Showing posts with label Komunitas. Show all posts
Showing posts with label Komunitas. Show all posts

Friday, June 9, 2023

Komunitas Sidoarjo Masa Kuno

Komunitas Sidoarjo Masa Kuno, Lestarikan Cagar Budaya Melalui Cerita Tutur

9 June 2023 11:42 AM

Ketua Komunitas Sidoarjo Masa Kuno  dr Sudi Harjanto. (IST)

Pelestarian cagar budaya menjadi tanggung jawab masyarakat yang ada di daerah tersebut. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan mempelajari cerita asal usul setiap desa. Terutama yang ada di Kabupaten Sidoarjo.

Melalui pembelajaran tentang ilmu toponimi di setiap kawasan yang ada di Sidoarjo saat ini menjadikan pengetahuan tentang budaya dan sejarah akan semakin diperkaya di setiap sudut desa. Cerita rakyat yang seringkali didengar oleh masyarakat pada setiap kawasan desa dapat menjadi sebuah petunjuk bagaimana peradaban di wilayah tersebut terbentuk.

Seperti apa yang telah dilakukan oleh dr. Sudi Harjanto, seorang pegiat dari Komunitas Sidoarjo Masa Kuno. Dia menjelaskan bahwa dengan melibatkan masyarakat dalam cerita tutur, dia yakin di masa depan masyarakat akan lebih mengenal kisah asal-usul tempat tinggal mereka.

“Tidak jarang, hasil dari sebuah riset tentang toponimi daerah atau kawasan. Berawal dari hal kecil, seperti cerita tutur di masyarakat,” papar pria yang akrab disapa Pak Dokter tersebut.

Selain itu, dirinya juga sering mengadakan kegiatan diskusi dan melakukan dokumentasi terhadap Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) maupun Cagar Budaya (CB) di Sidoarjo.

“Tujuannya nggak muluk-muluk. Agar tetap bisa dijaga, biar tidak hilang. Karena ODCB ataupun CB adalah data primer yang harus kita rawat bersama,” imbuhnya.

Dengan kesadaran akan pentingnya melestarikan cagar budaya, masyarakat Sidoarjo diajak untuk terlibat dalam upaya tersebut. Melalui cerita tutur dan penelitian toponimi, masyarakat diharapkan dapat lebih memahami dan menghargai warisan budaya yang ada saat ini.

Selain itu melalui komunitasnya, dirinya juga berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat dan mencatat serta menjaga keberadaan ODCB dan CB di daerah tersebut.

Menurutnya, pelestarian cagar budaya merupakan upaya jangka panjang yang memerlukan kerjasama semua pihak. Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat dan melibatkan mereka dalam proses penelitian dan dokumentasi, warisan budaya di Sidoarjo dapat terus dilestarikan.

Dengan demikian, masyarakat dapat mewariskan pengetahuan tentang asal-usul setiap desa dan memperkaya literasi budaya serta sejarah di setiap sudut Sidoarjo.


Sumber:

https://radarsidoarjo.jawapos.com/features/09/06/2023/komunitas-sidoarjo-masa-kuno-lestarikan-cagar-budaya-melalui-cerita-tutur/

Sunday, March 19, 2023

Sidoarjo Jadi Lokasi Puncak Resepsi 1 Abad NU

Alasan PBNU Pilih Sidoarjo Jadi Lokasi Puncak Resepsi 1 Abad NU

Minggu, 05 Feb 2023 09:14 WIB

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar Puncak Resepsi 1 Abad NU di Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur pada Selasa 7 Februari 2023 mendatang. Terpilihnya Sidoarjo sebagai lokasi perhelatan lantaran daerah tersebut menjadi tempat para pendiri NU menempa diri memperdalam ilmu agama.

Juru Bicara Puncak Resepsi 1 Abad NU Rahmat Hidayat Pulungan mengungkapkan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari dan Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan pernah mengenyam pendidikan di daerah yang memiliki nama asal Sidokare ini.

Karenanya, tutur Rahmat, peringatan 1 Abad NU digelar di Sidoarjo dalam rangka menjemput limpahan berkah yang ada padanya.

"Dengan penyelenggaraan di Sidoarjo, kita ingin meraup berkah dari para muassis (pendiri) NU dan guru-guru dari beliau-beliau semua," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (5/2/2023).


Muktamar Fikih Peradaban di Harlah NU Bahas Piagam PBB, Ini Alasannya

Rahmat menyebut hal ini sesuai dengan semangat yang digelorakan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dalam menyambut 1 Abad NU ini, yaitu mengambil berkah sebanyak-banyaknya.

"Kita tahu, Gus Yahya selalu menyampaikan dalam berbagai pidato sambutannya bahwa Resepsi Satu Abad NU ini harus diniatkan untuk mengambil berkah," imbuhnya.

Rahmat pun mengajak seluruh Nahdliyin untuk bersama-sama memperbaharui niat menghadiri Resepsi 1 Abad NU dalam rangka mengambil berkah.

"Ayo, kita hadiri 1 Abad NU ini dengan niat memperoleh berkah," ucapnya.

"Momentum yang mungkin cuma datang sekali seumur hidup ini harus kita manfaatkan dan maksimalkan sebaik-baiknya," lanjut Rahmat.


NU Ajak Masyarakat Jadi Relawan Puncak Resepsi Satu Abad di Sidoarjo

Sementara itu, Ketua Pelaksana Resepsi 1 Abad NU H Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan saat ini persiapan acara sudah mencapai 80%. "Kita tinggal tunggu tanggal 7 (Februari 2023) saja," tandasnya.

Diketahui, Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan dan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari pernah mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Siwalan Panji, Sidoarjo. Bahkan, Kiai Hasyim diangkat sebagai menantu oleh kiainya, yaitu KH Ya'qub.


