Tuesday, December 5, 2017

Transmart Carrefour Sidoarjo

Pusat Wisata Transmart Carrefour Dibangun di Pagerwojo Sidoarjo


Satu lagi pusat wisata perbelanjaan, kuliner, bisnis dan hiburan dengan konsep city walk dari Transmart Carrefour Chalidana Group hadir di Jalan KH Mas'ud (Mbah Ud) Pagerwojo Buduran Sidoarjo.‎‎

Owner Chalidana Group H. Muhammad Ilyas mengatakan konsep untuk Transmart Carrefour yang dibangun berlantai lima, akan lengkap dalam kebutuhan sesuai selera minat masyarakat‎

"Di sini nanti kelengkapan belanja apapun bisa diperoleh. Ada tempat hiburan anak sampai orang dewasa, studio mini, dan lain sebagainya," katanya di sela-sela Groundbreaking Proyek Transmart Chalidana Group Jumat (13/1/2017).‎

Dia memaparkan, selain pembagungan gedung perbelanjaan, hiburan, dan kebutuhan lainnya, di area seluas 9 hektar ini juga akan dibangun tempat bisnis, universitas dan lainnya.

"Di sini nanti akan seperti kawasan Sidoarjo baru yang bagus. Saya yakin, tidak hanya warga Sidoarjo yang akan datang ke sini, warga luar kota Sidoarjo juga akan berdatangan," terangnya.

Masih kata Ilyas, Sidoarjo menjadi pilihannya dalam menanamkan investasi karena Sidoarjo kota maju, masyarakat yang komsuntif dan tingkat perkembangan perekonomiannya bagus.

"Jadi tidak salah jika kami berinvestasi di Sidoarjo," pungkasnya dengan senyum.


Sumber :
http://m.beritajatim.com/ekonomi/287432/pusat_wisata_transmart_carrefour_dibangun__di_pagerwojo_sidoarjo.html

Sunday, November 5, 2017

Tempat Wisata di Sidoarjo

10 Tempat Wisata Sidoarjo Yang Paling Ramai Dikunjungi

Sidoarjo adalah sebuah daerah yang berada di Provinsi Jawa Timur. Sidoarjo terkenal akan lumpur lapindonya. Selain itu, Sidoarjo juga mempunyai banyak sekali potensi kawasan daerah tempat wisata yang sudah di kelola dengan sangat baik dan juga memiliki keindahan yang sangat indah, sehingga banyak Tempat Wisata Sidoarjo yang bisa kita kunjungi untuk mengisi waktu liburan. Lalu, seperti apa ya keindahan yang dimiliki Tempat Wisata Sidoarjo? Untuk tahu lebih jelasnya, yuk kita simak ulasan berikut ini.


1. Lumpur Lapindo Sidoarjo

Objek wisata Lumpur Lapindo ini sebenarnya merupakan bencana alam yang dimulai dengan adanya semburan lumpur panas yang berasal dari bawah tanah, tepatnya berada di lokasi pengeboran perusahaan Lapindo Brantas pada tahun 2006 silam. Semburan lumpur ini sudah menenggelamkan beberapa kawasan perindustrian serta pemukiman warga yang ada di tiga kecamatan. Akan tetapi, saat ini Lumpur Lapindo ini justru malah menjadi tempat wisata Sidoarjo yang banyak mengunjunginya untuk melihat langsung semburan asap yang beradal dari lumpur yang menyembur di bagian tengahnya. Akan tetapi, untuk kamu yang akan berkunjung ke sini, harus berhati-hati karena lumpur yang ada di sini sewaktu-waktu bisa menyembur.


2. Pulau Sarinah dan Tlocor Sidoarjo

Objek wisata yang satu ini berada di Kampung Tlocor, tepatnya terletak di Desa Kedungpandan, Kec. Jabon, Kab. Sidoarjo, Jawa Timur. Pulau Sarinah ini merupakan sebuh pulau yang terbentuk karena sedimentasi Lumpur Lapindo. Namun, pulau ini justru bisa menarik banyak pengunjung untuk datang ke pulau yang satu ini.


