Tuesday, February 23, 2016

Aplikasi M-Bonk

Pemkab Sidoarjo Pakai Aplikasi M-Bonk Buatan Mahasiswa Universitas Kanjuruhan


Ide kreatif terkadang muncul dari hal yang tak terduga. Gara-gara bemper mobilnya penyok saat terjerembab jalan berlubang, empat mahasiswa Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) membuat aplikasi Road Report (ROAR).Aplikasi itu untuk melaporkan kondisi jalanan rusak ke pemerintah daerah. Gayung bersambut, aplikasi tersebut dibeli Pemkab Sidoarjo dan menjadi aplikasi M-Bonk yang pada Selasa (23/2/2016) diluncurkan.

Adalah Yoga Pratama, Fathur Rohim, Nurul Hakiki, dan Rico Santoso, mahasiswa jurusan Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi Unikama, yang menggagas aplikasi tersebut.

Pengalaman buruk menimpa mereka ketika sedang menuju Surabaya awal 2015. Mengendarai Honda Jazz yang dimodifikasi ceper, keempatnya melintasi Jalan Raya Porong.

Nahas, Yoga yang menjadi pengemudi tak melihat ada lubang cukup dalam hingga mobilnya terjerembab.
"Lubangnya tertutup genangan air. Setelah terjerembab, saya lihat kondisi ternyata bempernya penyok. Gara-gara pengalaman ini tercetus ide membuat aplikasi pelaporan jalan rusak," kenang Yoga saat ditemui SURYA.co.id di acara launching aplikasi M-Bonk di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo.

Agustus 2015, keempat mahasiswa ini melihat pengumuman lomba CityApp Apathon yang digelar Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga (BN) Sidoarjo. Merasa punya 'dendam' terhadap kondisi jalan di Kota Delta, mereka sepakat mengikuti lomba tersebut.

Tak butuh waktu lama, tiga minggu pengembangan, aplikasi yang diberi nama ROAR itu selesai.
"Akhirnya kami yang menang. 'Dendam' kami seperti terbalaskan. Hehehehe," tandas Rico.
Aplikasi ini bisa diinstal di smartphone berbasis Android, IOS, dan Windows. Cara kerjanya cukup memotret jalan yang rusak.

Secara otomatis, ketika memotret jalan rusak dan mengirim ke admin aplikasi, foto tersebut sudah terkoneksi dengan GPS.
"Jadi langsung bisa dilihat admin hasil foto itu ada di wilayah mana. Tidak akan mbleset karena langsung GPS. Jadi tidak mungkin memberi laporan palsu," jelas Rohim.

Keempatnya menerima hadiah uang Rp 10 juta. Hadiah tersebut mereka gunakan untuk mengembangkan aplikasi lain yang saat ini sedang dikerjakan.

"Kami sedang melalukan proyek memetakan seluruh wilayah Jatim, baik kondisi jalan, potensi bencana alam, dan lainnya. Kami sedang mengembangkan aplikasi pelaporan namun skalanya lebih luas," beber Hakiki yang diamini ketiga temannya.


Ada Jalan Rusak, Laporkan Lewat Aplikasi M-bonk

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur meluncurkan aplikasi bernama "m-bonk" untuk memudahkan masyarakat melaporkan kerusakan jalan. Nama aplikasi ini dari istilah Embong, sebutan jalan dlaam bahasa Jawa.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Sidoarjo, Sigit Setyawan, mengatakan dengan adanya aplikasi tersebut maka warga masyarakat bisa langsung mengadukan permasalahan kerusakan jalan yang ada di Sidoarjo.

"Aplikasi ini memudahkan kami untuk menerima laporan dari warga masyarakat terkait dengan kerusakan jalan, karena apilkasi ini bisa diakses dengan menggunakan telepon pintar atau dengan perangkat lainnya," kata dia di Pendopo Kabupaten Sidoarjo, seperti dilansir Antara, Selasa (23/2/2016).

Ia mengemukakan, saat ini sekitar 65 persen dari total 1.001 kilometer jalan yang ada di Sidoarjo berada dalam kondisi rusak. Jalan rusak itu diperparah dengan banjir yang sering melanda Kabupaten Sidoarjo.

"Sehingga, perbaikan harus cepat dilakukan supaya tidak membahayakan masyarakat," ucapnya.

Dengan adanya aplikasi tersebut, maka petugas PU Bina Marga Kabupaten Sidoarjo bisa bergerak cepat wilayah mana saja yang jalannya mengalami kerusakan dan jalan mana saja yang diprioritaskan perbaikannya.

"Kami juga akan menyesuaikan dengan program perbaikan kami wilayah mana saja yang harus diutamakan dan penting untuk segera dilakukan perbaikan jalan," kata Sigit.

Dia menjelaskan program ini merupakan komitmen dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang didukung CityNet Asia Pasific dan Microsoft Indonesia.

"Ini dilakukan bersama dengan masyarakat untuk mencapai infrastruktur jalan yang lebih baik dengan bantuan teknologi yang ada dalam aplikasi ini," katanya.

Bupati Sidoarjo Saiful Ilah sangat mendukung kegiatan yang dilakukan ini karena akan membantu pemerintah untuk mengetahui jalan mana saja yang mengalami kerusakan.

"Bahkan pada pemerintahan saya sebelumnya sudah berencana untuk membangun sistem seperti ini. Nantinya akan ada kendaraan berisi aspal dan perlengkapan lainnya yang bergerak cepat begitu mengetahui adanya laporan kerusakan jalan dari masyarakat," tuturnya.