Sumber :

https://news.detik.com/berita/d-6552111/alasan-pbnu-pilih-sidoarjo-jadi-lokasi-puncak-resepsi-1-abad-nu.

Wednesday, March 15, 2023

Nilai Historis Berdirinya NU

Nilai Historis Berdirinya NU, Jadikan Sidoarjo Tuan Rumah Harlah Satu Abad

Minggu, 29 Januari 2023


Dipilihnya Kabupaten Sidoarjo sebagai tuan rumah untuk perhelatan Hari Lahir (Harlah) Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) pada 7 Februari 2023 mendatang yang akan dihadiri lebih satu juta peserta, bukan tanpa alasan dan pertimbangan yang besar.

Nilai historis yang melekat, basis terbesar hingga cikal bakal berdirinya NU sebagai salah satu organisasi islam terbesar di Indonesia bahkan dunia itu, ada di Kota Delta.

Ahmad Muhdlor Bupati Sidoarjo yang juga salah satu kader muda NU kepada Suara Surabaya mengatakan, kalau berdasarkan sejarah, organisasi yang khas dengan warna hijau itu tidak bisa lepas dari Sidoarjo. Bahkan, kata dia, para pendiri NU juga pernah mondok di Kota Delta.

“Sebelum NU lahir, di Sidoarjo sudah banyak sekali berdiri pondok-pondok besar, dan itu selalu jadi rujukan 200 tahun yang lalu. Bahkan, pendiri NU juga mondok di sana, termasuk yang kemarin kita jadikan cagar budaya seperti di Pondok Sono dan Al-Hamdaniyah Panji,” terangnya, Minggu (29/1/2023).

Para pendiri NU yang diketahui mondok di Sidoarjo khususnya di Alhamdaniyah, diantaranya KH. M Hasyim Asy’ari, KH. Asy’Ad Samsul Arifin, KH. Ridwan Abdullah pencipta lambang Nahdlatul Ulama, KH. Alwi Abdul Aziz, KH. Wahid Hasyim, KH. Cholil, KH. Nasir (Bangkalan) KH.Wahab Hasbullah, KH. Umar (Jember), KH. Usman Al Ishaqi, KH. Abdul Majid (Bata-bata Pamekasan), KH. Dimyati (Banten), dan masih banyak ulama besar lainnya.

Demikian juga KH. Abdul Karim pendiri Pondok Pesantren Lirboyo di Kediri, salah satu pondok terbesar di Jawa Timur dan Indonesia, hingga KH. Maksum pencetus kitab yang jadi rujukan pondok pesantren seluruh Indonesia, juga merupakan santri cetakan Sidoarjo.

“Secara historis, perkembangan dan ikatan batinnya, NU tidak bisa lepas dari Sidoarjo. Bahkan pascakemerdekaan, ada markas besar ulama di Waru,” ucapnya.

Selain itu, menurut Muhdlor, Sidoarjo juga beberapa kali sukses membuat dan jadi tempat penyelenggaraan istighosah kubro yang dihadiri oleh ratusan ribu umat. Hal tersebut juga menjadi acuan kenapa Harlah Satu Abad NU, kemudian diadakan di Kabupaten Sidoarjo.

“Patut jadi kebanggaan bagi kita, bahwa acara yang ada (Harlah Satu Abad NU) hanya 100 tahun sekali. Belum tentu kita punya umur seratus tahu, bahkan kalaupun punya umur 100 tahun, belum tentu diadakan di Sidoarjo lagi,” ujarnya.

Untuk itulah, kata Gus Muhdlor mengajak seluruh warga Sidoarjo bersikap selayaknya panitia mensukseskan kegiatan tersebut. “Ini akan menjadi tolak ukur kita yang tidak hanya di kancah nasional namun juga kanca internasional karena hadir juga 300 tokoh muslim dunia,”sampainya.

Dia bahkan juga menceritakan antusias yang datang dari masyarakat di beberapa desa untuk mendukung kegiatan tersebut. Seperti, beberapa desa yang dengan sukarela menawarkan untuk menyediakan dua sampai 10 nasi bungkus bagi para peserta dari berbagai daerah itu.

“Ini sangat menyentuh hati kami dan ini yang kami harapkan, politik partisipatif, gotong royong bersama-sama untuk menjadi tuan rumah yang baik. Dan ini tanpa intervensi dari pemerintah,”ungkapnya.


Persiapan Kabupaten Sidoarjo Sebagai Tuan Rumah

Kabupaten Sidoarjo tentunya telah mempersiapkan berbagai hal untuk menyambut “Harlah Satu Abad NU” 7 Februari 2023 mendatang.

Mulai fasilitas penunjang kegiatan seperti tempat ibadah, 110 pos kesehatan, logistik, dan informasi, hingga tempat istirahat untuk tamu undangan telah disiapkan matang-matang, untuk menyambut Harlah yang diperkirakan dihadiri lebih dari satu juta orang itu.

“Kita sudah menyiapkan suporting, agar kegiatan bisa berjalan lancar. Ada informasi kalau beberapa sekolah (NU) itu sudah penuh untuk tempat istirahat tamu, akhirnya kita sediakan kantor-kantor dinas sebisa mungkin untuk jadi tempat istirahat. Karena hotel kurang dari satu bulan juga sudah penuh semua,” ucapnya Gus Muhdlor.

Bupati Sidoarjo itu mengatakan kalau ada lebih dari 140 masjid di lingkungan Kota Delta yang siap dan bisa digunakan para peserta yang hadir. Mengingat, titik pusat acara yang berlokasi di Gelora Delta Sidoarjo hanya bisa diisi sekitar 40 ribu orang saja.

