Saturday, December 10, 2022

Gedangan-Sruni Ditutup Sementara

Waspadai, Mulai 10 Desember Segmen Gedangan-Sruni Ditutup Sementara

Jumat, 9 Desember 2022

Peta pengalihan arus lalu lintas penutupan jalan segmen Gedangan-Sruni Sidoarjo

Iptu Abdul Kholil Kanit Turjawali Polresta Sidoarjo menyampaikan mulai Sabtu (10/12/2022) sampai Kamis (15/12/2022) akan ada penutupan sementara di dua titik sepanjang segmen Gedangan-Sruni, dalam rangka percepatan pembangunan jalan dan jembatan frontage Gedangan-Buduran.

Ia menjelaskan, penutupan pertama yaitu di sebelah timur simpang empat Gedangan karena ada pengerjaan pengeprasan jembatan untuk penyambungan frontage Gedangan-Buduran.

“Pengerjaan dilaksanakan jam 21.00-04.00 WIB ada penutupan total dari arah Gedangan mengarah ke Wedi atau Sedati demikian sebaliknya,” ujar Kholil saat mengudara di Radio Suara Surabaya, Kamis (8/12/2022).

Sedangkan untuk pengalihan arusnya, kendaraan yang mengarah ke Wedi/Sedati menuju Pasar Betro bisa melewati jalur alternatif.

“Aloha tekuk kiri, putar balik kanan, masuk Pasar Betro baru belok kanan. Alternatif masih bisa meski jam malam,” jelasnya.

Sementara untuk kendaraan dari arah Sedati, bisa melewati Pasar Betro lalu belok ke kanan menuju Aloha. Untuk kendaraan kecil juga bisa mengambil jalan lurus masuk Perumahan Puri Surya Jaya, sementara truk trailer diarahkan dari Aloha belok kanan melewati Pasar Betro, lalu belok kanan lagi menuju kawasan pabrik.

Kholil memastikan sudah menyampaikan kepada pelaksana proyek agar menyimpan alat-alat berat setelah pengerjaan ke lahan kosong di sekitar pembangunan frontage, supaya tidak mengganggu lalu lintas saat jalan sudah dibuka.

Titik kedua yang ditutup yaitu sisi timur traffic light Sruni arah ke perumahan sekitar Desa Punggul. Titik ini akan ditutup 24 jam selama tanggal 10-15 Desember mendatang.

Untuk pengalihan arus di titik ini, pengguna jalan akan diarahkan untuk menggunakan jalur alternatif di belakang Perumahan Puri Surya Jaya.

“Ini kan ke arah Punggul ketemunya. Di belakang Puri Surya dari arah Punggul ada jalan ke kanan, nanti ketemunya frontage depan Puri Surya Jaya,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut pihaknya meminta supaya masyarakat dapat mengantisipasi kepadatan di sisi jalan frontage depan Puri Surya Jaya mengarah ke rel kereta api.(dfn)


Sumber :

https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2022/waspadai-mulai-10-desember-segmen-gedangan-sruni-ditutup-sementara/

Tuesday, December 6, 2022

Produksi “zero-waste” Andalan UMKM

Produksi yang “zero-waste” kian jadi andalan UMKM batik #infoMenarik

Minggu, 2 Okt 2022 | 09:52 WIB

Pemilik jenama fesyen Shiroshima Indonesia Dian Nutri Justisia Shirokadt mengatakan produksi busana serta kreasi yang zero-waste atau minim limbah kian menjadi andalan serta pilihan para pengusaha mikro, kecil serta menengah (UMKM) batik.“Bukan cuma motif kontemporer, sekarang trennya lebih ke bahan yang reusable, serta potongan atau cut design-nya zero-waste, sehingga tidak menyisakan limbah kain,” kata Dian saat dijumpai di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut dia, zero-waste bukan sekadar konsep produksi yang mengikuti tren terkini, tetapi juga untuk mengurangi limbah fesyen, yang merupakan salah satu penyumbang limbah terbesar di dunia saat ini.

Untuk itu, pemilihan kain batik pun dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Dian memilih kain yang menggunakan serat alam yang penyerapannya kuat sehingga warnanya tidak gampang pudar, serta adem serta nyaman untuk dikenakan sehari-hari.

