Showing posts with label Bangunan. Show all posts
Showing posts with label Bangunan. Show all posts

Sunday, June 18, 2023

5 Candi Di Sidoarjo Jawa Timur

5 Candi Di Sidoarjo Jawa Timur, Wajib Dikunjungi Bagi Pecinta Wisata Sejarah!

- Senin, 19 Juni 2023 | 06:00 WIB

  

Wisata sejarah tentunya sangat dibutuhkan bagi kalian yang sering dan suka untuk mengungkit dan memperdalam masalah sejarah. Karena, sejarah adalah hal yang perlu digali kembali ilmunya, wawasannya, supaya tidak hilang akan perkembangan zaman modern sekarang.

Sidoarjo merupakan salah satu kabupaten yang ada di Jawa Timur, di mana Sidoarjo juga terkenal sebagai kabupaten yang menawarkan banyak tempat wisata yang mengandung unsur sejarah.

Beberapa wisata yang bisa dikatakan wajib bagi pecinta sejarah adalah candi yang ada di Sidoarjo tersebut, apalagi candi di Sidoarjo ada beberapa masih berdiri kokoh dan juga menarik untuk dikunjungi.

Selain berdiri kokoh, spot yang bagus juga menjadikan keunikan tersendiri dari beberapa wisata candi yang ada di Sidoarjo tersebut. Dan penulis akan memaparkan setidaknya 5 wisata candi di Sidoarjo Jawa Timur yang harus kalian kunjungi, bagi kalian yang suka berwisata sekalian belajar akan sejarah. 


Pertama, Candi Sumur.

Beberapa dari kalian tentunya ada yang sudah tidak asing kalau mendengar nama Candi Sumur. Candi sumur merupakan nama salah satu candi yang ada di Sidoarjo yang cukup popular dikalangan warga lokal maupun wisatawan luar negeri.

Candi satu ini memiliki bentuk bangunan yang unik dan sangat menarik. Meskipun bentuk candi sudah tidak utuh, tetapi di sisi lain menjadikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Candi sumur ini berlokasi di Candipari Kulon, Candipari, kecamatan Porong, Sidoarjo. Konon katanya Candi Sumur ini dibangun untuk mengenang tempat hilangnya seorang sahabat atau adik angkat dari Putra Prabu Brawijaya.

Candi sumur ini merupakan salah satu cagar budaya di kabupaten Sidoarjo yang bisa kalian kunjungi.


Kedua, Candi Pari.

Candi pari ini juga termasuk candi yang sangat popular dan juga ramai didatangi para wisatawan. Candi ini juga tidak jauh dari candi sumur, letaknya berada di jalan Purbakala, Porong, Sidoarjo. Bangunan candinya yang megah dan rumput taman di sekeliling yang terawat menjadikan Candi Pari tanpak megah dan indah.

Meskipun didirikan sudah lumayan lama, tetapi candi ini masih kokoh berdiri. Menurut batu yang ada dibagian gerbang, candi ini tertulis dibangun pada tahun 1293 saka, atau 1371 Masehi.


Ketiga, Candi Tawangalun.

Candi satu ini juga termasuk candi yang sering dikunjungi. Letaknya berada di jalan Tawangalun, Buncitan, Sedati, Sidoarjo.

Candi tawangalun ini merupakan candi peninggalan Majapahit, meskipun beberapa sisi candi yang tidak kokoh, tetapi candi satu ini juga mempunyai nilai sejarah dan juga menjadi daya tarik sendiri untuk didatangi oleh para wisatawan.

Candi tawangalun ini sempat mengalami pemugaran dengan pada pagian atapnya serta dinding candi. Lokasinya yang berada diperbukitan dan jauh dari pemukiman menjadikan area candi menjadikan suasana yang sejuk dan juga tenang.


Keempat, Candi Medalem.

Candi ini juga termasuk candi yang popular di kalangan warga lokal, lokasinya terletak di daerah Medalem, Tulangan, Sidoarjo. Lokasinya yang mudah dicari juga menjadikan pengunjung mudah dalam menuju ke area wisata sejarah di Candi Medalem tersebut.

Walaupun candi medalem ini tidak semegah candi lainnya, tetapi kisah sejarahnya juga sangat besar dan bisa dipelajari. Di sana banyak memiliki cerita, di mana konon katanya di wilayah candi ini dulunya hanya lahan yang ditumbuhi pohon-pohon besar.

Kemudian, juru kuncinya mendapat bisikan bahwa di bawah pohon terdapat sebuah candi, oleh sejak itulah ini kawasan dikenal sebagai wisata candi di Sidoarjo.


Kelima, Candi Dermo.

Diantara beberapa candi yang lainnya, Candi Dermo juga bisa kalian kunjungi saat datang ke kabupaten Sidoarjo. Candi yang satu ini lokasinya berada di dusun Candi Santren, kecamatan Wonoayu, Sidoarjo. Candi dermo ini merupakan candi peninggalan dari masa klasik hindu budha.

Beberapa ahli juga mengatakan, bahwa candi satu ini dibangun dari abad ke-14.***


Sumber :


Thursday, June 1, 2023

Tiga Flyover Baru

Tahun Baru, Sidoarjo Punya Tiga Flyover Baru

- Jumat, 2 Juni 2023 | 11:25 WIB

 

Tiga flyover dibangun tahun ini di Sidoarjo. Yakni, flyover di Tarik, Krian, dan Aloha. Ketiganya ditarget selesai akhir tahun nanti dan bisa langsung digunakan.

Di Tarik, girder balok beton untuk permukaan flyover mulai dipasang. Badan flyover tampak berdiri kokoh meski belum semuanya selesai. Pekerja kini menuntaskan pemasangan gelagar beton di bagian turunan.

Di flyover Krian juga sama. Fondasi dan pemasangan tiang pancang sudah selesai. Kini petugas masih memasang erection girder atau balok beton ke atas tumpuan jembatan.

Ketua Tim Percepatan Pembangunan Flyover Krian dan Flyover Tarik Bachruni Aryawan mengatakan, flyover di Tarik dan Krian ditarget selesai akhir tahun ini. ’’Dua flyover itu saat ini sudah terbangun 60 persen lebih,’’ katanya.

Prediksinya, flyover Tarik selesai lebih cepat daripada Krian karena lebih pendek. Flyover Tarik dibangun mirip huruf U dengan panjang mencapai 412,5 meter. Sedangkan flyover Krian dibangun sepanjang 700 meter.

’’Keduanya ditargetkan akhir Desember selesai. Tapi, ini flyover Tarik sepertinya lebih cepat karena tidak begitu panjang,’’ kata Bachruni.

Dia mengatakan, sampai saat ini pembangunan berlangsung lancar dan progres sesuai target. Hanya, khusus di flyover Krian, sampai saat ini masih ada rekayasa lalu lintas pada malam hari saat pemasangan girder.

Jalan Moh. Yamin dan Kyai Mojo harus ditutup mulai pukul 21.00 hingga 04.00 sampai akhir Agustus mendatang. ’’Karena alat berat butuh manuver, area jalan digunakan untuk operasi alat beratnya,’’ katanya.

Selain dua flyover itu, flyover Aloha ditarget bisa selesai dan digunakan pada akhir tahun nanti. Meski, progres pembangunannya tidak sebanyak flyover Krian dan Tarik.

Manajer Konstruksi Flyover Aloha Muhammad Sadikin mengatakan, saat ini flyover Aloha sudah terbangun 50 persen lebih. Dia menilai akhir tahun nanti belum bisa tuntas 100 persen, tapi targetnya bisa digunakan.

’’Pada libur Natal dan tahun baru, targetnya flyover bisa digunakan meskipun belum 100 persen. Kekurangannya, seperti pekerjaan minor, diselesaikan awal tahun depan,’’ ujarnya.

Prinsipnya, saat kendaraan padat saat libur akhir tahun, flyover tersebut bisa digunakan. Sebab, flyover itu sangat vital, terutama untuk warga yang akan ke Bandara Internasional Juanda. Dia mengatakan, pihaknya kini menuntaskan seluruh pemasangan pilar atau pier flyover.

’’Mulai di titik P1.B sampai P5B, semua sedang kita kerjakan strukturnya,’’ kata Sadikin. Mulai pengerjaan pile cap, pier kolom, hingga pier head dan pier lainnya. ’’Saat ini pekerjaan di lapangan fokus pada struktur seluruh pier sampai pier head,’’ katanya.


Sumber :

https://www.jawapos.com/surabaya-raya/01701853/tahun-baru-sidoarjo-punya-tiga-flyover-baru?page=2

Friday, May 19, 2023

Sejarah Pabrik Gula Sidoarjo

Sejarah Pabrik Gula Sidoarjo, Industri Semakin Berkembang-Prostitusi Menjamur

19 May 2023 18:53 PM

Pabrik Gula Sidoarjo

Sejarah panjang berdirinya pabrik gula di Kabupaten Sidoarjo menjadi cerita bagi masyarakat. Selain tercatat sebagai sisa-sisa peninggalan bersejarah, ternyata pabrik gula menyimpan banyak hal menarik di dalamnya.

Pabrik gula di Sidoarjo pertama kali didirikan sekitar tahun 1.832. Pabrik gula tersebut bernama PG Candi yang hingga kini masih aktif dan eksis bergerak di bidang agro industri tebu.

Menurut salah satu pemerhati sejarah di Sidoarjo, Sudi Harjanto mengungkapkan, perkembangan industri gula yang gencar kala itu, membuat Belanda secara berkala membangun pabrik-pabrik gula di seluruh penjuru Kota Delta.

