Ini Dia Biang Keladi Perusak Jalan di Sidoarjo
Meningkatnya jalan rusak di Kabupaten Sidoarjo, menurut Sigit Setyawan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Sidoarjo, disebabkan berbagai faktor diantaranya :
1. Pertumbuhan kawasan industri yang tidak didukung infrastruktur dan pendukungnya yang memadai.
2. Sejak dioperasikannya Jalan Porong Baru, hampir seluruh kendaraan memilih lewat jalur ini. Dampaknya, jalan-jalan kabupaten yang menjadi penghubung Jalan Porong Baru ke kawasan Gresik, Mojokerto, dan Surabaya kelebihan beban. Jalan kabupaten di Sidoarjo dibangun dengan kapasitas maksimal kendaraan 8 ton, tapi banyak kendaraan dengan berat lebih dari 10 ton melintas di jalan yang dikelola Pemkab Sidoarjo.
3. Sejak 1 Oktober 2014, kendaraan yang melebihi muatan sumbu paling berat 10 ton dilarang melintasi jalan tol Gempol-Perak. Ini mengakibatkan kendaraan berat memilih melintasi jalan-jalan kabupaten yang menghubungkan Sidoarjo dengan Mojokerto-Gresik, dan Surabaya.
4. Pertumbuhan jumlah kendaraan di Kabupaten Sidoarjo pada tahun 2013 lalu tercatat hampir 30 persen. Ini tidak seimbang dengan pertumbuhan jumlah panjang jalan yang tidak lebih dari 3 persen pertahunnya.
5.Sistem saluran tepi jalan hanya terdapat di dalam kota Sidoarjo. Sedangkan jalan-jalan kabupaten yang ada di luar perkotaan biasanya digabungkan fungsinya dengan saluran irigasi. Di banyak ruas jalan, bahkan tidak ada saluran tepinya.
6. Pertumbuhan kawasan perumahan di Sidoarjo mengakibatkan bongkar pasang jalan untuk instalasi utilitas (PDAM, listrik, telepon, dll) mengakibatkan jalan-jalan yang sudah diperbaiki mudah rusak.
7. Anggaran pemeliharaan jalan tahun ini hanya Rp13 miliar. Padahal anggaran ini idealnya Rp100 miliar.
8. Perubahan iklim yang mengakibatkan hujan dengan curah tinggi mengakibatkan aspal mudah terkelupas. Genangan air di aspal ditambah kendaraan melebihi kapasitas beban jalan mengakibatkan umur teknis jalan yang harusnya 5 tahun, menyusut jadi 2 tahun saja.
Sumber :
http://m.suarasurabaya.net
Wednesday, January 28, 2015
Sunday, January 18, 2015
Santri dan Kiai Palsu Gendam Warga Sidokare
Nyamar Santri dan Kiai, Dua Pria di Sidoarjo Gendam Pensiunan Polisi
AKP Ayub Kasat Reskrim Polres Sidoarjo mengatakan kronologi kejadiannya pelaku berangkat dari rumahnya di Entalsewu Buduran sekitar pukul 07.00 WIB. Korban mengendarai mobil Avanza hitam dengan nopol L 1336 EV.
AKP Budi Setiono Kasatlantas Polres Sidoarjo mengatakan, seorang pelaku memakai pakaian ala ustadz sedangkan yang lainnya memakai baju ala Kiai.
Anggota Polsek Porong berhasil membekuk 2 pelaku gendam berkedok kiai dan cantrik yakni Roni Asih (34) warga Desa Sambirejo RT 01 RW 01 Kecamatan Rejoso, Pasuruan dan Sudirman (38) warga Dusun Entalsewu RT 13 RW 04 Desa Entalsewu Kecamatan Buduran, Minggu (18/1). Tertangkapnya tersangka ketika mobil Toyota Avanza warna hitam nopol L- 1336- EV yang ditumpanginya, terjebak kemacetan di Jalan Raya Porong.
Awalnya, kedua pelaku mengendarai mobil berkeliling di Perumahan Taman Pinang hingga Perumahan Sukorame untuk mencari sasaran. Sesampai di Perumahan Sidokare, tersangka melihat Djanmi Tumitah (70) warga Perum Sidokare sedang sendirian membersihkan halaman depan rumahnya.
Kemudian, salah satu tersangka yakni Roni turun dari mobil dan menghampiri pensiunan perwira polisi dengan pangkat AKBP yang bertugas di Pusdik Porong itu. Roni pura-pura bertanya rumah Haji Toha yang rumahnya arah Jalan Raya Kecamatan Candi. Setelah terjadi percakapan, tiba-tiba Djanmi diajak masuk ke mobil untuk menemui Sudirman yang berpura-pura menjadi kiai sedang menunggu di dalam mobil. Saat didalam mobil, korban didoakan oleh Sudirman segera naik Haji dan sehat wal afiat. Korban kemudian disuruh kedua pelaku untuk melepas dua cicin dan sepasang anting-anting emas dan ditaruh di kotak sabun.