“Ini lebih sustainable. Selain itu, desain serta ukurannya pun sangat Persis demi tidak menyisakan sisa kain. Jika ada sisa (produksi) dapat dipergunakan untuk patchwork, topi, tas, serta lainnya,” ujar wanita asal Yogyakarta tersebut.

Pegiat batik sekaligus Founder Rasa Wastra Nusantara Monique Hardjoko menambahkan, UMKM memiliki peran yang penting dalam melestarikan batik melalui inovasi serta kreativitas seperti yang dilakukan Dian.

Bagi Monique, UMKM mampu mengingatkan banyak orang bahwa batik merupakan sebuah karya seni yang bermanfaat, penuh arti, serta melalui proses produksi yang dikerjakan dengan sepenuh hati oleh para pengrajinnya.

“Adanya UMKM ini ialah cara penting untuk jaga keberlangsungan batik Indonesia,” kata Monique.

“Selain berusaha menjadikan batik mendunia serta dapat dikenakan siapa saja, kehadiran UMKM batik juga mengingatkan akan prosesnya, serta menciptakan motif berlandasan kreativitas. Ini bukan hanya soal bisnis, tapi keberlangsungan batik yang sebenarnya, yaitu proses yang harus dijaga serta dilestarikan,” imbuhnya.


Sumber :

https://portalsidoarjo.com/2022/10/02/produksi-yang-zero-waste-kian-jadi-andalan-umkm-batik-infomenarik.html

Tuesday, November 22, 2022

Suvenir Resmi G20 dari Sidoarjo

Produk kerajinan kayu asal Sidoarjo jadi suvenir resmi G20

Senin, 7 November 2022 23:23 WIB

ANTARA - Pemerintah mengkurasi berbagai produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk dijadikan suvenir resmi Konferensi Tingkat Tinggi Kelompok 20 atau KTT G20 yang dijadwalkan berlangsung di Bali, 15 - 16 November 2022. Beberapa produk UMKM yang terpilih adalah kerajinan kayu asal Sidoarjo, Jawa Timur.(Hanif Nasrullah/Yovita Amalia/Sizuka)


Sumber :

https://www.antaranews.com/video/3228509/produk-kerajinan-kayu-asal-sidoarjo-jadi-suvenir-resmi-g20

Sunday, November 20, 2022

Pengasapan Ikan Tradisional di Sidoarjo

Pengasapan Ikan Tradisional di Sidoarjo Sejak 1970

Senin, 07 November 2022 22:10 WIB

 

Hampir seluruh rumah warga di Desa Penatarsewu, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, mengepulkan asap setiap harinya. Ini asap bukan sembarang asap, melainkan dari proses pengasapan ikan yang telah menjadi mata pencaharian warga sejak setengah abad lalu.

Desa Penatarsewu telah menjadi kampung ikan asap sejak tahun 1970. Saat ini, terdapat 80 tempat pengasapan ikan, di mana pemilik serta para pegawainya adalah warga desa setempat. Mereka mempertahankan pengasapan secara tradisional dengan menggunakan batok kelapa.

Cholik, Kepala Desa Penatarsewu mengatakan, kampung ikan asap ini sudah ada sejak tahun 1970. Dahulu, hanya ada beberapa warga saja namun sekarang ada 80 pembakar ikan di kampung tersebut.

"Satu hingga dua kuintal tidak sampai satu hari sudah habis. Di sini per harinya warga habis pengasapan itu 11 hingga 13 ton. Ada 80 an perajin. Anak sekolah kuliah sekarang sudah buka pengasapan sendiri," ucap Cholik, Senin, 7 November 2022.

Dengan mempertahankan proses pengasapan yang masih secara tradisional dan menggunakan ikan segar, tak salah bila desa ini selalu menjadi jujukan warga dari berbagai daerah, untuk membeli ikan asap khas desa ini untuk dikonsumsi sendiri hingga menjadi oleh-oleh.

"Harga ikan asap sendiri para perajin menawarkan 50 ribu rupiah per kilogram ikan asap," imbuhnya.

Ikan mujair dan nila merupakan andalan mereka. Dalam sehari mampu memproduksi hingga lebih dari 11 ton ikan asap, yang dipasarkan ke sejumlah pasar tradisional di kawasan Sidoarjo, Pasuruan, Mojokerto hingga Surabaya.