Dia berharap, jalan-jalan yang kerap kali mengalami kerusakan di Sidoarjo ini diganti dengan jalan dari beton supaya setiap tahun tidak keluar anggaran untuk melakukan perbaikan jalan.

"Nantinya anggaran yang digunakan untuk perbaikan jalan tersebut dialihkan ke alokasi lainnya yang sangat dibutuhkan oleh warga masyarakat di Kabupaten Sidoarjo," katanya.


Peduli Jalan, Pemkab Sidoarjo Luncurkan Aplikasi M-Bonk

Dinas PU Bina Marga Kabupaten Sidoarjo melaunching aplikasi M-BONK Sidoarjo. Aplikasi peduli jalan ini hasil kerjasama dengan Microsof dan Citynet.

Launching yang digelar di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo, Selasa (23/1/2016) dihadiri oleh perwakilan Microsoft Asia Mr steven C, perwakilan Microsoft Indonesia Rubent Catari, Forkopimda serta seluruh kepala SKPD Kabupaten Sidoarjo.

"Ada beberapa hal yang melandasi dibuatnya aplikasi M-BONK kerja sama dengan Microsoft ini, diantaranya keterlambatan penanganan kerusakan jalan, berdampak pada rasa kepuasan di masyarakat," Kata Kepala Dinas PU Bina Marga Sidoarjo Sigit Setyawa, dalam sambutannya.

Keluhan masyarakat soal kerusakan jalan menurut Sigit, kerap kali dilontarkan di media massa, media sosial, bahkan kadang langsung di infokan kepada kepala daerah. Dari seluruh laporan itu, memang respon masih belum cepat. Untuk itu, dengan memanfaatkan teknologi, maka respon perbaikan jalan akan bisa maksimal.

Selain itu, Sigit menegaskan tujuan launching aplikasi ini untuk meningkatkan kepedulian masyarakat akan kodisi jalan melalui media yang murah dan cepat, dan juga harus mendapatkan dukungan sepenuhnya dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

Dalam kegiatan  acara Launching ini, juga digelar MoU antara Bupati Sidoarjo dengan Microsoft, untuk program aplikasi M-BONK.Sidoarjo peduli jalan.

"Dengan MoU ini, kita akan bekerja keras membenahi masalah yang ada khususnya pembenahan infrastruktur jalan atau Embong, perbaikan infrastruktur itu kalau bisa mutunya yang lebih bagus atau lebih baik dengan sistem dicor, kalau jalan itu dicor akan lebih tahan lama, untuk menghemat anggaran dari pemerintah," Kata Bupati Sidoarjo Saiful Ilah selepas penandatanganan.


Sumber :
http://surabaya.tribunnews.com/2016/02/23/pemkab-sidoarjo-pakai-aplikasi-m-bonk-buatan-mahasiswa-universitas-kanjuruhan
http://regional.liputan6.com/read/2443485/ada-jalan-rusak-laporkan-lewat-aplikasi-m-bonk
https://news.detik.com/berita-jawa-timur/3149093/peduli-jalan-pemkab-sidoarjo-luncurkan-aplikasi-m-bonk
http://kelanakota.suarasurabaya.net/news/2016/167717-Sidoarjo-Punya-Aplikasi-Pantau-Jalan-Rusak

Monday, February 8, 2016

Banjir di Sidoarjo

Banjir Rendam Ribuan Rumah di Empat Kelurahan di Sidoarjo  

Sejumlah kelurahan dan ruas jalan Kota Sidoarjo, Jawa Timur, terendam air akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama empat jam lebih pada Jumat sore kemarin. Genangan itu belum surut hingga sekarang, Sabtu, 6 Februari 2016.

Berdasarkan pantauan Tempo, kelurahan yang terendam banjir antara lain Kelurahan Bluru, Pucang, Sidoklumpuk, dan Sidokare. Semuanya berada di Kecamatan Sidoarjo Kota. Adapun ruas jalan kota yang terendam air adalah Jalan Kartini, Yos Sudarso, KH Mukmin, dan Jaksa Agung Suprapto.

Akibat genangan air itu, ribuan rumah warga di empat kelurahan tersebut terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi, dari setinggi mata kaki hingga dada orang dewasa. Selain itu, genangan tersebut membuat kemacetan di ruas jalan kota.

Amin Mustofa, 21 tahun, warga Perum Sidokare Asri, mengatakan setiap kali musim hujan tiba seperti sekarang, banjir kerap menggenangi perumahannya. "Namun banjir kali ini bisa dikatakan paling parah, meski jalan sudah ditinggikan," tuturnya.

Fatimah, 55 tahun, warga Sidokare, mengaku sampai saat ini tidak ada bantuan ataupun perhatian dari pemerintah setempat. "Padahal banjir sudah kerap terjadi dan sekarang paling parah," kata ibu yang rumahnya persis di pinggir Jalan Sidokare ini.

Menurut dia, selain karena intensitas hujan yang tinggi, banjir yang melanda desanya itu terjadi karena sistem drainase yang buruk. Karena itu, dia berharap pemerintah segera mengatasinya sehingga dia dan warga lain tidak dipusingkan lagi oleh banjir.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pengairan Kabupaten Sidoarjo Fatchur Rahman belum bisa dimintai keterangan. Pesan pendek dan telepon yang dilayangkan Tempo tak kunjung dibalas. Demikian pula Penjabat Bupati Sidoarjo Jonathan Judianto.

https://nasional.tempo.co/read/news/2016/02/06/058742784/banjir-rendam-ribuan-rumah-di-empat-kelurahan-di-sidoarjo


Curah Hujan Tinggi, Sidoarjo Tergenang

Tingginya curah hujan di sebagian wilayah Jawa Timur beberapa hari terakhir ini berdampak kepada timbulnya genangan atau banjir di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Salah satu wilayah yang berpotensi tergenang banjir adalah Kelurahan Sidokare, Kabupaten Sidoarjo.