Djanmi menurut saja ketika disuruh turun dari mobil untuk membeli sabun. Tak lama korban turun dari mobil membeli sabun dan menyerahkannya. Lalu, sabun diserahkan ke korban dan pelaku kabur.
Setelah sadar menjadi korban gendam, Djanmi berteriak minta tolong pada warga setempat. Tetapi kedua pelaku sudah terburu kabur dan berhasil lolos dari kejaran massa. Dengan modal mengenali plat nomor mobil yang ditumpangi para pelaku, akhirnya korban melaporkan kejadian tersebut ke salah satu anggota polisi hingga akhirnya informasi itu disebar ke anggota lainnya lewat HT dan dilakukan pengejaran. Akhirnya, pelaku berhasil ditangkap di kawasan Porong.
Kapolsek Porong Kompol Mujiono melalui Kanit Reskrim Polsek Porong, AKP Bambang Setiadi pada BangsaOnline membenarkan tertangkapnya pelaku gendam saat melintasi Jalan Raya Porong.Tepatnya di perlimaan depan Poslantas arah Surabaya-Malang sebelah Pertokoan Sri Ratu lingkungan Pesawahan Kelurahan Porong.
“Setelah mendapatkan informasi ada pelaku kejahatan membawa mobil hitam ke arah selatan Porong, petugas kemudian melakukan pengejaran. Pada waktu bersamaan mobil yang ditumpangi para pelaku terjebak macet. Memang penangkapan tersangka tidak gampang. Karena satu tersangka yakni Roni lebih dulu ditangkap. Sedangkan tersangka Sudirman lari kearah timur. Untungnya dalam aksi kejar-kejaran ini, kedua pelaku berhasil ditangkap dan tidak dihakimi massa. Sebab kondisi jalan raya padat arus lalu lintasnya dan banyak warga sedang melakukan aktifitas,” jelasnya.
Untuk menghindari amukan massa, pelaku langsung dikirim ke Polres Sidoarjo sambil menunggu proses hukum lebih lanjut. Sedangkan dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti (BB) berupa 1 unit mobil Toyota Avanza warna hitam, 2 cincin dan sepasang anting-anting emas, 1 handpone blackberry, 1 handpone nokia, 1 keris ukuran 40 centimeter dibungkus kain putih, tali jimat, dompet, 1 buah kitab stambul, seperangkat baju muslim, dan songkok warna putih.
Tersangka Roni dihadapan penyidik mengakui sebelumnya bersama Sudirman usai bersilaturrahmi ke pondok pesantren di daerah Kediri. Setelah itu, timbul niat jahatnya ketika melintasi Jalan Raya Perum Taman Pinang.
“Ada ibu-ibu sendirian sedang menyapu halaman rumahnya. Kemudian saya datangi dan bertanya arah Jalan Raya Candi rumah Haji Toha. Lalu, ibu-ibu itu saya ajak ke kiai yang sedang menunggu didalam mobil dan didoakan agar cepat naik haji serta sehat wal-afiat. Kemudian, ibu-ibu itu melepas perhiasannya dan saya suruh turun untuk membeli sabun. Kemudian, ibu itu sadar, berteriak minta tolong dan saya langsung tancap gas untuk kabur,” ungkapnya.
Sumber :
http://www.bangsaonline.com
http://m.suarasurabaya.net
AKP Ayub Kasat Reskrim Polres Sidoarjo mengatakan kronologi kejadiannya pelaku berangkat dari rumahnya di Entalsewu Buduran sekitar pukul 07.00 WIB. Korban mengendarai mobil Avanza hitam dengan nopol L 1336 EV.
AKP Budi Setiono Kasatlantas Polres Sidoarjo mengatakan, seorang pelaku memakai pakaian ala ustadz sedangkan yang lainnya memakai baju ala Kiai.
Anggota Polsek Porong berhasil membekuk 2 pelaku gendam berkedok kiai dan cantrik yakni Roni Asih (34) warga Desa Sambirejo RT 01 RW 01 Kecamatan Rejoso, Pasuruan dan Sudirman (38) warga Dusun Entalsewu RT 13 RW 04 Desa Entalsewu Kecamatan Buduran, Minggu (18/1). Tertangkapnya tersangka ketika mobil Toyota Avanza warna hitam nopol L- 1336- EV yang ditumpanginya, terjebak kemacetan di Jalan Raya Porong.