"Maka tak heran, kampung ini selalu menjadi jujukan warga dari luar daerah untuk membeli ikan asap," jelas Cholik.

Namun sayangnya, para perajin ikan asap ini kesulitan untuk memasarkan ke daerah yang lebih jauh, karena ikan asap buatan mereka hanya bertahan tiga hari saja.

Seperti yang dikatakan Nia Ainur, ia sengaja datang dari Surabaya ke Sidoarjo hanya untuk membeli ikan asap. Menurutnya, ikan asap di sini sudah terkenal kesegarannya.

"Terbukti enak fresh. Kemarin sudah beli dan enak sekarang beli lagi sudah 3 kali. Untuk di makan sama keluarga dan oleh-oleh tetangga. Pokoknya enak banget ditambah sambal kecap atau sambal terasi," kata Nia.

Hal serupa juga dikatakan Sinta. Ia sering kali pergi ke kampung ini untuk membeli ikan asap sebagai oleh-oleh keluarga di desanya.

"Ibu dan saudara saya senang sekali jika saya datang membawa oleh-oleh ikan asap ini. Tiap kali saya pulang kampung, mereka pasti nitip oleh-oleh ikan asap," ujar perempuan asal Trenggalek ini.


Sumber :

https://www.ngopibareng.id/read/pengasapan-ikan-tradisional-di-sidoarjo-sejak-1970

Thursday, October 27, 2022

Sepeda Kayu Kikajeng Sidoarjo

Uniknya Sepeda Kayu Kikajeng Buatan Pengrajin Lokal Sidoarjo 

27/10/2022

Sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia dan dunia, banyak masyarakat yang mencari kegiatan bermanfaat untuk membunuh rasa bosan. Salah satu kegiatan asyik untuk membunuh rasa bosan adalah berolahraga. 

Namun, tidak semua orang suka berolahraga di taman atau tempat-tempat umum dengan suasana yang keramaian. Jika Anda merasa demikian, mungkin olahraga yang cocok dicoba adalah bersepeda. Dengan bersepeda, Anda tidak perlu khawatir berkerumun dengan banyak orang karena olahraga ini bisa dilakukan sendiri secara fleksibel. 

Mengutip Kompas.com, Senin (14/3/2022), ada banyak manfaat yang bisa didapat dengan bersepeda, di antaranya menjaga berat badan, meningkatkan kesehatan mental, mengurangi emisi karbon, hingga meminimalisasi risiko terkena penyakit diabetes. 

Pilihan sepeda yang bisa digunakan pun beragam, mulai dari sepeda lipat, sepeda ontel, mountain bike (MTB), sepeda fixie, hingga sepeda kayu. Sepeda kayu bisa menjadi pilihan bagi Anda yang suka jenis sepeda unik atau anti-mainstream. Salah satu produksi sepeda kayu yang populer adalah sepeda kayu Kikajeng yang dibuat oleh Sukijan, pengrajin asal Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim). 

Tidak seperti pada umumnya yang terbuat dari material baja, sepeda kayu Kikajeng terbuat dari bahan utama kayu. Hal paling menarik dari sepeda buatan salah satu usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Jatim ini adalah pembeli dapat langsung memesan sepeda sesuai dengan desain dan model yang disukai. 

Hal itu menjadi salah satu nilai tambah bagi pengrajin untuk bisa memaksimalkan kreativitas yang dimiliki. Selain itu, pembeli juga memiliki model sepeda yang tampak beda seperti pada umumnya. Bagi Anda para kolektor sepeda, tak ada salahnya untuk memiliki salah satu sepeda kayu Kikajeng ini untuk berolahraga atau sekedar menjadi pajangan di rumah. 

Dengan membeli sepeda kayu Kikajeng, Anda sekaligus membantu pengrajin lokal dan pelaku UMKM di Indonesia. Tak hanya menampilkan sepeda kayu buatannya, Sukijan juga menerima berbagai macam jasa pembuatan mebel interior berbahan utama kayu, mulai dari kitchen set hingga perabotan rumah tangga. 

Anda bisa datang langsung mengunjungi workshop milik Sukijan, :Sepeda Kayu Kikajeng” di Jalan Merpati Nomor 37, RT07, RW04, Desa Betro, Kabupaten Sidoarjo, Sedati, Jatim. 