3. Museum Mpu Tantular Sidoarjo

Tempat Wisata di Sidoarjo selanjutnya adalah Museum Mpu Tantular, bagi kamu yang suka dengan wisata sejarah, tempat ini cocok bangt untuk kamu kunjungi. Museum ini menyimpan beragam peninggalan sejarah. Diantaranya adalah emas dan juga lukisan yang katanya sudah di buat sejak abad ke-14. Koleksi benda peninggalan sejarah yang ada di museum ini antara lain adalah etnografi, numimastil, geologi, dan biologi.


4. Candi Pari Sidoarjo

Candi yang satu ini memiliki bentuk segi empat yang terbuat dari batu bata. Candi ini konon katanya adalah sebuah candi peninggalan sejarah dari masa kepemimpiman Hayam Wuruk di zaman Kerajaan Majapahit. Disini kamu akan merasakan nuansa religi agama Hindu yang kental. Untuk lokasinya, Candi Pari ini berada di Desa Candi Pari, Kec. Porong, Sidoarjo. Dan hanya butuh beberapa kilometers dari pusat smburan lumpur kamu sudah sampai ke candi ini.


5. Makam Putri Ayu Sekar Dadu Sidoarjo

Makam yang satu ini terletak di Dusun Sawoan, Kec. Buduran, Sidoarjo. Makam ini adalah sebuah lokasi wisata sejarah ang sakral. Putri Ayu Sekar Dadu ini sendiri yaitu Putri Raja Blambangan dan dipercaya bahwa beliau merupakan Ibu dari Sunan Giri.


6. Sungai Porong Sidoarjo

Sungai Porong ini berada di Desa Tlocor, Kec. Jabon, Sidoarjo selatan. Disini kamu bisa menyusuri dan mengeksplor sepanjang Sungai Sorong hingga sampai ke bagian muara dimana kamu akan melihat Pulau Sarinah yang merupakan sebuah pulau yang merupakan hasil sedimentasi Lumpur Lapindo. Di sini juga banyak warga sekitar yang biasanya menikmati pemandangan sunset sambil memancing di sore hari.



7. Kampung Batik Jetis Sidoarjo

Tempat wisata Sidoarjo yang satu ini adalah wisata budaya sekaligus wisata belanja yang sudah cukup terkenal. Disini banyak para pengrajin yang membuat batik khas daerah Sidoarjo yaitu batik dengan motif burung. Disini kamu bisa melihat langsung proses pembuatan batik, dan sekaligus membeli kain batik untuk dijadikan oleh-oleh.


8. Monumen Sidoarjo

Monumen ini bisa kamu temukan di Alun-alun Sidoarjo.Monumen ini mempunyai logo udang dab juga bandeng raksasa. Alasan para pengunjung datang ke sini adalah terutama karena banyak pusat jajanan yang ada di sekitar alun-alun, dan juga sangat cocok untuk nongkrong dan menikmati suasana sekitar alun-alun yang indah.


9. Sun City Waterpark Sidoarjo

Tempat ini merupakan taman bermain air yang sudah ada sejak tahun 2004, yang berlokasi di Jl. Pahlawan Sidoarjo. Sama seperti wahana taman bermain pada umumnya yaitu seperti waterboom, outbond, flying fox dan masih banyak lagi. Tempat wisata ini cocok sekali untuk anak-anak dan keluarga.


10. Sentra Tas Tanggulangin Sidoarjo

Objek wisata yang satu ini merupakan pusat penjualan tas wanita yang diproduksi di Sentra Tas Tanggulangin yang sudah dipasarkan didalam negeri dan juga diekspor ke luar negeri. Kamu bisa membeli oleh-oleh tas disini untuk keluarga yang ada di rumah. Untuk harga, kamu tidak perlu khawatir, karena harga tas untuk wisatawan lokal sangat terjangkau kok.


Sumber :
http://cektravel.info/tempat-wisata-sidoarjo.html

Thursday, July 20, 2017

Sidoarjo Community Center


Gedung serbaguna Sidoarjo Community Center di Jalan Lingkar Timur

Sidoarjo terus mengebut pekerjaan gedung Sidoarjo Community Center (SCC). Targetnya, gedung berbiaya Rp 61 miliar ini rampung akhir 2016. Namun meleset. Pembangunan SCC yang sudah dilakukan sejak 2014 lalu sudah 63 persen rampung.