“Ada sekitar 15 titik pabrik gula yang tersebar hampir di setiap kecamatan yang ada di Sidoarjo. Di antaranya adalah di Tulangan, Krembung, Prambon, Porong, Candi, Sidoarjo, Buduran, Krian, Taman, Waru, Gedangan, Tanggulangin, Wonoayu, Krian, dan Balongbendo,” ujarnya.

Industrilisasi pabrik gula di Sidoarjo berkembang sangat pesat di zamannya. Belanda saat itu sukses menggandeng para penguasa lokal setingkat kecamatan hingga kabupaten di Sidoarjo untuk membuat produksi dan pengiriman gula hingga ke mancanegara yang dikirim melalui kereta. Tujuannya pelabuhan yang ada di Kota Surabaya.

Menurutnya, berkembangnya pabrik gula sebagai raja industri di Sidoarjo saat itu juga dibarengi dengan menjamurnya tempat-tempat prostitusi kelas bawah hingga menengah di kawasan pabrik.

“Mangkanya itu, istilah ‘Ada Gula, Ada Selimut’ lebih untuk menggambarkan kondisi saat itu. Menjamurnya dunia pelacuran saat itu juga berkembang. Perpelacuran untuk kelas menengah saat itu bernama sociates. Di sana rata-rata pasarnya para pekerja dari Belanda. Nah untuk pekerja kelas bawah, rata-rata ada disamping-samping sekitarnya. Semua PSK-nya juga dari lokal,” paparnya.

Ketua Komunitas Sidoarjo Masa Kuno itu juga menegaskan, setiap ada pabrik gula di suatu daerah, maka disitu juga ada tempat prostitusi baik untuk kalangan menengah hingga kelas bawah.

“Setiap pabrik gula yang berdiri, maka dipastikan ada praktik prostitusi di sekitarnya. Artinya dulu di Sidoarjo itu ada 15 titik tempat prostitusi atau yang sekarang dikenal dengan lokalisasi,” imbuh pria lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah itu.

Sudi menjelaskan, hubungan antara industri pabrik gula dan berdirinya tempat prostitusi tidak bisa dilepaskan. Beberapa data mengungkap bahwa para pekerja dari Belanda saat itu banyak yang tertarik kepada para pekerja seks komersial lokal karena mereka selama diberangkatkan di Indonesia tidak boleh membawa istri dan keluarganya.

Semakin berkembangnya waktu, titik-titik prostitusi yang semula dekat dengan kawasan pabrik gula, kini mulai hilang seiring karena bangkrut dan tidak beroperasinya pabrik gula sebagai penyangga industri.

Sudi menambahkan, buyarnya tempat prostitusi di Sidoarjo saat itu salah satunya adalah adanya faktor Pondok Pesantren yang juga mulai berdiri.

“Jadi eranya itu ‘ada gula, ada selimut baru ada pesantren’. Pesantren menjadi salah satu yang menekan prostitusi di setiap kawasan pabrik gula. Selain itu, gerakan perlawanan para pekerja, santri dan masyarakat kelas bawah pada Belanda juga menjadi satu faktor bangkrut dan meredupnya dominasi Belanda sebagai penjajah kala itu,” terangnya.

Menurut Sudi, hingga saat ini satu-satunya pabrik gula yang masih aktif dan eksis ada di Candi.


Sumber :

https://radarsidoarjo.jawapos.com/features/19/05/2023/sejarah-pabrik-gula-sidoarjo-industri-semakin-berkembang-prostitusi-menjamur/

Tuesday, April 11, 2023

Masjid Agung Sidoarjo

Masjid Agung Sidoarjo, Punya Sumur Tua yang Tidak Pernah Kering

12/04/2023

Masjid Agung Sidoarjo merupakan masjid terbesar di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim). Masjid ini berada di jalur Trans Jawa sehingga dapat disinggahi para pemudik yang melewati jalur tersebut. Lokasinya berada di Jalan Sultan Agung Nomor 36, Magersari, Kabupaten Sidoarjo. 

Masjid Agung Sidoarjo memiliki sejumlah daya tarik sehingga bisa menjadi alternatif destinasi wisata religi. Berikut beberapa daya tarik Masjid Agung Sidoarjo seperti dihimpun Kompas.com. 

1. Fasilitas travelator pertama di Jatim 

Masjid Agung Sidoarjo merupakan masjid pertama di Jawa Timur yang memiliki fasilitas travelator, seperti dikutip dari E-Booklet Mudik Jelajahi Masjid Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.  Fasilitas travelator tersebut berfungsi untuk memudahkan mobilitas jamaah lanjut usia (lansia) dan disabilitas. Mengutip laman Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, fasilitas travelator tersebut diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Senin (1/3/2021) lalu. 


2. Berusia 164 tahun  

Masjid Agung Sidoarjo didirikan pada 1859, sehingga usianya kini sudah mencapai 164 tahun. Masjid ini sudah mengalami beberapa kali renovasi sehingga masih kokoh berdiri. Pendirian Masjid Agung Sidoarjo berawal dari inisiatif bupati pertama Sidoaarjo, Raden  Adipati Pandji Tjondronegoro yang menjabat para periode 1882  hingga 1905. Untuk mengenang jasanya, mendiang Raden  Adipati Pandji Tjondronegoro serta keluarga Tjondronegoro dimakamkan di kompleks makam keluarga di belakang Masjid Agung Sidoarjo. Lihat Foto Masjid Agung Sidoarjo(Dok. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo) 


3. Sumur tua tidak pernah kering  

Salah satu daya tarik Masjid Agung Sidoarjo adalah keberadaan sumur tua yang tidak pernah kering meskipun musim kemarau. Sumur tersebut terletak di lantai satu tempat sholat jamaah laki-laki. Ukuran sumur kecil, diameternya hanya seukuran dua telapak tangan orang dewasa. Konon, sumur tua tersebut dibuat berbarengan dengan pembangunan Masjid Agung Sidoarjo pada masa kolonial Belanda. Kini, bentuk sumur sudah berubah dari bentuk aslinya, namun tidak menghilangkan kemurnian air sumur. Bahkan, air sumur ini tidak pernah kering meskipun musim kemarau. 


4. Masjid terbesar di Kabupaten Sidoarjo  

Seperti disampaikan sebelumnya, Masjid Agung Sidoarjo merupakan masjid terbesar di Kabupaten Sidoarjo. Dengan luas luas 2.115 meter persegi, masjid ini mampu menampung hingga 4.000 jamaah Masjid Agung Sidoarjo terdiri dari tiga lantai yang terbuat dari marmer. Pada bangunan masjid, terdapat beberapa pilar besar yang juga terbuat dari marmer. Selain itu, terdapat beberapa pohon besar dan rindang di area depan masjid. 


5. Dekat tempat wisata  

Berada di pusat kota, Masjid Agung Sidoarjo dekat dengan sejumlah tempat wisata. Salah satunya adalah Museum Mpu Tantular yang berjarak sekitar 2,4 kilometer (km) atau 6 menit berkendara dari masjid. Pengunjung bisa menyaksikan aneka benda-benda bersejarah di Museum Mpu Tantular. Masjid Agung Sidoarjo berada di seberang Alun-alun Sidoarjo. Ciri khas Alun-alun Sidoarjo adalah monumen berbentuk logo Kota Sidoarjo yakni udang dan bandeng, yang merupakan komoditas unggalan wilayah ini. Pengunjung Masjid Agung Sidoarjo bisa mengunjungi Alun-alun Sidoarjo yang merupakan tempat bersejarah kebangkitan Kota Sidoarjo.


Sumber :

https://travel.kompas.com/read/2023/04/12/115000227/masjid-agung-sidoarjo-punya-sumur-tua-yang-tidak-pernah-kering?page=all#page2.

Monday, March 6, 2023

Masjid Jami’ Al Abror

Mantan Masjid Agung di Sidoarjo yang Berusia 344 Tahun

1 Maret 2023, 17:10:34 WIB

Masjid Jami’ Al Abror di Dusun Kauman, termasuk salah satu masjid tertua. 

Masjid Jami’ Al Abror yang terletak di Dusun Kauman, Pekauman, Sidoarjo Kota, bisa dibilang sebagai deretan masjid tertua. Masjid yang dibangun sejak 1678 tahun itu tampak kukuh hingga kini. Takmir Masjid Al Abror Muhammad Alfan mengungkapkan, keberadaan masjid yang memiliki ciri khas warna hijau dan kuning itu tidak terlepas dari peran Mbah Muljadi, salah seorang tokoh agama dari Jawa Tengah. 

”Pada saat masih ada Kerajaan Demak kalau tidak salah,” katanya. Dulu sekitar masjid tersebut merupakan daerah perdagangan. Terlebih adanya Sungai Sidokare atau Sungai Jetis yang dulu merupakan dermaga tempat kapal bersandar. 

”Sudah beberapa kali renovasi. Yang paling baru pas 2007 dan bangunannya diubah seperti ini,” jelasnya. Baca juga: Curanmor di Sidoarjo Kambuh, Semalam Kehilangan Dua Motor Sekaligus Menurut penggiat sejarah Sidoarjo dr Sudi Harjanto, bisa dikatakan bahwa Masjid Al Abror merupakan masjid agung pertama yang dimiliki Kota Delta. 