Pemesanan juga bisa dilakukan melalui nomor telepon dengan menghubungi Sukijan di 081332821610 atau Ivu Fajar di 088235891808. Dengan membeli sepeda kayu Kikajeng, Anda memberi dukungan bagi UMKM lokal Sidoarjo yang masih terus bergeliat demi berputarnya roda perekonomian.


Sumber :

https://umkm.kompas.com/read/2022/10/27/100000583/uniknya-sepeda-kayu-kikajeng-buatan-pengrajin-lokal-sidoarjo?page=all#page2.

Tuesday, September 6, 2022

Buang Biji Buah di Lahan Kosong

Pemkab Sidoarjo Bakal Imbau Warga Buang Biji Buah di Lahan Kosong

7 September 2022

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berencana mengeluarkan Surat Edaran/SE himbauan untuk membuang biji buah dilahan kosong. Hal ini dilakukan sebagai bentuk urgensi terhadap Global Warming atau pemanasan global .

Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor S.IP atau yang akrab dipanggil Gus Muhdlor itu mengatakan, fenomena pemanasan global dan perubahan iklim menjadi isu yang perlu dicarikan jalan keluarnya bersama-sama. Rencana itu ia sampaikan saat melakukan penanaman secara simbolis 9.903 bibit pohon program CSR “BRI Menanam” bersama Regional CEO Office BRI Surabaya Bustomi di Desa Telasih Kecamatan Tulangan, Selasa (6/9/2022).

“Upaya-upaya pencegahan harus terus dilakukan. Salah satunya dengan getol melakukan penanaman pohon. Butuh dukungan semua pihak agar gerakan penghijauan dapat berjalan,” ujarnya.

Gus Muhdlor juga berharap apa yang dilakukannya didukung oleh desa-desa yang ada. Gerakan penanaman ribuan pohon oleh Bank BRI harus diapresiasi juga oleh pihak desa. Salah satunya dengan merawat pohon yang diberikan. Dengan begitu kerusakan lingkungan dari efek rumah kaca bisa diminimalisir.

“Saya mengajak seluruh Kades agar nanti benar-benar bisa merawat apa yang sudah diberikan ini,”pintanya.

Gus Muhdlor mengatakan gerakan penanaman pohon akan menjawab isu global warming. Gerakan itu akan ia perkuat dengan himbauan pemanfaatan lahan kosong untuk penghijauan. Salah satunya dengan mengeluarkan SE yang menghimbau masyarakat agar membuang biji buah di lahan kosong. Jika konsep itu bisa terelisasikan, ia yakin 5 sampai 6 tahun mendatang akan tercipta lahan tropis hijau yang banyak pohon buah-buahan.

“Konsep ini masih kami bahas dan siapkan untuk Sidoarjo ke depan,” pungkasnya.


Sumber :

https://www.optika.id/pemkab-sidoarjo-bakal-imbau-warga-buang-biji-buah-di-lahan-kosong/2/



Kurangi Global Warming, Bupati Gus Muhdlor Siapkan Kebijakan Buang Biji Buah di Lahan Kosong 
Rabu, 7 Sep 2022


Global Warming atau pemanasan global menjadi isu yang banyak dibahas saat ini. Fenomena perubahan iklim itu terus dicari solusi mengatasinya. Kabupaten Sidoarjo melihat fenomena itu sebagai hal urgent yang perlu segera mendapatkan perhatian. Upaya saat ini yang dilakukan ialah gerakan penanaman pohon yang terus digencarkan Pemkab Sidoarjo.

Rencananya, program itu diperkuat Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor S.IP atau yang akrab dipanggil Gus Muhdlor itu dengan mengeluarkan Surat Edaran/SE himbauan untuk membuang biji buah dilahan kosong. Rencana itu ia sampaikan saat melakukan penanaman secara simbolis 9.903 bibit pohon program CSR “BRI Menanam” bersama Regional CEO Office BRI Surabaya Bustomi di Desa Telasih Kecamatan Tulangan, Selasa 06/09/2022.

Gus Muhdlor mengatakan fenomena perubahan iklim harus ditanggapi dengan serius. Upaya-upaya pencegahan harus terus dilakukan. Salah satunya dengan getol melakukan penanaman pohon. Butuh dukungan semua pihak supaya gerakan penghijauan dapat berjalan. Ia berterimakasih dukungan itu telah ditunjukkan oleh PT. Bank Rakyat Indonesia/BRI.