Pada pembangunan tahap satu, pihaknya membangun lantai 1 yang nantinya berfungsi sebagai gedung serbaguna. Untuk tahap dua ini, pembangunan dilanjut dua lantai lagi, yaitu sport hall dan perkantoran.

Pada pembangunan tahap satu, gedung yang berada di Jalan Lingkar Timur ini telah menghabiskan dana Rp 25 miliar. Untuk tahap dua, lanjutnya, PU CKT mendapat tambahan dana Rp 36 miliar dari APBD 2016.


Landmark Baru Sidoarjo, Desain Lekukan Air

Jika terealisasi, Gedung Sidoarjo Community Center (SCC) menjadi gedung termegah dan tercanggih sekaligus landmark baru Kota Delta. Lokasinya di kawasan Jalan Lingkar Timur, persis sebelah Taman Tanjung Puri. Sebelumnya, bangunan itu bernama Gedung Serbaguna (GSG). Seiring perkembangan waktu, pemkab ingin mengembangkan area sekitar gedung. Alhasil, gedung berganti nama menjadi Sidoarjo Community Center (SCC).

Bentuk fisik bangunan sudah rampung lebih dari 90 persen. Gedung berdiri menjulang tinggi. Berkesan kukuh. Bagian tembok yang terbuat dari beton masih terlihat berwarna asli.

Fasad warna hijau tua melingkar di bagian tengah gedung. Mirip sabuk yang melingkar. Warna tersebut memberikan kesan segar. Selain kukuh, tampilan SCC sangat unik. Tidak seperti bangunan modern yang bentuknya cenderung simetris, kotak-kotak atau kubus. Dinding gedung itu meliuk-liuk seperti angka delapan dengan posisi telentang.

Gedung SCC terdiri atas empat lantai. Bagian dasar adalah tempat parkir, acara pernikahan, seminar dalam skala kecil, serta kantor pengelola gedung. Di lantai itu juga akan dibangun sebuah ruang terbuka dengan luas sekitar 3 ribu meter persegi. Rencananya, tempat tersebut digunakan untuk pertunjukan musik, olahraga, serta acara pernikahan. Ruangan itu bisa menampung sekitar 2 ribu orang.

Lantai 2 adalah tempat VIP. Kapasitas ruangan 1.500 meter persegi tersebut mencapai 750–1.000 orang. Yang paling atas merupakan ruang privat untuk ruang artis yang akan menggelar konser.

Selain ruang tunggu artis, lantai 3 berfungsi sebagai tempat menginap bagi keluarga yang menggelar acara pernikahan. Luasnya 1.500 meter persegi.

Konsep baru gedung bertema dan terkait dengan delta, yaitu dimana Sidoarjo merupakan daerah delta yang berhubungan dengan lekukan air, atau daerah pertemuan air.

Keunggulan SCC yang lain adalah teknologi. Lantai 1 menggunakan moveable tribune. Yakni, tempat duduk bisa digeser saat tidak digunakan.


Sumber :
http://surabaya.tribunnews.com/2015/12/03/pu-kebut-pembangunan-gedung-scc
http://www.jawapos.com/read/2017/01/30/105944/gedung-scc-landmark-baru-sidoarjo-desain-lekukan-air-di-kawasan-delta

Gedung 17 Lantai Pemkab Sidoarjo

Saiful Ilah Bupati Sidoarjo sempat berkunjung ke beberapa negara Eropa beberapa tahun lalu, seperti ke Georgia dan negara sekitar Rusia, yang telah memiliki sistem pelayanan terpadu yang sangat baik di satu gedung.

Pada 2016 lalu, pengajuan anggaran untuk rencana pembangunan gedung 17 lantai dilakukan oleh Pemkab Sidoarjo.

Adapun jumlah 17 lantai yang akan diterapkan di Gedung Pelayanan Terpadu ini, disesuaikan dengan jumlah pelayanan perizinan yang ditangani oleh Pemkab Sidoarjo. Gedung dengan konsep ruang terbuka hijau berlapangan outdoor ini, akan menjadi alun-alun kedua di Sidoarjo.