”Sebelum alun-alun dipindah dan dipindah ke Masjid agung yang sekarang,” ungkapnya. Sementara itu, Sudi menjelaskan, pembangunan masjid yang berusia 344 tahun tersebut sangat dipengaruhi jalur perdagangan masa itu. ”Memang, selain dekat sungai yang jadi pusat perdagangan, sana itu dekat dengan jalan pos Daendels,” ujarnya.


Sumber :

https://www.jawapos.com/surabaya/01/03/2023/mantan-masjid-agung-di-sidoarjo-yang-berusia-344-tahun/

Monday, January 16, 2023

8 Cafe di Sidoarjo Instagramable dan Hits

8 Cafe di Sidoarjo yang Cocok untuk Nongkrong Paling Instagramable dan Hits, Ada yang seperti Era Majapahit!

- Rabu, 11 Januari 2023 | 20:30 WIB

  

Sidoarjo merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang berada di selatan Surabaya. Sidoarjo dikenal dengan sebutan Kota Delta. Sebutan ini disebabkan karena Sidoarjo terletak diantara dua sungai besar pecahan dari Sungai Brantas yaitu Sungai Mas dan Sungai Porong.

Dekat dengan Kota Metropolitan Surabaya membuat tempat nongkrong di Sidoarjo menjadi kekinian dan mengikuti tren. Salah satu tempat nongkrong yang lazim dikunjungi adalah cafe. Cafe di kabupaten ini memiliki desain yang aesthetic serta instagramable.

Beberapa cafe berikut ini adalah tempat yang sedang digandrungi oleh anak muda milenia dengan hobi berfoto instagramable.

1. Sejagat ART resto and cafe Sidoarjo

Sejagat ART resto and cafe Sidoarjo terletak di Jl, Sekawan Anggun Raya No. 30, Rangkah Kidul, Bulusidokare, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Cafe yang mengusung konsep Jawa Klasik dari model bangunan sapao furniture menjadikannya terkesan peninggalan era Kerajaan Majapahit.

Terdapat sebuah panggung dengan latar belakang candi yang dijadikan spot yang instagramable. Bahkan pada bagian pagar cafe saja sudah sangat menarik karena pagarnya terbuat dari anyaman bambu.

Banyak patung dan ornamen klasik yang membuat penampilannya sangat aesthetic.


2. Kirribilli Cafe Sidoarjo

Kirribilli Cafe Sidoarjo terletak di Jl. Raya Taman Asri No.D-33, Tambaksumur, Kec. Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Coffee Shop ini memiliki suasana santai dan bersih. Uniknya dari coffeeshop ini adalah adanya pemandangan pesawat lepas landas dan landing dari kejauhan.


3. Rest K-Garden Cafe Sidoarjo

Rest K-Garden Cafe Sidoarjo terletak di Jl. Kav. DPR IV No.99, Nggrekmas, Pagerwojo, Kec. Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Cafe ini merupakan tempat nongkrong kekinian yang cocok buat quality time bersama teman dan keluarga, apalagi tempatnya instagramable.

Cafe ini berkonsep korea garden yang memiliki desain bangunan utamanya merupakan seating indoor bergaya Scandinavian Glass House.


4. Istoria Cafe Sidoarjo

Istoria Cafe Sidoarjo terletak di Jl. Kav. DPR IV No.E-15, Nggrekmas, Pagerwojo, Kec. Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Tempat nongkrong yang unik ala Santorini di Yunani. Didominasi warna putih dan biru dengan bangunan-bangunan yang unik.


5. Papio Cafe Sidoarjo

Papio Cafe Sidoarjo terletak di Jl. Empu Gandring No.2, Klagen, Tropodo, Kec. Krian, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Cafe yang nyaman dan asik dengan suasana aesthetic. Alam terbuka hijau juga memanjakan mata pengunjung.


6. Meiji Park Cafe Sidoarjo

Meiji Park Cafe Sidoarjo terletak di Perumahan Shoji Land, Sambiroto, Karangtanjung, Kec. Candi, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Cafe ini memiliki konsep ala jepang yang dipadu dengan suasana asri dan menenangkan.

Disuguhkan dengan pemandangan alam berupa lahan persawahan hijau luas bak permadani alam serta beberapa spot unik khas jepang yang sangat cocok apabila digunakan sebagai spot foto Instagramable.


7. Taketama Cafe Sidoarjo

Taketama Cafe Sidoarjo terletak di Jl. Kav. DPR III, Nggrekmas, Pagerwojo, Kec. Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Tempat nongkrong ini juga mengusung konsep Jepang klasik yang instagramable.

Saat berada di cafe ini seakan dibawa ke Zaman Sengoku di Jepang yang dipadu dengan desain bangunan yang modern.


8. Kebun Coklat Cafe Sidoarjo

Kebun Coklat Cafe Sidoarjo terletak di Desa Penambangan, RT.12/RW.03, Rw. 2, Penambangan, Kec. BalongBendo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Cafe yang dikelilingi kebun coklat sukses menjadi tempat nongkrong yang digandrungi para anak muda milenial.


Sumber :

https://malang.jatimnetwork.com/travelling/pr-3796527097/8-cafe-di-sidoarjo-yang-cocok-untuk-nongkrong-paling-instagramable-dan-hits-ada-yang-seperti-era-majapahit?page=5

Sunday, January 8, 2023

Tugu Babalayar

Desain “Hikayat Sang Delta” Jawara Sayembara Tugu Babalayar

Desain Tugu Babalayar hasil sayembara akhirnya diumumkan. Pemenangnya yakni desain “Hikayat Sang Delta” jadi jawara dalam sayembara itu.

Awalnya, dari sejumlah desain yang masuk, tim juri dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dan Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI) kepincut pada 3 desain. Yakni desain berjudul, Hikayat Sang Delta, Sinergi Warisan Ganda, dan Tugu Babalayar Babadan Babalayar.

Ketiganya memiliki ciri khas dan keunikan masing-masing. Pada Hikayat Sang Delta, desainer menonjolkan dua bangunan metafora haluan perahu dengan kombinasi siluet berbentuk candi. Sementara Sinergi Warisan Ganda menonjolkan bangunan tugu yang menjulang tinggi. Lalu pada desain Tugu Babalayar Babadan Babalayar kental dengan kombinasi warna putih dan abu abu muda.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo Bahrul Amig mengungkapkan, tim juri kemudian memberikan poin atau nilai terhadap sejumlah desain itu. Setelah dijumlah, desan Hikayat Sang Delta mendapat poin terbanyak. “Total poinnya 270,” katanya.

Sementara untuk Babadan Babalayar ada di urutan kedua dengan poin 265. Dan Sinergi Warisan Ganda ada di urutan ketiga dengan poin 250. Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor menegaskan, untuk penentuan pemenang final memang ada di tangan para dewan juri. “Bupati tidak ikut campur,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam sayembara itu pihaknya hanya menitipkan terkait variabel culture Sidoarjo yang harus ada dalam desain. Kemudian juga pertimbangan estetika. Setelah itu, tim juri yang menerjemahkan dan menseleksi dari sejumlah desain masyarakat.

Setelah desain terpilih, maka akan masuk ke tahap lelang dan pembangunan. Diharapkan tugu yang akan dibangun itu semakin mempercantik Sidoarjo dan menjadi ikon baru.


Sumber :

https://radarsidoarjo.jawapos.com/kota-delta/03/06/2022/desain-hikayat-sang-delta-jawara-sayembara-tugu-babalayar/

Sunday, June 5, 2022

Ikon Baru Sidoarjo Bernama Hikayat Kota Delta

Bakal Dibangun Ikon Baru Sidoarjo Bernama Hikayat Kota Delta

4 Juni 2022, 23:27:58 WIB


Pemkab Sidoarjo akan membangun ikon baru di Tugu Babalayar dengan judul Hikayat Kota Delta. (Dok Jawa Pos)


Akhirnya, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo memutuskan desain dengan nama Hikayat sang Delta menjadi pemenang sayembara desain Tugu Babalayar. Artinya, desain tersebut yang akan dipakai pada tugu yang berada di perempatan Babalayar di Jalan Pahlawan itu.

Kepala DLHK M. Bahrul Amig menyatakan, desain itu paling tepat untuk diaplikasikan. Pertama, ada kesan modern. Ada permainan lampu pada tugu tersebut. Kedua, tugu itu bisa dilihat dari banyak sudut. Ketiga, desain tugu tersebut tidak mengganggu arus lalu lintas. ”Desainnya tidak memakan tempat karena tugunya nanti maksimal selebar 5 meter,” jelasnya. Tingginya sekitar 6 meter.

Amig mengungkapkan, ada gambaran Kota Delta dalam tugu tersebut. Jika tugu dilihat dari atas, ada siluet huruf S yang berarti Sidoarjo. Huruf S itu terbentuk dari gambar udang dan bandeng yang menjadi ikon Sidoarjo.

Tampak depan dan belakang tugu, ada siluet bentuk candi. Maknanya, Sidoarjo memiliki jejak sejarah berupa Kerajaan Jenggolo. Di sisi kanan dan kiri tugu, terlihat haluan perahu. Siluet haluan perahu tersebut merupakan representasi budaya rutin ”nyadran” yang menggunakan perahu di Sidoarjo.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali menegaskan, harus ada kultur Sidoarjo yang diselipkan. ”Kriterianya, kami menyelipkan budaya Sidoarjo dan estetis,” kata Muhdlor. 