Awalnya, kedua pelaku mengendarai mobil berkeliling di Perumahan Taman Pinang hingga Perumahan Sukorame untuk mencari sasaran. Sesampai di Perumahan Sidokare, tersangka melihat Djanmi Tumitah (70) warga Perum Sidokare sedang sendirian membersihkan halaman depan rumahnya.
Kemudian, salah satu tersangka yakni Roni turun dari mobil dan menghampiri pensiunan perwira polisi dengan pangkat AKBP yang bertugas di Pusdik Porong itu. Roni pura-pura bertanya rumah Haji Toha yang rumahnya arah Jalan Raya Kecamatan Candi. Setelah terjadi percakapan, tiba-tiba Djanmi diajak masuk ke mobil untuk menemui Sudirman yang berpura-pura menjadi kiai sedang menunggu di dalam mobil. Saat didalam mobil, korban didoakan oleh Sudirman segera naik Haji dan sehat wal afiat. Korban kemudian disuruh kedua pelaku untuk melepas dua cicin dan sepasang anting-anting emas dan ditaruh di kotak sabun.
Djanmi menurut saja ketika disuruh turun dari mobil untuk membeli sabun. Tak lama korban turun dari mobil membeli sabun dan menyerahkannya. Lalu, sabun diserahkan ke korban dan pelaku kabur.
Setelah sadar menjadi korban gendam, Djanmi berteriak minta tolong pada warga setempat. Tetapi kedua pelaku sudah terburu kabur dan berhasil lolos dari kejaran massa. Dengan modal mengenali plat nomor mobil yang ditumpangi para pelaku, akhirnya korban melaporkan kejadian tersebut ke salah satu anggota polisi hingga akhirnya informasi itu disebar ke anggota lainnya lewat HT dan dilakukan pengejaran. Akhirnya, pelaku berhasil ditangkap di kawasan Porong.
Kapolsek Porong Kompol Mujiono melalui Kanit Reskrim Polsek Porong, AKP Bambang Setiadi pada BangsaOnline membenarkan tertangkapnya pelaku gendam saat melintasi Jalan Raya Porong.Tepatnya di perlimaan depan Poslantas arah Surabaya-Malang sebelah Pertokoan Sri Ratu lingkungan Pesawahan Kelurahan Porong.
“Setelah mendapatkan informasi ada pelaku kejahatan membawa mobil hitam ke arah selatan Porong, petugas kemudian melakukan pengejaran. Pada waktu bersamaan mobil yang ditumpangi para pelaku terjebak macet. Memang penangkapan tersangka tidak gampang. Karena satu tersangka yakni Roni lebih dulu ditangkap. Sedangkan tersangka Sudirman lari kearah timur. Untungnya dalam aksi kejar-kejaran ini, kedua pelaku berhasil ditangkap dan tidak dihakimi massa. Sebab kondisi jalan raya padat arus lalu lintasnya dan banyak warga sedang melakukan aktifitas,” jelasnya.
Untuk menghindari amukan massa, pelaku langsung dikirim ke Polres Sidoarjo sambil menunggu proses hukum lebih lanjut. Sedangkan dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti (BB) berupa 1 unit mobil Toyota Avanza warna hitam, 2 cincin dan sepasang anting-anting emas, 1 handpone blackberry, 1 handpone nokia, 1 keris ukuran 40 centimeter dibungkus kain putih, tali jimat, dompet, 1 buah kitab stambul, seperangkat baju muslim, dan songkok warna putih.
Tersangka Roni dihadapan penyidik mengakui sebelumnya bersama Sudirman usai bersilaturrahmi ke pondok pesantren di daerah Kediri. Setelah itu, timbul niat jahatnya ketika melintasi Jalan Raya Perum Taman Pinang.
“Ada ibu-ibu sendirian sedang menyapu halaman rumahnya. Kemudian saya datangi dan bertanya arah Jalan Raya Candi rumah Haji Toha. Lalu, ibu-ibu itu saya ajak ke kiai yang sedang menunggu didalam mobil dan didoakan agar cepat naik haji serta sehat wal-afiat. Kemudian, ibu-ibu itu melepas perhiasannya dan saya suruh turun untuk membeli sabun. Kemudian, ibu itu sadar, berteriak minta tolong dan saya langsung tancap gas untuk kabur,” ungkapnya.
Sumber :
http://www.bangsaonline.com
http://m.suarasurabaya.net
Monday, January 12, 2015
Colour Run 2015
Peringati Hari Jadi Sidoarjo, KNPI Gelar Colour Run 2015
Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Sidoarjo menggelar acara lari bersama atau Colour Run 2015, Minggu (11/1/2015) Dalam rangka turut memperingati Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo ke 156.