Di wilayah ini sebanyak 150 rumah warga digenangi air hingga lutut kaki dewasa.

Selama banjir warga setempat hanya berharap agar air segera surut, sebab genangan air di sungai di atas ambang batas. ‘Aktifitas warga berjalan normal meski rumah telah dimasuki air,” ungkap Nurul Huda.

Rumah warga yang berada di bantaran sungai dipastikan air masuk rumah hingga lutut orang dewasa. Bukan itu saja, perumahan di Sidokare juga digenangi banjir.

Sementara itu guna meringankan beban warga yang tergenang banjir, BPBD Kab Sidoarjo membagikan paket sembako sebanyak 250 paket.

Paket tersebut disampaikan secara simbolis kepada tojoh masyarakat untuk disalurkan kepada warga yang tergenang banjir.

Berdasarkan catatan BPBD Kab Sidoarjo, kawasan Sidokare menjadi wilayah dalam pantauan bencana banjir. Hampir setiap tahun kawasan tersebut menjadi langganan banjir.

“Untuk sementar kami beri bantuan sembako lebih dahulu, sambil koordinasi dengan dinas teknis lainnya,” ungkap Kepala BPBD Kab Sidoarjo Dwijo Prawito.

http://surabayanews.co.id/2016/02/08/43550/curah-hujan-tinggi-sidoarjo-tergenang.html


Banjir di Sidoarjo Langganan Tiap Tahun

Curah hujan deras, Jumat (5/2/2016) siang hingga malam kemarin, menyebabkan beberapa titik seperti Jalan Kapasan Sidokare, Kutuk Barat, dan Jalan Riyadhus Sholikin, Kabupaten Sidoarjo, tergenang banjir hingga Sabtu (6/2/2016).

Genangan air, di Jalan Riyadhus Sholikin tingginya sekitar 30 centimeter, Jalan Kapasan Sidokare 50 hingga 60 centimeter, dan di Jalan Kutuk Barat ketinggian sekitar 30 hingga 40 centimeter. Sehingga menyebabkan banyak air masuk ke dalam rumah warga sekitar.

Menurut Solikhawati, warga Kapasan Sidokare, Kecamatan Sidoarjo, banjir di depan rumahnya itu langganan terjadi tiap tahun, ketika memasuki musim hujan. "Tiap tahun di sini (Kapasan Sidokare, red) sudah jadi langganan banjir," kata Solkhawati, kepada suarasurabaya.net, Sabtu (6/2/2016).

Untuk banjir di Kapasan Sidokare dan Kutuk Barat juga menyebabkan kendaraan yang melintas mogok. Mereka terpaksa harus mendorong dan ada yang banyak kembali menghindari banjir.

Selain itu, warga sekitar juga banyak memasang tempat duduk ataupun kursi di tengah jalan, secara melintang. Agar, kendaraan yang melintas, baik motor dan mobil tidak melaju dengan kecepatan tinggi.

Banjir di Kapasan Sidokare dan Kutuk Barat, sebuah sekolah dasar, siswanya terpaksa dipulangkan lebih cepat, karena ruang kelasnya kebanjiran. (bry/dop/ipg)

http://www.suarasurabaya.net/fokus/735/2016/166847-Banjir-di-Sidoarjo-Langganan-Tiap-Tahun


Ini Penyebab Terjadinya Banjir di Sidoarjo

Genangan banjir di wilayah Kapasan Sidokare dan Kutuk Barat, Sidoarjo memang dekat dengan mesin pompa penyedot air. Namun pompa belum bisa maksimal berperan, faktornya cukup beraneka ragam.
Seperti dikatakan Jaminun, seorang penjaga mesin pompa Sidokare, faktor penyebab banjir itu seperti sungai meluap, kotoran sampah ada di saluran gorong-gorong dan sungai. Sehingga menyebabkan debit volume air makin tinggi dan terjadi banjir saat hujan deras.

"Penyumbatan di saluran gorong-gorong menuju saluran mesin pompa penyedot air yang akan dibuang ke sungai sebabkan banjir," kata Jaminun, kepada suarasurabaya.net, Sabtu (6/2/2016).

Untuk faktor lainnya, karena masyarakat banyak membuang sampah di sembarang tempat. Seperti di sungai ataupun di tempat gorong-gorong, sehingga banyak kotoran sampah yang menyumbat saluran air menuju mesin pompa, ketika terjadi banjir.

"Banyak kotoran sampah ditemukan di penyekat pemisah dengan saluran air ke mesin pompa penyedot, yang nantinya air dibuang ke sungai," ujar dia.

Banyaknya kotoran sampah tersebut, Jaminun harus mengambil kotoran secara manual. Agar, saluran air menuju mesin pompa penyedot air tidak tersebut.

Secara terpisah Solikhawati juga mengaku, kalau banjir di Jalan Kapasan Sidokare dan Kutuk Barat tiap tahun selalu jadi langganan banjir. Airnya juga masuk ke dalam rumah.

Meski lantai rumahnya sudah ditinggikan, faktor penyebabnya juga senada dengan Jaminun, yaitu masalah gorong-gorong dan sampah.