Sumber :
https://www.jawapos.com/surabaya/04/06/2022/bakal-dibangun-ikon-baru-sidoarjo-bernama-hikayat-kota-delta/

Monday, February 14, 2022

Wajah Sidoarjo Bakal Banyak Berubah

Bikin Sayembara, Tahun Ini Wajah Sidoarjo Bakal Banyak Berubah
14 Februari 2022, 16:47:49 WIB


Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pemkab Sidoarjo merancang perubahan wajah kota tahun ini. Mulai taman dan monumen pesawat di Aloha, Alun-Alun Sidoarjo, taman dan Monumen Pancasila di Jalan Pahlawan, taman mal pelayanan publik (MPP), tugu perempatan Babalayar, hingga jembatan penyeberangan orang (JPO) Waru.

Kepala DLHK Sidoarjo M. Bahrul Amig menyatakan, program tersebut menggunakan APBD dan memanfaatkan CSR perusahaan. ”Sekarang yang sedang digarap adalah JPO Waru, tembok diperbaiki dan ditambahi ornamen bagian atasnya,” ungkapnya.

Kondisi JPO selama ini sudah rusak. Temboknya mengelupas dan keramiknya pecah-pecah. ”Selain perbaikan, juga dihias lampu sehingga siang dan malam terlihat bagus,” katanya.

Setelah itu, monumen pesawat di bundaran Aloha sisi timur juga bakal digarap. ”Dipercantik lagi, ditata, tanaman diperbanyak, tapi pesawatnya tetap karena sudah jadi ikon,” ujarnya.

Bundaran Aloha juga ikut dijamah. Apalagi, di titik itu terbangun frontage road (FR). ”Jadi, ada wajah baru saat masuk Sidoarjo, mulai JPO Waru, lalu di layang Waru juga sudah terpasang lampion, di Aloha nanti juga dipercantik,” papar Amig.

Yang juga disentuh tahun ini adalah Monumen Pancasila di Jalan Pahlawan. Tepatnya di depan exit toll Sidoarjo. Kondisinya saat ini tidak begitu terawat. Rumput tumbuh tinggi. Cat monumen mengelupas hingga kolamnya kotor. ”Kami libatkan perusahaan nanti, dari CSR mereka. Nanti monumen itu dipercantik lagi,” tuturnya.

Selain itu, Pemkab Sidoarjo akan merevitalisasi Alun-Alun Sidoarjo. Tepatnya di bagian depan Monumen Jayandaru dan di dalam alun-alun, terutama di bagian permainan anak. Sebab, saat ini banyak permainan yang rusak. ”Di sisi utara MPP nanti juga kami buat taman supaya tidak gersang seperti sekarang,” jelasnya.

Pemkab Sidoarjo juga bakal membangun tugu baru. Yakni, di tengah-tengah perempatan Babalayar atau di depan Ramayana Sidoarjo. Karena itu, Pemkab Sidoarjo mengadakan sayembara desain tugu tersebut dalam waktu dekat. Desain terbaik akan diaplikasikan. Sampai saat ini, di titik tersebut masih berdiri pos polisi.

”Nanti diubah menjadi tugu yang ikonik. Tapi, tunggu sayembara. Jadi, tahun ini wajah Sidoarjo berubah banyak,” tandasnya tanpa bersedia menjelaskan detail sayembara tersebut. 


Sumber :
https://www.jawapos.com/surabaya/14/02/2022/bikin-sayembara-tahun-ini-wajah-sidoarjo-bakal-banyak-berubah/?page=all

Friday, November 19, 2021

Sekolah Terdampak Proyek Frontage Road

Dua Sekolah Terdampak Proyek Pembangunan Frontage Road Sidoarjo

20 November 2021, 09:05:45 WIB

Dua sekolah di wilayah Kecamatan Waru. yakni SDN Waru 2 dan SMPN 3 Waru, akan terdampak proyek pembangunan FR Sidoarjo. Sebagian lahan akan dimanfaatkan untuk jalan. 

Pengerjaan proyek frontage road (FR) Aloha–Gedangan terus dikebut. Demikian juga pembangunan FR lanjutan untuk jalur Waru–Gedangan pun terus dijalankan. Saat ini, untuk ruas Waru-Gedangan memasuki tahap pembebasan lahan.

FR tidak hanya ‘’memakan’’ persil milik warga. Ada juga sekolah yang terdampak pembebasan untuk kepentingan FR tersebut. Di antaranya, SDN Waru 2 dan SMPN 3 Waru. Hingga kemarin (19/11), kondisi sekolah seperti sediakala. Belum ada pemindahan dan perubahan. Sejauh ini, proses pembebasan lahan di wilayah tersebut berlanjut.

”Untuk sekolah di Waru tersebut masih dalam tahap appraisal (penaksiran harga),” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Pemkab Sidoarjo Sigit Setyawan.

Tim appraisal masih menghitung biaya ganti rugi untuk pembebasan tanah tempat belajar para siswa itu. Tentu, tim akan menyesuaikan dengan lahan yang akan dibebaskan. Menurut Sigit, tidak banyak tanah milik dua sekolah tersebut yang terdampak pembangunan FR. Tidak sampai setengah dari lokasi sekolah. Hanya sekitar 3–4 meter dari pagar atau gerbang sekolah.

Meski demikian, pihak appraisal harus teliti dan hati-hati menafsirkan harga untuk ganti rugi. Karena itulah, pembebasan lahan di area tersebut belum tuntas. ”Jika sudah ada hasil appraisal, nanti kami umumkan kepada para pihak,” ujar dia.

Sigit menegaskan, pihaknya hanya berwenang dengan pembebasan lahan untuk FR. DPUBMSDA tidak berwenang menentukan sekolah perlu direlokasi atau tidak setelah lahannya berkurang. Hal itu menjadi kewenangan dinas pendidikan dan kebudayaan.


Sumber :

https://www.jawapos.com/surabaya/20/11/2021/dua-sekolah-terdampak-proyek-pembangunan-frontage-road-sidoarjo/

Monday, August 23, 2021

Peninggalan Zaman Kerajaan Jenggolo?

Struktur Bata Merah Kuno Gegerkan di Sidoarjo, Diduga dari Zaman Kerajaan Jenggolo

Minggu, 15 Agustus 2021 - 23:32 WIB

Warga memperlihatkan struktur batu bata kuno yang tebal dan panjang di Semambung, Gedangan, Sidoarjo yang diduga peninggalan Kerajaan Jenggolo. Foto/iNews TV/Pramono Putra

SIDOARJO - Warga Desa Semambung, Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur digegerkan dengan temuan struktur batu bata merah kuno memanjang mirip candi yang diduga peninggalan Kerajaan Janggolo.

Situs purbakala ini ditemukan di area pesawahan dekat pemukiman warga. Diduga kuat struktur bangunan batu bata merah ini adalah sebuah benteng atau batas bangunan suci sebuah candi zaman Kerajaan Jenggolo, jauh sebelum Kerajaan Majapahit.

Warga juga menemukan dua buah batu lingga serta puluhan artefak yang berbentuk makara yang terbuat dari batu andesit, serta pecahan tembikar.

Penemuan benda perbakala ini berawal saat saat salah satu warganya sedang menggarap sawah. Tanpa sengaja menemukan adanya sebuah struktur bangunan batu bata yang berukuran besar yang memanjang.

Batu bata tersebut lebih besar dan lebih tebal dibandingkan yang ditemukan pada era Kerajaan Majapahit. Diduga, struktur batu bata merah yang besar tidak lazim pada umumnya ini diduga merupakan bentuk benteng atau pembatas dari bangunan suci atau candi di era Kerajaan Jenggolo.

Artefak yang menyerupai makara serta batu andesit berbentuk dorpal dan batu pipisan atau arupadatu juga diamankan warga.

Sejauh ini penggalian warga sudah mencapai panjang 15 meter dengan hanya kedalaman sekitar 15 hingga 20 cm. Sementara tumpukan batu bata yang ditemukan itu memiliki lebar 20 dengan panjang 40 cm dengan ketebalan sekitar 10 cm.

"Saya melihat memang ada di sini memang ada (peninggalan benda purbakala). Dari benda yang sudah ditemukan, saya menduga dari Kerajaan Jenggolo," kata pemerhati cagar budaya, Lukman Hakim.

Sementara terkait temuan ini, warga bersama kepala desa setempat akan segera melaporkan temuan ini ke dinas cagar budaya yang ada di Trowulan, Mojokerto.


Sumber :

https://daerah.sindonews.com/read/511850/704/struktur-bata-merah-kuno-gegerkan-di-sidoarjo-diduga-dari-zaman-kerajaan-jenggolo-1629043705

Tuesday, June 8, 2021

Pemkab Sidoarjo Segera Bongkar Bangunan di Lahan Frontage

Beri Waktu Sebulan, Pemkab Sidoarjo Segera Bongkar Bangunan di Lahan Frontage

Rabu, 9 Juni 2021

Melalui Surat Perintah Pembongkaran Bangunan nomor 000/4594/438.5.3/2021, Ahmad Muhdlor Ali Bupati Sidoarjo meminta warga membongkar bangunan yang masih berdiri di atas lahan untuk frontage road.

Dalam surat tertanggal 8 Juni 2021 itu, terlampir 148 nama warga pemilik tanah dan persil yang diminta membongkar bangunannya maksimal 30 hari setelah mereka menerima surat perintah itu.

Selain nama warga atau perusahaan, di lampiran itu juga termuat lokasi desa tempat persil berada. Baik di Desa Tebel, Gedangan, Kedungrejo, Sawotratap, Waru, Sruni, Buduran, dan Banjarkemantren.

Sebagaimana pesan surat itu, perintah pembongkaran itu berhubungan akan dimulainya pengerjaan pembangunan Frontage Road Sidoarjo yang terbentang dari Waru sampai Buduran.