Acara yang bertajuk Hey! Run! Sidoarjo ini, dilaksanakan pada Minggu (11/1/2015) sekitar pukul 06.00 pagi.
Dikemas dalam lari fun mengelilingi kota sidoarjo sepanjang 5 km, peserta mengelilingi rute start Gor Sidoarjo-jl. Pahlawan-jl achmad yani – alun-alun sidoarjo-pertigaan pucang belok kiri -jl. Pagerwojo-jl. GOR Delta-kembali ke GOR Delta. Dengan total jumlah jumlah peserta mencapai 3.000 - 4.000 orang yg sebagian besar peserta adalah para siswa SMA / SMP dan mahasiswa, turut menyemarakkan acara ini.
“Event seperti ini secara tidak langsung membuat masyarakat lebih sehat, sekaligus menjadi tempat bagi KNPI untuk bersilaturahmi dengan masyarakat Sidoarjo,” kata Ari Suryono di sela-sela acara.
Diharapkan acara seperti ini bisa merangkul semua lapisan masyarakat, terutama para pemuda agar lebih sehat, baik secara jasmani maupun rohani.
Dentuman musik disko menggoyang ribuan peserta Colour Run Sidoarjo yang dipusatkan di area parkir tumor GOR Sidoarjo.
Sambil berjingkrak ria, taburan aneka warna tepung menghiasi Party Colour Run Sidoarjo, Minggu (11/1/2015).
Meski debu aneka warna terus ditebar oleh sesama peserta serta lemparan dari panitia, tak satu pun peserta yang menghindar.
Justru mereka bangga dengan kaos putih yang dikenakan, rambut dan wajah penuh warna.
Malah banyak peserta yang menebarkan sendiri tepung warna biru dan kuning serta pink ke tubuhnya sendiri.
“Dah penuh warna kan,” ujar Tita kepada temannya. Hampir seluruh peserta mengabadikan tubuhnya penuh warna dengan foto selfie.
Pelepasan colour fun dari GOR dilakukan Bupati Sidoarjo, H Saiful Ilah dan Ketua DPRD Sidoarjo H Sulamul Hadi Nurmawan.
Selama lari, peserta sudah dilempar dengan tepung warna oleh panitia. Ketika tubuh peserta dilempar tidak ada yang menghindari. Justru mereka memperlambat larinya agar dilempar lagi.
Menginjak pukul 09.00 WIB dan peserta sudah merampungkan lari 5 km, seluruh peserta diwajibkan kumpul di depan panggung. Dua DJ dari Tripleks dan Princes Joana yang memanaskan suasana.
Begitu DJ Tripleks tampil, ribuan kawula muda langsung berjingkrak sambil melempar tepung.
Suasana pun menjadi riuh tatkala panitia melempar dan member tepung yang sudah dipersiapkan. Peserta yang umumnya Anak Baru Gede (ABG) dari SMP, SMA dan mahasiswa dengan tubuh penuh warna terus mengangkat tanganya. “Gila banget acaranya,” teriak peserta cewek sembari berjingkrak.
Shelly, Wakil Ketua Pelakana HEY ! RUN SIDOARJO, mengaku bangga dengan terselenggaranya acara colour fun dengan baik.
“Peserta sangat menikmati apa yang kami suguhkan. Buktinya mereka larut dalam kegembiraan,” tutur Shelly.
Ari yang juga sebagai Kepala Bagian (Kabag) Kerjasama Pemkab Sidoarjo, acara colour fun dan dilanjut party colour semata-mata untuk memberi wadah kepada kawula muda. Selain mengajak sehat (peserta lari pagi) dan kesenangannya juga tersalurkan.
“Acara ini pertama kali kami gelar dan alhamdulillah sukses,” terangnya.
Sumber :
http://www.beritasidoarjo.com
http://kabarsidoarjo.com
http://www.tribunnews.com
Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Sidoarjo menggelar acara lari bersama atau Colour Run 2015, Minggu (11/1/2015) Dalam rangka turut memperingati Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo ke 156.
Acara yang bertajuk Hey! Run! Sidoarjo ini, dilaksanakan pada Minggu (11/1/2015) sekitar pukul 06.00 pagi.
Dikemas dalam lari fun mengelilingi kota sidoarjo sepanjang 5 km, peserta mengelilingi rute start Gor Sidoarjo-jl. Pahlawan-jl achmad yani – alun-alun sidoarjo-pertigaan pucang belok kiri -jl. Pagerwojo-jl. GOR Delta-kembali ke GOR Delta. Dengan total jumlah jumlah peserta mencapai 3.000 - 4.000 orang yg sebagian besar peserta adalah para siswa SMA / SMP dan mahasiswa, turut menyemarakkan acara ini.