Gedung Pelayanan Terpadu 17 lantai ini akan memiliki desain arsitektur yang unik dengan konsep green building. Bentuk bangunan, memiliki lekukan di bagian luar. Logo udang dan bandeng, sebagai potensi komoditi Sidoarjo, akan diakomodasi di dalam arsitektur bangunan. Pemkab Sidoarjo berupaya agar potensi kearifan lokal seperti corak batik sidoarjo masuk sebagai bagian arsitektur maupun ornamen bangunan.

Seiring bangunan gedung yang akan menerapkan teknologi ramah lingkungan, peralatan pelayanan publik di gedung ini juga menggunakan peralatan yang lebih canggih dan mendukung pelayanan publik terpadu.

Sedangkan sisa lantai selain ruang pelayanan, mulai dari lantai empat dan seterusnya, akan menjadi kantor semua SOPD (Satuan Organisasi Perangkat Daerah) yang ada di Sidoarjo. Pemkab Sidoarjo, juga akan memfasilitasi para pelaku UMKM agar memiliki wadah untuk memamerkan produknya di salah satu bagian gedung.

Mengenai jumlah lantai yang mencapai 17 lantai, karena angka 17 adalah angka keramat bagi bangsa Indonesia. 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaan.

Dari rencana anggaran yang dibutuhkan, yakni Rp800 miliar, Pemkab Sidoarjo telah menyediakan anggaran Rp2 miliar untuk manajemen perencanaan.

Sesuai perencanaan awal di Pemkab Sidoarjo, seluruh proyek pembangunan gedung ini membutuhkan anggaran mencapai Rp800 miliar. Pengerjaan akan dilakukan secara multiyears, diperkirakan tuntas pada 2020 mendatang. Adapun pembagian pengajuan anggaran gedung ini, kata Sigit, Rp250 miliar pada APBD 2018, Rp300 miliar pada APBD 2019, dan Rp250 miliar pada APBD 2020. 

Setelah perencanaan, pembangunan fisik Gedung Layanan Terpadu dengan 17 lantai itu baru akan dimulai pada 2018 mendatang. Proyek gedung ini, kata Sigit, akan berlangsung multiyears yang diperkirakan tuntas pada 2020 mendatang.(den)


Untuk memudahkan aksesibilitas itu Pemkab berencana membangun underpass untuk menghubungan Gedung Pelayanan Terpadu dengan Pendopo Kabupaten, menerobos bagian bawah alun-alun Sidoarjo. Ini untuk memudahkan mobilitas dari Gedung Pemkab ke Pendopo, terutama untuk para pegawai yang harus melakukan rapat atau menghadiri acara tertentu, dari gedung yang satu ke gedung lainnya.

Untuk mempercantik underpass ini, di bagian dinding di jalan bawah tanah itu bisa digunakan untuk melakukan kegiatan pameran. Bisa dipasang beberapa produk-produk UMKM untuk mempercantik jalan itu di kanan-kirinya. Rencananya, pembangunan underpass ini akan dilakukan seiring pembangunan Gedung 17 lantai untuk Pelayanan Terpadu mulai 2018 mendatang.


Sumber :
http://www.suarasurabaya.net/mobile/fokus/908/2017/190990-Gedung-Pemkab-17-Lantai-Mimpi-Bupati-Setelah-Kunjungi-Eropa
http://www.suarasurabaya.net/mobile/fokus/908/2017/191023-Begini-Konsep-Gedung-17-Lantai-Pemkab-Sidoarjo
http://www.suarasurabaya.net/mobile/fokus/908/2017/190987-Gedung-17-Lantai-Pemkab-Sidoarjo-Diperkirakan-Tuntas-2020
http://www.suarasurabaya.net/mobile/fokus/908/2017/191025-Underpass-akan-Hubungkan-Gedung-17-Lantai-dengan-Pendopo-Pemkab-Sidoarjo

Sunday, May 22, 2016

Frontage Road Sidoarjo

BPN Sidoarjo Belum Keluarkan Peta Bidang Frontage Road 

Pertumbuhan kendaraan baik roda empat ataupun roda dua, membuat sepanjang jalan di Sidoarjo mulai Waru hingga kota Sidoarjo mengalami kemacetan cukup parah.
Melihat kondisi tersebut, Pemkab Sidoarjo melalui dinas PU Bina Marga Sidoarjo, berencana untuk melakukan pelebaran jalan dengan membangun frontage road mulai Waru hingga Buduran, Sidoarjo.