“Sehubungan akan dimulainya pembangunan Frontage Road Waru-Buduran dan biaya pembebasan tanah dan bangunan yang sudah saudara terima, maka saudara diperintahkan segera membongkar bangunan tersebut,” demikian bunyi surat itu.

Pada paragraf selanjutnya ditegaskan, kalau sampai 30 hari warga yang namanya tertera di lampiran surat belum membongkar bangunan itu, Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU BMSDA) Sidoarjo akan mengerahkan alat berat.

Sigit Setyawan Kepala Dinas PU BMSDA Sidoarjo menjelaskan, 148 nama yang ada di di lampiran surat itu adalah warga yang tanahnya sudah dibeli dan uangnya sudah dibayarkan oleh Pemkab Sidoarjo sejak 2016 sampai 2020 lalu.

“Jadi sejak 2016 Pemkab Sidoarjo sudah melakukan pembebasan tanah (untuk frontage road). Pembangunan fisiknya memang baru dimulai 2018, terus 2019 kecil, 2020 kemarin juga kecil,” ujarnya kepada suarasurabaya.net, Selasa (8/6/2021).

Surat perintah pembongkaran bangunan yang ditandatangani Bupati Sidoarjo itu dimaksudkan untuk mempercepat pembangunan Frontage Road, termasuk pembebasan lahan yang sudah dibayar.

“Maksudnya Pak Bupati, dipercepat itu termasuk tanah warga yang sudah dibebaskan kami minta dibongkar supaya progresnya kelihatan. Jadi pembangunan fisiknya juga bisa cepat,” kata Sigit.

Sebenarnya, kata Sigit, Pemkab Sidoarjo sudah memberikan kesempatan bagi warga yang tanahnya sudah dibeli 2016 silam untuk membongkar sendiri bangunannya setidaknya dua sampai tiga bulan setelah mereka menerima pembayaran.

“Artinya, warga (sudah) diberi kesempatan (membongkar) 3 bulan setelah pembayaran. Jadi karena ini ada yang sudah dibayar 2016 lalu, berarti sudah lima tahun, ya. Wajar lah apa yang kami minta ini,” katanya.

Sigit mengatakan, upaya pembebasan bangunan dari tanah yang hak miliknya sudah berpindah ke Pemkab Sidoarjo ini akan dilakukan seiring persiapan pembangunan fisik frontage tahun ini.

Namun, 148 persil yang hendak dibebaskan itu bukan termasuk lahan frontage yang fisiknya akan dikerjakan tahun ini, melainkan untuk lahan frontage yang akan dikerjakan 2022 mendatang.


Sumber :

https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2021/beri-waktu-sebulan-pemkab-sidoarjo-segera-bongkar-bangunan-di-lahan-frontage/

Sunday, June 6, 2021

Grand Heaven

Fakta-Fakta Grand Heaven :

1. Rumah Duka ini diberi nama Rumah Duka "Grand Heaven Surabaya", yang beralamat di Jalan Raya Taman Sepanjang, Kelurahan Ketegan, Kecamatan Taman, Sidoarjo yang berlokasi di Waru Interchange sebagai penghubung antara kota Surabaya dengan Kabupaten Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Lamongan dan Malang. Hal ini membuat Rumah Duka Grand Heaven Surabaya menjadi pilihan tepat bagi keluarga yang tinggal disekitar area Surabaya

2. Rumah Duka Grand Heaven Surabaya yang baru dibuka tahun 2021 ini memiliki tanah seluas kurang lebih 2 hektar yang meliputi gedung utama rumah duka, lahan parkir outdoor yang luas, taman yang dibentuk sedemikian rupa untuk mendukung program globalisasi dan gedung kantor untuk para karyawan rumah

3. Rumah Duka Grand Heaven Surabaya memiliki konsep arsitektur bernuansa Neo-Classic yang bertujuan untuk membantu setiap keluarga dalam memberi penghormatan tertinggi kepada almarhum/ah. Konsep eksterior Neo-Classic ini memiliki bentuk bangunan yang menyerupai kuil Yunani kuno (Kuil Parthenon). 

4. Rumah Duka Grand Heaven Surabaya memiliki total 60 ruangan duka yang terbagi menjadi :

President Suite Room dengan luas 8×40 meter sebanyak 10 ruangan di lantai 1 dan 10 ruangan lagi di lantai 7. VVIP Room sebanyak 20 ruangan dengan luas 4×25 meter yang terletak di lantai 6.

Suite Room sebanyak 20 ruangan dengan luas luas 4×19 meter yang juga terletak di lantai 6 bersamaan dengan VVIP Room. Harganya berkisar 25-70 juta/paket

5. Rumah Duka Grand Heaven Surabaya juga memiliki ruang istirahat untuk keluarga. Ruang istirahat ini memiliki standar fasilitas bintang 5 yang didalamnya terdapat living room yang dilengkapi sofabed serta televisi dengan layar full HD, ruang makan yang cukup untuk keluarga dan kamar mandi eksklusif yang dilengkapi dengan bathub dan shower.

6. Rumah Duka Grand Heaven ini menjadi terbesar di Jawa Timur. dan merupakan ekspansi dari Grand Heaven yang ada di Jakarta, Grand Heaven yang di Jakarta merupakan satu-satunya terbesar di Indonesia

https://www.facebook.com/lovesuroboyo/


Penampakan Rumah Duka Grand Heaven Surabaya yang Viral, Ada Restoran Mewah dan Kamar Presiden Suite

Selasa, 11 Mei 2021 13:59

Baru-baru ini netizen dibuat heboh dengan video rumah duka yang mirip hotel mewah. Video itu memperlihatkan bagunan Grand Heaven di malam hari. Terlihat tulisan Grand Heaven yang berwarna biru yang yang cukup besar. Sedangkan bangunan itu nampak berdiri tinggi dengan arsitektur mirip hotel mewah.

Nampak seluruh bangunan dicat warna putih dengan arsitektur mewah. Sehingga tak nampak mirip rumah duka. Rumah duka ini juga memiliki restoran mewah seperti di hotel. Bahkan tempat ini memiliki kamar tipe presient suite yang dibandrol Rp 100 juta per malamnya. 

Harga tersebut sesuai dengan fasilits yang diberikan. Mulai dari tempat tidur mewah, sofa, ruang makan hingga toilet super mewah yang bisa digunakan bagi keluarga penunggu.

Ada beberapa tipe kamar yag ditawarkan dengan harga berbeda-beda. Mulai dari Bronze sehraga Rp 29,5 juta. Silver Rp 35,9 juta dan paling mahal Titanium Rp 69 juta. Harga tersebut meliputi peti duka, 3 hari ruang duka, snack dan juga treatment lainnya.

https://jateng.tribunnews.com/2021/05/11/penampakan-rumah-duka-grand-heaven-surabaya-yang-viral-ada-restoran-mewah-dan-kamar-presiden-suite?page=all.


Yuk Simak Informasi Rumah Duka Terbesar di Surabaya Berikut Ini

Heaven.co.id/news, Jakarta – Rumah duka yang rampung dan siap beroperasi pada tahun 2021 ini adalah rumah duka yang telah memiliki pengalaman selama 41 tahun dalam membantu keluarga yang berduka di daerah Jakarta dan sekitarnya dengan nama Rumah Duka Heaven (Heaven Funeral Home).

Sesuai dengan visi dan misi Rumah Duka Heaven (Heaven Funeral Home), yaitu memberikan solusi pelayanan kedukaan berdasarkan kepedulian terhadap sesama tanpa membedakan suku dan agama. Maka Rumah Duka Heaven (Heaven Funeral Home) mulai melakukan ekspansi ke kota lain yaitu kota Surabaya.

Rumah Duka ini diberi nama Rumah Duka Grand Heaven Surabaya, yang beralamat di Jalan Raya Taman Sepanjang, RT.013/RW.03, Kelurahan Ketegan, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo yang berlokasi di Waru Interchange sebagai penghubung antara kota Surabaya dengan Kabupaten Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Lamongan dan Malang. Hal ini membuat Rumah Duka Grand Heaven Surabaya menjadi pilihan tepat bagi keluarga yang tinggal disekitar area Surabaya.

Berikut adalah informasi yang perlu kita ketahui mengenai Rumah Duka Grand Heaven Surabaya :

Rumah Duka Grand Heaven Surabaya memiliki tanah seluas kurang lebih 2 hektar yang meliputi gedung utama rumah duka, lahan parkir outdoor yang luas, taman yang dibentuk sedemikian rupa untuk mendukung program globalisasi dan gedung kantor untuk para karyawan rumah duka.

Rumah Duka Grand Heaven Surabaya memiliki konsep arsitektur bernuansa Neo-Classic yang bertujuan untuk membantu setiap keluarga dalam memberi penghormatan tertinggi kepada almarhum/ah. Konsep eksterior Neo-Classic ini memiliki bentuk bangunan yang menyerupai kuil Yunani kuno (Kuil Parthenon). Pada bagian pintu masuk gedung, setiap tamu akan melihat keindahan dome (kubah) yang dikelilingi patung “Nike Goddess” sebagai dewi kemenangan.

Pada bagian interior, Rumah Duka Grand Heaven Surabaya memilih konsep Neo-Classic modern, dimana konsep ini menampilkan furnitur-furnitur klasik yang tertata rapih dalam mengisi setiap ruangan, sehingga membuat setiap keluarga yang sedang berduka bisa merasa lebih nyaman dan tenang dalam menjalani proses kedukaan. Dengan sentuhan marmer italia di seluruh lantai ruangan gedung juga menambahkan kesan modern pada bagian interiornya.