“Event seperti ini secara tidak langsung membuat masyarakat lebih sehat, sekaligus menjadi tempat bagi KNPI untuk bersilaturahmi dengan masyarakat Sidoarjo,” kata Ari Suryono di sela-sela acara.
Diharapkan acara seperti ini bisa merangkul semua lapisan masyarakat, terutama para pemuda agar lebih sehat, baik secara jasmani maupun rohani.
Dentuman musik disko menggoyang ribuan peserta Colour Run Sidoarjo yang dipusatkan di area parkir tumor GOR Sidoarjo.
Sambil berjingkrak ria, taburan aneka warna tepung menghiasi Party Colour Run Sidoarjo, Minggu (11/1/2015).
Meski debu aneka warna terus ditebar oleh sesama peserta serta lemparan dari panitia, tak satu pun peserta yang menghindar.
Justru mereka bangga dengan kaos putih yang dikenakan, rambut dan wajah penuh warna.
Malah banyak peserta yang menebarkan sendiri tepung warna biru dan kuning serta pink ke tubuhnya sendiri.
“Dah penuh warna kan,” ujar Tita kepada temannya. Hampir seluruh peserta mengabadikan tubuhnya penuh warna dengan foto selfie.
Pelepasan colour fun dari GOR dilakukan Bupati Sidoarjo, H Saiful Ilah dan Ketua DPRD Sidoarjo H Sulamul Hadi Nurmawan.
Selama lari, peserta sudah dilempar dengan tepung warna oleh panitia. Ketika tubuh peserta dilempar tidak ada yang menghindari. Justru mereka memperlambat larinya agar dilempar lagi.
Menginjak pukul 09.00 WIB dan peserta sudah merampungkan lari 5 km, seluruh peserta diwajibkan kumpul di depan panggung. Dua DJ dari Tripleks dan Princes Joana yang memanaskan suasana.
Begitu DJ Tripleks tampil, ribuan kawula muda langsung berjingkrak sambil melempar tepung.
Suasana pun menjadi riuh tatkala panitia melempar dan member tepung yang sudah dipersiapkan. Peserta yang umumnya Anak Baru Gede (ABG) dari SMP, SMA dan mahasiswa dengan tubuh penuh warna terus mengangkat tanganya. “Gila banget acaranya,” teriak peserta cewek sembari berjingkrak.
Shelly, Wakil Ketua Pelakana HEY ! RUN SIDOARJO, mengaku bangga dengan terselenggaranya acara colour fun dengan baik.
“Peserta sangat menikmati apa yang kami suguhkan. Buktinya mereka larut dalam kegembiraan,” tutur Shelly.
Ari yang juga sebagai Kepala Bagian (Kabag) Kerjasama Pemkab Sidoarjo, acara colour fun dan dilanjut party colour semata-mata untuk memberi wadah kepada kawula muda. Selain mengajak sehat (peserta lari pagi) dan kesenangannya juga tersalurkan.
“Acara ini pertama kali kami gelar dan alhamdulillah sukses,” terangnya.
Sumber :
http://www.beritasidoarjo.com
http://kabarsidoarjo.com
http://www.tribunnews.com
Wednesday, December 31, 2014
Lippo Plaza Sidoarjo
Sidoarjo Town Square
Pada awal berdiri, mall ini bernama Sidoarjo Town Square (Sitos), namun seiring berjalannya waktu, nama mall ini berubah menjadi Lippo Plaza Sidoarjo.
Lippo Plaza Sidoarjo adalah pusat perbelanjaan di Kota Sidoarjo, tepatnya berlokasi di JL. Raya Jati, No. 1, Kec. Sidoarjo, Indonesia. Lippo Mall Sidoarjo ini dibangun pada akhir tahun 2012 di lokasi yang sangat strategis sisi selatan exit tol Sidoarjo. Telepon: (031) 58204746.
Menjadi mall atau pusat perbelanjaan yang terletak di tengah Kabupaten Sidoarjo dan bersebelahan dengan pintu masuk/keluar tol Sidoarjo, bagi anda pengguna jalan tol Surabaya - Malang, anda cukup keluar ke pintu tol Sidoarjo. Setelah dari pintu keluar tersebut anda sudah bisa melihat gedung Lippo Plaza Sidoarjo.