Rencana awal pembangunan ini sendiri sebenarnya sejak tahun 2013 silam, namun hingga kini pembangunan tersebut masih terkendala beberapa alasan, diantaranya, masih banyak perusahaan yang belum mau menghibahkan lahannya. Dari 31 perusahaan baru 11 yang sudah menghibahkan lahannya, Selain itu, juga dikarenakan BPN Sidoarjo belum menerbitkan peta bidang, sehingga rencana mempercepat pembangunan frontage road sedikit tersendat.

” Dari rencana delapan desa yang akan dilalui untuk pembangunan frontage road, baru satu desa yang sudah benar – benar clear terkait peta bidang, yakni di desa Sruni,” kata Nandang Agus Taruna, Kepala BPN Sidoarjo.

Nandang menambahkan, terkait dengan lahan PT. KAI, dirinya sampai saat ini masih terus melakukan koordinasi terkait dengan batas – batas wilayah lahan milik PT. KAI.

“Apabila sudah ditentukan batas – batas lahan milik PT. KAI, nantinya Pemkab Sidoarjo bisa segera melakukan pembangunan, dan BPN sendiri segera bisa menerbitkan peta bidang,” imbuhnya.


Sumber :
http://surabayanews.co.id/2016/05/22/60512/bpn-sidoarjo-belum-keluarkan-peta-bidang-frontage-road.html

Sunday, April 17, 2016

Terminal Tiga Bandara Juanda

Ini Lokasi Pembangunan Terminal Tiga Bandara Juanda, Luasnya Mencapai 6000 Hektare


Presiden Direktur PT Angkasa Pura, Sulistyo Wimbo Hardjito mengatakanTerminal 1 dan Terminal 2 Bandara Juanda saat ini sudah overcapacity. Setiap jam saat ini ada 32 pesawat yang take off dan landing di Bandara Juanda.

Begitu juga jumlah penumpang di Bandara Juanda juga mencapai 24 juta per tahun.
"Intinya baik Pemprov Jatim maupun Pemkab Sidoarjo sudah memberikan izin untuk pembangunan Terminal Tiga Juanda,” kata Wimbo.
“Izin ini dituntaskan dulu. Nantinya baru menyangkut fisik gedung dan seterusnya," tambahnya.

Jika izin dari menteri turun, maka akan ada Peraturan Menteri khusus pembangunan Terminal Tiga dengan double runway itu. Jadi pembangunan ini masih memerlukan waktu beberapa tahun ke depan. Sementara, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf mengakui bahwa pemprov telah mengizinkan pengembangan bandara di Sidoarjo. "Bahkan kami setuju jika proses itu berlangsung lebih cepat," kata Gus Ipul.

Begitupun dengan Bupati Sidoarjo Syaiful Illah yang juga telah sepakat terminal tiga Bandara Juanda ada di Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo.
"Sudah kok, saya sudah teken soal lahan untuk Terminal Tiga itu. Nanti ada 6.000 hektare lahan di Sedati untuk pembangunan T3. Semua demi kepentingan yang lebih besar," kata Abah Ipul.


Sumber :
http://surabaya.tribunnews.com/2016/04/17/ini-lokasi-pembangunan-terminal-tiga-bandara-juanda-luasnya-mencapai-6000-hektare

Tuesday, February 23, 2016

Aplikasi M-Bonk

Pemkab Sidoarjo Pakai Aplikasi M-Bonk Buatan Mahasiswa Universitas Kanjuruhan


Ide kreatif terkadang muncul dari hal yang tak terduga. Gara-gara bemper mobilnya penyok saat terjerembab jalan berlubang, empat mahasiswa Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) membuat aplikasi Road Report (ROAR).Aplikasi itu untuk melaporkan kondisi jalanan rusak ke pemerintah daerah. Gayung bersambut, aplikasi tersebut dibeli Pemkab Sidoarjo dan menjadi aplikasi M-Bonk yang pada Selasa (23/2/2016) diluncurkan.