Rumah Duka Grand Heaven Surabaya memiliki total 60 ruangan duka yang terbagi menjadi :

President Suite Room dengan luas 8×40 meter sebanyak 10 ruangan di lantai 1 dan 10 ruangan lagi di lantai 7.

VVIP Room sebanyak 20 ruangan dengan luas 4×25 meter yang terletak di lantai 6.

Suite Room sebanyak 20 ruangan dengan luas luas 4×19 meter yang juga terletak di lantai 6 bersamaan dengan VVIP Room.

Rumah Duka Grand Heaven Surabaya juga memiliki ruang istirahat untuk keluarga. Ruang istirahat ini memiliki standar fasilitas bintang 5 yang didalamnya terdapat living room yang dilengkapi sofabed serta televisi dengan layar full HD, ruang makan yang cukup untuk keluarga dan kamar mandi eksklusif yang dilengkapi dengan bathub dan shower. Fasilitas ini dibuat untuk membantu keluarga merasa nyaman ketika beristirahat dari lelahnya fisik maupun psikologi akibat kehilangan orang yang dicintai.

Dengan fasilitas terlengkap dan pengalaman selama 41 tahun dalam melayani proses kedukaan, Rumah Duka Grand Heaven Surabaya bukan hanya memberi pelayanan yang baik, namun dengan turut merasakan apa yang keluarga sedang rasakan, kami akan memberikan pelayanan terbaik untuk keluarga dengan semangat We Care For Your Loved Ones.

https://heaven.co.id/news/rumah-duka-grand-heaven-surabaya-2/

Wednesday, March 3, 2021

Kawasan Industri Halal Sidoarjo

Wapres Minta Jatim Beri Kemudahan Investor di Kawasan Industri Halal Sidoarjo

Rabu 03 Maret 2021

Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur aktif mempromosikan kawasan industri halal yang sudah ditetapkan di Sidorajo yaitu Safe and Lock Halal Industrial Park (HIP). Dengan demikian investor dapat segera masuk di kawasan ini.

"Saya harapkan agar pemerintah daerah Jawa Timur aktif dalam mempromosikan kawasan industri halal di Sidoarjo dan memberikan berbagai kemudahan agar para investor dapat segera beroperasi di kawasan ini," katanya dalam webinar 'Menyongsong Era Halal Industri Jawa Timur' yang diselenggarakan UIN Sunan Ampel Surabaya, Rabu (3/3/2021).

Safe and Lock Halal Industrial Park sudah ditetapkan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) di Sidoarjo. Selanjutnya, Ma'ruf berpsan agar kawasan industri halal tersebut dapat segera diisi dengan berbagai produsen industri produk halal.

Di sisi lain, Ma'ruf menilai Provinsi Jawa timur memiliki daya saing industri karena tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang baik, sumber daya alam yang melimpah, serta tersedianya infrastruktur jalan, pelabuhan dan bandara yang memadai.

"Saya mengharapkan agar pemerintah daerah Jawa Timur dapat segera mendorong agar semua fasilitas yang dibutuhkan di dalam suatu kawasan industri halal dapat segara terpenuhi, misalnya fasilitas lembaga pemeriksa halal termasuk ketersediaan penyelia halal, laboratorium, instalasi pengolahan air baku halal, layanan keuangan syariah, dan fasilitas lainnya," tutur Ma'ruf.

Ma'ruf berujar, saat ini pengembangan industri produk halal menjadi salah satu prioritas dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Pengembangan industri produk halal ini bukan semata-mata untuk produk halal itu sendiri, tetapi bertujuan untuk untuk menggerakkan industri domestik yang dapat menciptakan lapangan kerja dan mendorong perekonomian nasional.

Selain itu pengembangan industri produk halal juga bertujuan untuk melibatkan pelaku usaha kecil dan menengah dalam rantai pasok industri halal global (halal value chains).

"Semua peluang ini harus ditangkap oleh seluruh pemangku kepentingan di Jawa timur dalam rangka menuju salah satu pusat produk halal di Indonesia," ucapnya.

Pembentukan kawasan-kawasan industri halal maupun zona-zona halal di dalam kawasan industri yang sudah ada merupakan salah satu langkah strategis yang tengah dilakukan. Dengan pembentukan kawasan industri halal, seluruh layanan yang berhubungan dengan kehalalan produk berada dalam satu atap atau one stop service.

Kawasan industri lainnya yang telah ditetapkan sebagai kawasan industri halal oleh Kementerian Perindustrian adalah Modern Cikande Industrial Estate di Serang, Banten.

Sebagaimana diketahui, Indonesia memasuki babak baru dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah sejak diterbitkannya Perpres Nomor 28 Tahun 2020 tentang Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). KNEKS diketuai secara langsung oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden sebagai wakil ketua sekaligus merangkap sebagai ketua harian.

Melalui Perpres ini pengembangan ekonomi dan keuangan syariah difokuskan pada empat bidang, yaitu pengembangan industri produk halal; pengembangan industri keuangan syariah; pengembangan dana sosial syariah; dan pengembangan dan perluasan usaha syariah.


Sumber :

https://economy.okezone.com/read/2021/03/03/320/2371529/wapres-minta-jatim-beri-kemudahan-investor-di-kawasan-industri-halal-sidoarjo

https://ihram.co.id/berita/qktl3s327/pemkab-sidoarjo-percepat-pembangunan-kawasan-industri-halal

Kawasan Industri Halal di Sidoarjo

Pembangunan Kawasan Industri Halal di Sidoarjo Dipercepat

Jumat, 4 Desember 2020

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur mempercepat rencana pembangunan kawasan industri halal (KIH) yang diklaim pembangunan kawasan tersebut merupakan satu-satunya di Jatim.

“Sekarang sedang proses pengurukan dan mudah-mudahan Januari dan Februari 2021 selesai proses pengurukan. Kemudian ada tim dari Jakarta yang akan ke sini melakukan verifikasi,” kata Hudiyono Pj Bupati Sidoarjo di Sidoarjo, Jumat (4/12/2020).

Ia mengatakan dari kawasan 410 hektare yang dipersiapkan, ada 148 hektare yang siap dijadikan kawasan industri halal. Pemkab Sidoarjo menyambut baik penunjukan tersebut.

“Karena memang luas wilayah untuk sistem industri luas sekali, areanya sudah siap, masyarakatnya juga sudah siap,” kata Hudiyono seperti yang dilansir Antara.

Ari Suryono Kepala Dinas Penanamam Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sidoarjo mengatakan pihaknya akan mendukung kemudahan perizinan untuk kawasan indutri halal yang dibuat di sebagian kawasan “safe and lock“.

“Indutri halal perlu didorong karena begitu besarnya potensi produk halal baik di dalam atau luar negeri,” kata Ari.

Sebelumnya, Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur mengatakan, berdirinya KIH di Jatim akan mendorong perkembangan industri produk halal di Indonesia. Ia berharap produk makanan halal di Indonesia tembus 10 besar dunia.

Saat ini produk busana halal Indonesia telah menjadi yang terbesar kedua di dunia. Ia juga berharap semakin banyak produk halal yang berkualitas. Baik untuk pasar konsumsi dalam negeri maupun untuk melayani kebutuhan produk halal dunia.

Jumlah penduduk muslim dunia sangat besar. Menurut Global Population (2019), penduduk Muslim dunia tercatat 24 persen. Setara 1,9 miliar orang. Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk Muslim terbanyak di dunia. Saat ini tercatat 229 juta jiwa.


Sumber :

https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2020/pembangunan-kawasan-industri-halal-di-sidoarjo-dipercepat/

Thursday, October 22, 2020

Desain Fly Over Aloha

Pemkab Sidoarjo Siapkan Desain Fly Over Aloha, Lalu Lintas dari Arah Juanda Kerap bikin Macet

Rabu, 21 Oktober 2020 20:40


Tingginya volume kendaraan dari arah Surabaya, arah Sidoarjo, dan kendaraan dari Jalan Juanda kerap berakibat macet di kawasan Bundaran Aloha.

Ditambah lagi keberadaan rel kereta api, krosing saat kendaraan hendak putar balik, kendaraan keluar masuk Bangah, dan sebagainya, membuat kawasan itu selalu padat. Utamanya saat jam-jam berangkat dan pulang kerja.

“Penataan dan penanganan kawasan tersebut sudah masuk dalam program pemerintah pusat. Karena memang wewenangnya ada di pusat,” kata Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono, Rabu (21/10/2020).

Dalam hal ini, Pemkab Sidoarjo sudah menyampaikan usulan terkait rencana rekayasa atau penataan Bundaran Aloha. Dalam usulannya, Pemkab Sidoarjo juga telah menyiapkan desain pembangunan fly over di sana.

Fly over yang direncanakan itu, dari Jalan Juanda turun di sebalah barat atau jalan arah Sidoarjo menuju Surabaya. Dan dari jalan itu, ada fly over lagi menuju ke Jalan Juanda. Artinya, dua fly over dari dan menuju Jalan Juanda.

“Dengan begitu, kendaraan dari dan menuju Jalan Juanda tidak terpengaruh rel kereta api. Juga menghindari krosing di Bundaran Aloha. Tentu ada penambahan luas jalan di sebelah barat agar titik turun dan naik fly over tidak menimbulkan kepadatan baru,” lanjut Heri Soesanto, Kepala Bappeda Sidoarjo.