Di sini, anda bisa menemukan segala peralatan dan kebutuhan rumah tangga di Hypermart dan Matahari Department Store, dan juga di dalam mall tersedia berbagai kebutuhan fashion dan area bermain untuk anak-anak dengan tenant – tenant ternama seperti New Star Cineplex, Toko Buku, Karaoke Inul Vizta dan tenant lainnya baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Lantai Dasar :
Hypermart, B Fit, NOBU Bank, Dapur Iga, Daun Lada, D' Pawon, Flazh Fitness, dan lainnya
Lantai 1 :
Matahari Department Store, Gramedia, Bonita, Buti, Game Fantasia, Hermosa, Mr Cukur, dan lainnya
Lantai 2 :
New Star Cineplex, Karaoke Inul Vizta, dan lainnya
Transportasi Menuju Lippo Plaza Sidoarjo
Naik Angkot HA (Rute Terminal Larangan - Pasar Taman/ Pulang Pergi) - Terminal Larangan – Jl. Diponegoro – Jalan Raya Jati – Berhenti di Lippo Plaza Sidoarjo/ Sidoarjo Town Square
Naik Angkot HB 1 (Rute Terminal Larangan - Raya Krembung/ Pulang Pergi) - Terminal Larangan – Jl.Diponegoro – Jl.Pahlawan – Jalan Raya Jati – Berhenti di Lippo Plaza Sidoarjo/ Sidoarjo Town Square
Naik Angkot HB 2 (Rute Terminal Larangan - Terminal Krian/ Pulang Pergi) - Jl.Diponegoro – Jl.Pahlawan – Jalan Raya Jati – Berhenti di Lippo Plaza Sidoarjo/ Sidoarjo Town Square
Sumber :
http://infopromodiskon.com/mall/profile/lippo-plaza-sidoarjo/
Pada awal berdiri, mall ini bernama Sidoarjo Town Square (Sitos), namun seiring berjalannya waktu, nama mall ini berubah menjadi Lippo Plaza Sidoarjo.
Lippo Plaza Sidoarjo adalah pusat perbelanjaan di Kota Sidoarjo, tepatnya berlokasi di JL. Raya Jati, No. 1, Kec. Sidoarjo, Indonesia. Lippo Mall Sidoarjo ini dibangun pada akhir tahun 2012 di lokasi yang sangat strategis sisi selatan exit tol Sidoarjo. Telepon: (031) 58204746.
Menjadi mall atau pusat perbelanjaan yang terletak di tengah Kabupaten Sidoarjo dan bersebelahan dengan pintu masuk/keluar tol Sidoarjo, bagi anda pengguna jalan tol Surabaya - Malang, anda cukup keluar ke pintu tol Sidoarjo. Setelah dari pintu keluar tersebut anda sudah bisa melihat gedung Lippo Plaza Sidoarjo.
Di sini, anda bisa menemukan segala peralatan dan kebutuhan rumah tangga di Hypermart dan Matahari Department Store, dan juga di dalam mall tersedia berbagai kebutuhan fashion dan area bermain untuk anak-anak dengan tenant – tenant ternama seperti New Star Cineplex, Toko Buku, Karaoke Inul Vizta dan tenant lainnya baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Lantai Dasar :
Hypermart, B Fit, NOBU Bank, Dapur Iga, Daun Lada, D' Pawon, Flazh Fitness, dan lainnya
Lantai 1 :
Matahari Department Store, Gramedia, Bonita, Buti, Game Fantasia, Hermosa, Mr Cukur, dan lainnya
Lantai 2 :
New Star Cineplex, Karaoke Inul Vizta, dan lainnya
Transportasi Menuju Lippo Plaza Sidoarjo
Naik Angkot HA (Rute Terminal Larangan - Pasar Taman/ Pulang Pergi) - Terminal Larangan – Jl. Diponegoro – Jalan Raya Jati – Berhenti di Lippo Plaza Sidoarjo/ Sidoarjo Town Square
Naik Angkot HB 1 (Rute Terminal Larangan - Raya Krembung/ Pulang Pergi) - Terminal Larangan – Jl.Diponegoro – Jl.Pahlawan – Jalan Raya Jati – Berhenti di Lippo Plaza Sidoarjo/ Sidoarjo Town Square
Naik Angkot HB 2 (Rute Terminal Larangan - Terminal Krian/ Pulang Pergi) - Jl.Diponegoro – Jl.Pahlawan – Jalan Raya Jati – Berhenti di Lippo Plaza Sidoarjo/ Sidoarjo Town Square
Sumber :
http://infopromodiskon.com/mall/profile/lippo-plaza-sidoarjo/
Monday, December 15, 2014
Gus Ipul dan Slank
Gus Ipul Ajak Slank Kunjungi SLB Dharma Wanita
Rombongan Slank yang disertai Wakil Gubenur Jatim, Saifullah Yusuf dan Bupati Sidoarjo, Saiful Illah, sengaja datang untuk melihat bagaimana pendidikan difabel, sebelum mengikuti acara penutupan PON Remaja I di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.