"Jalannya di depan rumah juga sudah ditinggikan, tapi masih tetap banjir. Terus selokan got (gorong-gorong itu kecil, red) dan banyak sampah," kata Solikhawati. (bry/ipg)

http://kelanakota.suarasurabaya.net/news/2016/166850-Ini-Penyebab-Terjadinya-Banjir-di-Sidoarjo

Friday, November 13, 2015

KH. Nawawi

Masyarakat Sidoarjo Dan Mojokerto Napak Tilas Perjuangan KH. Nawawi

Gugurnya pejuang syuhada KemerdekaanRepublik Indonesia (RI) KH. Nawawi diperingati oleh ribuan masyarakat Sidoarjo dan Mojokerto dengan melakukan napak tilas, Sabtu (6/11/2015).

KH. Nawawi yang gugur di Dusun Sumantoro, Desa Plumbungan, Kecamatan Sukodono menjadi tempat start napak tilas menuju Pondok Pesantren An-Nawawi Kota Mojokerto.

Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Sidoarjo Drs. Ec. Jonathan Judianto M.MT dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo H. Sullamul Hadi Nurmawan, S.Thi secara bergiliran memberangkatkan napak tilas yang dimeriahkan dengan undian 1 unit sepeda motor tersebut.

Sebelum dimulai napak tilas, aksi teatrikal yang mengkisahkan gugurnya pejuang Kemerdekaan RI KH. Nawawi saat melawan penjajah Belanda yang disuguhkan oleh Banser dari Sooko-Mojokerto.

Dalam teatrikal tersebut digambarkan bahwa KH. Nawawi yang kebal dengan peluru itu, akhirnya gugur dengan empat luka tusukan pisau bayonet tentara Belanda tepat dilehernya.

Ditempat itulah akhirnya dibuatkan monumen untuk mengingat perjuangan KH. Nawawi yang gugur pada tanggal 22 Agustus 1946 di Dusun Sumantoro, Desa Plumbungan-Sukodono dalam melawan Belanda.

Ps Bupati Sidoarjo Jonathan Judianto mengatakan bahwa kegiatan napak tilas ini merupakan bukti kalau generasi muda penerus bangsa menghargai jasa-jasa pahlawannya dan berharap napak tilas seperti ini akan menjadi tradisi untuk dilestarikan serta dikembangkan.

“Saya merasa bangga, kita sebagai generasi penerus bangsa akan terus melaksanakan dan terus mendharma baktikan hidup kita sebagaimana leluhur kita yang telah berjasa membangun Indonesia,” katanya.

Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo H. Sullamul Hadi Nurmawan mengungkapkan bahwa napak tilas bukan sekedar berjalan kaki menuju tempat dimakamkannya KH. Nawawi di Mojokerto, namun sebagai bagian untuk mengenang dan merasakan bagaimana perjuangan KH. Nawawi dalam mengusir penjajah.

“Napak tilas bukan hanya sekedar berjalan, tetapi bagaiman kita bisa meniru, bagaimana kita bisa merasakan perjuangan beliau melawan penjajah,” ungkapnya.

Salah satu cicit KH. Nawawi yang juga anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo H. Khulaim Junaedi menceritakan riwayat perjuangan KH. Nawawi yang lahir tahun 1886 di Dusun Les Padangan, Desa Terusan, Kabupaten Mojokerto merupakan pendiri organisasi Nahdlatul Ulama (NU) pertama kali di Mojokerto.

Saat remaja KH. Nawawi pernah menjadi santri KH. Hasyim Asyari di Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang, pernah menjadi santri KH. Qosim, Desa Siwalan Panji-Buduran serta KH. Sholeh-Mojosari dan KH.Kholil, Kademangan-Bangkalan.

“Beliau aktif dalam organisasi keagamaan, beliau pendiri NU di Mojokerto pertama kali pada tahun 1928,” ucapnya.

Dikatakan oleh H. Khulaim bahwa pada saat revolusi fisik, KH. Nawawi mejabat sebagai komandan Laskar Sabilillah yang turun langsung memimpin pergerakaan melawan penjajah, dimana wilayah yang menjadi pergerakannya meliputi Mojokerto, Kedamean-Gresik dan Sepanjang serta Sukodono-Sidoarjo.

KH. Nawawi akhirnya gugur pada tanggal 22 Agustus tahun 1946 setelah dikeroyok pasukan Belanda di Dusun Sumantoro, Desa Plumbungan Kecamatan Sukodono.

Jenazahnya kemudian di tandu oleh pasukan Laskar Sabilillah menuju rumah duka di Kelurahan Jagalan, Kecamatan Magersari-Mojokerto dan dimakankan dipemakaman umum Desa Losari, Kecamatan Gedek, Kabupaten Mojokerto.

“Pada malam hari inilah kita peringati perjalanan jenazah beliau dari Desa Plumbungan menuju kekediamannya di Mojokerto bpada tahun 1946 lalu,” pungkasnya. (imams)


Sumber :
http://www.beritasidoarjo.com/?p=7976

Sunday, September 20, 2015

Bus Trans Sidoarjo (BTS)


Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo rencananya meresmikan Bus Trans Sidoarjo (BTS), Senin (21/9/2015).Peresmian ini ditandai uji coba 10 bus berkelir biru sumbangan Kementerian Perhubungan oleh Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah. Pemberangkatan pertama bus ini digelar di kantor Dinas Perhubungan di Jalan Raya Candi. Bus akan diberangkatkan Pak Bupati dari kantor Dishub menuju ke hatle di Porong.