Gus Muhdlor juga menyampaikan bahwa pedagang disekitar GOR akan tetap dipersilakan berjualan. Mereka dapat berdagang seperti biasanya pada malam hari. Hal ini sudah disosialisasikannya kepada para pedagang. Keberadaan mereka akan membantu para tamu yang hadir untuk dapat menikmati produk-produk Sidoarjo.

“Kita juga telah melakukan sosialisasi kepada teman-teman penggerak ekonomi di sekitar GOR untuk tetap buka walaupun malam,” jelasnya.


Sumber :

https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2023/nilai-historis-berdirinya-nu-jadikan-sidoarjo-tuan-rumah-harlah-satu-abad/

Tuesday, February 7, 2023

Ruas Jalan ke Stadion Gelora Delta Sidoarjo Dipadati Jemaah

Resepsi 1 Abad NU, Ruas Jalan Menuju Stadion Gelora Delta Sidoarjo Dipadati Jemaah Nahdliyin

07/02/2023

Gelaran Hari Lahir (Harlah) 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) disesaki jamaah warga NU yang biasa disapa Nahdliyin. Pantauan Kompas.com, Selasa (7/2/2023), warga sudah memenuhi lokasi acara sejak pukul 03.00 WIB. 

Bahkan, membludak hingga ke ruas Jalan Pahlawan. Kurang lebih satu kilometer jalan menuju Stadion Gelora Delta sudah dipenuhi para warga yang antusias mengikuti acara peringatan 1 Abad NU. Kendaraan tak bisa melewati akses jalan utama lantaran membludaknya warga NU yang hadir dalam acara tersebut. 

Akibatnya, akses jalan hanya bisa dilalui oleh pejalan kaki. Sebagai informasi, peringatan puncak hari lahir (Harlah) Ke-100 Nahdlatul Ulama dengan tema "Mendigdayakan Nahdlatul Ulama Menjemput Abad Kedua Menuju Kebangkitan Baru" digelar hari ini Kamis (7/2/2023) dengan rangkaian acara 24 jam. 

Acara akan dibagi menjadi empat sesi. Sesi pertama, yaitu ritual berupa Lailatul Qoriah, Qiyamul Lail hingga shalat subuh berjamaah. Acara kedua adalah puncak resepsi yang rencananya akan dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan para tokoh Nahdlatul Ulama. 

Acara ketiga berupa karnaval budaya yang akan diisi oleh Menkopolhukam Mahfud MD, Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan, Menkomarves Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri PPKUKM Teten Masduki dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang. Sebagai penutup akan diisi oleh panggung rakyat yang akan dimeriahkan oleh Maher Zain, Rhoma Irama, Slank, dan ISHARI.


Sumber :

https://nasional.kompas.com/read/2023/02/07/06084891/resepsi-1-abad-nu-ruas-jalan-menuju-stadion-gelora-delta-sidoarjo-dipadati.

Sunday, February 20, 2022

Lomba Daur Ulang Sampah dan Busana

Lomba Daur Ulang Sampah dan Busana, Meriahkan Hari Peduli Sampah Nasional 2022 di Sidoarjo

Paguyuban Bank Sampah di Sidoarjo aktif mengkampanyekan lingkungan yang bersih, terbebas dari tumpukan sampah. Paguyuban Bank Sampah Srikandi Lingkungan Sidoarjo ini, juga aktif menghelat acara peringatan di Hari Peduli Sampah Nasioanal (HPSN) setiap 21 Februari.

Misalnya, pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2021, menggelar lomba kapasitas muatan sampah atau tonase sampah anorganik bagi bank sampah skala unit, tingkat rukun tetangga (RT), hingga tingkat rukun warga (RW).

“Setiap tahun kami aktif memperingati HPSN. Seperti, 2021 peringatan HPSN kami menggelar lomba tonase. Bank sampah yang terbanyak menampung sampah anorganik dinobatkan sebagai juara 1 hingga juara harapan 3,” kata Ketua Paguyuban Bank Sampah Srikandi Lingkungan Sidoarjo, Mailiya Hurmatud Diyanah, kepada suryakabar.com, Minggu (20/2/2022).

“Untuk peringatan HPSN 2022 dimeriahkan lomba daur ulang sampah anorganik dan lomba hasil karya busana dari sampah anorganik,” sambungnya.

Ia menyampaikan, sebanyak 22 peserta turut memeriahkan acara lomba HPSN 2022 di Sidoarjo. Peserta terdaftar sebagai kategori umum maupun bank sampah yang saat ini aktif.

Di antara 22 peserta yang terpilih sebagai pemenang lomba HPSN 2022 di Sidoarjo yakni, dari tim daur ulang sampah dengan karya mainan anak. Karya ini berhasil merebut runner-up nomor lomba daur ulang sampah.

Ada pun yang terpilih sebagai juara 1, pada nomor lomba daur ulang sampah dari kategori bank sampah. Hasil pengumpulan limbah anorganik dimanfaatkan sebagai bahan atau isi pembuatan bantalan kursi.

“Sampah anorganik dapat dimanfaatkan untuk bahan karya yang menarik, seperti tim daur ulang sampah dari peserta umum itu, dibuat mainan anak. Sedangkan dari limbah anorganik, sisa potongan kain yang terkumpul di bank sampah, dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan bantalan kursi ini yang berhasil menjuarai lomba kali ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, kata Ana, sapaan Mailiya Hurmatud Diyanah, pihaknya berharap bank sampah yang saat ini aktif, bisa ikut menyebarkan semangat reduce, reuse, dan recycle (3R) kepada masyarakat. 3R bisa dilakukan secara individu, atau tergabung keanggotaan bank sampah di wilayah masing-maising.