Sesampainya disana, Slank dan Gus Ipul serta Saiful Illah langsung dihibur dengan penampilan dua murid penyandang cacat, yakni Rana Alya dan M Hendra.
Penyandang tuna rungu-wicara, Rana Alya terlihat tangkas membawakan tarian Nyambi Pletheng.
Sedangkan penyandang tuna netra, M Hendra membawakan lagu Wali berjudul Mencari Berkah.
Slank yang melihat dan mendengarkan lagu itu cukup terpesona dengan penampilan mereka.
Bahkan, Slank juga menyimak beberapa murid yang mengajarinya bahasa isyarat.
Sumber :
http://kabarsidoarjo.com
Rombongan Slank yang disertai Wakil Gubenur Jatim, Saifullah Yusuf dan Bupati Sidoarjo, Saiful Illah, sengaja datang untuk melihat bagaimana pendidikan difabel, sebelum mengikuti acara penutupan PON Remaja I di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.
Sesampainya disana, Slank dan Gus Ipul serta Saiful Illah langsung dihibur dengan penampilan dua murid penyandang cacat, yakni Rana Alya dan M Hendra.
Penyandang tuna rungu-wicara, Rana Alya terlihat tangkas membawakan tarian Nyambi Pletheng.
Sedangkan penyandang tuna netra, M Hendra membawakan lagu Wali berjudul Mencari Berkah.
Slank yang melihat dan mendengarkan lagu itu cukup terpesona dengan penampilan mereka.
Bahkan, Slank juga menyimak beberapa murid yang mengajarinya bahasa isyarat.
Sumber :
http://kabarsidoarjo.com
Sunday, October 19, 2014
PT KAI Kembali Aktifkan Jalur Mojokerto-Tarik-Tulangan-Sidoarjo
"Jalur itu sudah tak aktif lagi sejak tahun 70 an," ujar Humas PT KAI Daops 8 Surabaya Sumarsono saat dihubungi detikcom, Jumat (17/10/2014).
Sumarsono menambahkan, saran prasarana baik rel maupun stasiun sudah disiapkan. Rangkaian kereta pun juga sudah datang. Jalur ini," kata Sumarsono, akan menggunakan Kereta Rel Diesel Indonesia (KRDI).
"KRDI ini buatan Inka yang melaju dengan kecepatan maksimum 70 km/jam," lanjut Sumarsono.
KRDI ini, ujar Sumarsono, mempunyai 4 rangkaian kereta yang masing-masing kereta bisa memuat sekitar 70 penumpang. Dan jika penuh, maka 280 penumpang bisa diangkut sekali jalan.
Diperkirakan jalur ini akan diaktifkan sekitar minggu depan. Untuk harga tiket, pihak PT KAI Daops 8 Surabaya masih menunggu instruksi lebih lanjut dari Ditjen Perkeretaapian.
"Jalur ini kami buka karena permintaan masyarakat dan untuk mengurangi kemacetan di jalan," tandas Sumarsono.
Sumber :
http://news.detik.com
Saturday, October 18, 2014
Hariono
Hariono lahir di Sidoarjo, Jawa Timur pada tanggal 2 Oktober 1985 merupakan pemain sepak bola Indonesia asal Sidoarjo dan saat ini bermain untuk Persib Bandung di Liga Super Indonesia. Ia berposisi sebagai gelandang bertahan. Hariono memulai karier sepakbolanya bersama Persida Sidoarjo pada tahun 2003 ketika ia masih berumur 18 tahun. Pada tahun 2004, Deltras mengontrak nya hingga tahun 2008.
Pada awal musim 2008/2009, Jaya Hartono merekrut Hariono sebagai pemain Persib. Ia memulai debut nya di Liga Super sebagai pengganti Suwita Pata di pertandingan pertama Persib di Liga Super ketika mereka menang 5-2 atas Persela dan hingga kini Hariono belum mencetak gol di pertandingan resmi.
Loyalitas, totalitas dan kecintaannya terhadap PERSIB Bandung tak perlu diragukan lagi. Bobotoh dan pemerhati sepak bola Bandung pun sudah mengakuinya. Loyalitas dan totalitas Hariono dalam empat musim berbaju PERSIB menjadi bukti yang diberikan pemain kelahiran Sidoarjo, 2 Oktober 1985 ini. Sejak diboyong Jaya Hartono ke Bandung, Liga Super Indonesia (LSI) 2013 adalah musim kelimanya membela tim kebanggaan bobotoh ini.
Soal betahnya tinggal di Bandung, Hariono selalu menjawabnya dengan senyum dan sebatas anggukan kepala. Maklum, semua orang tahu, meski tergolong garang di lapangan, Hariono adalah sosok pemain yang tidak banyak bicara di luar lapangan, termasuk kepada media.