Dari Porong, bus akan melanjutkan perjalanan kembali sesuai rute menuju Terminal Purabaya atau Bungurasih. Rute yang dilewati antara lain, Larangan, Lemahputro, Jalan Pahlwan, Taman Pinang dan langsung masuk ke Tol Sidoarjo Kota.

Uji coba Bus Trans Sidoarjo (BTS) digelar Senin (20/9). Dinas Perhubungan (Dishub) mengerahkan 10 dari 30 armada BTS. Untuk hari pertama uji coba, masyarakat bisa memanfaatkannya tanpa harus mengeluarkan biaya. Masyarakat bisa memilih rute sesuai kebutuhan dan tak perlu mengeluarkan uang sepeser pun.

Namun, fasilitas gratis ini hanya berlaku satu hari saja. Setelah peresmian, bus bantuan dari Kementerian Perhubungan ini tak lagi gratis. Dishub menetapkan tarif BTS Rp 5000 sekali jalan. Tarif ini berlaku baik jarak terdekat maupun terjauh.

Joko menegaskan, tarif ini tak akan membebani masyarakat. Dia bedalih, BTS bisa lebih murah dan hemat ketimbang menggunakan kendaraan pribadi. Bus berwarna biru ini bisa mengangkut sampai 60 penumpang. Bus warna biru ini, bisa mengangkut sampai 55 penumpang tempat duduk dan 33 berdiri. Sasaran utama BTS adalah pengendara sepeda motor.

Selain lebih hemat, BTS juga diharapkan bisa mengurangi kemacetan terutama di jam berangkat dan pulang kerja.

Jalur yang akan dilalui yakni Porong hingga Terminal Purabaya - Imigrasi pulang- pergi (PP) dengan lewat tol melalui pintu Tol Sidoarjo.



Sumber :
http://surabaya.tribunnews.com/2015/09/20/ingin-rasakan-bus-trans-sidoarjo-besok-ya
http://surabaya.tribunnews.com/2015/09/20/besok-bus-trans-sidoarjo-gratis-setelah-itu-bayar
http://www.bangsaonline.com/berita/14223/hari-ini-uji-coba-bus-trans-sidoarjo-gratis
http://www.sidoarjonews.com/besok-gratis-10-bus-trans-sidoarjo-di-resmikan/

Tuesday, August 11, 2015

Gitar Terbaik di Dunia dari Sidoarjo

GITAR TERBAIK DUNIA 2012 TERNYATA DARI SIDOARJO

Tidak tanggung-tanggung, tiga tipe produk Rick Hanes menggondol predikat gitar terbaik. Secara berurutan, tiga peringkat teratas diduduki gitar Rick Hanes tipe Chris Bickley DR Pro, Rick Hanes Avenix, dan Rick Hanes DR Medium. Selain itu, tipe Chris Bickley DR Pro menyabet penghargaan untuk kategori Artist Signature Guitar of The Year.

Tentu saja pemilik Rick Hanes, Doddy Hernanto, bangga. Alat musik petik keluaran Doddy dianggap lebih hebat di antara 362 gitar dari 52 merek yang diseleksi Guitar Planet. Merek-merek yang dikalahkan Rick Hanes pun adalah gitar papan atas seperti Fender, Ibanez, Yamaha, dan Gibson.

"Gitar buatan kita ini diakui di dunia. Kita patut bangga, karena berhasil membawa dan mengangkat nama bangsa,” kata pria yang akrab disapa Mr. D tersebut.

Rick Hanes mulai memproduksi gitar-gitar juara sejak akhir 2010. Sedikitnya 50 karyawan terlibat dalam produksi tersebut. Nama Rick Hanes diambil dari penggalan nama anak Tommy Kaihatu, Patrick Hanes. Tommy yang juga pemilik Rick Hanes adalah adik kandung Mr. D.

Untuk menjaga kualitas alat musik petik tersebut, Mr D dan Tommy membatasi produksi. Meski permintaan deras mengalir, Rick Hanes hanya memproduksi 25 unit per bulan. Kayu yang diambil pun tidak boleh sembarangan.

Menurut Mr D, kayu yang dijadikan bahan baku Rick Hanes antara lain maple, mahogany, dan rosewood yang hanya tumbuh di Amerika Serikat dan Eropa. "Membuat gitar itu lebih menggunakan rasa. Kami tidak mau asal-asalan," kata pria berusia 52 tahun tersebut.

Tak perlu lagi meragukan kualitas produk asli Indonesia. Karena kini, dunia sudah mengakuinya.


Sumber :
http://www.cheersbanggaindonesia.com/gitar-terbaik-dunia-2012-ternyata-dari?utm_source=facebookads&utm_medium=multipleads&utm_content=gitarterbaik&utm_campaign=cheersindo

Sunday, August 2, 2015

Polemik PKL Taman Pinang Sidoarjo

Mei 2015
Ini Alasan Warga Suka Belanja di PKL Taman Pinang Sidoarjo

Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang jalan Perumahan Pinang mengundang polemik. Di satu sisi, keberadaan PKL ini membuat kawasan elit itu macet dan kotor. Di sisi lain, PKL ini menjadi favorit warga Sidoarjo berbelanja murah sekaligus hiburan rakyat.

SURYA.co.id mewawancarai seorang pengunjung bernama Hadi Pramono. Warga Tulangan itu mengaku rutin datang setiap minggu ke kawasan Taman Pinang. Menurutnya, ratusan PKL di sana membantu masyarakat kecil sepertinya mendapatkan barang berkualitas dengan harga murah.