Adalah Yoga Pratama, Fathur Rohim, Nurul Hakiki, dan Rico Santoso, mahasiswa jurusan Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi Unikama, yang menggagas aplikasi tersebut.

Pengalaman buruk menimpa mereka ketika sedang menuju Surabaya awal 2015. Mengendarai Honda Jazz yang dimodifikasi ceper, keempatnya melintasi Jalan Raya Porong.

Nahas, Yoga yang menjadi pengemudi tak melihat ada lubang cukup dalam hingga mobilnya terjerembab.
"Lubangnya tertutup genangan air. Setelah terjerembab, saya lihat kondisi ternyata bempernya penyok. Gara-gara pengalaman ini tercetus ide membuat aplikasi pelaporan jalan rusak," kenang Yoga saat ditemui SURYA.co.id di acara launching aplikasi M-Bonk di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo.

Agustus 2015, keempat mahasiswa ini melihat pengumuman lomba CityApp Apathon yang digelar Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga (BN) Sidoarjo. Merasa punya 'dendam' terhadap kondisi jalan di Kota Delta, mereka sepakat mengikuti lomba tersebut.

Tak butuh waktu lama, tiga minggu pengembangan, aplikasi yang diberi nama ROAR itu selesai.
"Akhirnya kami yang menang. 'Dendam' kami seperti terbalaskan. Hehehehe," tandas Rico.
Aplikasi ini bisa diinstal di smartphone berbasis Android, IOS, dan Windows. Cara kerjanya cukup memotret jalan yang rusak.

Secara otomatis, ketika memotret jalan rusak dan mengirim ke admin aplikasi, foto tersebut sudah terkoneksi dengan GPS.
"Jadi langsung bisa dilihat admin hasil foto itu ada di wilayah mana. Tidak akan mbleset karena langsung GPS. Jadi tidak mungkin memberi laporan palsu," jelas Rohim.

Keempatnya menerima hadiah uang Rp 10 juta. Hadiah tersebut mereka gunakan untuk mengembangkan aplikasi lain yang saat ini sedang dikerjakan.

"Kami sedang melalukan proyek memetakan seluruh wilayah Jatim, baik kondisi jalan, potensi bencana alam, dan lainnya. Kami sedang mengembangkan aplikasi pelaporan namun skalanya lebih luas," beber Hakiki yang diamini ketiga temannya.


Ada Jalan Rusak, Laporkan Lewat Aplikasi M-bonk

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur meluncurkan aplikasi bernama "m-bonk" untuk memudahkan masyarakat melaporkan kerusakan jalan. Nama aplikasi ini dari istilah Embong, sebutan jalan dlaam bahasa Jawa.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Sidoarjo, Sigit Setyawan, mengatakan dengan adanya aplikasi tersebut maka warga masyarakat bisa langsung mengadukan permasalahan kerusakan jalan yang ada di Sidoarjo.

"Aplikasi ini memudahkan kami untuk menerima laporan dari warga masyarakat terkait dengan kerusakan jalan, karena apilkasi ini bisa diakses dengan menggunakan telepon pintar atau dengan perangkat lainnya," kata dia di Pendopo Kabupaten Sidoarjo, seperti dilansir Antara, Selasa (23/2/2016).

Ia mengemukakan, saat ini sekitar 65 persen dari total 1.001 kilometer jalan yang ada di Sidoarjo berada dalam kondisi rusak. Jalan rusak itu diperparah dengan banjir yang sering melanda Kabupaten Sidoarjo.

"Sehingga, perbaikan harus cepat dilakukan supaya tidak membahayakan masyarakat," ucapnya.

Dengan adanya aplikasi tersebut, maka petugas PU Bina Marga Kabupaten Sidoarjo bisa bergerak cepat wilayah mana saja yang jalannya mengalami kerusakan dan jalan mana saja yang diprioritaskan perbaikannya.

"Kami juga akan menyesuaikan dengan program perbaikan kami wilayah mana saja yang harus diutamakan dan penting untuk segera dilakukan perbaikan jalan," kata Sigit.