Hariono, gelandang Persib Bandung dikenal sebagai pemain garang dan petarung di lapangan. Ia juga disebut-sebut seperti gelandang AC Milan, Gattuso. Untuk itu ia sering disebut Gattuso-nya Indonesia karena kualitasnya di lapangn hijau, kerap menghancurkan upaya serangan lawan.
Publik tidak akan lupa dengan gol spektakuler Sergio van Dijk dari luar kotak penalti ketika Persib melawan Persija di Stadion si Jalak Harupat, Soreang Kabupaten Bandung musim lalu.
Gol itu, yang pasti tidak akan terjadi jika Hariono tidak menghancurkan upaya serangan Persija di lini tengah Persib. Saat itu, Hariono bisa merebut bola dari kaki pemain Macan Kemayoran ini tengah melakukan penetrasi di lini tengah Persib. Setelah berhasil meraih bola, saat itu, ia langsung memberi uampan jauh ke arah Sergio.
Di kaki Sergio dengan sedikit drible, bola dari Hariono kemudian ia tendang dengan keras dan lahirlah gol spektakuler tersebut.
Sepak terjang Hariono selama di Persib, membuat jersey-nya paling dicari selama 3 tahun terakhir.
"Jersey Persib nomor 24, Hariono ini paling dicari selama 3 tahun sejak 2011 sampai sekarang. Penjualannya selalu stabil," kata Nays Muntahar, official merchandise jersey Persib di PT Persib Bandung Bermartabat kepada Tribun di Graha Persib, Jalan Sulanjana Bandung, Rabu (19/3).
Menurutnya, selama 3 tahun berturut-turut itu, jersey nomor 24 ini selalu dicari karena para pembeli menilai pemakai jersey nomor 24 ini sangat spesial.
"Kebanyakan yang membeli menilai jersey nomor 24 ini memiliki karakter yang khas, tipe petarung. Jadi, setiap tahun penjualannya selalu stabil," katanya.
Skuat PERSIB menghadiri acara resepsi pernikahan gelandang bertahan Hariono dengan istrinya, Fianita Kusuma Wati di Gedung Serbaguna, Tulangan, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (12/10).
Rombongan yang berangkat dari hotel di Surabaya sekitar pukul 10:00 WIB ini tiba di acara resepsi tersebut pukul 11.30 WIB. Pelatih Djadjang Nurdjaman, pemain dan ofisial PERSIB pun langsung menyampaikan selamat sambil menyalami kedua mempelai.
Di acara bahagia tersebut, Hariono dan sang istri tampak ceria dengan serasi mereka mengenakan pakaian berwarna emas. Acara yang dikemas secara sederhana namun cukup elegan dengan hadirnya foto-foto pre weeding hingga hiasan lampu-lampu dan iringan musik modern.
Pada kesempatan itu, rekan-rekan Hariono di PERSIB pun memberikan sebuah jersey khusus yang bertuliskan Hariono-Fianita, nomor punggung 24 dan tanggal akad pernikahan yaitu 09-10-2014 dengan bumbu lambang love.
Selain tim, terlihat pelatih yang membawa Hariono ke PERSIB Jaya Hartono, kemudian istri dari Cristian Gonzales, Eva. Tidak hanya itu, ucapan selama melalui karangan bunga pun datang dari berbagai pihak, termasuk Presiden Direkrut PT Arema Cronus Indonesia, Iwan Budianto atas nama pribadi maupun tim.
Sumber :
http://id.wikipedia.org
http://www.persib.co.id
http://jabar.tribunnews.com
Subscribe to:
Posts (Atom)
Related Posts
-
Foto halte / shelter Sumber surabaya.tribunnews.com Bus Damri AC jurusan Porong-Bungurasih akan lewat tol untuk menghindari rebutan...
-
Kereta api Surabaya-Bojonegoro atau dikenal sebagai KRD Bojonegoro merupakan kereta api ekonomi lokal di jalur Bojonegoro - Surabaya Pasa...
-
Mantan Masjid Agung di Sidoarjo yang Berusia 344 Tahun 1 Maret 2023, 17:10:34 WIB Masjid Jami’ Al Abror di Dusun Kauman, termasuk salah satu...
-
Frontage Road Gedangan-Lingkar Timur Buduran Sidoarjo Tuntas 16 Maret 6 Maret 2023, 13:53:10 WIB Frontage road (FR) di Gedangan hingga Ling...
-
Resepsi 1 Abad NU, Ruas Jalan Menuju Stadion Gelora Delta Sidoarjo Dipadati Jemaah Nahdliyin 07/02/2023 Gelaran Hari Lahir (Harlah) 1 Abad N...