“Ada ratusan bank sampah di Sidoarjo yang aktif, tersebar di 10 kecamatan. Ada Kecamatan Tarik, Candi, Gedangan, Porong, Sidoarjo Kota, Buduran, Tulangan, Waru, dan Tanggulangin. Sejumlah bank sampah baru mulai aktif ada di dua kecamatan lain yakni, Krian dan Balongbendo,” pungkasnya.


Sumber :

https://suryakabar.com/2022/02/21/lomba-daur-ulang-sampah-dan-busana-meriahkan-hari-peduli-sampah-nasional-2022-di-sidoarjo/

Friday, January 21, 2022

Program Sido Resik

Warga Sidoarjo Antusias Ikuti Revitalisasi Fungsi Kali dalam Program Sido Resik

Jumat, 21 Januari 2022


Warga Sidoarjo antusias mengikuti program Sido Resik yang diselenggarakan oleh Pemkab Sidoarjo di hari kedua monitoring oleh para juri pada Kamis (20/1/2022).

Sutrisno Ketua RW 06 Desa Sidorejo, Kecamatan Krian mengatakan, warganya antusias mengikuti program ini dan berharap sungai menjadi bersih dan dapat dimanfaatkan oleh warga sekitar.

“Karena saat sungai direvitalisasi dan menjadi taman edukasi, itu akan menjadi keberkahan dan keuntungan bagi warga. Lalu muncul ketertarikan untuk jadi yang terbaik (dalam program ini),” ujarnya.

Sutrisno menyebut, saat ini warganya telah membuat Taman Edukasi Wisata Punden, yang dulunya lahan penuh sampah. Dalam program ini, mereka juga mendirikan wisata kebun toga dan buah-buahan dari lahan yang dulunya kumuh.

Tak hanya itu, Sutrisno menambahkan, warganya juga membuat empat kolam untuk budidaya ikan. Keuntungan budidaya ikan di satu kolam untuk 72 warga miskin. Sedangkan satu kolam nila lainnya, keuntungan diberikan pada 12 warga yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

“Satu kolam khusus 72 warga kami yang miskin, jadi hasil panen untuk 72 warga yang menikmati. Kalau kolam (ikan) nila untuk 12 warga korban PHK,” ujarnya.

Antuasisme warga yang tinggi juga dirasakan oleh para juri, salah satunya adalah Indah Yuliati dari DLHK Kabupaten Sidoarjo.

Dalam monitoring pada Rabu (19/1/2022), ada tujuh desa yang dipantau juri antara lain Desa Kedung Peluk, Desa Ketapang, Desa Cangkring, Desa Kedungwonokerto, gamping, Desa Candinegoro dan Desa Plaosan.

Indah mengaku, dalam beberapa minggu saja, perubahan fisik sungai sudah sangat terlihat lebih bersih dan bagus.

“Perubahannya luar biasa, nampak lebih estetik seperti di Desa Kedungwonokerto dan Desa Candinegoro. Lingkungan sungainya indah, perubahan fisiknya luar biasa nyata,” ujarnya.

Bahkan ia menyebut, antuasiasme warga terlihat sampai tidak mengenal waktu dalam membangun desanya dengan berbagai inovasi.

Semangat ini membuat Indah berharap, agar semangat ini terus dipupuk dan program Sido Resik dapat menjadi program keberlanjutan Pemkab Sidoarjo.

“Harapan juri, semoga program ini keberlanjutan dan fungsinya bersinergi dengan peran serta masyarakat, UMKM, seni budaya, eko wisata,” lanjutnya.

Sebelumnya Pemkab Sidoarjo melalui Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (PU-BMSDA) Sidoarjo membuat terobosan dalam upaya revitalisasi fungsi sungai dengan meluncurkan Program Sidoarjo Revitalisasi Fungsi Kali (Sido Resik).

Ahmad Muhdor Ali Bupati Sidoarjo mengatakan, setidaknya ada dua sasaran program Sido Resik yang diluncurkan tersebut. Berkaitan partisipasi dan edukasi masyarakat.

Tentang sasaran pertama, yakni berkaitan pola pikir masyarakat Sidoarjo tentang masalah sampah dan sungai. Hal itu menunjukkan tidak adanya partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan di Sidoarjo.

Berkaitan dengan sasaran kedua, yakni edukasi masyarakat.

Bupati yang akrab disapa Gus Muhdlor mengakui, program ini tidak cukup hanya berjalan satu-dua tahun saja. Dia menyadari, program ini yang lebih menekankan pada proses edukasi pasti akan berlangsung lama.

“Ini baru pemanasan. Tahun ini baru dimulai, tahun depan sudah bisa jalan optimal,” ujar Gus Muhdlor.


Sumber :
https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2022/warga-sidoarjo-antusias-ikuti-revitalisasi-fungsi-kali-dalam-program-sido-resik/

Thursday, October 28, 2021

Mengolah Limbah Bulu Bebek

Warga Kebonsari Sidoarjo dilatih mengolah limbah bulu bebek

Senin, 11 Oktober 2021 19:39 WIB

Saat ini, masih sedikit yang memanfaatkan limbah bulu bebek yang diolah menjadi produk bernilai jual, padahal jika diolah dengan baik dapat menghasilkan tambahan penghasilan,

Warga Desa Kebonsari, Sidoarjo, Jawa Timur, dilatih untuk mengolah limbah bulu bebek menjadi produk kerajinan bernilai jual mengingat desa tersebut dikenal sebagai kampung bebek dan penghasil telur asin berkualitas.

Pelatihan itu dilakukan oleh Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial (FBHIS) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo melalui program holistik pembinaan dan pemberdayaan desa (PHP2D).

