nampaknya cukup recommended untuk dijadikan jujukan untuk membeli kue lumpur.


Sumber :
http://kabarsidoarjo.com/?p=29746#sthash.2mNaxTuJ.dpuf

Tuesday, May 28, 2013

Oleh-oleh Khas Sidoarjo


1.Wader kriuk

Salah satu yang menjadi produk andalan oleh-oleh khas Sidoarjo adalah Wader kriuks karena wader ini adalah wader pilihan yang diperoleh dari kekayaan laut di Sidoarjo dan sekitarnya. Berbeda dengan rekannya yang di air tawar, wader air laut sangat berbeda akan citarasanya yang sangat gurih dan renyah sehingga sangat nikmat bila dimakan buat camilan atau dibuat lauk yang dipadukan dengan sambal terasi atau sambal bawang. Dengan rasa gurih yang khas ditambah dengan sambal yang mantap akan menjadikan Wader kriuks oleh-oleh yang unik dari Sidoarjo yang sangat patut untuk dicoba dan dibawa untuk diberikan ke sanak saudara, teman, handai taulan atau tetangga dekat anda.



2.Kerupuk udang Sidoarjo

Kerupuk udang adalah primadonanya oleh-oleh khas dari Sidoarjo. Anda akan dapat dengan mudah mendapatkan penganan ini karena penjual kerupuk udang Sidoarjo terdapat diberbagai tempat terutama tempat penjualan oleh-oleh yang terletak di jalan utama kota Sidoarjo.



3.Terasi Sidoarjo

Terasi termasuk penganan yang sangat populer di Jawa Timur, tak terkecuali Sidoarjo. Industri pembuat terasi menyebar ke berbagai tempat di Sidoarjo, disamping bahan bakunya melimpah, peminat penganan ini juga hampir merata di berbagai umur. Terasi Sidoarjo terkenal gurih dan harum sehingga banyak penduduk Sidoarjo yang berdomisili di luar Sidoarjo selalu membawa penganan ini sebagai obat kangen tempat kelahiran mereka.



4.Petis

Petis adalah salah satu primadona oleh-oleh dari Sidoarjo. Rasanya anda belum ke Sidoarjo apabila pulang tanpa membawa serta penganan ini. Warna petis Sidoarjo sangat hitam pekat serta harum gurih yang sudah dapat dibayangkan kenikmatannya apabila dipakai membuat rujak cingur, tahu petis dan lain-lain.



5.Bandeng Asap

Merupakan jajanan khas sidoarjo yang terbuat dari bahan baku ikan bandeng, dengan bumbu teh, bawang putih, bawang merah, ,erica, dan garam.untuk bahan sambalnya memakai kecap manis, petis, air, jeruk nipis, dan cabe rawit.Proses pembuatanya tidak sembarangan dimana harus benar-benar oelh orang yang sudah berpengalaman.



6.Bandeng Presto

Sidoarjo memang sangat pantas menjadikan bandeng dan udang sebagai maskotnya. Karena di setiap sudut rumah pasti kita akan sering melihat orang memakan nasi berlauk bandeng ataupun mengunyah kerupuk udang yang gurih serta nikmat. Sayangnya, daging bandeng yang empuk dan nikmat tersebut seringkali sulit dinikmati karena durinya yang sangat banyak.

Namun, sebagai seseorang yang suka makan bandeng, inovasi bandeng berduri lunak pun diciptakan. Alat presto yang digunakan ada beberapa ukuran mulai satu liter, dua liter, sampai dengan sepuluh liter.

Cara membuat bandeng presto yang hampir selalu ada di setiap rumah kawasan Sidoarjo ini cukup mudah. Bersihkan bandeng tanpa dibuang sisiknya. Kemudian masukkan bandeng ke dalam larutan garam dan kunyit. Setelah itu letakkan bandeng di panci presto dengan cara bertingkat. Cara ini digunakan sebagai sarana agar bandeng tak saling menumpuk dan akhirnya hancur. Untuk melunakkan duri, presto bisa digunakan selama +/- 1 jam dan lunaklah semua durinya.

Biasanya bandeng yang dipresto memiliki ukuran kecil sekitar 150-200 gram per ekor. Dan masakan ini dibalut dengan telur kocok ketika akan digoreng dan digunakan sebagai teman makan nasi dengan disertai sambal tomat yang membuat perut menjadi lapar kembali.



7.Otak-Otak Bandeng

Jika selama ini kita hanya mengenal otak-otak bandeng sebagai masakan khas Gersik, maka jangan dikira bahwa di Sidoarjo pun terdapat banyak otak-otak bandeng buatan pengrajin sepanjang daerah Sedati, Sidoarjo. Otak-otak bandeng khas Sidoarjo ini rasanya berbeda dengan otak-otak bandeng Gersik. Inilah yang disebut dengan kreativitas untuk membuat maskot bandeng sebagai berbagai masakan yang sangat lezat.

Otak-otak bandeng Sidoarjo berbeda resep dengan otak-otak Bandeng Gersik. Di Sidoarjo, otak-otak bandeng menggunakan kelapa sangrai sebagai pengisinya berdampingan dengan bumbu halus dan telur kocok.



8.Kupang Lontong

Memang popularitas makanan daerah yang satu ini tidak sepopuler rawon, soto, gudeg Jogja, nasi liwet Solo dsb. Namun sangat terkenal di kalangan masyarakat Jawa Timur, khususnya di daerah Sidoarjo dan sekitarnya.

Kupang adalah sejenis kerang laut yang berukuran sangat kecil. Kupang yang digunakan dalam makanan ini berwarna putih kekuning-kuningan yang biasanya disebut kupang beras. Sesuai dengan namanya, ia disajikan dengan potongan2 lontong dan diberi kuah air rebusan kupang. Sebelum disajikan di atas piring digerus gula merah, bawang putih, petis udang, dan cabai (sesuai request konsumen) lalu diberi sedikit perasan jeruk, sedangkan kupangnya direbus dengan daun bawang dan bawang putih.


Sumber : kaskus.co.id

Related Posts