"Pakaian impor di sini berkisar antara Rp 35.000 sampai Rp 80.000. Ya cukup murah dan sesuai kantong masyarakat bawah seperti saya. Meski murah, barangnya bagus mirip-mirip yang di mal," ujar pria 45 tahun itu, Minggu (17/5/2015).

Hadi selalu mengajak keluarganya bila berkunjung ke Taman Pinang. Bukan hanya Hadi, pengunjung lain, Ainun Najibah, mengaku senang berbelanja di PKL Taman Pinang. Menurut remaja 17 tahun itu, dia datang ke Taman Pinang sekedar untuk cuci mata. Biasanya dia datang setelah olah raga pagi di area GOR Sidoarjo.

"Asiyk suasananya. Bisa cuci mata lihat-lihat barang yang dijual. Ada hijab modern, hiasan dinding sampai kalau lapar ada banyak jajanan murah. Ya seperti ini," ujar Ainun sembari menjunjukkan cilok, kudapan tepung mirip bakso.

Diberitakan sebelumnya ratusan pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Perumahan Taman Pinang tetap berjualan. Mereka menggelar dagangan menggunakan mobil meski ada penolakan dari warga perumahan yang merasa terganggu.


http://surabaya.tribunnews.com/2015/05/17/ini-alasan-warga-suka-belanja-di-pkl-taman-pinang-sidoarjo

Hari Libur, PKL Padati Kawasan Perumahan Taman Pinang Sidoarjo

Ratusan pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Perumahan Taman Pinang tetap berjualan.Pantauan SURYA.co.id, Minggu (17/5/2015), mereka menggelar dagangan menggunakan mobil meski ada penolakan dari warga perumahan yang merasa terganggu.

Seperti hari libur sebelumnya, para PKL ini memadati pinggir jalan di perumahan elit tersebut.
Mereka menggantung dagangan di mobil dan di sekitarnya. Kondisi lalu lintas di kawasan ini memang padat karena pengendara jalan memarkir kendaraan sembarangan.

Sebelumnya, perwakilan warga perumahan khususnya RT 38 menolak keberadaan PKL.
Selain mengubah fungsi fasilitas umum, warga di sana terganggu karena kemacetan di akses keluar masuk perumahan.

http://surabaya.tribunnews.com/2015/05/17/hari-libur-pkl-padati-kawasan-perumahan-taman-pinang-sidoarjo


DPRD Sidoarjo Usul Taman Pinang Car Free Day

Rapat dengan pendapat antara pedagang kaki lima (PKL) bermobil Taman Pinang dan DPRD Sidoarjo, Rabu (27/5), tidak membuahkan keputusan apapun.Namun, wakil rakyat berjanji akan memberikan solusi terbaik bagi PKL. Rencananya, Kamis (28/5/2015), dewan akan memanggil warga Perumahan Taman Pinang Indah (TPI).

“Kami akan mengundang warga perumahan, mulai dari yang mengklaim sebagai paguyuban warga sampai perangkat pemerintahan teredah di sana seperti RT dan RW. Kami ingin mendapatkan informasi dari semua pihak yang berkaitan dengan masalah ini," ujar Ketua DPRD Sullamul Hadi Nurmawan.

Setelah mendengar pendapat dari warga, DPRD akan memanggil pihak Satpol PP dan dinas lain yang terkait. Dalam hearing tadi, ada banyak usulan menarik untuk menjaga eksistensi PKL bermobil ini.
Wawan, panggilan Sullamul, menilai Sidoarjo membutuhkan sentra PKL yang spesifik dan PKL bermobil ini bisa jadi contoh.

“Kita tidak punya PKL yang spesifik. Surabaya saja punya. Masalahnya memang tinggal bagaimana kita mengatur ini agar tidak terjadi gesekan. Misalnya masalah penempatan dan kebijaksaan lain yang memenuhi unsur win win solution,” ujar politisi muda asal PKB itu.

Ketua Komisi A, Wishnu Pradana, mengusulkan, kawasan Taman Pinang dijadikan titik car free day setiap hari minggu dan hari besar lainnya. Usulan ini bisa mengurangi karut marut kawasan tersebut. Bila kawasan itu bebas dari kendaraan, maka tidak akan ada kemacetan di saat PKL menggelar dagangan di sana.

”Usul saya ada car free day. Tapi harus ada solusi yang berkaitan dengan parkir dan akses warga perumahan di sana. Namun, tentu saja usulan ini harus dibahas dengan melibatkan semua yang berkepentingan. Di satu sisi PKL ini kan penggerak roda ekonomi rakyat. Di sisi lain, kita juga tidak bisa abai hak warga,” kata politisi PDIP itu.

http://surabaya.tribunnews.com/2015/05/27/dprd-sidoarjo-usul-taman-pinang-car-free-day


Parkir Truk Melintang, Satpol PP Bantah Blokade Taman Pinang Indah

Keberadaan Satpol PP dalam polemik antara warga dan pedagang kaki lima (PKL) Perumahan Taman Pinang (TPI) dipertanyakan perwakilan PKL.Pasalnya, objek jalan yang diributkan warga dan pedagang statusnya diklaim warga sebagai fasilitas umum (fasum).

"Apa urgensinya satpol larang kami jualan? Satpol itu kan ngurusi perda. Lha kalah jalan ini diklaim warga masih fasum, satpol tidak berhak larang kami jualan. Apalagi memblokade jalan," ujar Eka Wulandhari, koordinator pedagang, Minggu (31/5/2015).

Kasatpol PP Mulyawan membantah memblokade akses keluar masuk Perumahan TPI.
Menurutnya, wargalah yang memblokade jalan. Dia hanya mengamankan dari luar saja.