"Saat ini, masih sedikit yang memanfaatkan limbah bulu bebek yang diolah menjadi produk bernilai jual, padahal jika diolah dengan baik dapat menghasilkan tambahan penghasilan," kata Rini Puji Astuti, salah satu tutor yang juga berprofesi sebagai pebisnis kerajinan, Senin. 

Ia mengatakan, limbah bulu bebek yang dihasilkan dari kandang-kandang peternak bisa dijadikan kerajinan yang bernilai jual, seperti kerajinan makrame bulu bebek, bandana, dan pensil.

"Limbah bulu bebek ini bisa dijadikan produk kerajinan dengan nilai jual yang cukup tinggi, makanya ini harus dimanfaatkan dengan baik dan dapat dijadikan sebelum tambahan perekonomian warga disini," katanya. 

Sementara itu, Dosen Pendamping Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) Ferry Adhi Dharma berharap dengan pelatihan ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat yang sempat anjlok karena dampak pandemi COVID-19. 

Setelah masyarakat bisa membuat kerajinan dari bulu bebek,  program selanjutnya adalah memberi pelatihan pada masyarakat untuk memasarkan produk kerajinan secara daring, seperti pelatihan foto produk, packaging, desain grafis, dan digital marketing.

"Kami juga sudah bekerja sama dengan beberapa tempat penjualan merchandise di Sidoarjo, seperti IKKILUR dan Sartika Ratu yang berada di Tanggulangin," ujarnya.

Kegiatan pelatihan ini disambut baik oleh pemerintah desa setempat, bahkan Desa Kebonsari menjadi desa binaan Univeristas Muhammadiyah Sidoarjo.

 Dalam hal ini, Umsida Sidoarjo memiliki program untuk membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan di masyarakat Desa Kebonsari seperti anak kecanduan gawai, masalah perekonomian, dan masalah sosial.


Sumber :

https://www.antaranews.com/berita/2451577/warga-kebonsari-sidoarjo-dilatih-mengolah-limbah-bulu-bebek

Wednesday, October 6, 2021

Komunitas Arena of Valor Sidoarjo

Komunitas Arena of Valor Sidoarjo Kembangkan Industri Video Game

4 October 2021

Esport di Sidoarjo semakin berkembang. Sejumlah komunitas industri olahraga di bidang video game itu kian menunjukkan eksistensinya. Salah satu komunitas yang kini mulai eksis adalah komunitas Arena of Valor (AoV) Sidoarjo. Mereka juga telah memantapkan diri bergabung dengan Asosiasi Video Games Indonesia (AVGI) Sidoarjo.

Ketua Komunitas AoV Sidoarjo, Muhamad Farhan mengatakan, langkah bergabung dengan AVGI itu sebagai upaya untuk semakin meningkatkan eksistensi AOV di Sidoarjo.

“Untuk meningkatkan pemain dan pengadaan event juga,” katanya.

AoV adalah permainan peranti bergerak daring berjenis arena pertarungan daring multipemain (MOBA). Layaknya mobile legends, yang dimainkan memanfaatkan perangkat android atau iOS.

Menurut Farhan, AoV memiliki beberapa keunggulan dibandingkan Mobile Legends. Yakni dalam hal grafis. “Suguhan grafisnya lebih menarik, jadi lebih memanjakan mata,” katanya.

Kalau dari strategi bermaian, lanjut Farhan, memang mirip dengan Mobile Legends. Yakni mengandalkan permainan tim. AoV Sidoarjo mulai terbentuk pada Agustus 2017. Itu dimulai dari hanya lima orang sesama penggemar AoV.

Awal September 2017, komunitas berupaya menggelar gathering untuk menjaring sesama penggemar AoV. “Waktu itu bisa sampai 50 orang. Kebanyakan dari mahasiswa dan pelajar,” tuturnya.

Seiring berjalannya waktu, para pemain menyurut. Sisa 30 anggota yang masih aktif. Salah satunya juga karena minimnya event yang bisa digelar saat pandemi Covid-19. Kini AoV Sidoarjo tengah bertekad untuk menunjukkan eksistensi dan ikut mengembangkan industri video game di Kota Delta.

Menurut Farhan, sebenarnya potensi pemain AoV di Sidoarjo juga mampu bersaing di kancah nasional. Dari anggota AoV setidaknya juga pernah ada yang bertanding di kompetisi nasional. Yakni di Liga 2. Bahkan ada yang pernah juara 2 Indonesia Virtual Pro League (IVPL).


Sumber :

https://radarsidoarjo.jawapos.com/features/04/10/2021/komunitas-arena-of-valor-sidoarjo-kembangkan-industri-video-game/

Monday, September 27, 2021

Kampung Lali Gadget

Mengenal Irfan, Pemuda Sidoarjo yang Membuat Kampung Lali Gadget

29 Mei 2021 17:48

·


Keinginan Achmad Irfandi untuk mengembalikan kebahagian anak-anak tanpa kecanduan gadget dan mengenalkan permainan tradisional memang patut diacungi jempol.

Maklum saja, di tengah kecanggihan teknologi saat ini, sebagian besar anak-anak lebih memilih menghabiskan waktunya di depan layar gadget dibandingkan bermain bersama dengan teman sebayanya.

Di mana kebiasaan tersebut dapat mempengaruhi kondisi karakter anak hingga kesehatannya. Berlatar belakang hal itu, sejak 2018 lalu, Irfan mulai mendirikan Yayasan Kampung Lali Gadget yang berlokasi di Dusun Bendet 02/03 Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo.