Dia menjelaskan program ini merupakan komitmen dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang didukung CityNet Asia Pasific dan Microsoft Indonesia.

"Ini dilakukan bersama dengan masyarakat untuk mencapai infrastruktur jalan yang lebih baik dengan bantuan teknologi yang ada dalam aplikasi ini," katanya.

Bupati Sidoarjo Saiful Ilah sangat mendukung kegiatan yang dilakukan ini karena akan membantu pemerintah untuk mengetahui jalan mana saja yang mengalami kerusakan.

"Bahkan pada pemerintahan saya sebelumnya sudah berencana untuk membangun sistem seperti ini. Nantinya akan ada kendaraan berisi aspal dan perlengkapan lainnya yang bergerak cepat begitu mengetahui adanya laporan kerusakan jalan dari masyarakat," tuturnya.

Dia berharap, jalan-jalan yang kerap kali mengalami kerusakan di Sidoarjo ini diganti dengan jalan dari beton supaya setiap tahun tidak keluar anggaran untuk melakukan perbaikan jalan.

"Nantinya anggaran yang digunakan untuk perbaikan jalan tersebut dialihkan ke alokasi lainnya yang sangat dibutuhkan oleh warga masyarakat di Kabupaten Sidoarjo," katanya.


Peduli Jalan, Pemkab Sidoarjo Luncurkan Aplikasi M-Bonk

Dinas PU Bina Marga Kabupaten Sidoarjo melaunching aplikasi M-BONK Sidoarjo. Aplikasi peduli jalan ini hasil kerjasama dengan Microsof dan Citynet.

Launching yang digelar di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo, Selasa (23/1/2016) dihadiri oleh perwakilan Microsoft Asia Mr steven C, perwakilan Microsoft Indonesia Rubent Catari, Forkopimda serta seluruh kepala SKPD Kabupaten Sidoarjo.

"Ada beberapa hal yang melandasi dibuatnya aplikasi M-BONK kerja sama dengan Microsoft ini, diantaranya keterlambatan penanganan kerusakan jalan, berdampak pada rasa kepuasan di masyarakat," Kata Kepala Dinas PU Bina Marga Sidoarjo Sigit Setyawa, dalam sambutannya.

Keluhan masyarakat soal kerusakan jalan menurut Sigit, kerap kali dilontarkan di media massa, media sosial, bahkan kadang langsung di infokan kepada kepala daerah. Dari seluruh laporan itu, memang respon masih belum cepat. Untuk itu, dengan memanfaatkan teknologi, maka respon perbaikan jalan akan bisa maksimal.

Selain itu, Sigit menegaskan tujuan launching aplikasi ini untuk meningkatkan kepedulian masyarakat akan kodisi jalan melalui media yang murah dan cepat, dan juga harus mendapatkan dukungan sepenuhnya dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

Dalam kegiatan  acara Launching ini, juga digelar MoU antara Bupati Sidoarjo dengan Microsoft, untuk program aplikasi M-BONK.Sidoarjo peduli jalan.

"Dengan MoU ini, kita akan bekerja keras membenahi masalah yang ada khususnya pembenahan infrastruktur jalan atau Embong, perbaikan infrastruktur itu kalau bisa mutunya yang lebih bagus atau lebih baik dengan sistem dicor, kalau jalan itu dicor akan lebih tahan lama, untuk menghemat anggaran dari pemerintah," Kata Bupati Sidoarjo Saiful Ilah selepas penandatanganan.


Sumber :
http://surabaya.tribunnews.com/2016/02/23/pemkab-sidoarjo-pakai-aplikasi-m-bonk-buatan-mahasiswa-universitas-kanjuruhan
http://regional.liputan6.com/read/2443485/ada-jalan-rusak-laporkan-lewat-aplikasi-m-bonk
https://news.detik.com/berita-jawa-timur/3149093/peduli-jalan-pemkab-sidoarjo-luncurkan-aplikasi-m-bonk
http://kelanakota.suarasurabaya.net/news/2016/167717-Sidoarjo-Punya-Aplikasi-Pantau-Jalan-Rusak

Related Posts