"Itu karena aspirasi warga. Kami hanya ingin mengembalikan fungsi jalan" ujarnya usai mediasi uang berakhir deadlock.

Namun, apa yang diucapkan Mulyawan berbeda di lapangan. Sejak minggu lalu, ratusan anggota satpol PP terlibat langsung dalam pembubaran PKL.

Truk mereka diparkir melintang di akses keluar masuk utama perumahan elit itu.
Blokade akses ini juga terjadi pada hari ini. Truk milik satpol PP diletakkan melintang hingga menutupi lebih dari separuh ruas jalan.

Hanya saja, minggu ini petugas satpol PP lebih longgar. Minggu lalu satpol PP menyeleksi pengendara jalan yang hendak masuk perumahan.

"Seharusnya, satpam perumahan yang melarang kami. Bukan satpol PP. Satpol PP itu kan alat negara bukan alat perumahan. Jelas-jelas warga mengklaim lahan itu fasum mereka kok Satpol PP yang turun tangan" keluh Eka Wulandhari.

http://surabaya.tribunnews.com/2015/05/31/parkir-truk-melintang-satpol-pp-bantah-blokade-taman-pinang-indah



Juni 2015
PKL Taman Pinang Demo DPRD Sidoarjo

Puluhan perwakilan pedagang kaki lima (PKL) Perumahan Taman Pinang Indah (TPI) menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Sidoarjo, Senin (1/6/2015).Mereka menggelar poster bertuliskan penolakan penertiban terhadap PKL bermobil di TPI.

Aksi ini merupakan bentuk dukungan bagi perwakilan mereka yang ikut hearing dengan warga TPI, Satpol PP dan pimpinan DPRD.

"Kami ingin menyampaikan ke wakil rakyat bahwa kami juga memiliki hak untuk mendapatkan penghidupan," kata koordinator aksi, Eka Wulandhari.

Dia berharap hearing ini membuahkan hasil baik buat para PKL. Apalagi, beberapa anggota DPRD sempat mencetuskan ide tentang car free day di TPI untuk mengakomodir holiday street show. "Kami masih yakin wakil rakyat ini konsisten memberikan solusi," katanya.

Eka menuding Satpol PP tebang pilih dalam melakukan penertiban. Mereka menganggap, penertiban di kawasan tersebut hanya mengincar dagangan mereka saja.

"Kalau mau adil dan menerapkan perda seperti kata Satpol PP, itu PKL di kawasan (Perumahan) Gading Fajar yang buka dari pagi sampai malam tidak pernah disentuh. Selama ini hanya kami yang ditertibkan," keluhnya.

http://surabaya.tribunnews.com/2015/06/01/pkl-taman-pinang-demo-dprd-sidoarjo


Hari Ini, "'Vonis" PKL Bermobil Taman Pinang Sidoarjo Diputuskan

Polemik antara pedagang kaki lima (PKL) dan warga Taman Pinang Indah (TPI) bakal diputuskan Kamis (4/6/2015).Difasilitasi Ketua DPRD Sidoarjo, Sullamul Hadi Nurmawan, 'vonis' nasib pedagang bermobil ini digedok siang ini.

Dalam hearing, hadir sejumlah pejabat terkait dari Polres Sidoarjo, Satpol PP, Ketua Komisi C Nur Ahmad Syaifudin, Asisten III Handayani dan Kepala Dinas Koperasi, UMK, Perdagangan dan ESDM Fenny Apridawati.

"Kami ingin masalah ini selesai hari ini. Solusi harus menguntungkan warga dan pedagang. Sementara pedagang bisa berjualan di Jalan Ponti sembari menunggu tempat dari pemkab. Saya ingin PKL ini jadi proyek percontohan," kata Sullamul.

Diberitakan sebelumnya, polemik ini mencuat ketika warga TPI menolak keberadaan PKL bermobil.
Warga mengklaim, jalan yang dipakai pedagang adalah fasilitas umum perumahan.
Meski begitu, klaim itu dipertanyakan karena sejak 2008 pemkab sudah menangani jalan itu menggunakan APBD.

http://surabaya.tribunnews.com/2015/06/04/hari-ini-vonis-pkl-bermobil-taman-pinang-sidoarjo-diputuskan


Agustus 2015
2 Bulan Terusir, PKL Bermobil Taman Pinang Sidoarjo Balik Kucing

Ratusan pedagang kaki lima (PKL) bermobil kembali memenuhi ruas jalan di Lingkar Barat, Perumahan Taman Pinang, Minggu (2/8/2015).Para PKL itu kembali setelah beberapa bulan diusir dari kawasan perumahan elit tersebut.

Pantauan SURYA.co.id, para pedagang berdatangan sejak pagi-pagi sekali. Mereka menggelar dagangan mulai dari kuliner, asesoris dan pakaian.

"Sebenarnya minggu lalu kita mulai jualan tapi tidak banyak pedagang yang datang," ujar seorang pedagang.

Sebelum kembali ke Taman Pinang, para pedagang ini diberi tempat di Jalan Raya Ponti.
Namun, pemindahan ini dirasa pedagang tidak membawa keuntungan bagi mereka. Jam operasional di Ponti pun reletif singkat yakni mulai pukul 06.00 WIB sampai 10.00 WIB.

Sedangkan di Taman Pinang, para pedagang premium ini bisa menjajakan barangnya sejak pukul 05.00 WIB sampai 12.00 WIB.