Gus Muhdlor juga berharap apa yang dilakukannya didukung oleh desa-desa yang ada. Gerakan penanaman ribuan pohon oleh Bank BRI harus diapresiasi juga oleh pihak desa. Salah satunya dengan merawat pohon yang diberikan. Dengan begitu kerusakan lingkungan dari efek rumah kaca dapat diminimalisir.

“Saya mengajak seluruh Kades supaya nanti benar-benar dapat merawat apa yang sudah diberikan ini,”pintanya.

Gus Muhdlor mengatakan gerakan penanaman pohon akan menjawab isu global warming. Gerakan itu akan ia perkuat dengan himbauan pemanfaatan lahan kosong untuk penghijauan. Salah satunya dengan mengeluarkan SE yang menghimbau masyarakat supaya membuang biji buah di lahan kosong. Jika konsep itu dapat terelisasikan, ia yakin 5 sampai 6 tahun mendatang akan tercipta lahan tropis hijau yang banyak pohon buah-buahan.

“Konsep ini masih kami bahas serta siapkan untuk Sidoarjo Kedepan,”pungkasnya.

Sementara itu Regional CEO Office BRI Surabaya Bustomi mengatakan program “BRI Menanam” merupakan


Sumber :
https://portalsidoarjo.com/2022/09/07/kurangi-global-warming-bupati-gus-muhdlor-siapkan-kebijakan-buang-biji-buah-di-lahan-kosongk.html

Sunday, September 4, 2022

Drone untuk Pemupukan Padi

Komunitas Milenial di Sidoarjo, Turut Kembangkan Drone untuk Pemupukan Padi

2 September 2022 18:54 PM

Kaum milenial Sidoarjo turut peduli dengan keberlangsungan pertanian di Kota Delta. Seperti yang dilakukan Komunitas Tunas Indonesia Raya (Tidar) Sidoarjo. Mereka mengembangkan teknologi drone untuk membantu petani.

Drone dengan ukuran yang tidak kecil itu dimanfaatkan untuk membantu sejumlah proses pertanian. Seperti pemupukan maupun penyemprotan padi.

Cara kerjanya, drone akan mengangkut cairan pupuk ataupun pestisida dengan volume tertentu. Kemudian drone diterbangkan di lahan pertanian dan menyemprotkan pupuk atau pestisida secara merata ke tanaman. Pemanfaatan teknologi itu tentu akan semakin mengefisienkan dan memudahkan kerja petani.

Sekretaris Umum Tidar Sidoarjo Achmad Ki Sabdo menerangkan, pengembangan drone itu bermula dari keresahan para pemuda di komunitasnya terkait kondisi pertanian di Sidoarjo. Banyak lahan pertanian yang beralih fungsi. Petani banyak yang memilih untuk menjual sawahnya. “Dijual untuk beli motor,” tuturnya.

Padahal, lanjut Ki Sabdo, lahan pertanian cukup potensial untuk terus dikembangkan. “Indonesia dulu juga jaya karena produksi pangannya,” terangnya.

Karena itulah para kaum milenial yang tergabung dalam Komunitas Tidar memiliki semangat tersendiri untuk memajukan dan mengembangkan pertanian. Drone itu juga jadi terobosan untuk menjadi solusi semakin minimnya buruh tani.

“Sekarang anak muda juga tidak banyak yang mau jadi buruh tani, lebih pilih kerja kantoran. Dengan drone bisa membantu kerja petani,” paparnya.

Selain pemanfaatan teknologi digital itu, komunitasnya juga tengah mengembangkan produksi pupuk. Termasuk budi daya bibit padi yang unggul.

Ketua Umum Tidar Sidoarjo, Aulia Giovanie Kadarsan menambahkan, pengembangan teknologi semacam itu juga diharapkan mampu merangsang muda-mudi di Sidoarjo agar lebih aktif dan peduli dalam kegiatan yang positif. Utamanya dalam turut mendongkrak perekonomian.

“Ini juga sejalan mendukung Indonesian yang bakal jadi tuan rumah Youth 20,” ucapnya.


Sumber :

https://radarsidoarjo.jawapos.com/features/02/09/2022/komunitas-milenial-di-sidoarjo-turut-kembangkan-drone-untuk-pemupukan-padi/

Related Posts