"Jadi Kampung Lali Gadget (KLG) itu berawal dari keresahan saya mihat anak-anak kecanduan gadget, nggak pulang-pulang dari warung kopi hanya untuk cari WiFi, dan lain-lain. Lalu karakternya berubah, kesehatannya juga berpengaruh karena gadget. Itu kan sebenarnya masalah besar tapi tidak terlalu dipentingkan. Hampir semua orang tua punya masalah itu, tapi tidak jadi penting karena tidak jadi isu besar," kata Irvan pada Basra, Sabtu (29/5).

Irfan mengungkapkan, didirikannya Kampung Lali Gadget ini agar anak-anak dapat bermain dengan bahagia. Selain itu, mereka juga dikenalkan dengan berbagai macam aktivitas yang dilakukan di air, tanah, hingga aneka permainan tradisional.

Seperti lompat tali, egrang, ketapel, congklak, cublek-cublek suweng, dan lain-lain.

"Jadi kita ingin melawan kecanduan gadget dengan cara mengenalkan anak-anak pada permainan tradisional. Karena permainan tradisional ini bentuk kebudyaam tapi tidak diwariskan. Jadi ada semacam garis yang putus. Jadi kewajiban orang tua, anak muda yang dulu pernah main itu ya mengenalkan kepada generasi sekarang, sehingga tetap terjadi proses waris dan mereka mengetahuinya," ungkapnya.

Pria 27 tahun ini juga menuturkan, di sana selain bermain anak-anak dilatih tentang kepemimpinan dan keberanian.

"Karena kita konsepnya bermain dengan alam, bermain dengan bahan bekas, air, rumput, batu semua mainan bagi kita. Nah ketika ada perubahan karakter dari anak kita sangat senanh. Misal yang awalnya ada anak nggak berani main ke lumpur akhirnya mereka jadi berani, nggak jijik lagi," tuturnya.


Kembangkan Potensi Wonoayu

Selain mendirikan Kampung Lali Gadget, Irfan juga kerap mengembangkan potensi yang ada di Sidoarjo, khususnya di daerah Wonoayu.

Hal itu ia lakukan, karena ia resah saat ini banyak masyarakat yang tidak sadar akan potensi demografi wilayah di sekitarnya.

"Sejarah, potensi demografi ketika diramu itu akan menjadi satu potensi yang luar biasa. Dengan kita mengankat seperti itu, kita coba membuka pikiran banyak orang tentang potensi yang ada di daerah sekitar kita," ucap pria asli Sidoarjo ini.

Irfan mengatakan, jika banyak potensi yang dapat digali di daerah Wonoayu. Salah satu yang paling besar yakni potensi pertaniannya yang bagus. Meski demikian, ia menuturkan jika pertanian saat ini mulai punah karena anak muda saat ini enggan untuk menjadi petani.


"Jadi kita mulai aja anak-anak ini untuk pergi ke sawah. Melihat kegiatan para petani di sana. Mereka bisa belajar banyak di sana," kata Irfan.

Selain itu, di desa Wonoayu juga banyak potensi sejarah hingga tempat wisata yang jarang diketahui oleh banyak orang. Seperti Candi Dermo Wonoayu, hingga keberadaan Pabrik Gula Popoh Wonoayu.

"Jadi masih banyak potensi wisata yang bisa ditumbuhkan di sini. Lalu adapula potensi UMKM, seperti ada salah satu pengrajin gitar di sini yang pesan gitarnya adalah musisi-musisi luar negeri. Lalu adapula pengrajin Udeng Pacul Gowang asli Sidoarjo. Kita kenalkan potensi-potensi itu ke masyarakat luas, bahwa di sekitar kita masih banyak yang bisa digali," ujarnya.

Irvan pun berharap, masyarakat tidak meninggalkan budaya dan tetap melestarikannya untuk kemajuan bangsa.

"Jadi jangan sampai budaya ini tergerus. Kita boleh berdiri, melesat dengan kemajuan teknologi. Tapi budaya jangan ditinggalkan. Karena budaya harus ikut sama kemajuan," pungkasnya.

Ke depan pihaknya juga akan membentuk culture hub (terminal budaya) di Kampung Lali Gadget. Nantinya di sana akan banyak komunitas budaya bertemu dan berkolaborasi.


Sumber :

https://kumparan.com/beritaanaksurabaya/mengenal-irfan-pemuda-sidoarjo-yang-membuat-kampung-lali-gadget-1vq51qeW1BP

Monday, June 28, 2021

Sepeda Polygon asal Sidoarjo

Sepeda Polygon, dari Sidoarjo hingga ke 33 Negara di Dunia

29 JUNI 2021 09.00 WIB • 6 MENIT


Pandemi COVID -19 yang telah berlangsung lebih dari 1 tahun telah menyebabkan perubahan terhadap bisnis dan pola hidup masyarakat. Salah satu tren yang timbul akibat new normal ini adalah minat masyarakat untuk bersepada.

Hal ini menjadi peluang untuk produsen sepeda di Indonesia untuk mengembangkan bisnis baik secara domestik maupun internasional. Salah satunya PT Insera Sena atau lebih dikenal dengan produk sepeda merek Polygon.

Sering dianggap perusahaan dari luar negeri, ternyata Polygon sebuah perusahaan sepeda lokal yang berbasis di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Perusahaan ini berdiri sejak tahun 1989 dengan luas 30.000 m² dengan luas bangunan sebesar 18.000 m².

PT. Insera Sena didirikan oleh Seojanto Widjaja yang lulus dari Teknik Industri ITB pada tahun 1987. Sosok yang akrab dipanggil Yanto itu membangun PT. Insera Sena karena ingin meneruskan usaha keluarganya yang menekuni pekerjaan dalam distribusi sepeda sejak lama.

Insera adalah kepanjangan dari “Industri Sepeda Surabaya”, sementara Sena adalah nama dari sosok wayang yang cukup terkenal di Jawa Timur yang menggambarkan kekuatan. Perusahaan sepeda ini memiliki visi untuk menjadi merek sepeda yang berkualitas global dan siap bersaing di pasar internasional.