Mereka merasa nyaman di Taman Pinang karena lebih ramai dan terbiasa di lokasi tersebut.
Para pembeli di Taman Pinang tadi pagi terpantau ramai. Hanya saja, tidak semua pedagang kembali ke Taman Pinang.

"Belum semua mungkin karena masih takut. Tapi mudah-mudahan kami bisa cari makan lagi di sini," harapnya.

Kepala Satpol PP Mulyawan belum memberikan komentarnya. Surya menghubungi ponsel Mulyawan namun tidak terangkat. Begitu juga dengan Ketua Paguyuban Pedagang Taman Pinang, Eka Wulandari yang ponselnya tidak aktif.

http://surabaya.tribunnews.com/2015/08/02/2-bulan-terusir-pkl-bermobil-taman-pinang-sidoarjo-balik-kucing

Pemulung Jadi Polisi

Yuda Satria, pemuda asal Bangah, Kecamatan Waru, Sidoarjo.

Dari 1.263 orang pendaftar seleksi Tamtama Polri di Polda Jatim 2015, hanya 152 peserta yang dinyatakan lolos. Usai sidang kelulusan, 152 calon anggota Brimob Polri inipun diberangkatkan ke Watu Kosek untuk menjalani pendidikan selama enam bulan..

Mereka diberangkatkan bersama dari Polda Jatim, Jumat (31/7) siang. Saat proses pemberangkatan itu, ada satu calon siswa (Casis) yang menjadi perhatian banyak perwira di Polda Jatim. Dia adalah Yuda Satria, pemuda 21 tahun asal Bangah, Kecamatan Waru, Sidoarjo.

Bukan karena penampilan atau prilakunya, pemuda tersebut mencuri perhatian para pejabat Polda lantaran latar belakangnya. Diketahui, Yuda adalah calon anggota Brimob yang sejak kecil bekerja menjadi pemulung untuk membiaya sekolahnya sendiri.

Sejak kecil saya sudah bercita-cita menjadi polisi. Saya sangat bersyukur bisa lolos seleksi dan mengikuti pendidikan. Saya berharap semua berjalan lancar dan saya bisa mengabdi ke negara dengan menjadi anggota Polri,” ujar Yuda saat berbincang dengan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuono.

Yuda adalah anak dari pasangan suami istri asal Padang, Sunaryo (56) dan Riniwati (53). Dua kakaknya, Silvia Halim (27), dan Riri Andangsari (25), tinggal di Padang.
Sedangkan adiknya, Joko Antonio (19) yang masih SMA, tinggal bersama dia dan ibunya di Waru, Sidoarjo.

“Saat saya kelas 2 SD, kami ditinggal oleh ayah. Karena pekerjaan ibu hanya sebagai tukang cuci, saya bersama saudara saya harus ikut bekerja untuk biaya hidup. Sejak itu saya menjadi pemulung agar bisa tetap sekolah,” kisahnya.

Menurut Yuda, dua kakaknya juga menjadi pemulung selama sekolah. Kakak pertamanya sudah bekerja, dan kakak keduanya sekarang masih kuliah.

“Adik saya juga mencari barang bekas untuk tambahan biaya sekolah. Apalagi, beberapa tahun ini ibu sudah tidak bekerja karena sudah tua,” lanjutnya lirih.

Calon anggota Brimob Polri ini mengaku sama sekali tak pernah malu dengan statusnya itu. Bahkan dia merasa bangga bisa sekolah dengan biaya sendiri. Toh, menjadi pemulung bukan pekerjaan haram.

Sejak kelas 2 SD, setiap pulang sekolah Yuda harus menyusuri jalan untuk mencari barang-barang bekas. Kardus, plastik bekas air mineral dan barang bekas apapun yang bisa dijual lagi di pengepul rongsokan.

Sesekali, dia juga melayani jasa membersihkan rumah orang, membersihkan mushola, mencuci mobil dan sebagainya. Demi cita-citanya, dia tak mengenal lelah. Yuda kecil terus bekerja keras agar tetap bersekolah. Dari hasil kerjanya, Yuda berhasil membiayai sekolahnya sendiri. Mulai SD hingga lulus SMK TPI Gedagan, Sidoarjo.

Setamat SMK, dia mendapat informasi ada lowongan pendaftaran anggota Polri. Tanpa pikir panjang, Yuda langsung mengumpulkan informasi terkait persyaratannya, melengkapi persyaratan itu, dan lantas mendaftar. Ia sengaja mendaftar ke jalur Tamtama agar bisa menjadi anggota Brimob.

Bermodal tekad besar, postur tubuh ideal, dan kemampuan yang dimilikinya, Yuda berhasil menyisihkan seribu lebih peserta seleksi yang menjadi saingannya. Anak ketiga dari empat bersaudara inipun tinggal selangkah lagi menggapai cita-citanya menjadi anggota Polri.

Meski saat pemberangkatan ke pusat pendidikan di Watu Kosek kemarin dia tidak ditemani ibunya, karena sedang sakit, Yuda mengaku sama sekali tidak minder. Jika rekan-rekannya bisa diantar dan berpelukan dengan orangtuanya sebelum menjalani pendidikan, Yuda berjanji akan membahagiakan sang ibu saat resmi berstatus anggota Brimob setelah pendidikan nanti.


http://suryamalang.tribunnews.com/2015/07/31/luar-biasa-sejak-kecil-jadi-pemulung-guna-biaya-sekolah-kini-lolos-polisi
http://suryamalang.tribunnews.com/2015/07/31/pemulung-lolos-seleksi-brimob-ingin-bahagiakan-ibu-yang-sakit

Related Posts