Showing posts with label Siap-86. Show all posts
Showing posts with label Siap-86. Show all posts

Sunday, August 2, 2015

Pemulung Jadi Polisi

Yuda Satria, pemuda asal Bangah, Kecamatan Waru, Sidoarjo.

Dari 1.263 orang pendaftar seleksi Tamtama Polri di Polda Jatim 2015, hanya 152 peserta yang dinyatakan lolos. Usai sidang kelulusan, 152 calon anggota Brimob Polri inipun diberangkatkan ke Watu Kosek untuk menjalani pendidikan selama enam bulan..

Mereka diberangkatkan bersama dari Polda Jatim, Jumat (31/7) siang. Saat proses pemberangkatan itu, ada satu calon siswa (Casis) yang menjadi perhatian banyak perwira di Polda Jatim. Dia adalah Yuda Satria, pemuda 21 tahun asal Bangah, Kecamatan Waru, Sidoarjo.

Bukan karena penampilan atau prilakunya, pemuda tersebut mencuri perhatian para pejabat Polda lantaran latar belakangnya. Diketahui, Yuda adalah calon anggota Brimob yang sejak kecil bekerja menjadi pemulung untuk membiaya sekolahnya sendiri.

Sejak kecil saya sudah bercita-cita menjadi polisi. Saya sangat bersyukur bisa lolos seleksi dan mengikuti pendidikan. Saya berharap semua berjalan lancar dan saya bisa mengabdi ke negara dengan menjadi anggota Polri,” ujar Yuda saat berbincang dengan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuono.

Yuda adalah anak dari pasangan suami istri asal Padang, Sunaryo (56) dan Riniwati (53). Dua kakaknya, Silvia Halim (27), dan Riri Andangsari (25), tinggal di Padang.
Sedangkan adiknya, Joko Antonio (19) yang masih SMA, tinggal bersama dia dan ibunya di Waru, Sidoarjo.

“Saat saya kelas 2 SD, kami ditinggal oleh ayah. Karena pekerjaan ibu hanya sebagai tukang cuci, saya bersama saudara saya harus ikut bekerja untuk biaya hidup. Sejak itu saya menjadi pemulung agar bisa tetap sekolah,” kisahnya.

Menurut Yuda, dua kakaknya juga menjadi pemulung selama sekolah. Kakak pertamanya sudah bekerja, dan kakak keduanya sekarang masih kuliah.

“Adik saya juga mencari barang bekas untuk tambahan biaya sekolah. Apalagi, beberapa tahun ini ibu sudah tidak bekerja karena sudah tua,” lanjutnya lirih.

Calon anggota Brimob Polri ini mengaku sama sekali tak pernah malu dengan statusnya itu. Bahkan dia merasa bangga bisa sekolah dengan biaya sendiri. Toh, menjadi pemulung bukan pekerjaan haram.

Sejak kelas 2 SD, setiap pulang sekolah Yuda harus menyusuri jalan untuk mencari barang-barang bekas. Kardus, plastik bekas air mineral dan barang bekas apapun yang bisa dijual lagi di pengepul rongsokan.

Sesekali, dia juga melayani jasa membersihkan rumah orang, membersihkan mushola, mencuci mobil dan sebagainya. Demi cita-citanya, dia tak mengenal lelah. Yuda kecil terus bekerja keras agar tetap bersekolah. Dari hasil kerjanya, Yuda berhasil membiayai sekolahnya sendiri. Mulai SD hingga lulus SMK TPI Gedagan, Sidoarjo.

Setamat SMK, dia mendapat informasi ada lowongan pendaftaran anggota Polri. Tanpa pikir panjang, Yuda langsung mengumpulkan informasi terkait persyaratannya, melengkapi persyaratan itu, dan lantas mendaftar. Ia sengaja mendaftar ke jalur Tamtama agar bisa menjadi anggota Brimob.

Bermodal tekad besar, postur tubuh ideal, dan kemampuan yang dimilikinya, Yuda berhasil menyisihkan seribu lebih peserta seleksi yang menjadi saingannya. Anak ketiga dari empat bersaudara inipun tinggal selangkah lagi menggapai cita-citanya menjadi anggota Polri.

Meski saat pemberangkatan ke pusat pendidikan di Watu Kosek kemarin dia tidak ditemani ibunya, karena sedang sakit, Yuda mengaku sama sekali tidak minder. Jika rekan-rekannya bisa diantar dan berpelukan dengan orangtuanya sebelum menjalani pendidikan, Yuda berjanji akan membahagiakan sang ibu saat resmi berstatus anggota Brimob setelah pendidikan nanti.


http://suryamalang.tribunnews.com/2015/07/31/luar-biasa-sejak-kecil-jadi-pemulung-guna-biaya-sekolah-kini-lolos-polisi
http://suryamalang.tribunnews.com/2015/07/31/pemulung-lolos-seleksi-brimob-ingin-bahagiakan-ibu-yang-sakit

Sunday, January 18, 2015

Santri dan Kiai Palsu Gendam Warga Sidokare

Nyamar Santri dan Kiai, Dua Pria di Sidoarjo Gendam Pensiunan Polisi


AKP Ayub Kasat Reskrim Polres Sidoarjo mengatakan kronologi kejadiannya pelaku berangkat dari rumahnya di Entalsewu Buduran sekitar pukul 07.00 WIB. Korban mengendarai mobil Avanza hitam dengan nopol L 1336 EV.