"Berawal dari sebuah perusahaan kecil yang berorientasi untuk memproduksi sepeda khusus untuk ekspor, 10 tahun pertama adalah proses pembelajaran dan fokus Polygon untuk persiapan pengembangan brand secara mandiri," mengutip dari situs resmi Polygon.

Perusahaan ini juga memproduksi berbagai macam jenis sepeda, seperti varian city bikes, trekking, MTB (Mountain Bike), full suspension, hard-trail bikes, downhill, BMX, dan lain-lain. Presentase produksi secara keseluruhan adalah 65 persen untuk sepeda MTB, 30 persen untuk trekking, dan 5 persen untuk jenis sepeda lainnya.

Sejak awal Insera Sena sudah dirancang sebagai industri yang memproduksi sepeda berkualitas dunia. Awal produksinya sebagian besar adalah untuk ekspor. Rencana jangka panjangnya yakni 50 persen untuk pasar ekspor dan 50 persen untuk pasar lokal.

Insera Sena pada mulanya memproduksi sepeda berdasarkan pesanan merek-merek terkenal dari luar negeri, masih belum menggunakan merek sendiri. Namun inisiatif untuk memproduksi sepeda lokal dengan merek Polygon kemudian muncul sejak awal 1990.

Meski begitu, jenama/merek Polygon saat itu belum dipromosikan secara serius, karena perhatian masih diarahkan pada peningkatan kualitas, yang salah satu caranya adalah dengan banyak menerima order dari luar negeri. Hingga pada tahun 1994, akhirnya mereka mengibarkan merek Polygon secara utuh.

Bukan perkara mudah memang memasarkan sepeda di tengah kondisi krisis ekonomi pada 1997. Hampir seluruh pelosok negeri disambangi untuk mencari mitra yang mau jadi dealer penjualan Polygon. Banyak yang menolak, tetapi ada juga yang mau diajak kerja sama.

"Bayangkan waktu itu tahun 1999, sepeda Polygon dibanderol Rp500 ribu per unit. Sementara sepeda yang sudah ada paling mahal Rp200 ribu,” ungkap Ronny Liyanto, Direktur Dispoly Indonesia, anak perusahaan Insera yang khusus memasarkan Polygon.

Pada saat itulah Soejanto bersama seorang rekannya ketika itu mendirikan toko sepeda bernuansa modern dengan nama Rodalink. Pada tahun krisis itu, Insera Sena yang dipimpinnya mulai merakit jaringan pemasarannya sendiri.

Rodalink dirintis sebagai toko dengan konsen onestop shopping. Dimana toko tersebut tidak hanya menawarkan sepeda Polygon, melainkan juga sepeda dari berbagai merek kelas dunia beserta aksesorinya.

Hingga pada tahun 2000 tercatat ada 24 gerai Rodalink, dan pada 2001-2002 Rodalink merambah ke negeri jiran, Singapura dan Malaysia.

Keberhasilan Polygon menembus pasar dalam dan luar negeri antara lain karena konsistensinya dalam produksi. Sejak awal Polygon, memang dibuat sebagai produk gaya hidup, bukan sekadar alat transportasi.

Polygon memulai dengan mengambil target pasar dari segmen atas lebih dulu. Dengan strategi itu, diharapkan pasar yang ada di bawahnya akan ikut terbawa. Awalnya, strategi ini tidak berjalan dengan baik. Karena, sulit menemukan dealer dan pedagang yang mau menjualnya. Hal ini dapat dimaklumi karena harga Polygon tergolong mahal.

Tapi seiring meningkatnya penjualan Polygon, satu per satu dealer bersedia untuk menjual Polygon. Meskipun demikian, Insera Sena tetap menjaga citra eksklusifnya, yaitu dengan membatasi jumlah dealer. Memang hanya mitra yang memenuhi syarat yang bisa menjadi dealer, tentunya dengan memerhatikan zona wilayahnya.

Selain itu, Polygon pun masuk ke berbagai komunitas, seperti Bike to Work dengan mensponsori acara yang dilakukan oleh komunitas independen itu. Strategi ini dianggap cukup ampuh karena melihat produk Polygon yang begitu mahal. Tapi dengan adanya komunitas, produk mereka akan terjual layaknya kacang goreng.

Polygon juga berusaha untuk menjadi trend-setter dalam meluncurkan lini produk baru seperti sepeda hibrid atau sepeda tandem. Dengan menjadi yang pertama kemungkinan besar Insera Sena bisa lebih memimpin.

Sekarang, di berbagai daerah mulai banyak gerakan bersepeda. Seperti gerakan sepeda kampus, Bike to Work, atau Fun Bike. Pangsa pasar Polygon untuk segmen sepeda bermerek buatan dalam negeri pun terus meningkat. Sekarang, Polygon menguasai 70-80 persen pasar segmen itu.

Seiring perjalanan waktu, 90 persen produk Polygon kemudian diekspor ke negara-negara Eropa dan Amerika Serikat. Ada pun sisanya sebesar 10 persen untuk konsumen dalam negeri.

Dengan mengedepankan otentisitas, originalitas dan kualitas, Polygon telah terdistribusi di 500 gerai yang tersebar di berbagai belahan dunia, dan terdistribusi hingga 33 negara.

Pademi Covid-19 yang mewabah di Indonesia sejak Maret 2020, ternyata menghasilkan dampak yang positif bagi industri sepeda di dalam negeri. Hal ini yang telah dirasakan nyata oleh jenama Polygon, setelah membukukan catatan kenaikan permintaan sepeda sejak pertengahan April 2020 lalu.