Menurutnya, program ini masuk dalam upaya percepatan pembangunan nasional. Termasuk juga penanganan di Perempatan Gedangan, exit Tol Jemundo atau Puspa Agro, dan sebagainya.

Namun, disebutnya bahwa semua itu menjadi kewenangan Kementrian PU. Pemkab Sidoarjo sifatnya hanya mengusulkan. “Desain memang kami yang mengusulkan, namun pembangunannya semua wewenang pusat,” tandasnya.

Kendati demikian, pihaknya sangat berharap pembangunan atau rekayasa lalu lintas di kawasan Aloha bisa segera terealisasi. Supaya kemacetan atau kepadatan yang kerap terjadi di sana bisa terurai.


Sumber :

https://surabaya.tribunnews.com/2020/10/21/pemkab-sidoarjo-siapkan-desain-fly-over-aloha-lalu-lintas-dari-arah-juanda-kerap-bikin-macet.



Atasi Macet, Pemkab Sidoarjo Usulkan Pembangunan Flyover Bundaran Aloha

Rabu, 21 Okt 2020 20:57 WIB


Pemkab Sidoarjo mengusulkan pembangunan flyover di Bundaran Aloha. Pembangunan itu untuk mengatasi tingginya volume kendaraan dari arah Surabaya, Sidoarjo dan dari Bandara Juanda selama ini.

Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono mengatakan rencana tersebut bahkan sudah masuk dalam program pemerintah pusat. Sebab, kewenangan penataan dan pembangunan flyover berada di pusat.

"Penataan dan penanganan kawasan tersebut sudah masuk dalam program pemerintah pusat. Karena memang wewenangnya ada di pusat," kata Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono, Rabu (21/10/2020).

Kepala Bappeda Pemkab Sidoarjo Heri Soesanto menambahkan pembangunan flyover sesuai dengan Perpres 80 tentang percepatan pembangunan wilayah di Jatim. Adapun tujuannya untuk mengurai kemacetan selama ini.

"Kebetulan sejalan dengan Pepres 80 tentang percepatan pembangunan wilayah di Jatim. Sidoarjo itu kan ketempatan percepatan Perpres 80 di antaranya ya flyover Juanda agar kemacetan di sekitar tidak terjadi," jelas Heri.

Menurut Heri, ada banyak rekayasa untuk mengurai kemacetan di kawasan Bundaran Aloha. Namun dari sekian rekayasa, kemungkinan paling ideal adalah pembangunan flyover.

"Ya itu konsep yang ideal untuk memecahkan crowded yang ada di Aloha memang harus ada rekayasa. Ada macam-macam rekayasa di sana. Bisa layang, bisa underpass. Mana yang lebih efisien kalau memang hasilnya visibility (kemungkinan) layang ya dibangun layang," terang Heri.

Heri menuturkan, saat ini Pemkab Sidoarjo telah menyiapkan desain pembangunan flyover di Bundaran Aloha. Dan desain itu, kini sudah diusulkan ke pemerintah pusat.

"Desain memang kami yang mengusulkan. Namun pembangunannya semua wewenang pusat," tutur Heri.

Dalam desain flyover, terlihat ada dua flyover yang akan dibangun. Dua flyover itu yakni dari Jalan Juanda turun di sebelah barat atau jalan arah Sidoarjo menuju Surabaya. Dan satu flyover lagi menuju ke Jalan Juanda.

"Dengan begitu, kendaraan dari dan menuju Jalan Juanda tidak terpengaruh rel kereta api. Juga menghindari croosing di Bundaran Aloha. Tentu ada penambahan luas jalan di sebelah barat agar titik turun dan naik flyover tidak menimbulkan kepadatan baru," tandas Heri.


Sumber :

https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5223237/atasi-macet-pemkab-sidoarjo-usulkan-pembangunan-flyover-bundaran-aloha



Desain Fly Over Aloha Sidoarjo Disiapkan Untuk Urai Kemacetan

22 Okt 2020 09:17


Tingginya volume kendaraan dari arah Surabaya, arah Sidoarjo, dan kendaraan dari Jalan Juanda kerap berakibat macet di kawasan Bundaran Aloha Gedangan.

Ditambah lagi keberadaan rel kereta api, krosing saat kendaraan hendak putar balik, kendaraan keluar masuk Desa Bangah Gedangan, dan sebagainya, membuat kawasan itu selalu padat. Utamanya saat jam-jam berangkat dan pulang kerja.

“Penataan dan penanganan kawasan tersebut sudah masuk dalam program pemerintah pusat. Karena memang wewenangnya ada di pusat,” ujar Pj. Bupati Sidoarjo Hudiyono, Rabu (21/10/20).

Dalam hal ini, Pemkab Sidoarjo sudah menyampaikan usulan terkait rencana rekayasa atau penataan Bundaran Aloha Gedangan. Dalam usulannya, Pemkab Sidoarjo juga telah menyiapkan desain pembangunan fly over di sana.

Fly over yang direncanakan itu, dari Jalan Juanda turun di sebelah barat atau jalan arah Sidoarjo menuju Surabaya. Dan dari jalan itu, ada fly over lagi menuju ke Jalan Juanda. Artinya, dua fly over dari dan menuju Jalan Juanda.

“Dengan begitu, kendaraan dari dan menuju Jalan Juanda tidak terpengaruh rel kereta api. Juga menghindari krosing di Bundaran Aloha Gedangan. Tentu ada penambahan luas jalan di sebelah barat agar titik turun dan naik fly over tidak menimbulkan kepadatan baru,” lanjut Heri Soesanto, Kepala Bappeda Kab. Sidoarjo.

Menurutnya, program ini masuk dalam upaya percepatan pembangunan nasional. Termasuk juga penanganan di Perempatan Gedangan, exit Tol Jemundo atau Puspa Agro, dan sebagainya.

Namun, disebutnya bahwa semua itu menjadi kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum di pusat. Pemkab Sidoarjo sifatnya hanya mengusulkan. “Desain memang kami yang mengusulkan, namun pembangunannya semua wewenang pusat,” tukasnya.

Kendati demikian, pihaknya sangat berharap pembangunan atau rekayasa lalu lintas di kawasan Aloha Gedangan bisa segera terealisasi. Supaya kemacetan atau kepadatan yang kerap terjadi di sana (Bundara Aloha red,) bisa terurai.


Sumber :

https://rri.co.id/surabaya/ekonomi/917050/desain-fly-over-aloha-sidoarjo-disiapkan-untuk-urai-kemacetan?

Thursday, July 4, 2019

Ciplaz Sidoarjo

PT Nusantara Sejahtera Raya melakukan akselerasi sepanjang kuartal pertama 2019. Sebelumnya merilis Gressmall XXI di Gresik, Jawa Timur, pada medio Januari lalu, laju ekspansi pengelola gerai bioskop Cinema 21/Cinema XXI, The Premiere, dan IMAX.

Dilanjutkan dalam rentang waktu Februari 2019 hingga awal April ini, Nusantara Sejahtera Raya telah melansir tujuh gerai bioskop anyar, yang mencakup Jamtos XXI (Jambi), Transmart MX Mall XXI (Malang), Suzuya Rantau Prapat XXI (Sumatera Utara), Ciplaz Klender XXI (Jakarta Timur), Ciplaz Sidoarjo XXI (Jawa Timur), TSM (Trans Studio Mall) XXI Bali, serta Transmart Jember XXI (Jawa Timur).

Ya benar, Ciplaz Sidoarjo XXI (Jawa Timur).


Kota Sidoarjo memiliki bioskop baru, yaitu Ciplaz yang tampil mewah berkelas, sebuah bioskop baru di jaringan Cinema 21. Ini adalah jaringan bioskop terbesar di bawah naungan grup Agung Sedayu, yang terkenal dengan kualitas suaranya yang tinggi.

Ciplaz Sidoarjo (City Plaza) berada di Jl Diponegoro yang dulunya adalah pusat perbelanjaan Ramayana, yang sudah direnovasi.

Jaringan bioskop Cineplex 21 adalah yang terbesar, karena hadir di berbagai kota di Indonesia. Jaringan sinema ini baru-baru ini memperkenalkan tiga konsep merek, yaitu Cinema 21, Cinema XXI, The Premiere, IMAX.

Perbedaan antara merek bioskop bertujuan untuk menargetkan pasar sasaran yang berbeda. Namun kelebihan jaringan ini tentu saja sejumlah besar bioskop dan Dolby Atmos dan teknologi audio THX.


Sumber :
https://wargadarjo.net/bioskop-cinema-xxi-hadir-di-sidoarjo/
http://student.blog.dinus.ac.id/faiz/2019/05/01/ramaikan-kota-sidoarjo-bioskop-ciplaz-tampil-mewah-berkelas/
http://www.berita-bisnis.com/berita/5103--bertambah-cinema-xxi-yang-dibuka-di-trans-studio-mall.html

Sumber foto :
https://pikstagram.com/cityplazasidoarjo

Tuesday, December 5, 2017

Transmart Carrefour Sidoarjo

Pusat Wisata Transmart Carrefour Dibangun di Pagerwojo Sidoarjo


Satu lagi pusat wisata perbelanjaan, kuliner, bisnis dan hiburan dengan konsep city walk dari Transmart Carrefour Chalidana Group hadir di Jalan KH Mas'ud (Mbah Ud) Pagerwojo Buduran Sidoarjo.‎‎

Owner Chalidana Group H. Muhammad Ilyas mengatakan konsep untuk Transmart Carrefour yang dibangun berlantai lima, akan lengkap dalam kebutuhan sesuai selera minat masyarakat‎

"Di sini nanti kelengkapan belanja apapun bisa diperoleh. Ada tempat hiburan anak sampai orang dewasa, studio mini, dan lain sebagainya," katanya di sela-sela Groundbreaking Proyek Transmart Chalidana Group Jumat (13/1/2017).‎

Dia memaparkan, selain pembagungan gedung perbelanjaan, hiburan, dan kebutuhan lainnya, di area seluas 9 hektar ini juga akan dibangun tempat bisnis, universitas dan lainnya.