AKP Budi Setiono Kasatlantas Polres Sidoarjo mengatakan, seorang pelaku memakai pakaian ala ustadz sedangkan yang lainnya memakai baju ala Kiai.

Anggota Polsek Porong berhasil membekuk 2 pelaku gendam berkedok kiai dan cantrik yakni Roni Asih (34) warga Desa Sambirejo RT 01 RW 01 Kecamatan Rejoso, Pasuruan dan Sudirman (38) warga Dusun Entalsewu RT 13 RW 04 Desa Entalsewu Kecamatan Buduran, Minggu (18/1). Tertangkapnya tersangka ketika mobil Toyota Avanza warna hitam nopol L- 1336- EV yang ditumpanginya, terjebak kemacetan di Jalan Raya Porong.

Awalnya, kedua pelaku mengendarai mobil berkeliling di Perumahan Taman Pinang hingga Perumahan Sukorame untuk mencari sasaran. Sesampai di Perumahan Sidokare, tersangka melihat Djanmi Tumitah (70) warga Perum Sidokare sedang sendirian membersihkan halaman depan rumahnya.

Kemudian, salah satu tersangka yakni Roni turun dari mobil dan menghampiri pensiunan perwira polisi dengan pangkat AKBP yang bertugas di Pusdik Porong itu. Roni pura-pura bertanya rumah Haji Toha yang rumahnya arah Jalan Raya Kecamatan Candi. Setelah terjadi percakapan, tiba-tiba Djanmi diajak masuk ke mobil untuk menemui Sudirman yang berpura-pura menjadi kiai sedang menunggu di dalam mobil. Saat didalam mobil, korban didoakan oleh Sudirman segera naik Haji dan sehat wal afiat. Korban kemudian disuruh kedua pelaku untuk melepas dua cicin dan sepasang anting-anting emas dan ditaruh di kotak sabun.

Djanmi menurut saja ketika disuruh turun dari mobil untuk membeli sabun. Tak lama korban turun dari mobil membeli sabun dan menyerahkannya. Lalu, sabun diserahkan ke korban dan pelaku kabur.

Setelah sadar menjadi korban gendam, Djanmi berteriak minta tolong pada warga setempat. Tetapi kedua pelaku sudah terburu kabur dan berhasil lolos dari kejaran massa. Dengan modal mengenali plat nomor mobil yang ditumpangi para pelaku, akhirnya korban melaporkan kejadian tersebut ke salah satu anggota polisi hingga akhirnya informasi itu disebar ke anggota lainnya lewat HT dan dilakukan pengejaran. Akhirnya, pelaku berhasil ditangkap di kawasan Porong.

Kapolsek Porong Kompol Mujiono melalui Kanit Reskrim Polsek Porong, AKP Bambang Setiadi pada BangsaOnline membenarkan tertangkapnya pelaku gendam saat melintasi Jalan Raya Porong.Tepatnya di perlimaan depan Poslantas arah Surabaya-Malang sebelah Pertokoan Sri Ratu lingkungan Pesawahan Kelurahan Porong.

“Setelah mendapatkan informasi ada pelaku kejahatan membawa mobil hitam ke arah selatan Porong, petugas kemudian melakukan pengejaran. Pada waktu bersamaan mobil yang ditumpangi para pelaku terjebak macet. Memang penangkapan tersangka tidak gampang. Karena satu tersangka yakni Roni lebih dulu ditangkap. Sedangkan tersangka Sudirman lari kearah timur. Untungnya dalam aksi kejar-kejaran ini, kedua pelaku berhasil ditangkap dan tidak dihakimi massa. Sebab kondisi jalan raya padat arus lalu lintasnya dan banyak warga sedang melakukan aktifitas,” jelasnya.

Untuk menghindari amukan massa, pelaku langsung dikirim ke Polres Sidoarjo sambil menunggu proses hukum lebih lanjut. Sedangkan dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti (BB) berupa 1 unit mobil Toyota Avanza warna hitam, 2 cincin dan sepasang anting-anting emas, 1 handpone blackberry, 1 handpone nokia, 1 keris ukuran 40 centimeter dibungkus kain putih, tali jimat, dompet, 1 buah kitab stambul, seperangkat baju muslim, dan songkok warna putih.

Tersangka Roni dihadapan penyidik mengakui sebelumnya bersama Sudirman usai bersilaturrahmi ke pondok pesantren di daerah Kediri. Setelah itu, timbul niat jahatnya ketika melintasi Jalan Raya Perum Taman Pinang.

“Ada ibu-ibu sendirian sedang menyapu halaman rumahnya. Kemudian saya datangi dan bertanya arah Jalan Raya Candi rumah Haji Toha. Lalu, ibu-ibu itu saya ajak ke kiai yang sedang menunggu didalam mobil dan didoakan agar cepat naik haji serta sehat wal-afiat. Kemudian, ibu-ibu itu melepas perhiasannya dan saya suruh turun untuk membeli sabun. Kemudian, ibu itu sadar, berteriak minta tolong dan saya langsung tancap gas untuk kabur,” ungkapnya.


Sumber :
http://www.bangsaonline.com
http://m.suarasurabaya.net

Related Posts