Namun demikian, lonjakannya memang baru terlihat setelah pemerintah mulai melakukan pelonggaran PSBB. Hal ini disebabkan oleh rasa bosan yang didapat oleh sebagian masyarakat akibat berkurangnya aktivitas di luar rumah.

Terlebih, penerapan new normal juga menciptakan kebutuhan baru akan moda transportasi alternatif yang aman digunakan. Kenaikan permintaan sepeda tidak hanya terpusat di kota-kota besar besar saja, namun juga terjadi secara cukup merata di kota-kota kecil.

"Dari beberapa laporan dealer ada yang melonjak 200 persen, ada yang 100 persen, ada yang 50 persen, jadi sangat bervariasi,” tutur Brand Director PT Insera Sena William Gozali yang dikutip dari Kontan.

Namun demikian, peningkatan penjualan sepeda Polygon hanya terjadi sebulan, di bulan Juli 2020 penjualan drastis menurun.Ternyata perubahan grafik yang drastis akibat ulah spekulan yang memborong sepeda lalu menjual dengan harga tinggi di bulan itu, dan jadi biang kerok tren pasar yang tidak terukur oleh Polygon.

Di saat jumlah pengguna sepeda meningkat pesat, stok pasar tidak dapat mengimbangi tingginya permintaan. Akhirnya sempat terjadi kejar-mengejar antara jumlah pengguna sepeda yang meningkat, dan stok pasar yang terhambat.

Diperkirakan lonjakan permintaan sepeda Polygon dari pasar global sebesar 30 persen, dan dari pasar lokal sebesar 10 persen. Selain itu, hambatan utama yang dihadapi Polygon adalah pasokan komponen dari sejumlah negara, utamanya China.

Sebagai gambaran saja, satu sepeda membutuhkan 100 lebih onderdil, jika satu saja tidak didapatkan, maka sepeda tidak terproduksi.

Ada beberapa hal yang dilakukan oleh Polygon agar tetap bisa bertahan dalam masa pandemi. Salah satunya adalah berupaya menjaga harga produk agar tetap stabil di tengah kondisi permintaan yang naik dan turun.

"Sekarang masih masuk Juni kami belum bisa prediksi untuk tahun ini. Namun, untuk harga sendiri Polygon tidak melakukan penurunan harga dan kami masih tetap menjaga supaya ini bisa terus stabil," kata juru bicara perusahaan kepada Bisnis, Senin (7/6/2021).

Selain itu Polygon, juga fokus dalam pengembangan sepeda gunung atau Mountain Bike yang dianggap paling diminati. Pada tahun lalu, Polygon mencoba kembali bertarung di segmen ini dengan meluncurkan produk baru Siskiu T8.

Menurut MarketWatch, pasar sepeda gunung global bernilai jutaan dolar pada 2018 dan akan mencapai miliaran dolar pada akhir 2025. Assistant Head of Global Marketing Communications Polygon Bikes, Yunike Maris, menjelaskan bahwa permintaan sepeda gunung terus tumbuh konsisten.

Meski banyak jenama lokal maupun global bermain di segmen ini, Polygon mengklaim masih menjadi pemimpin pasar sepeda gunung di dalam negeri. Saat ini, Polygon memiliki fasilitas pabrik di Sidoarjo, Jawa Timur dengan kapasitas 700.000 unit sepeda tahun. Fasilitas ini diklaim sebagai pabrik sepeda terbesar di dunia dengan teknologi canggih di seluruh lini produksi.


Sumber :

https://www.goodnewsfromindonesia.id/2021/06/29/sepeda-polygon-dari-sidoarjo-hingga-ke-33-negara-di-dunia

Wednesday, December 11, 2019

Kampung Lali Gadget

Di Kampung Sidoarjo Ini Anak Bakal Lupakan Gadget


Perkembangan teknologi diikuti maraknya gadget membuat anak dan remaja lebih memilih habiskan waktu dengan gadget ketimbang sosialisasi dengan lingkungannya.

Hal itu membuat keresahan seorang pemuda bernama Ahmad Irfandi. Ia membentuk Kampung Lali Gadget di Sidoarjo, Jawa Timur. Nama kampung ini dalam Bahasa Indonesia disebut juga "lupa gadget". Kampung ini tepatnya berada di Dusun Bendet, Desa Pager Ngumbuk, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, Jawa Timur.

Melalui kampung ini, anak dikenalkan dengan permainan tradisional antara lain egrang, dakon, dan wayang, balon gelembung, menembak botol gunakan peluru kertas, dan lain-lain. Demikian mengutip tayangan Liputan6, Rabu, (11/12/2019).

Kampung yang hadir sejak April 2018 ini terbentuk dengan bantuan sejumlah komunitas dan karang taruna setempat. Diharapkan anak-anak dan warga melestarikan permainan tradisional sedini mungkin. Selain itu mengajak anak-anak mengurangi bermain gawai yang dinilai dapat menyebabkan gangguan kejiwaan serta antisosial.

Ahmad Irfandi mengharapkan kampung lali gadget menjadi kampung percontohan bagi kampung-kampung lain untuk terus mengkampanyekan permainan tradisional dan mengurangi bermain gawai dan gadget sedini mungkin.

Kini kampung lali gadget ramai didatangi anak-anak yang ada di desa setempat, dan desa sekitarnya. Semua anak yang bermain harus bebas dari gadget. Gerakan Kampung Lali Gadget ini disambut baik para orangtua karena dapat mengurangi anak-anak bermain gawai dan mampu bersosialisasi dengan teman sebayanya.


Sumber:
https://surabaya.liputan6.com/read/4131672/di-kampung-sidoarjo-ini-anak-bakal-lupakan-gadget

Related Posts