"Di sini nanti akan seperti kawasan Sidoarjo baru yang bagus. Saya yakin, tidak hanya warga Sidoarjo yang akan datang ke sini, warga luar kota Sidoarjo juga akan berdatangan," terangnya.

Masih kata Ilyas, Sidoarjo menjadi pilihannya dalam menanamkan investasi karena Sidoarjo kota maju, masyarakat yang komsuntif dan tingkat perkembangan perekonomiannya bagus.

"Jadi tidak salah jika kami berinvestasi di Sidoarjo," pungkasnya dengan senyum.


Sumber :
http://m.beritajatim.com/ekonomi/287432/pusat_wisata_transmart_carrefour_dibangun__di_pagerwojo_sidoarjo.html

Thursday, July 20, 2017

Sidoarjo Community Center


Gedung serbaguna Sidoarjo Community Center di Jalan Lingkar Timur

Sidoarjo terus mengebut pekerjaan gedung Sidoarjo Community Center (SCC). Targetnya, gedung berbiaya Rp 61 miliar ini rampung akhir 2016. Namun meleset. Pembangunan SCC yang sudah dilakukan sejak 2014 lalu sudah 63 persen rampung.

Pada pembangunan tahap satu, pihaknya membangun lantai 1 yang nantinya berfungsi sebagai gedung serbaguna. Untuk tahap dua ini, pembangunan dilanjut dua lantai lagi, yaitu sport hall dan perkantoran.

Pada pembangunan tahap satu, gedung yang berada di Jalan Lingkar Timur ini telah menghabiskan dana Rp 25 miliar. Untuk tahap dua, lanjutnya, PU CKT mendapat tambahan dana Rp 36 miliar dari APBD 2016.


Landmark Baru Sidoarjo, Desain Lekukan Air

Jika terealisasi, Gedung Sidoarjo Community Center (SCC) menjadi gedung termegah dan tercanggih sekaligus landmark baru Kota Delta. Lokasinya di kawasan Jalan Lingkar Timur, persis sebelah Taman Tanjung Puri. Sebelumnya, bangunan itu bernama Gedung Serbaguna (GSG). Seiring perkembangan waktu, pemkab ingin mengembangkan area sekitar gedung. Alhasil, gedung berganti nama menjadi Sidoarjo Community Center (SCC).

Bentuk fisik bangunan sudah rampung lebih dari 90 persen. Gedung berdiri menjulang tinggi. Berkesan kukuh. Bagian tembok yang terbuat dari beton masih terlihat berwarna asli.

Fasad warna hijau tua melingkar di bagian tengah gedung. Mirip sabuk yang melingkar. Warna tersebut memberikan kesan segar. Selain kukuh, tampilan SCC sangat unik. Tidak seperti bangunan modern yang bentuknya cenderung simetris, kotak-kotak atau kubus. Dinding gedung itu meliuk-liuk seperti angka delapan dengan posisi telentang.

Gedung SCC terdiri atas empat lantai. Bagian dasar adalah tempat parkir, acara pernikahan, seminar dalam skala kecil, serta kantor pengelola gedung. Di lantai itu juga akan dibangun sebuah ruang terbuka dengan luas sekitar 3 ribu meter persegi. Rencananya, tempat tersebut digunakan untuk pertunjukan musik, olahraga, serta acara pernikahan. Ruangan itu bisa menampung sekitar 2 ribu orang.

Lantai 2 adalah tempat VIP. Kapasitas ruangan 1.500 meter persegi tersebut mencapai 750–1.000 orang. Yang paling atas merupakan ruang privat untuk ruang artis yang akan menggelar konser.

Selain ruang tunggu artis, lantai 3 berfungsi sebagai tempat menginap bagi keluarga yang menggelar acara pernikahan. Luasnya 1.500 meter persegi.

Konsep baru gedung bertema dan terkait dengan delta, yaitu dimana Sidoarjo merupakan daerah delta yang berhubungan dengan lekukan air, atau daerah pertemuan air.

Keunggulan SCC yang lain adalah teknologi. Lantai 1 menggunakan moveable tribune. Yakni, tempat duduk bisa digeser saat tidak digunakan.


Sumber :
http://surabaya.tribunnews.com/2015/12/03/pu-kebut-pembangunan-gedung-scc
http://www.jawapos.com/read/2017/01/30/105944/gedung-scc-landmark-baru-sidoarjo-desain-lekukan-air-di-kawasan-delta

Gedung 17 Lantai Pemkab Sidoarjo

Saiful Ilah Bupati Sidoarjo sempat berkunjung ke beberapa negara Eropa beberapa tahun lalu, seperti ke Georgia dan negara sekitar Rusia, yang telah memiliki sistem pelayanan terpadu yang sangat baik di satu gedung.

Pada 2016 lalu, pengajuan anggaran untuk rencana pembangunan gedung 17 lantai dilakukan oleh Pemkab Sidoarjo.

Adapun jumlah 17 lantai yang akan diterapkan di Gedung Pelayanan Terpadu ini, disesuaikan dengan jumlah pelayanan perizinan yang ditangani oleh Pemkab Sidoarjo. Gedung dengan konsep ruang terbuka hijau berlapangan outdoor ini, akan menjadi alun-alun kedua di Sidoarjo.


Gedung Pelayanan Terpadu 17 lantai ini akan memiliki desain arsitektur yang unik dengan konsep green building. Bentuk bangunan, memiliki lekukan di bagian luar. Logo udang dan bandeng, sebagai potensi komoditi Sidoarjo, akan diakomodasi di dalam arsitektur bangunan. Pemkab Sidoarjo berupaya agar potensi kearifan lokal seperti corak batik sidoarjo masuk sebagai bagian arsitektur maupun ornamen bangunan.

Seiring bangunan gedung yang akan menerapkan teknologi ramah lingkungan, peralatan pelayanan publik di gedung ini juga menggunakan peralatan yang lebih canggih dan mendukung pelayanan publik terpadu.

Sedangkan sisa lantai selain ruang pelayanan, mulai dari lantai empat dan seterusnya, akan menjadi kantor semua SOPD (Satuan Organisasi Perangkat Daerah) yang ada di Sidoarjo. Pemkab Sidoarjo, juga akan memfasilitasi para pelaku UMKM agar memiliki wadah untuk memamerkan produknya di salah satu bagian gedung.

Mengenai jumlah lantai yang mencapai 17 lantai, karena angka 17 adalah angka keramat bagi bangsa Indonesia. 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaan.

Dari rencana anggaran yang dibutuhkan, yakni Rp800 miliar, Pemkab Sidoarjo telah menyediakan anggaran Rp2 miliar untuk manajemen perencanaan.

Sesuai perencanaan awal di Pemkab Sidoarjo, seluruh proyek pembangunan gedung ini membutuhkan anggaran mencapai Rp800 miliar. Pengerjaan akan dilakukan secara multiyears, diperkirakan tuntas pada 2020 mendatang. Adapun pembagian pengajuan anggaran gedung ini, kata Sigit, Rp250 miliar pada APBD 2018, Rp300 miliar pada APBD 2019, dan Rp250 miliar pada APBD 2020. 

Setelah perencanaan, pembangunan fisik Gedung Layanan Terpadu dengan 17 lantai itu baru akan dimulai pada 2018 mendatang. Proyek gedung ini, kata Sigit, akan berlangsung multiyears yang diperkirakan tuntas pada 2020 mendatang.(den)


Untuk memudahkan aksesibilitas itu Pemkab berencana membangun underpass untuk menghubungan Gedung Pelayanan Terpadu dengan Pendopo Kabupaten, menerobos bagian bawah alun-alun Sidoarjo. Ini untuk memudahkan mobilitas dari Gedung Pemkab ke Pendopo, terutama untuk para pegawai yang harus melakukan rapat atau menghadiri acara tertentu, dari gedung yang satu ke gedung lainnya.

Untuk mempercantik underpass ini, di bagian dinding di jalan bawah tanah itu bisa digunakan untuk melakukan kegiatan pameran. Bisa dipasang beberapa produk-produk UMKM untuk mempercantik jalan itu di kanan-kirinya. Rencananya, pembangunan underpass ini akan dilakukan seiring pembangunan Gedung 17 lantai untuk Pelayanan Terpadu mulai 2018 mendatang.


Sumber :
http://www.suarasurabaya.net/mobile/fokus/908/2017/190990-Gedung-Pemkab-17-Lantai-Mimpi-Bupati-Setelah-Kunjungi-Eropa
http://www.suarasurabaya.net/mobile/fokus/908/2017/191023-Begini-Konsep-Gedung-17-Lantai-Pemkab-Sidoarjo
http://www.suarasurabaya.net/mobile/fokus/908/2017/190987-Gedung-17-Lantai-Pemkab-Sidoarjo-Diperkirakan-Tuntas-2020
http://www.suarasurabaya.net/mobile/fokus/908/2017/191025-Underpass-akan-Hubungkan-Gedung-17-Lantai-dengan-Pendopo-Pemkab-Sidoarjo

Related Posts